IMG-LOGO
Daerah

Ramadhan Jadi Istimewa karena Turunnya Al-Qur'an

Ahad 19 Mei 2019 21:45 WIB
Bagikan:
Ramadhan Jadi Istimewa karena Turunnya Al-Qur'an
Jamaah Al-Khidmah Pekalongan gelar shalat Tasbih
Pekalongan, NU Online
Banyak disebutkan dalam Hadits maupun fatwa para ulama salafus shalihin tentang keutamaan Bulan Suci Ramadhan. Akan tetapi Ramadhan menjadi bulan yang sangat istimewa, karena di bulan ini telah terjadi peristiwa besar, yakni peristiwa turunnya Al-Qur'an.

"Berbagai keutamaan diungkapkan para ulama salafus shalihin, akan tetapi Ramadhan menjadi intimewa karena di bulan ini ada peristiwa besar, yaitu peritiwa turunnya Al-Qur'an," ujar Habib Ridla Al-Habsyi.

Hal itu disampaikannya pada acara Haflah Dzikir dan Shalat Tasbih Jama'ah Al-Khidmah Pekalongan di Masjid Al-Jami' Kauman, Kota Pekalongan, Jawa Tengah Sabtu (18/5).

Dikatakan, malam ini Jamaah Al-Khidmah dikumpulkan oleh Allah SWT di masjid Al-Jami' Pekalongan bersama orang-orang shaleh untuk bersama-sama berdzikir, membaca Al-Qur'an, dan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

"Mudah-mudahan dengan pendekatan diri kepada Allah SWT di bulan Ramadhan ini, bisa menjadi benteng terbesar pada diri kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia, sehingga Indonesia menjadi negara yang aman," tandasnya.

Pengurus Pusat Jamaah Al-Khidmah, H Joko Suyono kepada NU Online mengatakan, kegiatan Majelis Dzikir dan Shalat Tasbih yang di helat Jamaah Al-Khidmah merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap Bulan Ramadhan.

"Tahun ini ada 30 titik tempat kegiatan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sehingga setiap malam sejak malam 1 Ramadhan kemarin kami dan teman-teman terus keliling," tuturnya.

Sekretaris Pengurus Jamaah Al-Khidmah Pekalongan, Muhammad Athoillah mengungkapkann, kegiatan shalat tasbih di Masjid Kauman Pekalongan diikuti oleh Jamaah Al-Khidmah dari Batang, Pekalongan dan Pemalang.

"Alhamdulillah, ada sekitar 1000 jamaah yang hadir mengikuti acara yang diawali dengan taushiyah, khotmil qur'an, tahlil, dzikir dan diakhiri dengan shalat tasbih dan shalat hajat," jelasnya. (Muiz)

Bagikan:
Ahad 19 Mei 2019 23:45 WIB
NU Pekalongan: Tarkhim untuk Memakmurkan Ramadhan
NU Pekalongan: Tarkhim untuk Memakmurkan Ramadhan
Tarkhim PCNU Kabupaten Pekalongan di MWCNU Lebakbarang
Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah KH Muslikh Khudlori menjelaskan bahwa tarawih dan silaturahim keliling tingkat kabupaten itu bertujuan memakmurkan bulan Ramadhan, serta menjalin silaturahmi dengan masyarakat nahdliyin juga meneguhkan amaliah NU di masyarakat.

“Untuk itu, kami atas nama Pengurus PCNU Kab Pekalongan berterima kasih kepada takmir Masjid Baiturrokhim, MWC NU Lebakbarang, yang telah menyiapkan segala sesuatunya untuk kegiatan tarawih dan silaturahmi Ramadhan,” katanya Sabtu (18/5) malam.

Dengan rasa persaudaraan yang kuat di NU lanjut KH Muslikh, kegiatan pendidikan dan pengajaran di NU semakin berkualitas dan memberikan manfaat kepada warganya untuk menjadikan peserta didik sebagai anak sholeh dan sholihah.

Sekretaris Pengurus MWC NU Lebak Barang, Hadi Muhadi, menyambut bahagia kehadiran Pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan, Lembaga dan Banomnya di Masjid Baiturrokhim Dukuh Sonje Desa Lebakbarang dalam kegiatan tarawih dan silaturahim keliling Ramadan.

“Dengan kehadiran jajaran PCNU, Lembaga dan Banomnya di Lebakbarang pada bulan Ramadan, semoga menambah semangat warga NU dalam berbagai kegiatan amaliah NU,” imbuhnya.

Dalam kesempatan Tarkhim di Masjid Baiturrokhim Dukuh Sonje Desa Lebakbarang, LAZISNU menyerahkan bantuan beasiswa untuk anak yatim piatu dan PCNU memberikan buka panduan Amaliah NU yang di tulis KH M Afnan Khafid yang diterima Ketua MWCNU Lebakbarang KH Slamet.

Tampak hadir Rais Syuriah PCNU, KH Muhammadun dan Ketua PCNU KH Muslikh Khudori bersama jajaran Pengurus Syuriah dan pengurus harian Tanfidziyah, GP Ansor, Rijalul Ansor, LP Ma’arif, LDNU, LAZISNU, LESBUMI, LPNU, dan pengurus MWCNU Wonopringgo, MWCNU Karanganyar. (Muiz)
Ahad 19 Mei 2019 23:40 WIB
Mengejutkan, Mayoritas Pelajar di Sekadau Kalbar Inginkan Negara Islam
Mengejutkan, Mayoritas Pelajar di Sekadau Kalbar Inginkan Negara Islam
Pesantren kilat yang diselenggarakan IPNU dan IPPNU Sekadau.
Sekadau, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) mengenalkan keberadaan Nahdlatul Ulama kepada pelajar. Kegiatan dikemas dalam pesantren kilat yang diselenggarakan di SMPN 1 Nanga Mahap.

“Peserta pesantren kilat adalah siswa dan siswi Muslim dari kelas VII hingga IX SMPN 1 dan SMPN 3 Nanga Mahap,” kata Akhmad Adi, Sabtu ( (18/5).

Menurut Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) IPNU Sekadau ini, dilaksanakanya pesantren kilat karena tingginya keinginan pelajar Muslim yang menginginkan negara Islam. “Hal itu berdasarkan survei kami bahwa 70% pelajar Muslim setingkat SMP dan SMA yang menginginkan negara Islam atau khilafah,”  jelasnya.

Selain diajarkan untuk mencintai tanah air, pelajar juga diajarkankan m,asalah bersuci atau taharah, shalat hingga pemahaman Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdiyah.

Menurut Tambong Sudiyono, jika para pelajar dikenalkan NU pasti akan mencintai tanah air. “Karena NU memiliki prinsip hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagian dari iman,” ungkap Ketua PC IPNU Sekadau tersebut.

Setelah kegiatan, kepala sekolah SMPN 1 Nanga Mahap mengapresiasi kegiatan dan berharap acara serupa dilaksanakan rutin setiap tahun. (Adi/Ibnu Nawawi)

Ahad 19 Mei 2019 23:30 WIB
Ranting NU, Ujung Tombak Islam yang Damai
Ranting NU, Ujung Tombak  Islam yang Damai

Banyuwangi, NU Online
Wakil Rais Syuriah Ranting NU Karangrejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur,  H. Abdul Nasir Basrawi menegaskan bahwa ujung tombak pengejawantahan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat bagi semesta alam adalah massa akar rumput (Ranting NU).

Penegasan tersebut ia sampaikan usai mengisi materi Pondok Ramadhan yang diselenggarakan oleh Ranting NU Karangrejo melalui takmir Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Ahad (19/5). Menurutnya, Ranting NU mempunyai peran penting dalam menebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

“Karena mereka yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” jelasnya kepada NU Online.

Ia menambahkan, misi dari digelarnya kegiatan tersebut adalah untuk menanamkan sekaligus mengajarkan  santri-santri TPQ, khususnya terkait dengan Islam yang damai dan membawa rahmat. Pasalnya, ancaman perang ideologi telah nyata. Betapa banyak keresahan yang muncul akibat ideologi radikal itu yang jelas-jelas menggerus wajah Islam yang damai.

"Karenanya kita manfaatkan kesempatan liburan dan waktu luang yang banyak ini untuk santri-santri TPQ diajarkan nilai-nilai Islam yang memberikan rahmat bagi semesta. Alhamdulillah ada banyak puluhan santri yang terjaring dalam program ini dari kalangan Sekolah Dasar (SD) sampai kalangan Sekolah Menengah Atas (SMA). Ini adalah program pertama yang diawali pada Ramadan tahun ini," tutur H. Nasir sapaan karibnya yang sekaligus menjabat Ketua Takmir Masjid al-Ikhlas, Karangrejo.

Seluruh santri selama pondok ramadhan diajarkan beberapa materi, diantaranya adalah tartil Qur'an, fiqih, akhlaq,  Islam rahmatan lil ‘alamin, dan wawasan kebangsaan.

“Kami berharap santri-santri ini kelak menjadi penerus yang mengajarkan dan melaksanakan nilai-nilai keislaman yang membawa rahmat bagi semesta alam," pesan H. Nasir. (M. Sholeh Kurniawan/Aryudi AR).

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG