::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sejumlah Kalangan di Jateng Bahas Wajah Pendididikan Usai Pemilu

Sabtu, 25 Mei 2019 22:15 Daerah

Bagikan

Sejumlah Kalangan di Jateng Bahas Wajah Pendididikan Usai Pemilu
Fokus group discussion PW IPNU Jateng.
Semarang, NU Online
Siapa saja menyadari bahwa pendidikan adalah investasi paling menentukan bagi masa depan sebuah bangsa. Karenanya memberikan perhatian kepada sektor ini sangat penting.

Berangkat dari hal tersebut, Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Tengah (Jateng) menyelenggarakan fokus group discussion (FGD) dengan topik Menerawang Wajah Pendidikan Indonesia Pascapemilu 2019.

Kegiatan menghadirkan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU di Semarang sebagai peserta, dan mendatangkan sejumlah narasumber membahas masalah ini di Merak Room Hotel Muria Semarang, Sabtu (25/5).

Salah seorang narasumber, Muh Zen Adv dalam paparannya mengungkapkan, bahwa pendidikan adalah sektor penting yang harus dikawal oleh semua kalangan, khususnya pengurus PW IPNU Jateng. “Karena bagaimanapun input kader berasal dari sana,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng tersebut.

Dirinya juga merasa prihatin atas maraknya forum organisasi di tingkat sekolah. “Utamanya organisasi berkedok keagamaan namun dalam praktiknya malah menjadi sarana pengembangan nilai radikalisme dan mengebiri nilai keagamaan dan Pancasila,” tegas Ketua Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) tersebut.

Ke depannya, pemerintahan di tingkat manapun harus punya komitmen politik yang tinggi atas keberhasilan dan pengembangan pendidikan. “Jika mereka abai, maka SDM masyarakatnya akan rendah,” ujarnya. 

Sebagai solusi, Muh Zen menyampaikan kepada peserta FGD untuk tidak tinggal diam. “Masyarakat bisa mengawal dengan memantau berapa persen sih alokasi dana Anggaran dan Pendapatan dan Belanja Daerah untuk pendidikan,” tegasnya.

Pihaknya juga sampaikan bahwa DPRD Jateng telah menetapkan peraturan daerah atau Perda terkait pendidikan. “Harapan kami ke depan tidak ada lagi dikotomi antara pendidikan formal maupun non formal,” pungkasnya. 

Forum ini menghadirkan pula H Tino Indra Wardono selaku Ketua DPD KNPI Jawa Tengah, Wakil Sekretaris PWNU Jateng, H Iman Fadhilah, serta H M Faojin selaku praktisi pendidikan sekaligus Ketua PW Pergunu Jateng. 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membuka wacana dan menelaah potensi perubahan haluan kebijakan pendidikan, utamanya jika melihat hasil pemilu 2019. 

Tampak bergabung utusan dari UIN Walisongo, Unnes, Unwahas, PC IPNU Kota Semarang. (A Halim Solkan/Ibnu Nawawi