IMG-LOGO
Daerah

Persebaran Radikalisme di Kampus Negeri Perlu Penanganan Serius

Jumat 24 Mei 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Persebaran Radikalisme di Kampus Negeri Perlu Penanganan Serius
Duskusi publik di UNS.
Solo, NU Online
Hasil penelitian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta dan beberapa perguruan lain memperlihatkan pesatnya pengaruh kelompok Islam yang bergerak secara eksklusif. Mereka berkembang pesat di delapan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Tengah dan Yogyakarta. 

Hal tersebut, menurut Naeni Amanullah perlu mendapatkan perhatian yang besar dan penanganan dari berbagai pihak, khususnya pejabat kampus.

"Pejabat kampus seharusnya berani mengambil sikap dalam mengatur kehidupan keagamaan kampus. Jangan sampai kelompok tersebut semakin bebas berkembang," terang salah satu peneliti dari LPPM Unusia ini, Kamis (23/5).

Pandangan Naeni disampaikan pada acara diskusi bertajuk Islam Eksklusif Transnasional Merebak di Kampus Negeri yang diselenggarakan di Aula FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Naeni menyebutkan, beberapa kelompok yang terindikasi memiliki ciri gerakan Islam eksklusif yang cenderung doktriner, tertutup. Salah satu di antaranya, yakni kelompok hizbut tahrir yang juga mengusung ideologi negara khilafah. Padahal ini bertentangan dengan Pancasila yang telah disepakati menjadi dasar negara Indonesia.

"Ada kontradiksi, kampus harusnya mengembangkan pemikiran kritis, sedangkan Islam eksklusif cenderung doktriner, tertutup. Bagaimana bisa mereka berkembang di kampus?" tutur Naeni.

Lebih lanjut diungkapkan Naeni, kampus mestinya harus dibangun dengan tradisi akademis yang lebih kuat, tetapi tetap tidak boleh melanggar kebebasan akademik.

Dari penelitian yang dilakukan, juga didapat hasil, mahasiswa memiliki perhatian bahkan simpati terhadap isu-isu yang berkaitan dengan kelompok tersebut.

"Selama ini ada isu yang mengarah ke radikalisme, seperti saat HTI dibubarkan mereka bergerak, saat pelarangan bendera ISIS, mereka menunjukkan simpati," ujar dia

Penelitian yang dilakukan LPPM Unusia ini mengambil sampel dari delapan kampus negeri, yakni UNS Surakarta, IAIN Surakarta, Undip Semarang, Unnes Semarang, UGM Yogyakarta, UNY Yogyakarta, Unsoed Purwokerto, dan IAIN Purwokerto.

Selain Naeni, sejumlah narasumber juga dihadirkan dalam diskusi tersebut, antara lain Ahmad Hafid (IAIN Surakarta), Bahar Elfudllatsani (Lakpesdam NU Surakarta), Hermanu Joebagio (guru besar UNS), dan Zainul Abbas dari IAIN Surakarta. (Ajie Najmuddin/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Jumat 24 Mei 2019 23:30 WIB
Bupati Pekalongan: Bumikan Al-Qur'an Sebagai Spirit Pembangunan
Bupati Pekalongan: Bumikan Al-Qur'an Sebagai Spirit Pembangunan
Bupati Pekalongan, H Asif Kholbihi
Pekalongan, NU Online
Bupati Pekalongan, Jawa Tengah, H Asif Kholbihi mengatakan, Peringatan Nuzulul Qur'an diharapkan jadi momentum membumikan Al-Qur'an di Kabupaten Pekalongan agar menjadi spirit pembangunan di Kota Santri. 

"Tanpa nilai spiritualitas, pembangunan akan bersifat kosong, tidak akan mampu menghantarkan masyarakatnya untuk selamat di dunia dan akhirat," jelasnya saat memberikan kata sambutan pada Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Al-Muhtarom, Kajen Kabupaten Pekalongan, Selasa (22/5) malam.

Dijelaskan, untuk membumikan Al-Qur'an, Pemkab Pekalongan telah melakukan sejumlah ikhtiar, di antaranya meluncurkan Kampung Qur'an di Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni, peluncuran metode pembelajaran Al-Qur'an, yakni metode Muqri’ Yanbu’a, dan menerapkan jam belajar dan mengaji usai shalat Maghrib hingga Isa', serta terus menerus melakukan kajian-kajian dengan melibatkan ulama-ulama di Kabupaten Pekalongan.
 
“Pada tanggal 24 Oktober 2018 kita luncurkan Kampung Qur'an di Desa Proto, Kecamatan Kedungwuni. Ini diharapkan kajian-kajian tentang Al-Qur'an minimal tentang tilawatil Qur'an bisa dikembangkan, lebih memasyarakat kembali, agar lebih melengkapi kajian-kajian Islam secara insklusif oleh ustadz/kiai di pesantren dan madrasah," tandasnya.

Dirinya juga menyaksikan peluncuran salah satu metodologi membaca Al-Qur'an yang diinisiasi oleh seorang ahli Qur'an Indonesia, bagaimana cara membaca Al-Qur'an secara cepat dan benar agar pertama bisa memahami ilmu Qur'an dari segi paling awal, yakni tajwid dan membacanya, dan diharapkan bisa meningkat ke ilmu tafsirnya. 

"Karena Qur'an ini tidak bisa dipahami secara sembarangan. Yang penting kita akan terus menerus melakukan kajian-kajian agar Al-Qur'an ini bisa berkembang dengan baik, dengan mengajak diskusi ulama-ulama muda di Kabupaten Pekalongan,” papar Bupati.

Disebutkan Asif, Kabupaten Pekalongan kaya sekali dengan orang-orang cerdik pandai di bidang agama, dan ini warisan nenek moyang. Menurutnya, berdasarkan penelitian yang ada, agama Islam ternyata sudah masuk sejak zaman sahabat. Kabupaten Pekalongan, lanjut Bupati, adalah salah satu kabupaten yang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa bagian utara. Bahkan, menurut Gus Dur yang pernah melakukan napak tilas di Pekalongan, Islam masuk ke Kabupaten Pekalongan jauh sebelum Wali Songo.

“Masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah memeluk Islam sejak lama. Sebagai generasi panjang yang sudah mewarisi kultur budaya keislaman yang sudah lama, kita perlu melakukan pembaharuan di tingkat paradigma maupun gerakan agar masyarakat Islam Kabupaten Pekalongan tidak mudah goyah," jelas bupati yang pernah mendapatkan gelar Santri of The Year 2018. 

Kepada NU Online, Kamis (23/5) Bupati mengatakan, ada pertanyaan, orang Islam tapi tidak mengerti Qur'an bagaimana?. Ini menjadi tantangan kita semua, melalui forum-forum, peringatan-peringatan, dan kajian-kajian dengan melibatkan seluruh pihak di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Bupati meyakini jika ajaran-ajaran Qur'an bisa diaktualisasi, apalagi menyangkut relasi antara pemimpin dengan yang dipimpin, maka konsep baldatun tayyibatun warabbun ghafur bisa terwujud.

“Membangun itu harus punya landasan spiritualitas. Ketika kita membangun peradaban dan menafikan aspek spiritualitas, maka pembangunan ini akan bersifat kosong, tidak mempunyai kekuatan untuk menghantarkan masyarakat mencapai keselamatan di dunia dan akhirat," pungkasnya. (Muiz)
Jumat 24 Mei 2019 22:30 WIB
Peduli Palestina, PMII Jember Galang Dana dan Baca Shalawat Asygil
Peduli Palestina, PMII Jember  Galang Dana dan Baca Shalawat Asygil
PMII Rayon Persiapan Tarbiyah Komisariat INAIFAS, Kencong berpose bersama di sela-sela penggalangan dana

Jember, NU Online
Derita rakyat Palestina yang tak kunjung berakhir akibat nafsu serakah Israel, mendapat simpati dari mahasiswa yang tergabung dalam PMII Rayon Persiapan Tarbiyah Komisariat INAIFAS (Institut Agama Islam Al-Falah Assunniyah) Kencong, Jember Jawa Timur. Simpati itu dituangkan dalam bentuk penggalangan dana dan pembacaan shalawat asygil di depan alun-alun Kencong, Kamis (23/5).

Menurut  Ketua  Umum PMII Rayon Persiapan Tarbiyah Komisariat INAIFAS, Gandys Nanda Indriawan, apa yang dilakukan Israel terhadap rakyat Pelestina sungguh biadab, di luar perikemanusiaan. Nyawa rakyat Palestina tidak ada harganya di mata mereka. Anehnya, negara-negara yang tergabung dalm Liga Arab, hanya bisa mengutuk Israel tanpa tindakan yang nyata. Akhirnya kekejaman Israel semakin menjadi-jadi, dan tak pernah berakhir.

“Kalau dana kami salurkan lewat Pengurus Cabang PMII. Sedangkan doa (shalawat asygil), kami langsung mengadu kepada Allah, semoga Israel segera dihancurkan, sehancur-hancurnya,” tuturnya kepada NU Online di Kencong, Jumat (24/5).

Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi PMII Rayon Persiapan Tarbiyah Komisariat INAIFAS, Sinta Bella menegaskan, negara-negara Islam mesti bersatu untuk membantu Palestina dan menghadang Israel. Bantuan tersebut tidak hanya dari sisi pengucuran dana, tapi juga loby internasional untuk menghentikan tindakan busuk Isarel.

“Harus bersatu, wajib bersatu untuk membantu Palestina. Itu penjajahan sudah kasat mata,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris PC PMII Kabupaten Jember, Abd. Latif Azzam menukas, pihaknya memang menginstruksikan kepada seluruh komisariat (9) dan rayon PMII (22) untuk melakukan penggalangan dana selama sepekan.

“Sabtu  besok (25/5) masa penggalangan dana berakhir,” ujarnya.

Mahassiwa Fakultas Ushuluddin IAIN Jember itu menyatakan bahwa ide penggalangan dana untuk Palestina tersebut  berangkat dari keprihatinannya melihat kekejaman Israel membombardir rakyat Pelestina, bahkan tak sedikit anak-anak yang tak berdosa ikut terbunuh.

“Seharusnya bulan Ramadhan mereka tenang, aman, tapi di situ tak ada waktu tanpa desingan peluru,” pungkasnya (Aryudi AR).

Jumat 24 Mei 2019 22:0 WIB
Bupati Pekalongan: Marbot Masjid Tugas Sangat Mulia
Bupati Pekalongan: Marbot Masjid Tugas Sangat Mulia
Bupati Pekalongan, H Asif Kholbihi (kanan)
Pekalongan, NU Online
Bupati Pekalongan Jawa Tengah Asip Kholbihi menggelar buka bersama (bukber) dengan marbot masjid se-Kabupaten Pekalongan di Aula Lantai I Setda, Kamis (23/5) kemarin petang. Dalam kesempatan ini, pemda memberikan bantuan untuk marbot masjid sebesar Rp1 juta dari anggaran APBD Tahun Anggaran 2019.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan, marbot masjid adalah tugas yang sangat mulia. Dirinya berpesan agar marbot masjid di Kabupaten Pekalongan bisa menjaga kebersihan dan kesucian masjid, serta meramaikan masjid di Kota Santri. 

"Saya berpesan kepada para marbot untuk selalu menjaga kesucian, kebersihan dan keindahan masjid, agar jamaah merasa nyaman dalam beribadah dan bertaqarub kepada Allah SWT.

Bupati pun menekankan agar manusia ridho dengan takdir yang diberikan Allah SWT menjadi marbot masjid. “Dengan bulan Ramadhan ini semoga kita semua diberkati, barakah rezekinya, shaleh dan shalehah anak-anaknya,” harap Bupati.
 
Dikatakan, Pemkab Pekalongan dari APBD Tahun Anggaran 2019 memberikan bantuan untuk seluruh marbot masjid di Kabupaten Pekalongan masing-masing sebesar Rp1 juta. Tujuan pemberian bantuan ini, lanjut Bupati, sebagai bentuk rasa terima kasih pemerintah kepada para marbot masjid supaya menjaga kebersihan dan kesucian masjid, serta meramaikan masjid.

Bupati dalam kesempatan itu juga meminta doa agar semua penyelenggara pemerintah di Kabupaten Pekalongan diberi kekuatan lahir batin untuk melaksanakan amanah, yakni untuk menghadirkan program-program yang bisa memberi manfaat di dunia dan akhirat, serta bisa mensejahterakan masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Kepada NU Online, Bupati yang pernah mendapat penghargaan sebagai Santri of The Year 2018 menjelaskan, dari ratusan marbot masjid yang menerima tali asih dari pemkab 80% lebih adalah marbot yang mengurus masjid NU.

Kegiatan bukber marbot dengan Bupati ini diikuti ratusan marbot di Kota Santri. Kegiatan ini di antaranya diikuti oleh Sekda Mukaromah Syakoer, sejumlah kepala OPD, dan unsur Forkompinda, di antaranya Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto. (Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG