IMG-LOGO
Nasional

Manusia Dianjurkan Menahan Tiga Kesabaran ini

Selasa 21 Mei 2019 22:30 WIB
Bagikan:
Manusia Dianjurkan Menahan Tiga Kesabaran ini
Sekretaris LDNU HM Bukhori Muslim (ketiga dari kiri)
Jakarta, NU Online
Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU H Mochammad Bukhori Muslim menyatakan salah satu sikap orang yang bersyukur, yakni menerima nikmat yang besar dari Allah SWT, di bulan Ramadhan adalah dengan bersabar.

“Syukur dengan sabar itu berdempatan. Cara bersyukur di bulan Ramadhan itu bersabar,” kata Bukhori Muslim pada kultum puasa di di Masjid An-Nahdlah Gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

Bukhori lantas mengutip Imam Nawawi tentang sabar yang dibagi menjadi tiga macam, yakni sabar dalam ibadah, sabar dalam maksiat, dan sabar dalam menerima musibah.

Pertama, sabar dalam ibadah. Ia mencontohkan seseorang yang harus sabar dalam beribadah, seperti sabar ketika shalat tarawih lalu menemukan shalat imam yang lama dan sabar dalam bersedekah.

Terkait pentingnya menyedekahkan sesuatu yang dicintainya, Allah dalam Al-Qur'an Surat Ali Imron ayat 92 menyatakan:

لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

“Bapak-bapak, 100 ribu sama 2 ribu lebih cinta mana? (100 ribu). Tetapi lebih cinta mana? Sedekah 2 ribu sama 100 ribu lebih sabar mana? (sedekah). Seribu itu gampang. Tapi 100 ribu itu butuh pikir panjang,” ucapnya. 

Kedua, sabar dalam maksiat. Menurut dia, seseorang menahan maksiat seperti tidak ikut memberikan komentar negatif atau saling menjelekkan di media sosial. “Makanya, puasa itu kan imsak, menahan. Nahan jangan maksiat,” tandasnya.

Ketiga, sabar menghadapi musibah. Ia mencontohkan sabar saat tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR). “Ayo kita upayakan mudah-mudahan Allah benar-benar pilih kita khoiro ummatin di bulan mulia,” ucapnya. (Husni Sahal/Musthofa Asrori)

Bagikan:
Selasa 21 Mei 2019 23:15 WIB
Rangkul Anak Yatim, Mendes Gelar Buka Bersama
Rangkul Anak Yatim, Mendes Gelar Buka Bersama
Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo
Jakarta, NU Online
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar buka puasa bersama seluruh keluarga besar dilingkungan Kemendes PDTT dan anak-anak yatim di Gedung Balai Makarti Muktitama, Kantor Kemendes PDTT pada Selasa (21/5). Gelaran buka bersama keluarga besar Kemendes PDTT bertepatan dengan hari Ulang Tahun Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo yang ke-54.
 
"Terima kasih kepada seluruh jajaran dilingkungan Kemendes PDTT yang telah menggelar buka bersama ini dengan waktu yang bersamaan dengan hari ulang tahun saya. Saya juga terima kasih karena saya masih diberi kesempatan untuk berbuat bagi rakyat yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Saya berharap tugas kita dalam membangun desa menjadi lebih baik, bisa terus kita tingkatkan lagi," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.
 
Dalam kesempatan buka bersama ini, Eko menyampaikan bahwa bulan puasa menjadi salah satu pembelajaran penting untuk melatih diri agar mampu melaksanakan komitmen yang telah dibuat oleh diri kita masing-masing. selain itu, juga bulan puasa membuat ibadah seseorang menjadi lebih baik.
 
"Kita selalu diingatkan untuk melatih diri kita untuk mampu menahan diri meskipun ada berbagai macam godaan. karena kemampuan menahan diri itulah yang menentukan sukses atau tidaknya seseorang dalam mencapai cita-citanya," katanya.
 
Eko berharap, kepada seluruh jajaran dilingkungan Kemendes PDTT maupun masyarakat yang berpuasa dapat dimudahkan dalam menjalankan ibadah puasanya dan dapat merayakan hari kemenangan bersama pada Idul Fitri yang merupakan kemenangan kita bersama karena berhasil berbuat baik dan mampu untuk dapat menahan diri dari berbagai macam cobaan karena memiliki komitmen diri yang kuat untuk selalu berbuat baik," katanya.
 
Kegiatan buka puasa bersama jajaran dilingkungan Kemendes PDTT dan anak-anak yatim ini merupakan acara yang setiap tahunnya digelar saat bulan Ramadhan yang bertujan untuk mempererat silaturahim seluruh pegawai. Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat dan pegawai dilingkungan Kemendes PDTT serta turut dihadiri oleh Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri. 

Selasa 21 Mei 2019 22:0 WIB
Muhibbah Qawwali Sufi India Manggung di Unipdu Jombang
Muhibbah Qawwali Sufi India Manggung di Unipdu Jombang
Ramadhan Kareem Muhibbah Qawwali Sufi India di Unipdu.
Jombang, NU Online
Kerja sama saling menguntungkan terus dijalin oleh Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Peterongan, Jombang, Jawa Timur. Yang terbaru, kampus yang berada di lingkungan Pesantren Darul Ulum ini menjalin kemitraan dengan pemerintah India.

Hal tersebut dibuktikan dengan kegiatan Ramadhan Kareem Muhibbah Qawwali Sufi India yang berlangsung Selasa (21/5). Kegiatan dipusatkan di auditorium kampus Unipdu dan disambut antusias pimpinan dan mahasiswa kampus setempat.

“Sekadar diketahui bahwa kegiatan ini hanya dilaksanakan di tiga tempat, yaitu Pengurus Besar Nahdlaatul Ulama atau PBNU di Jakarta, Unipdu Jombang dan Universitas Maarif Hasyim Latif atau Umaha Sidoarjo,” kata H Zulfikar As’ad kepada NU Online.

Menurut Wakil Rektor Unipdu ini, kegiatan sebagai rangkaian dari kerja sama antara PBNU dan Pemerintah India. “Ini sekaligus peringatan 70 tahun hubungan Indonesia dan India,” terang Gus Ufik, sapaan akrabnya. 

Menurutnya, kerja sama diawali dengan pameran foto dan kebudayaan India di Kantor PBNU, jalan Kramat Raya Jakarta Pusat. “Dan Muhibbah Qawwali Sufi India adalah sebagai mata rangkai dari kerja sama tersebut,” ungkap doktor lulusan Unair Surabaya ini. 

“Alhamdulillah, tampilan mereka di Unipdu berlangsung meriah meski siang hari, audiens sangat antusias dan mengikuti kegiatan dengan khidmat,” bangga Gus Ufik.

Manfaat dari kerja sama ini akan dirasakan para mahasiswa dan dosen di Unipdu serta santri Pesantren Darul Ulum. “Kami mendapatkan informasi tentang kesempatan beasiswa dari negara India untuk program S1, S2 dan S3 bagi santri Pesantren Darul Ulum, mahasiswa dan dosen Unipdu,” jelasnya. 

Dalam pandangan Gus Ufik, kerja sama tersebut tentu akan segera ditindaklanjuti. “Seperti diketahui, India adalah salah satu negara yang memiliki kelebihan dalam bidang informasi dan teknologi,” pungkas Gus Ufik.

Kegiatan ini dihadiri Mr Makram Sukhal selaku Direktur Jawarlal Nehru Culture Center, Ketua PBNU, Mohammad Iqbal Sullam serta Hanif Saha Ghafur. (Ibnu Nawawi)

Selasa 21 Mei 2019 21:5 WIB
Konferensi Al-Qur’an JQHNU Hasilkan ‘Watsiqah Jakarta’, Ini Isi Rekomendasinya
Konferensi Al-Qur’an JQHNU Hasilkan ‘Watsiqah Jakarta’, Ini Isi Rekomendasinya
Jakarta, NU Online
Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) menggelar Konferensi Al-Qur’an di Jakarta pada 20-21 Mei 2019. Tidak kurang dari 200 ulama Al-Qur’an, para hafizh/hafizah, qari'/qariah, pimpinan pondok pesantren dan peneliti Al-Qur’an seluruh Indonesia yang tergabung dalam JQHNU mengikuti seminar Al-Qur’an dan sima'an akbar

Setelah melakukan diskusi selama dua hari di Jakarta, tanggal 20-21 Mei 2019, mendengarkan sambutan Menteri Agama, memperhatikan pemikiran dari narasumber, yaitu KH Mukhlis M. Hanafi, KH Ahsin Sakho Muhammad, KH Musta’in Syafi’ie, KH Sahiron Syamsuddin dan Agus Purwanto, maka peserta Konferensi Al-Qur’an Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) menetapkan 9 rekomendasi yang dituangkan dalam Watsîqah Jakarta sebagai berikut:

1. Al-Qur’an adalah Kalamullah yang suci dan agung yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai petunjuk bagi kehidupan umat. Karena itu, ia harus terus diletakkan pada posisi yang tepat, dijaga kesuciannya, tidak dikotori dan dinodai dengan cara apapun, termasuk politisasi Al-Qur’an untuk kepentingan politik praktis.

2. Semangat membaca dan menghafal Al-Qur’an harus diimbangi dengan semangat mempelajari dan memahami makna-maknanya secara benar, komprehensif, kontekstual dan proporsional sesuai dengan Ulumul Qur’an dan syarat-syarat yang disepakati mayoritas ulama, serta diimplementasikan dan didakwahkan secara arif bijaksana untuk mengejawantahkan misi Al-Qur’an yang rahmatan lil alamin.

3. Mendorong kepada pemerintah, ulama dan pakar Al-Qur’an yang memiliki otoritas di bidangnya agar dapat memberikan pendampingan, supervisi dan lisensi terhadap acara-acara ke-Qur’an-an yang di-publish di televisi, youtube dan media sosial lainnya. Sehingga hak-hak masyarakat untuk belajar dan memahami Al-Qur’an secara baik dan benar dapat terjamin dan terjaga.

4. Sektarianisme, rasisme, ekstrimisme, diskriminasi, dan memaksakan kehendak dengan cara dan dalam bentuk apapun bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an. Sikap seperti itu dapat merusak harmoni kehidupan warga negara dan mengganggu keutuhan bangsa. Karenanya, sikap seperti itu harus diluruskan bersama-sama sebagai wujud amar ma’ruf nahi munkar, dengan cara-cara yang benar, santun, dan bijak.

5. Perlu dibuat desain kurikulum dan pembelajaran Al-Qur’an yang moderat, komprehensif dan anti-kekerasan bagi masyarakat umum, pelajar, dan mahasiswa. Hal ini diperlukan untuk melindungi generasi muda sebagai penerus perjuangan agama dan bangsa dari pemikiran ekstrim dan eksklusif yang bertentangan dengan ajaran agama.
 
6. Perlu intensifikasi pelatihan, riset, seminar dan konferensi Al-Qur’an untuk generasi milenial dengan mengetengahkan sisi-sisi keindahan, keagungan dan keragaman pendapat ulama dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an, agar mereka memiliki cakrawala pengetahuan, keterbukaan pemikiran dan kearifan perilaku.

7. Perlu optimaslisasi penggunaan teknologi informasi dan media sosial untuk mendiseminasi dan memassifkan materi-materi ke-qur’an-an seperti ilmu nagham, qira’at, tafsir dan tahfizh, sehingga masyarakat –khususnya generasi milenial-dapat mengakses dan belajar Al-Qur’an dengan mudah dan terpercaya.

8. Para hafizh/hafizhah, qari’/qari’ah, dan ahli Al-Qur’an telah berkontribusi besar dalam mendidik dan mencerdaskan umat Islam Indonesia. Karenanya mereka perlu diberikan perhatian khusus oleh pemerintah agar dapat secara tenang dan istiqamah mengemban tugas dakwah dan pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat, dan hidup bermartabat.

9. Lembaga-lembaga  ke-Quran-an  seperti  pesantren  Al-Qur’an,  rumah  tahfizh, TPQ/TKQ dan halaqah-halaqah Al-Qur’an adalah kawah candradimuka bagi pendidikan dan pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia. Maka pemerintah perlu memberikan afirmasi agar ia terus eksis dan berkembang dengan baik dan maksimal, serta memfasilitasi terbukanya akses terjalinnya kerjasama antara lembaga kealqur’anan dengan Kementerian atau Lembaga Non-Kementerian yang secara langsung atau tidak langsung memiliki keterkaitan dengan pengembangan dakwah dan pengajaran Al-Qur’an di Tanah Air.
 
Watsiqah Jakarta atau semacam piagam ini ditandangani di Jakarta pada 21 Mei 2019 oleh Ketum JQHNU KH Saifullah Maksum, Sekum JQHNU KH Muh. Ulinnuha, Rais Majelis Ilmi KH Ahsin Sakho Muhammad, dan Katib JQHNU KH Ahmad Dahuri. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG