::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ditunggu, Pernyataan Sejuk Jokowi dan Prabowo Demi Hentikan Eskalasi Politik

Rabu, 22 Mei 2019 16:15 Nasional

Bagikan

Ditunggu, Pernyataan Sejuk Jokowi dan Prabowo Demi Hentikan Eskalasi Politik
Bentrok di Tanah Abang, Jakarta Pusat. (dok. Merdeka)
Jakarta, NU Online
Bentrok antara aparat kepolisian dan pendemo keputusan Pemilu tidak terelakkan terjadi pada Rabu (22/5) dini hari di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Suasana demikian membuat gaduh demokrasi Indonesia. Ketua Lembaga Kajian dan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rumadi Ahmad menilai hal tersebut harus segera dihentikan.

Rumadi menyampaikan bahwa komunikasi Jokowi dan Prabowo dan pernyataan sejuk keduanya solusi paling efektif untuk menghentikan kondisi tersebut dalam jangka pendek.

"Yang paling efektif, Jokowi harus komunikasi dengan Prabowo dan membuat pernyataan yang menyejukkan. Ini cara yang paling efektif dalam jangka pendek," tulisnya dalam akun Facebooknya pada Rabu (22/5).

Sementara untuk jangka panjang, menurutnya, tentu harus ada upaya serius dari berbagai kalangan untuk menyembuhkan 'luka' kebangsaan ini.

Lebih lanjut, Rumadi mengatakan jika Jokowi dan Prabowo sudah bertemu dan sepakat untuk mendinginkan suasana, tapi masih ada kelompok yang terus memprovokasi situasi, harus dinyatakan dengan tegas bahwa mereka bukan pendukung pasangan calon 02. 

"Mereka adalah orang-orang yang memang ingin membuat Indonesia kacau dan mereka menjadi musuh bersama, termasuk menjadi musuh pendukung paslon 02 yang sudah merusak nama Prabowo," tegasnya.

Tak lupa, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu juga menghargai kinerja aparat keamanan yang berupaya menjaga kondusifitas negara. "Saya menghargai kerja keras aparat keamanan yang sudah membanting tulang menjaga negara. Mereka kerja keras justru di saat warga sedang tertidur nyenyak," katanya.

Mereka juga, lanjutnya, bekerja di saat warga bangun menyiapkan makan sahur. Bahkan sebagian besar dari aparat itu makan sahur dan menjalan puasa Ramadhan. "Terima kasih Pak Polisi dan TNI," imbuhnya.

Rumadi juga tidak menafikan peran serta Ormas keagamaan dalam upaya menghentikan persoalan ini. "Kelompok-kelompok masyarakat, terutama organisasi keagamaan, pasti juga mempunyai peran penting untuk menghentikan eskalasi ini," tegasnya.

Terakhir, ia berharap Indonesia mampu melewati suasana demikian. "Semoga bangsa Indonesia bisa melewati situasi ini dengan selamat. Saya percaya, Allah akan selalu melindungi negara dan bangsa Indonesia," pungkasnya. (Syakir NF/Ibnu Nawawi)