IMG-LOGO
Daerah

Pentingnya I'tikaf Berjamaah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Senin 27 Mei 2019 9:30 WIB
Bagikan:
Pentingnya I'tikaf Berjamaah di 10 Hari Terakhir Ramadhan
KH Ridwan Syuaib, Rais Syuriyah PCNU Pringsewu, Lampung
Pringsewu, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung KH Ridwan Syuaib mengajak umat Islam untuk membiasakan i'tikaf di masjid pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan untuk menjemput malam Lailatul Qadar sekaligus meraih keutamaan dari malam 1000 bulan ini.

Walaupun di beberapa riwayat diterangkan bahwa Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil di akhir ramadhan, namun ia mengingatkan bahwa semua itu adalah kehendak dan rahasia Allah SWT. Sehingga akan lebih baik jika i'tikaf dilaksanakan di seluruh 10 malam di akhir Ramadhan.

"Diistilahkan ada 10 kolam yang di salah satu kolamnya banyak ikannya. Jika kita cari ikan di semua kolam tersebut, maka kemungkinan besar akan mendapatkan ikannya. Kalau pilih-pilih, belum tentu dapat," terangnya di depan jamaah Ngaji Ahad (Jihad) Ramadhan di aula kantor PCNU Pringsewu, Lampung, Ahad (26/5).

Untuk memberikan motivasi diri dalam beri'tikaf, perlu ada gerakan bersama-sama untuk melakukannya. Sehingga ia menilai positif langkah yang dilakukan oleh PCNU Pringsewu yang melakukan kegiatan safari i'tikaf di masjid-masjid yang ada di Kabupaten Pringsewu.

"I'tikaf berjamaah di masjid bisa menjadi motivasi diri untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Akan beda semangatnya antara i'tikaf sendiri dengan i'tikaf berjamaah," ungkapnya.

Abah Ridwan, begitu ia biasa disapa, juga mengungkapkan beberapa tanda dan keutamaan malam Lailatul Qadar. Selain merupakan malam diturunkannya Al-Qur'an, pada malam itu Allah SWT juga menakdirkan segala urusan, hukum, rezeki dan ajal untuk jangka selama setahun.

Dalam Mu'jam at-Thabari al-Kabir lanjutnya, disebutkan bahwa Rasulullah SAW menggambarkan suasana malam Lailatul Qadar itu dengan situasi langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.

"Malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Siang harinya matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk," tambahnya.

Adapun ibadah yang bisa dilakukan pada malam itu lanjutnya, adalah berbagai ibadah shalat sunnah seperti shalat taubat, shalat hajat, shalat tasbih, shalat tahajud, dan sebagainya.

Sesuai dengan hadits Nabi, lanjut Abah Ridwan, jika seseorang melaksanakan shalat dua rakaat di malam Lailatul Qadar, membaca surah Al Fatihah sekali dan Al Ikhlas tujuh kali dalam setiap rakaatnya, dilanjutkan dengan beristighfar 70 kali, makan ia tidak berdiri dari tempatnya melainkan telah diampuni oleh Allah dosa-dosanya dan dosa-dosa kedua orangtuanya.

Namun ia juga mengingatkan bahwa ada empat golongan yang dosanya tidak diampuni walaupun bertemu dengan malam mulia ini. Hal ini ditegaskan oleh malaikat Jibril bahwa Allah akan mengampuni dosa umat Nabi Muhammad, kecuali empat orang, yaitu pemabuk, pendurhaka orangtua, pemutus silaturahim dan orang yang suka berkelahi. (Muhammad Faizin)
Bagikan:
Senin 27 Mei 2019 23:45 WIB
Pelajar NU Jombang Berbuka Puasa dengan Para Lansia
Pelajar NU Jombang Berbuka Puasa dengan Para Lansia
Jombang, NU Online
Beberapa Pengurus IPNU-IPPNU Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur mendatangi Panti Jompo, Werdha, Ahad (26/5). Kedatangan mereka untuk berbagi kebahagiaan bersama para lansia yang berada di panti tersebut. 

Pengurus IPNU-IPPNU ini membagikan setidaknya 100 kotak nasi dan takjil kepada para lansia. Selain itu mereka juga menyerahkan bantuan berupa puluhan tanaman bunga yang bisa ditanam di area panti oleh petugas panti.

"Terima kasih kakek dan nenek atas waktunya berkenaan menerima kami, semoga masa tuanya penuh kebahagian, bersemangat dalam menjalani sisa-sisa hidup dengan beribadah dan nantinya berakhir dengan indah di kemudian hari," kata Ketua PAC IPNU Perorangan, Robby Irkham Abdi.

Kepada mereka, Irkham juga meminta doa untuk bisa menjalani hari-harinya dengan penuh kemanfaatan. "Kami semua minta doanya, supaya kami bisa berbakti kepada orang tua kami, dan bisa bahagia di hari tua kami nanti," lanjutnya.

Irkham memaparkan, sisi lain dari giat ini adalah untuk mengedukasi pelajar NU agar nanti gemar berbagi. Terlebih pada bulan Ramadhan.

Sementara itu, pihak panti, Ibu Ernis mengungkapkan kesenangannya, lantaran dikunjungi IPNU-IPPNU untuk turut berbagi kepada para lansia. "Kami sangat senang sekali bisa menerima kunjungan dari kalian semua, terlebih kalian adalah pelajar, dan terlebih juga ini di bulan Ramadhan," ucapnya.

Ia berharap giat bakti sosial yang dilakukan pelajar NU bisa membawa berkah untuk para lansia. "Sejatinya mereka sangat merindukan anak-anaknya, tapi baginya kalian adalah anak cucu mereka semua, mampu sedikit mengobati rasa kangen mereka terhadap anak cucunya," tuturnya. 

Tampak di lokasi, para lansia menerima kotak dari pelajar IPNU-IPPNU ini dengan senang. Sesekali mereka menebar senyum tanda mereka bahagia. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)
Senin 27 Mei 2019 21:45 WIB
Rawat Pengkaderan, IPNU-IPPNU Babat Kerja Sama dengan RMI-NU
Rawat Pengkaderan, IPNU-IPPNU Babat Kerja Sama dengan RMI-NU
Lamongan, NU Online
Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU-IPPNU) Babat, Jawa Timur mengadakan buka bersama serta MoU dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU Babat.

MoU diantara dua instansi ini terkait pendirian Pimpinan Komisariat Pondok Pesantren (PKPP) bagi pondok pesantren yang berbasis sekolah atau sebaliknya. 

Menurut Ketua PC IPNU Babat Habib Jaelani tujuan diadakan MoU ini untuk mengenalkan IPNU-IPPNU ke pesantren. Hal ini cocok dan sesuai dengan Anggaranan Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yaitu mencari kader berusia 13-27 tahun.

"Hasil MoU di antaranya adalah mengenalkan NU secara organisasi lewat IPNU-IPPNU sesuai segment umur santri pada umumnya yang tertampung AD/ART NU. Acara ini kita konsep buka bersama juga, agar suasana lebih santai dan kekeluargaan," katanya, Ahad (26/5).

Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk merawat perkaderan kaum muda Nahdliyin dengan cara menyelenggarakan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) lingkup santri sebagai jenjang kaderisasi awal secara formal IPNU-IPPNU.

"Kaderisasi adalah ruhnya organisasi, organisasi akan mati bila proses kaderisasi tidak berjalan. Makanya kita dari IPNU terus menggenjot perkaderan. Sebagai upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan," ujar Habib.

Dikatakannya, kegiatan MoU ini terobosan terbaru dan termasuk pertama kali di Indonesia. Selama ini pesantren yang dianggap basis utama kaum nahdliyin tidak memiliki organisasi perkaderan seperti IPNU-IPNU. Terutama yang berusia Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

Pesantren lebih menekan kan pada organisasi internalnya mereka. Sehingga banyak sekali santri yang punya bakat bagus tidak bisa mengembangkan bakatnya pada jenjang lebih tinggi.

"Kita berharap setelah ini di pesantren juga ada komisariat tingkat pesantren. Setidaknya bagi rekan-rekan yang berbakat bisa kita fasilitasi untuk berkarya," tambahnya.


Sementara itu Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PCNU Babat M Khotib Affandi menyebutkan lembaga yang dipimpinnya siap lahir batin bekerjasama mengawal serta ikut andil dalam kegiatan pengenalan NU kepada santri.

"Kita menyambut baik ya langkah MoU dengan IPNU-IPPNU ini, yang mana PC mereka menggandeng RMI untuk terlaksananya visi-misi MoU ini. Kita juga siap menyukseskan kegiatan tersebut sampai akhir. Apalagi sebentar lagi akan penerimaan santri baru di pesantren-pesantren," tandasnya. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Senin 27 Mei 2019 19:30 WIB
NU Medan Sampaikan Silaturahim adalah Energi Melakukan Terbaik
NU Medan Sampaikan Silaturahim adalah Energi Melakukan Terbaik
Silaturahim NU Kota Medan
Medan, NU Online
Ketua PCNU Medan, Sumatera Utara Burhanudin beserta jajaran PCNU Medan kembali melaksanakan Safari Ramadhan 1440 H di Masjid Amal Saleh, Jalan Sawit 1, Kecamatan Medan Tuntungan, Ahad (26/5). Kegiatan rutin yang dilakukan selama bulan puasa tersebut menjadi momentum Silaturahim dan Berbagi Tali Asih serta menyapa secara langsung masyarakat Kota Medan.

Selain bersilaturahim, dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan keakraban tersebut, Ketua PCNU Medan juga sekaligus menyerahkan bantuan kepada BKM Masjid Amal Saleh dan santunan kepada 40 orang kaum dhuafa dan fakir miskin. Ketua PCNU Medan beserta pengurus kemudian Shalat Isya berjamaah dilanjutkan dengan Shalat Tarawih bersama.

Dalam sambutannya singkatnya Ketua PCNU Medan Burhanuddin mengaku senang dapat bersilaturahim dan menyapa langsung para jamaah. Produsr Film Romansa Danau Toba itu juga menyampaikan kiranya bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya sehingga memberi manfaat bagi kemaslahatan umat.

"Alhamdulillah, senang sekali hari ini kita bisa saling bersilaturahmi di Masjid Amal Saleh. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya. Semoga melalui silaturahim ini menjadi energi bagi kita bersama untuk memberi dan melakukan yang terbaik bagi Nahdiyin dan masyarakat Kota Medan," katanya.

Pada kesempatan itu, turut juga hadir Sekretaris Zulkarnaen, Bendahara Zulkarnain, Waben Azmi Ahdly, Reza dan pengurus MWCNU Medan Tuntungan, BKM Masjid Amal Saleh dan undangan lainnya. (Ismail Nasution/Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG