IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Kiai Ma’ruf: Umat Islam Harus Pegang Teguh Kesepakatan Pendiri Bangsa

Jumat 24 Mei 2019 8:30 WIB
Bagikan:
Kiai Ma’ruf: Umat Islam Harus Pegang Teguh Kesepakatan Pendiri Bangsa
KH Ma'ruf Amin, Mustasyar PBNU
Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa kesepakatan-kesepakatan yang telah dilakukan para pendiri bangsa, seperti Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 harus dipegang teguh oleh umat Islam.

“Kita umat Islam harus memegang teguh kesepakatan itu,” kata Kiai Ma’ruf pada peringatan Nuzulul Qur’an di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).

Adapun tentang penyebutan negara berdasarkan kesepakatan itu dalam khazanah Islam klasik disebut dengan beragam sebutan, seperti darus suluh, darul ahdi was syahadah, dan darul mitsaq. Untuk penyebutan yang ketiga inilah yang lebih disukainya berdasarkan Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 92:

...و ان كان من قوم بينكم و بينهم ميثاق فدية مسلمة الى اهله...

"Kalau antara kamu dan mereka non-muslim itu ada mitsaq, kesepakatan, kalu ada yang meninggal di antara non-muslim itu karena perbuatan kalian, maka kamu harus membayar diyat (kepada keluarganya)," katanya menerjemahkan.

Untuk itu, menurutnya, karena kesepakatan telah ada, sehingga pekerjaan umat Islam adalah menjaga kesepakatan tersebut. Sebab kalau tidak bisa menjaga, maka akan terjadi kegaduhan.

“NKRI adalah kesepakatan, kenegaraan kita kesepakatan, bahkan pilpres, pileg itu juga kesepakatan,” ucapnya.

Lantas Kiai Ma’ruf pun mengajak umat Islam agar bersama-sama menjaga kesepakatan yang sudah dibangun oleh para pendiri bangsa Indonesia.

Peringatan Nuzulul Qur’an itu dihadiri Wapres Jusuf Kalla, pimpinan PBNU, seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Katib 'Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan sejumlah menteri, yakni Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi M Hanif Dhakiri, Anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD, dan Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Husni Sahal/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Jumat 24 Mei 2019 23:0 WIB
Ikuti Green Sanlat Ramadhan LPBINU, Dapatkan Berbagai Manfaatnya
Ikuti Green Sanlat Ramadhan LPBINU, Dapatkan Berbagai Manfaatnya
Sekretaris LPBINU, Yayah Ruchyati.
Jakarta, NU Online
Membangun kesempurnaan akhlak manusia merupakan misi utama Rasulullah Saw. Dalam hal ini konsep akhlak tidak hanya menyangkut soal perilaku manusia dengan sesamanya, akan tetapi juga manusia dengan dirinya, dengan alam dan dengan Allah Swt.

Mengingat pentingnya tuntutan inheren manusia dengan lingkungan alam semesta Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) akan menggelar kegiatan pesantren kilat atau sanlat. Melalui Green Sanlat Ramadhan kegiatan ini mengajak para siswa Sekolah Dasar (SD) atau pelajar berumur 8-12 tahun.

"Green Sanlat Ramadhan yang bertemakan Cinta Agama, Cinta Negara, Cinta Lingkungan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman soal keislaman saja, akan tetapi juga akan dibekali bagaimana mencintai lingkungan dan mengajak anak-anak agar peduli terhadap lingkungan sejak dini," kata Seketaris LPBINU Yayah Ruchyati di Gedung PBNU, Jumat (24/5).

Yayah mengatakan sejumlah kegiatan yang termasuk di dalam rangkaian Sanlat di antaranya memberikan bimbingan memahami pokok-pokok Tauhid dan Akidah Islam, bimbingan memahami konsep Aswaja dan ke-NU-an, konsep toleransi antarumat beragama, membaca Al-Qur'an yang benar, bimbingan shalat wajib dan shalat sunah, dan juga akhlakul karimah kepada orangtua, guru, dan kepada teman.

"Nilai lebih ari mengikuti Sanlat ini adalah nantinya para peserta akan mendapat aneka bekal materi tentang akhlak kepada lingkungan, membuat produk daur ulang, mengelola lingkungan dengan metode ecobrick, dan bimbingan mengelola lingkungan dengan metode bijak menggunakan plastik, yang dibungkus dengan kemasan interaktif dan menyenangkan karena peserta yang disasar adalah anak-anak," imbuh Yayah.

Kegiatan Green Sanlat Ramadhan akan diselenggarakan selama dua hari pada 27-28 Mei, di Masjid Annahdlah Gedung PBNU Jl Kramat Raya 164, Senen, Jakarta Pusat. Adapun pendaftaran dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir di http://bit.ly/GreenSanlatLPBINU atau via telepon maupun pesan WhatsApp ke nomor Ai Rosita 0813 8107 7129/Anty 0857 9560 9500. (Anty Husnawati/Kendi Setiawan)



Jumat 24 Mei 2019 21:30 WIB
Kiai Jatim Doakan Agar Semua Pihak ‘Legowo’ atas Hasil Pemilu
Kiai Jatim Doakan Agar Semua Pihak ‘Legowo’ atas Hasil Pemilu
KH Marzuki Mustamar

Jombang, NU Online

Beberapa waktu terakhir kita menyaksikan maraknya aksi demonstrasi di Jakarta pascapengumuman KPU tentang hasil Pemilu yang memenang pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin atas Prabowo-Sandiaga. Rangkaian aksi unjuk rasa yang berujung anarkis sepanjang 21-23 Mei ini mendapat perhatian dari Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar.

