::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ansor Sukoharjo Blusukan Berbagi Ratusan Menu Sahur

Senin, 27 Mei 2019 12:00 Daerah

Bagikan

Ansor Sukoharjo Blusukan Berbagi Ratusan Menu Sahur
Bagi menu sahur ala Ansor Sukoharjo, Jateng.
Sukoharjo, NU Online
Selama Ramadhan, sejumlah kalangan kerap berbagi menu takjil di sepanjang jalan. Mereka menyapa para pengendara yang belum sempat menyiapkan menu untuk membatalkan puasa.  

Namun  cara berbeda dilakukan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Sukoharjo, Jawa Tengah. Mereka melakukan serangkain kegiatan Ramadhan dengan SOTR atau Sahur on the Road. Acara dilaksanakan di area Masjid At-Ta'wun Mandan Sukoharjo dan sekitar Pasar Ir Soekarno.

Sofyan selaku Ketua PAC Ansor Sukoharjo menjelaskan kegiatan ini bertujuan meningkatkan eksistensi Ansor. “Juga melestarikan amaliah Aswaja khas NU, membumikan Islam Nusantara di Sukoharjo, serta lebih mendekatkan Ansor dan Banser kepada masyarakat,” katanya, Ahad (26/5).

Dalam kegiatan tersebut Ansor membagikan 500 bungkus nasi kepada masyarakat pada saat sahur. “Semua merupakan sarana dakwah yang kami ingin sampaikan adalah membuat masyarakat selalu rindu dengan bulan Ramadhan bahwa Ansor maupun Banser akan selalu hadir memberikan warna yang berkesan bagi khalayak,” jelasnya.

Menurut Sofyan,  Ramadhan ini ingin memberikan sajian yg berbeda dari tahun sebelumnya. “Ansor merupakan motor penggerak NU dengan semangat Islam rahmatan lil alamin yang moderat, merakyat,” ungkapnya.
Dirinya mengemukakan Gerakan Pemuda Ansor harus benar-benar bergerak. “Nyata dan terasa ke masyarakat secara langsung,” tegasnya.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa anak muda yang berada di Ansor peduli terhadap sesame. “Juga mampu menunjukkan eksistensi di tengah gelombang paham transnasional, dan dapat menyampaikan pesan keagamaan dengan cara yang humanis, simpel, dan merakyat,” pungkasnya. (Arinto/Ibnu Nawawi)