IMG-LOGO
Nasional

Ingatkan Bahaya Diabetes Mellitus, LKNU Perkuat Peran Kader Posbindu


Senin 27 Mei 2019 21:47 WIB
Bagikan:
Ingatkan Bahaya Diabetes Mellitus, LKNU Perkuat Peran Kader Posbindu
Jakarta, NU Online
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) terus mengingatkan masyarakat terkait bahaya Diabetes Mellitus (DM). Upaya itu dilakukan LKNU dengan memperkuat peran Kader Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di setiap kelurahan.
 
DM merupakan suatu sindrom kronik gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak akibat ketidakcukupan sekresi insulin atau resistensi insulin pada jaringan yg dituju. Diabetes Melitus merupakan penyakit menahun yang ditandai oleh kadar gula darah yang melebihi nilai normal.
 
Koordinator program LKNU for DM, Imron Hasan mengatakan puluhan kader yang sudah diterjunkan ke masyarakat sejak 10 bulan yang lalu telah bekerja dengan baik. Kader Posbindu yang didominasi oleh ibu rumah tangga tersebut terjun dari rumah ke rumah mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan terutama menjaga dari penyakit diabetes dan TBC.
 
"Program LKNU for DM merupakan program kerjasama dua tahun antara LKNU dengan Word Diabetes Foundation, dimulai sejak November 2017. Tujuannya untuk meningkatkan masyarakat terkait Diabetes Milletius," kata Imron kepada NU Online seusai menghadiri kegiatan pertemuan kader dan penutupan program di Aula Puskesmas Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (27/5).
 
Dari 4000 masyarakat yang menjadi target sasaran LKNU, kader Posbindu LKNU berhasil menemui 3500 masyarakat. Jumlah itu kata Imron, merupakan jumlah yang sangat memuaskan karena hampir mencapai target yang direncanakan.     
 
Menurutnya, program yang digagas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan WDF itu berjalan di 5 Kabupaten/Kota yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Depok, Jombang dan Blitar. Selain itu program LKNU for DM dihadirkan untuk mengurangi angka kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) sebesar 25 persen di Indonesia.
 
"Peran Posbindu pertama penggerak masyarakat untuk mengikuti Posbindu PTM, kedua pengantar pengukuran faktor risiko PTM dan konselor peserta Posbindu PTM," tuturnya.
 
Kegiatan pertemuan kader dihadiri perwakilan Puskesmas Jagakarsa, dr. Asih, perwakilan camat Jagakarsa, Woro, Wakil Ketua LKNU, dr Sibroh, Kepala PTM Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan dan puluhan kader Posbindu. (Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)

Bagikan:
IMG
IMG