IMG-LOGO
Daerah

IPNU Tak Cukup Berteori, Harus Berbaur dengan Umat

Selasa 21 Mei 2019 14:0 WIB
Bagikan:
IPNU Tak Cukup Berteori, Harus Berbaur dengan Umat
Jakarta, NU Online
Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Selatan membagikan takjil di sejumlah ruas jalan, Senin (20/5). Kegiatan yang bertema Berbagi Itu Indah ini dilaksanakan atas inisiatif para kader di berbagai Pengurus Anak Cabang (PAC).

Kegiatan dilakukan di lampu merah perempatan ITC Fatmawati pada sore hari, saat para buruh yang baru pulang kerja. Pada Jumat lalu, kegiatan serupa sudah dijalankan di lampu merah perempatan Cilandak. 

“Ini merupakan jadwal kedua dari kegiatan bagi takjil, Jumat lalu kami sudah melaksanakannya di lampu merah perempatan Cilandak,” kata Sekretaris PC IPNU Jakarta Selatan, Ahmad Arsyuddin. 

Sebanyak 10 personil IPNU turun ke jalan untuk melakukan aksi sosial ini. Mereka dengan semangat membagi takjil kepada para pengendara yang hendak melintasi perempatan jalan tersebut.

Ketua PC IPNU Jakarta Selatan Dhiyaul Haq juga turut serta bergabung di lapangan bersama para personil IPNU lainnya untuk membagikan takjil ke masyarakat. Ia mengapresiasi inisiatif kader dari kecamatannya masing-masing yang semangat untuk aktif menyapa masyarakat serta saling berbagi.

“Sangat bagus inisiatif dari kader PAC IPNU se-Jakarta Selatan yang ingin merasakan indahnya berbagi kepada masyarakat di jalan yang belum sampai rumah,” ucap Adi, sapaan akrabnya.

Dikatakan Adi, kegiatan bagi takjil ini didapat dari sumbangan IPNU serta bantuan dari pihak lain. 
Menurutnya, aksi sosial seperti ini sangat penting dilakukan oleh para pelajar. Karena belajar bukan sekadar memahami teori, namun juga harus merealisasikan di masyarakat.

Selain itu, sambungnya, aksi sosial seperti ini memiliki arti penting bagi pelajar Nahdlatul Ulama. “Karena NU memiliki tanggung jawab moral terhadap bangsa serta identitas NU merupakan identitas santri yang memiliki jiwa mengabdi untuk umat,” tegasnya. Maka, sudah sepantasnya IPNU dan IPPNU menjadi contoh baik di daerahnya masing-masing, lanjutnya.

“Maka dari itu, harapan saya semoga para kader IPNU terutama yang berada di Jakarta Selatan semakin aktif dalam berkhidmat di NU serta turut aktif pula bersosialisasi di masyarakat,” harapnya.  

Masyarakat yang menikmati aksi sosial IPNU Jakarta Selatan sangat antusias dan sangat mengapresiasi tindakan tersebut. Karena hal itu membantu masyarakat terutama para pekerja yang pulang sore dan terjebak macet sehingga tidak sempat berbuka di rumah.

“Acara bagi takjil yang dilaksanakan IPNU ini sangat positif untuk masyarakat banyak. Khususnya masyarakat yang baru pulang beraktifitas dan juga yang tidak sempat berbuka di rumah,”  kata warga bernama Damdi. 

Kegiatan didukung PAC Kecamatan Jagakarsa dan PAC Kecamatan Kebayoran Baru.  (Ahmad Rifaldi/Ibnu Nawawi)
 

Bagikan:
Selasa 21 Mei 2019 23:0 WIB
NU Care Bagikan Paket Buka Puasa untuk Anak Jalanan dan Pemulung
NU Care Bagikan Paket Buka Puasa untuk Anak Jalanan dan Pemulung
Pemulung mendapatkan paket berbuka dari NU Care-LAZISNU.
Jakarta, NU Online
Semarakkan bulan Ramadhan, NU Care-Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama atau LAZISNU bersinergi dengan Wardah Inspiring Beauty. Mereka membagikan 5000 paket buka puasa dan takjil gratis kepada anak jalanan, pemulung, yatim, janda, dan duafa di wilayah sekitar Jakarta.

“Penerima bantuan adalah anak jalanan, pemulung, yatim, janda, dhuafa di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya,” kata Anik Rifqoh, Selasa (21/5). 

Kegiatan ini seperti yang sudah dilakukan sebelumnya di sekitar gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jakarta, masjid-masjid, dan jalan-jalan di Jakarta Pusat. 

“Pembagian paket telah dilakukan sejak hari ke-10 Ramadhan hingga nanti sampai hari ke-20 Ramadhan,” jelas Director of Strategic Planning, Program and Development Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU ini.

Menurutnya, Ramadhan adalah bulan paling special bagi umat Islam untuk berbagi dan mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. “Ajang untuk mendapatkan pahala yang berkali-kali lipat sehingga banyak pula yang tekun memperbaiki diri,” ungkapnya.

“Wardah nyatanya, tidak hanya menggadang-gadang kecantikan dhahir (luar) saja, tetapi juga kecantikan (di dalam) hati,” ujarNinok, biasa disapa.

Sinergi Wardah dan NU Care-LAZISNU, lanjut Ninok, terutama di bulan Ramadhan sudah berlangsung selama tiga tahun.

Beragam aktivitas kemanusiaan dilakukan untuk mengisi bulan penuh berkah ini. NU Care-LAZISNU mengambil tema Ramadhan Berbagi Satukan Negeri. “Bersama Wardah kita berbagi berkah berupa pembagian paket buka puasa dan takjil untuk anak jalanan, pemulung, dan yatim di Jakarta,” jelasnya.

Dirinya berharap, sinergi NU Care-LAZISNU dengan berbagai mitra termasuk Wardah, dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami harap bisa bermanfaat dan berkah untuk saudara-saudarakita yang kekurangan dalam memenuhi kebutuhan, khususnya untuk berbuka puasa,” tandasnya. (Wahyu Noerhadi/Ibnu Nawawi)

Selasa 21 Mei 2019 21:30 WIB
Terjadi Pengrusakan Cagar Budaya, PMII Luruk Pemkab Bondowoso
Terjadi Pengrusakan Cagar Budaya, PMII Luruk Pemkab Bondowoso
Massa PMII di depan Pemkab Bondowoso.
Bondowoso, NU Online
Beberapa pekan lalu dilakukan pemindahan batu megalitikum oleh sebuah perusahaan di Bondowoso, Jawa Timur. Lokasi dimaksud adalah Dusun Jaringan, Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan merupakan kawasan cagar budaya.

Akibat kejadian tersebut banyak batu sejarah yang rusak. Karenanya berbagai komunitas mempersoalkan hal ini dengan melakukan demo ke pemerintah kabupaten setempat demi menolak perluasan pembangunan pabrik perusahaan dimaksud. 

Salah satu elemen masyarakat yang melakukan protes adalah puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII. 

“Aksi kami ini adalah sebagai bentuk penolakan terhadap perluasan yang berada di atas kawasan cagar budaya di Pekauman,” kata Fathorozi, Selasa (21/5).

Menurut Ketua Cabang PMII Bondowoso ini, protes yang dilakukan sebagai p[rotes pertama. "Hari ini adalah aksi perdana yang kami lakukan  kepada pemerintah untuk menekan dan mendesak pemerintah untuk bersikap tegas kepada aktifitas yang dilakukan perusahaan,” katanya sembari berorasi.

Dalam pandangan PMII, pemerintah dalam hal ini Pemkab Bondowoso tidak mengambil sikap yang tegas. “Bahkan kurang teas terhadap perusahaan yang jelas melanggar,” ujarnya.

Bagi PMII Bondowoso, pemindahan sejumlah cagar budaya merupakan tindakan melanggar aturan, apalagi memang tidak memiliki izin. “Ini jelas pelanggaran yang termasuk dalam undang-undang cagar budaya NO. 11 tahun 2010 pasal 110 tentang pemindahan tanpa izin," sergahnya.

Tidak berhenti sampai di situ, apa yang dilakukan perusahaan dimaksud juga ternyata melakukan pengrusakan terhadap puluhan batu yang memiliki nilai sejarah.

“Kehadiran kami hari ini menekan pemerintah untuk mengambil sikap dengan membuat regulasi dan aturan serta menindak perusahaan bahkan mencabut izin aktifitas produksi yang sedang berjalan,” tegasnya.

Berikutnya, PMII merekomendasikan agar pemerintah mengambil tindakan tegas terdapat kejadian tersebut. “Bila pemerintah lebih mendukung pembangun perusahaan yang jelas melanggar, kami akan melakukan aksi lanjutan,” katanya dengan nada keras. 

Asisten tiga Pemerintah Bondowoso, Wawan Setiawan yang menemui para pendemo mengatakan akan manampung aspirasi PMII. “Ini akan menjadi bahan masukan, nanti akan disampaikan kepada bupati,” janjinya.

Menurut Wawan, masukan yang disampaikan menjadi bahan untuk dikoordinasikan lebih lanjut. “Hal itu tentu saja sesuai dengan ketentuan dan perundangan yang berlaku. Prinsipnya pembangunan tempat akan merujuk pada peraturan yang ada karena Pemkab Bondowoso juga punya aturan tentang cagar budaya," tandasnya. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)

Selasa 21 Mei 2019 18:35 WIB
Puluhan Mentor Ikuti Pelatihan di BLK Lotim
Puluhan Mentor Ikuti Pelatihan di BLK Lotim
Mataram, NU Online
Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan pelatih atau mentor di tempat kerja yang digelar Balai Latihan Kerja Lombok Timur di Mataram, NTB, Senin (20/5).

Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono dalam sambutannya yang dibacakan oleh Suhadi mengatakan di tengah pesatnya perkembangan zaman dan teknologi, dibutuhkan SDM yang berdaya saing guna mengurangi angka pengangguran dengan memberikan pelatihan vokasi secara intensif dan massif. 

"Kegiatan ini salah satu bentuk melatih para mentor di tempat kerja bagaimana menjadi pelatih yang dapat mengaplikasikan ilmunya di tempat kerja masing-masing," katanya.

Kepala BLK Sabar menambahkan melalui pelatihan ini sangat penting diikuti oleh pelatih atau mentor di tempat kerja.

"Menghadapi industri 4.0, kita siapkan pengembangan SDM yang siap kerja dengan angkatan kerja produktif sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," katanya. 

Sabar menambahkan attitude dan soft skill lebih utama dalam menginternalisasi perserta dengan dunia kerja yang nyata, sehingga mampu mendapatkan sertifikat kompetensi. Apabila para peserta ini nantinya jadi mentor akan dibekali oleh master mentor sesuai dan mengacu pada SKKNI.

"Pelatihan ini cukup singkat, metedologinya sangat intensif sehingga peserta bisa sekaligus menjadi pembimbing atau pelatih bagi calon pemagang," katanya. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG