::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sambut Lebaran, Pemkab Jember Buka Layanan Penukaran Uang

Jumat, 24 Mei 2019 08:00 Daerah

Bagikan

Sambut Lebaran, Pemkab Jember Buka Layanan Penukaran Uang

Jember, NU Online
Tradisi bagi-bagi uang untuk anak-anak di hari lebaran, direspon baik oleh Pemerintah Kabupaten  (Pemkab) dengan membuka layanan penukaran uang di sejumlah titik di Jember, Jawa Timur.

Peluncuran pembukaan layanan tersebut digelar di alun-alun Jember yang ditandai dengan pelepasan balon oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Arismaya Parahita, Rabu (22/5).

Menurut Kepala BI Perwakilan Jember, Hestu Wibowo, selain layanan di alun-alun Jember, Pemkab Jember bekerjasama dengan BI, juga melayani penukaran uang di 31 kecamatan bersamaan dengan pasar murah di 31 kecamatan beberapa waktu lalu. Di alun-alun sendiri, terdapat 9 unit mobil yang siap melayani masyarakat untuk menukarkan uang. Waktu penukaran uang berlangsung selama jam kerja. Sabtu dan Ahad tidak, libur.

Hestu menambahkan, pihaknya tahun ini menyediakan fulus sebesar Rp. 5,1 triliun. Jumlah itu merupakan estimasi kebutuhan masyarakat untuk di wilayah kerja kantor perwakilan BI Jember, yaitu  Jember, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Lumajang

Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2018 sebesar 12,4 pesen. Tahun lalu, realisasi penukaran untuk masyarakat Jember dan sekitarnya sebesar Rp. 4,3 triliun.

Setiap satu orang dalam satu hari diberi kesempatan untuk menukarkan uang maksimal satu pak pecahan, yaitu pecahan 20.000, 10.000, 5.000 dan 2.000.

"Nominalnya maksimal sebesar 3,7 juta rupiah," jelasnya.

Sementara itu, Arismaya Parahita yang mewakili Bupati Jember menegaskan, membagikan uang baru merupakan salah satu tradisi saat lebaran.

“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan," pintanya. (Aryudi AR).