Kiai Muarzuki Mustamar mengaku prihatin atas kerusuhan yang seharusnya tidak perlu terjadi itu. Dalam sebuah acara Peringatan Nuzulul Qur'an ia mendoakan agar semua kelompok menerima dengan lapang dada keputusan KPU atas Pemilu 2019.

“Semoga jembar dadanya. Semoga Indonesia aman,” kata Kiai Marzuki Mustamar di Masjid Jami' Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang, Kamis malam (23/5).

Ia tak ingin Indonesia mengalami situasi buruk yang tak diinginkan akibat aksi yang berujung pada kerusuhan tersebut. Kerusuhan yang terjadi harus segera diselesaikan karena menyebabkan korban jiwa, luka-luka dan korban kerugian yang jumlahnya sangat besar.

Menurutnya semua orang harus menjaga Indonesia dalam keadaan aman. Sementara itu, ia berpendapat bahwa seharusnya Pemilu menjadi media untuk mendukung terhadap keberadaan Indonesia lebih maju dan berkembang, bukan sebaliknya.

Adanya kerusuhan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, lanjutnya, hanya merusak tatanan kebangsaan yang sudah dibangun oleh semua kelompok termasuk para kiai dan tokoh bangsa lain.

Ia berharap, pihak-pihak yang sengaja membuat ketegangan dan membenturkan pemerintah dan rakyat segera insyaf. Indonesia yang penduduknya mencapai 269 juta perlu untuk dijaga dengan tetap memegang prinsip kerukunan dan keragaman, bukan justru dibenturkan antara satu dengan yang lainnya.  (Syamsul Arifin/Ahmad Rozali)


Jumat 24 Mei 2019 20:40 WIB
Kemendes Arahkan Program Sistem Cashless Payment ke Daerah Transmigrasi
Kemendes Arahkan Program Sistem Cashless Payment ke Daerah Transmigrasi
Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi
Yogyakarta, NU Online
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pengembangan ekonomi kreatif atau digital untuk percepatan pengembangan pembangunan transmigrasi sebagai wujud restorasi transmigrasi di Ruang Auditorium Merapi, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Jumat (24/5).
 
Dalam FGD ini, Sekjen Kemendes PDTT Anwar Sanusi menyampaikan bahwa program transmigrasi menjadi salah satu solusi bagi perkembangan indonesia. Pasalnya, program transmigrasi telah memberikan kontribusi signifikan terutama untuk mengatasi problematika kependudukan dan problematika terkait kemiskinan.
 
"Wilayah transmigrasi saat ini sudah ada yang menjadi pusat-pusat pertumbuhan diluar Pulau Jawa. Kita sudah melihat bagaimana transmigrasi memberikan kontribusi bagi berdirnya dua provinsi, puluhan kabupaten, ratusan desa dan kecamatan. Jadi, dalam berbagai aspek, transmigrasi telah menjadi semacam ikon penting bagi pembangunan industri, bahkan menjadi inspirasi bagi negara tetangga untuk mengembangkan hal yang sama," kata Anwar saat membuka FGD.
 
Menurut Anwar, Kemendes PDTT telah membuat dan mengusulkan program revitalisasi perekonomian desa kawasan transmigrasi dan daerah tertinggal yang tujuannya agar semakin tumbuh dan berkembang perekonomiannya.
 
"Karena itu, kita mesti kawal secara bersama-sama. Asumsi yang kita bangun bahwa ada potensi dari pedesaan atau dari transmigrasi kalau kita bisa mengintervensi secara tepat. Maka, akan memberikan kontribusi yang sangat signifikan terutama bagi pertumbuhan ekonomi bangsa indonesia. Saat ini, kita sudah mengidentifikasi menyangkut konektivitas atau hubungan antara wilayah transmigrasi, antar wilayah pedesaan, antar perdesaan dan perkotaan, antar pedesaan dengan pusat produksi," katanya.
 
Lebih lanjut Anwar mengatakan bahwa terkait pengembangan digital ekonomi, dirinya telah meninjau BUMDes dan pasar-pasar yang sudah dibantu dengan mengembangkan penggunaan Cashless Payment yaitu pemanfaatan alat pembayaran digital.
 
"Cashless ini ternyata mendapat respon masyarakat dengan baik. Sehingga, kedepan kita akan arahkan ke cashless. Penerapan cashless payment system ini, diharapkan dapat memperbaiki sistem pengelolaan manajemen keuangan ataupun data mining yang selama ini menjadi kelemahan menjadi lebih baik di desa-desa di wilayah kawasan transmigrasi," katanya.
 
Dalam FGD ini turut dihadiri Dirjen PK Trans M.Nurdin, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu Kemendes PDTT, Aisyah Gamawati dan sejumlah jajaran dari Kemendes PDTT. Serta turut dihadiri pula para Akademisi dari sejumlah perguruan tinggi, platform dan dari sejumlah pihak terkait dalam mengembangkan wilayah transmigrasi.

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG