IMG-LOGO
Daerah

Ciri Santri Ideal Harus Shalih untuk Diri dan Masyarakat

Senin 27 Mei 2019 10:0 WIB
Bagikan:
Ciri Santri Ideal Harus Shalih untuk Diri dan Masyarakat
Santunan untuk yatim dan piatu oleh Pesantren Durrotu Aswaja.
Semarang, NU Online
Pondok Pesantren Durrotu Ahlissunnah Waljamaah (PPDA) atau yang juga populer dengan Durrotu Aswaja Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah mengadakan buka bersama dan santunan bagi anak yatim dan anak piatu.

Pengasuh PPDA, Kiai Agus Romadhan mengatakan kegiatan dimaksudkan melatih dan membiasakan santri dalam bermasyarakat. Tak hanya mengajarkan ilmu, namun lebih dari itu bisa menerapkan ilmu yang dimiliki.

"Santri tidak hanya shalih untuk dirinya, tetapi juga untuk masyarakatnya," kata Kiai Agus, Ahad (26/5).

Dijelaskan lebih lanjut, ilmu yang telah dimiliki santri hendaknya juga diamalkan dalam masyarakat. “Hal ini bukan hanya manifestasi dari sebuah ilmu yang diperoleh, akan tetapi juga sesuai dengan Nabi Muhammad SAW yang mengajarkan dengan bisa menjadi contoh atau teladan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Kota Semarang tersebut melanjutkan, santunan yang diberikan merupakan agenda rutin tahunan. “Target kami warga sekitar pesantren dan beberapa Taman Pendidikan Al-Qur’an yang ada di bawah binaan pesantren,” urainya.

Sebelumnya, kata Kiai Agus melanjutkan, telah diadakan pasar murah berupa sembako senilai Rp.100.000,- yang dijual Rp.50.000,-. Tahun ini 100 paket, meningkat dari tahun sebelumnya yang menyediakan 70-80 paket sembako. 

"Paket sembako bagi warga yang tidak mampu di sekitar pesantren, yakni wilayah RW 3 Banaran, Kelurahan Sekaran, Gunungpati. Dana diperoleh dari donatur," terangnya.

Di akhir penjelasan, Kiai Agus menegaskan peran santri untuk bisa melayani umat. "Di mana pun santri berada, dia harus bisa memberikan atau melayani umat," tandasnya.

Sementara ketua panitia, Ahmad Faiz mengungkapkan PPDA dalam kegiatan kali ini menggandeng Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU Jateng. "Kami upayakan santunan kali ini dari LAZISNU Jateng dan pesantren," ungkapnya.

Dari 16 yatim maupun piatu yang hadir dalam kesempatan tersebut dijemput langsung panitia. "Ada 16 anak yang dijemput. Masing-masing mendapatkan uang senilai Rp.300.000, dan sebuah bingkisan yang berisi peralatan sekolah," pungkasnya. (Rifqi Hidayat/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 27 Mei 2019 23:45 WIB
Pelajar NU Jombang Berbuka Puasa dengan Para Lansia
Pelajar NU Jombang Berbuka Puasa dengan Para Lansia
Jombang, NU Online
Beberapa Pengurus IPNU-IPPNU Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi Panti Jompo, Werdha, Ahad (26/5). Kedatangan mereka untuk berbagi kebahagiaan bersama para lansia yang berada di panti tersebut. 

Pengurus IPNU-IPPNU ini membagikan setidaknya 100 kotak nasi dan takjil kepada para lansia. Selain itu mereka juga menyerahkan bantuan berupa puluhan tanaman bunga yang bisa ditanam di area panti oleh petugas panti.

"Terima kasih kakek dan nenek atas waktunya berkenaan menerima kami, semoga masa tuanya penuh kebahagian, bersemangat dalam menjalani sisa-sisa hidup dengan beribadah dan nantinya berakhir dengan indah di kemudian hari," kata Ketua PAC IPNU Perorangan, Robby Irkham Abdi.

Kepada mereka, Irkham juga meminta doa untuk bisa menjalani hari-harinya dengan penuh kemanfaatan. "Kami semua minta doanya, supaya kami bisa berbakti kepada orang tua kami, dan bisa bahagia di hari tua kami nanti," lanjutnya.

Irkham memaparkan, sisi lain dari giat ini adalah untuk mengedukasi pelajar NU agar nanti gemar berbagi. Terlebih pada bulan Ramadhan.

Sementara itu, pihak panti, Ibu Ernis mengungkapkan kesenangannya, lantaran dikunjungi IPNU-IPPNU untuk turut berbagi kepada para lansia. "Kami sangat senang sekali bisa menerima kunjungan dari kalian semua, terlebih kalian adalah pelajar, dan terlebih juga ini di bulan Ramadhan," ucapnya.

Ia berharap giat bakti sosial yang dilakukan pelajar NU bisa membawa berkah untuk para lansia. "Sejatinya mereka sangat merindukan anak-anaknya, tapi baginya kalian adalah anak cucu mereka semua, mampu sedikit mengobati rasa kangen mereka terhadap anak cucunya," tuturnya. 

Tampak di lokasi, para lansia menerima kotak dari pelajar IPNU-IPPNU ini dengan senang. Sesekali mereka menebar senyum tanda mereka bahagia. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)
Senin 27 Mei 2019 21:45 WIB
Rawat Pengkaderan, IPNU-IPPNU Babat Kerja Sama dengan RMI-NU
Rawat Pengkaderan, IPNU-IPPNU Babat Kerja Sama dengan RMI-NU
Lamongan, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Babat, Jawa Timur mengadakan buka bersama serta MoU dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU Babat.

MoU diantara dua instansi ini terkait pendirian Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP) bagi pondok pesantren yang berbasis sekolah atau sebaliknya. 

Menurut Ketua PC IPNU Babat Habib Jaelani tujuan diadakan MoU ini untuk mengenalkan IPNU-IPPNU ke pesantren. Hal ini cocok dan sesuai dengan Anggaranan Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yaitu mencari kader berusia 13-27 tahun.

"Hasil MoU di antaranya adalah mengenalkan NU secara organisasi lewat IPNU-IPPNU sesuai segment umur santri pada umumnya yang tertampung AD/ART NU. Acara ini kita konsep buka bersama juga, agar suasana lebih santai dan kekeluargaan," katanya, Ahad (26/5).

Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk merawat perkaderan kaum muda Nahdliyin dengan cara menyelenggarakan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) lingkup santri sebagai jenjang kaderisasi awal secara formal IPNU-IPPNU.

"Kaderisasi adalah ruhnya organisasi, organisasi akan mati bila proses kaderisasi tidak berjalan. Makanya kita dari IPNU terus menggenjot perkaderan. Sebagai upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan," ujar Habib.

Dikatakannya, kegiatan MoU ini terobosan terbaru dan termasuk pertama kali di Indonesia. Selama ini pesantren yang dianggap basis utama kaum nahdliyin tidak memiliki organisasi perkaderan seperti IPNU-IPNU. Terutama yang berusia Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Pesantren lebih menekan kan pada organisasi internalnya mereka. Sehingga banyak sekali santri yang punya bakat bagus tidak bisa mengembangkan bakatnya pada jenjang lebih tinggi.

"Kita berharap setelah ini di pesantren juga ada komisariat tingkat pesantren. Setidaknya bagi rekan-rekan yang berbakat bisa kita fasilitasi untuk berkarya," tambahnya.


Sementara itu Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PCNU Babat M Khotib Affandi menyebutkan lembaga yang dipimpinnya siap lahir batin bekerjasama mengawal serta ikut andil dalam kegiatan pengenalan NU kepada santri.

"Kita menyambut baik ya langkah MoU dengan IPNU-IPPNU ini, yang mana PC mereka menggandeng RMI untuk terlaksananya visi-misi MoU ini. Kita juga siap menyukseskan kegiatan tersebut sampai akhir. Apalagi sebentar lagi akan penerimaan santri baru di pesantren-pesantren," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Senin 27 Mei 2019 19:30 WIB
NU Medan Sampaikan Silaturahim adalah Energi Melakukan Terbaik
NU Medan Sampaikan Silaturahim adalah Energi Melakukan Terbaik
Silaturahim NU Kota Medan
Medan, NU Online
Ketua PCNU Medan, Sumatera Utara Burhanudin beserta jajaran PCNU Medan kembali melaksanakan Safari Ramadhan 1440 H di Masjid Amal Saleh, Jalan Sawit 1, Kecamatan Medan Tuntungan, Ahad (26/5). Kegiatan rutin yang dilakukan selama bulan puasa tersebut menjadi momentum Silaturahim dan Berbagi Tali Asih serta menyapa secara langsung masyarakat Kota Medan.

Selain bersilaturahim, dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan keakraban tersebut, Ketua PCNU Medan juga sekaligus menyerahkan bantuan kepada BKM Masjid Amal Saleh dan santunan kepada 40 orang kaum dhuafa dan fakir miskin. Ketua PCNU Medan beserta pengurus kemudian Shalat Isya berjamaah dilanjutkan dengan Shalat Tarawih bersama.

Dalam sambutannya singkatnya Ketua PCNU Medan Burhanuddin mengaku senang dapat bersilaturahim dan menyapa langsung para jamaah. Produsr Film Romansa Danau Toba itu juga menyampaikan kiranya bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya sehingga memberi manfaat bagi kemaslahatan umat.

"Alhamdulillah, senang sekali hari ini kita bisa saling bersilaturahmi di Masjid Amal Saleh. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Semoga melalui silaturahim ini menjadi energi bagi kita bersama untuk memberi dan melakukan yang terbaik bagi Nahdiyin dan masyarakat Kota Medan," katanya.

Pada kesempatan itu, turut juga hadir Sekretaris Zulkarnaen, Bendahara Zulkarnain, Waben Azmi Ahdly, Reza dan pengurus MWCNU Medan Tuntungan, BKM Masjid Amal Saleh dan undangan lainnya. (Ismail Nasution/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG