::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ranting NU, Ujung Tombak Islam yang Damai

Ahad, 19 Mei 2019 23:30 Daerah

Bagikan

Ranting NU, Ujung Tombak  Islam yang Damai

Banyuwangi, NU Online
Wakil Rais Syuriah Ranting NU Karangrejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur,  H. Abdul Nasir Basrawi menegaskan bahwa ujung tombak pengejawantahan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam adalah massa akar rumput (Ranting NU).

Penegasan tersebut ia sampaikan usai mengisi materi Pondok Ramadhan yang diselenggarakan oleh Ranting NU Karangrejo melalui takmir Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Ahad (19/5). Menurutnya, Ranting NU mempunyai peran penting dalam menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Karena mereka yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” jelasnya kepada NU Online.

Ia menambahkan, misi dari digelarnya kegiatan tersebut adalah untuk menanamkan sekaligus mengajarkan  santri-santri TPQ, khususnya terkait dengan Islam yang damai dan membawa rahmat. Pasalnya, ancaman perang ideologi telah nyata. Betapa banyak keresahan yang muncul akibat ideologi radikal itu yang jelas-jelas menggerus wajah Islam yang damai.

"Karenanya kita manfaatkan kesempatan liburan dan waktu luang yang banyak ini untuk santri-santri TPQ diajarkan nilai-nilai Islam yang memberikan rahmat bagi semesta. Alhamdulillah ada banyak puluhan santri yang terjaring dalam program ini dari kalangan Sekolah Dasar (SD) sampai kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA). Ini adalah program pertama yang diawali pada Ramadan tahun ini," tutur H. Nasir sapaan karibnya yang sekaligus menjabat Ketua Takmir Masjid al-Ikhlas, Karangrejo.

Seluruh santri selama pondok ramadhan diajarkan beberapa materi, diantaranya adalah tartil Qur'an, fiqih, akhlaq,  Islam rahmatan lil ‘alamin, dan wawasan kebangsaan.

“Kami berharap santri-santri ini kelak menjadi penerus yang mengajarkan dan melaksanakan nilai-nilai keislaman yang membawa rahmat bagi semesta alam," pesan H. Nasir. (M. Sholeh Kurniawan/Aryudi AR).