::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tingkatkan Militansi Kader, Pergunu Karanganyar Gelar Sarasehan

Rabu, 22 Mei 2019 12:30 Daerah

Bagikan

Tingkatkan  Militansi Kader,  Pergunu Karanganyar Gelar Sarasehan

Karanganyar, NU Online
Dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan militansi kader, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah menggelar  Sarasehan Penguatan Mental Aswaja Guru NU di Gedung PCNU Karanganyar, Selasa (21/5).

Menurut Ketua PC Pergunu Kabupaten Karanganyar, M. Marjuni,  profesionalitas dan militansi guru NU perlu ditingkatkan untuk menghadapi persaingan yang semakin kompleks.

"Aqidah Aswaja An-Nahdliyah di kalangan Guru NU juga perlu dikuatkan,” tukasnya seraya berharap agar Pergunu bisa menjadi contoh bagi Banom NU yang lain, termasuk dalam hal tertib administrasi.

Sementara itu, Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Karanganyar KH Khusaini Hasan menandaskan  bahwa guru NU selain harus memiliki landasan Aswaja An-Nahdliyah yang kuat, juga harus dapat mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,  terutama pada saat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar.

"Guru NU selain profesional di bidangnya juga harus memiliki landasan keagamaan yang kuat. Karenanya peran seorang guru dalam masalah keagamaan juga harus diperhatikan,  dan dalam proses belajar mengajar, harus bertatap muka (face to face) dengan gurunya. Hal ini penting karena sanad ilmu sangat dibutuhkan hingga sampai kepada Rasulullah SAW," tuturnya.

Di tempat yang sama, Rais Syuriah PCNU Karanganyar KH Ahmad Hudaya menyatakan, NU adalah golongan yang berpegang pada madzhab tertentu. Katanya, KH. Hasyim Asy'ari dalam qonun asasi NU dinyatakan bahwa di bidang fiqih, NU berpegang pada 4 madzhab,  yaitu Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali. Sedangkan di bidang akidah mengikuti madzhab Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Manshur Al-Maturidy. Di bidang tasawuf berkiblat  pada madzhab Junaid Al-Baghdadi dan Imam Ghazali.

“Itulah yang membuat NU selalu memiliki karakter tawasut, tasamuh, dan tawazun. Sehingga NU dalam berbagai persoalan selalu berada di tengah-tengah. Tidak ekstrim kiri dan tidak ekstrim kanan" pungkas Kiai Hudaya.

Kiai Hudaya berharap acara penguatan mental Aswaja tersebut bisa terselenggara kembali agar guru-guru NU di Kabupaten Karanganyar memiliki jiwa Aswaja An-Nahdliyah yang benar-benar kokoh.

Sarasehan yang diikuti puluhan kader NU tersebut ditutup dengan  buka puasa bersama yang diikuti seluruh anggota Pergunu dan jajaran PCNU Kabupaten Karanganyar. (Ajie Najmuddin/Aryudi AR).