IMG-LOGO
Nasional

Menaker Bagikan Seribu Paket Ramadhan

Jumat 17 Mei 2019 10:30 WIB
Menaker Bagikan Seribu Paket Ramadhan
Jakarta, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri memberikan 1000 paket Ramadhan kepada pegawai di lingkungan Kemnaker yang terdiri dari pegawai golongan I, II, satuan pengamanan (satpam), dan petugas kebersihan. Pembagian bantuan paket Ramadhan tersebut dilakukan dalam acara buka puasa bersama Kementerian Ketenagakerjaan dengan pegawai dan mitra kerja di kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (16/5).

Dalam sambutannya, Menaker Hanif Dhakiri mengatakan tujuan acara buka puasa bersama selain sebagai ajang silaturahmi, juga agar semakin akrab dan solid di antara pegawai Kemnaker.

"Sehingga, kita ke depan, semakin lebih produktif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara. Mudah-mudahan dengan buka puasa bersama ini keberkahan bulan Ramadhan mengalir kepada kita semua bangsa Indonesia," kata Menteri Hanif. 

Hanif Dhakiri berharap acara buka puasa bersama di Kemnaker memberikan keberkahan bulan Ramadhan kepada pegawai Kemnaker dan seluruh bangsa Indonesia.

"Kita saling doakan di bulan yang mulia ini, agar kita selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan kelancaran dalam menjalan seluruh aktivitas ibadah di bulan suci Ramadhan. Mudah-mudahan ini menjadi berkah. Berkah bagi Indonesia," katanya.

Hanif Dhakiri juga menyerukan pegawai dan mitra di lingkungan Kemnaker agar menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk introspeksi diri sekaligus menghindari diri untuk menyebarkan ujaran kebencian. 

"Akhir-akhir ini banyak orang semakin cinta Islam, banyak menyebut nama Tuhan dan melantunkan ayat-nya, tetapi mencaki maki saudaranya. Mudah-mudahan, kita terhindar dari hal semacam itu," kata Hanif.

Ia juga berharap doa semoga Kemnaker bisa terus berjalan dengan lebih baik dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja Indonesia.

Sambil menanti azan Magrib berkumandang, ribuan pegawai Kemnaker tampak khusyuk mendengarkan tausiyah Ramadhan oleh KH Abdul Manan Ghani. (Red: Kendi Setiawan)
Jumat 17 Mei 2019 23:42 WIB
Perempuan Dinilai Tepat Jadi Penyeru Perdamaian
Perempuan Dinilai Tepat Jadi Penyeru Perdamaian
Jakarta, NU Online
Ketua Perempuan Bangsa Lulu Nurhamidah, mengatakan perempuan lebih cocok dan tepat untuk menjadi penyeru perdamaian di tengah polemik yang terjadi di masyarakat. Menurutnya, perempuan memiliki nilai kepedulian yang tinggi terhadap masalah tertentu ketimbang laki laki. Insting yang dimiliki perempuan juga lebih halus sehingga apa yang dilakukan perempuan penuh dengan pertimbangan dan kehati-hatian. Perempuan juga pintar melakukan negosiasi.
 
"Perempuan itu mempunyai insting yaitu perempuan punya proteksi yang kepedulian lebih dari laki-laki, artinya apa? perempuan itu punya kekuatan sebagai kiper penjaga perdamaian. Dan perempuan juga bisa negosiasi untuk mendamaikan keadaan," katanya pada Talk Show Perempuan oleh KOPRI PB PMII di Hotel New Idola di Jl Pramuka, Jakarta Timur, Jumat (17/5).
 
Ia menuturkan, kelebihan itu tidak hanya nurani yang telah tercipta sejak lahir tetapi harus dikembangkan dengan cara terus melatih diri misalnya memperbanyak wawasan dan mental agar jati diri perempuan sebagai makhluk yang penuh solusi bisa terwujud.
 
Ia mencontohkan, perempuan yang telah berhasil mewujudkan jati dirinya sebagai penyeru perdamaian adalah Rotua Valentina Sagala. Bersama tujuh orang lainnya dari Sri Lanka, Timor Leste, Nepal, Afghanistan dan Filipina Rotua menerima penghargaan N-Peace Awards pada 2013 lalu.
 
"Yang lain misalnya, Saya ingat pada  beberapa waktu yang lalu ada kerusuhan di Ternate, Poso,  dan wilayah lainya itu menggambarkan suatu kejadian persoalan kemanusiaan karena banyak terjadi kasus seksual. Kawan saya seorang perempuan menjadi dinamisator agar persoalan itu selesai, dan terbukti itu berhasil," tuturnya.
 
Untuk itu, kata dia, penting perempuan terlibat dalam masalah politik agar bisa ikut mendinginkan suasana yang kerap memanas di masyarakat. Ia meyakini jika semua masalah dilakukan oleh hanya laki laki maka yang muncul adalah kebijakan yang sedikit kasar.
 
Menurut dia, sudah saatnya perempuan berada di garis depan dalam hal urusan politik agar tidak dipandang sebagai makhluk yang lemah dan tidak mampu berbuat untuk bangsa dan  negara.
 
"Semua itu bisa dijawab dengan semua prestasi yang kita miliki," ucapnya. (Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)
 

Jumat 17 Mei 2019 23:18 WIB
IPPNU dan Kopri PMII Kalbar Bahas Kekerasan pada Perempuan
IPPNU dan Kopri PMII Kalbar Bahas Kekerasan pada Perempuan
Jakarta, NU Online
Pimpinan Wilayah IPPNU bekerja sama dengan Pengurus Koordinator Cabang Kopri PMII Kalimantan Barat mengadakan dialog dan buka puasa bersama di Aula BKKBN Kalimantan Barat, Jumat (17/5). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kasus kekerasan pada perempuan di Kalbar agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Dialog yang mengusung tema ”Peran Perempuan dalam Pencegahan Kekerasan dan Gerakan Radikal Terorisme” ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Komisioner KPAI Susianah Affandy, Kabid KSPK BKKBN Kalbar Aulia A Arief, dan Kabid KB/KR BKKBN Kalbar Hadirin.

Dalam sambutannya, Ketua PW IPPNU Siti Rohimah mengemukakan tentang provinsi Kalbar yang dinilai termasuk wilayah yang rawan kekerasan, seperti kasus pada April 2019, yakni penganiayaan terhadap pelajar SMP Audrey (14 tahun) oleh 12 anak hingga harus dirawat di Rumah Sakit.

“Baru-baru ini Kalbar dihebohkan oleh kasus kekerasan yang terjadi pada seorang pelajar SMP (Audrey),” ucapnya. 

Atas keprihatinannya terhadap sejumlah kasus kekerasan perempuan, ia pun mengajak kaum intelektual untuk melakukan pergerakan dan pengawalan terhadap penerus bangsa.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak kepada semua peserta dialog agar tidak mudah terpengaruh oleh berita hoaks penyebaran informasi yang simpang siur semakin massif, terutama menjelang pengumuman hasil pemilihan presiden dan pemilihan legislatif pada 22 Mei mendatang.

“Maka sebagai kaum pergerakan dan perubahan harus bisa menjadi pelopor kebaikan untuk kemaslahatan di dalam masyarakat dan harus bisa berfikir cerdas,” ucapnya. 

Sementara Ketua 3 Kopri PKC PMII Kalbar Diah Sari mencatat kasus kekerasan pada perempuan di Kalbar dari Januari hingga Mei 2019 terdapat 66 kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, dan 23 kasus diantaranya ditemukan di Kabupaten Sambas.

Menurut Diah, selain kasus kekerasan terhadap Audrey, juga terdapat kasus yang tidak kalah kejamnya, yakni 2 oknum PNS yang menyetubuhi gadis berusia 14 tahun.

“Maka berdasarkan jumlah kasus tersebut bisa kita simpulkan bahwa di Kalbar ini sangat rawan sekali terjadi kasus kekerasan terhadap anak maupun kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan dan anak,” ucapnya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Jumat 17 Mei 2019 22:45 WIB
Ingin Mulia dan Berkah? Selalu Hadirkan Al-Qur’an
Ingin Mulia dan Berkah? Selalu Hadirkan Al-Qur’an
Gus Ato' di Pondok Pesantren Darussalam, Mimika, Papua.
Mimika, NU Online
Keberkahan Ramadhan terasa di berbagai penjuru Nusantara, mulai Sabang sampai Merauke. Hal tersebut seperti dirasakan di Pondok Pesantren Darussalam Mimika Papua, Pesantren Wirausaha Ahlus-Sunnah Wal-Jama'ah An-Nahdliyyah yang mengadakan pengajian umum dengan diisi Ustadz Achmad Sunarto dari Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. 

Dalam rihlah dakwah Islam di Mimika, selain serangkaian kegiatan di area PT Freeport Indonesia, ustad penghafal 30 Juz ini usai Jumatan mengisi pengajian. Yang menjadi pokok ulasan tentang kemuliaan Al- Qur'an. 

"Semua yang bersentuhan dengan Al-Qur'an, maka akan dimuliakan oleh Allah,” katanya, Jumat (17/5). 

Selanjutnya dijelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan sehingga menjadi mulia. “Al-Qur’an  diturunkan di bumi Makkah dan Madinah, maka dua kota itupun menjadi kota yang mulia,” jelasnya. 

Demikian halnya dengan Nabi Muhammad SAW. “Karena beliau menerima wahyu berupa Al-Qur’an, maka menjadi nabi yang paling mulia. begitu juga dengan umatnya yakni menjadi umat mulia,” urai pengajar Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng Jombang ini. 

Oleh sebab itu, kalau ingin Pondok Pesantren Darussalam mulia dan berkah, juga harus membumikan Al Qur'an, “Pesantren yang berkah juga harus sambung sanadnya sampai Rasulullah sebagaimana pondok ini," terang ustadz yang akrab dipanggil Gus Ato' ini.

Menurut menantu Mudir Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng, KH Musta’in Syafi'i ini, bulan Ramadhan bukan hanya siyam, namun juga shaum

“Kata siyam dalam Al-Qur’an itu diproyeksikan untuk makna menahan dari makan dan minum, sedangkan shaum itu menahan dari berbicara," terangnya. 

Jika bisa shaum, maka Ramadhan akan membawa perubahan positif, yaitu menjadi orang yang bertakwa. "Salih dengan muslih itu beda. Salih itu hanya bersifat pribadi, namun muslih itu membawa manfaat kepada orang lain. Insyaallah puasa kita bisa membawa arah bukan hanya salih tapi juga muslih," harapnya.

Pengasuh pesantren Darussalam Mimika, Ustadz Hasyim Asy'ari merasa senang dengan acara ini. 
"Saya harap dengan kegiatan ini pondok menjadi berkah dan membawa berkah pula pada lingkungan dan membawa kebesaran panji NU di bumi Mimika ini," harap pengurus Jam’iyatul Qurra wal Huffadz Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tembagapura tersebut.

Acara dihadiri jamaah dari Kadun Jaya, Mwuare dan warga Pagar Nusa Timika. Hadir juga Ketua Takmir Masjid Nurul Hikmah, Nasir, sesepuh kampung, Mukid, Muh. Amin, dan para Muslimat NU, dan wali santri. (Sugiarso/Ibnu Nawawi)

IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG