IMG-LOGO
Daerah

Tanpa Toleransi, Indonesia Hanya Tinggal Nama

Selasa 28 Mei 2019 6:0 WIB
Bagikan:
Tanpa Toleransi, Indonesia Hanya Tinggal Nama

Jember, NU Online
Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Kecamatan Sumbersari Jember Jawa Timur, tak pernah kering dari prestasi. Tidak hanya murid-muridnya yang langganan juara, tapi ustadzahnya juga tidak mengecewakan dalam sejumlah ajang nasional. Salah satunya adalah Ana Safitri. Staf pengajar tahfidz MTs Unggulan Nuris ini berhasil merengkuh juara 2  dalam Pekan Tilawatil Quran Emas Tingkat Nasional ke-50 untuk Cabang Lomba Tausiyah di Islamic Center Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), pekan lalu.

“Alhamdulillah, kami bisa. Itu sangat membanggakan,” ujar Ustadzah Ana kepada NU Online di kompleks Nuris, Ahad (27/5).

Tak berlebihan kiranya jika Ana mengaku bangga. Sebab, untuk mencapai itu dirinya harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, dan terakhir di tingkat nasional.

Setelah meraih juara 1 di tingkat kebupaten, Ana berlanjut ke tingkat provinsi, dan lagi-lagi lolos. Di situ diambil 10 peserta terbaik untuk mewakili Korwil 10 Jawa Timur. Dan Ana mantap menatap juara di level berikutnya (nasional).

“Tak disangka, lolos di Jawa Timur saja sudah syukur,” lanjutnya.

Ana menuturkan, di level nasional terdiri dari dua babak,  yaitu semi final dan  final. Di babak semi final, ia mengusung tema tausiyah bejudul Alquran menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Sebuah tema yang sangat menarik. Dengan tema itu, Ana masuk tiga besar, babak final.

“Revolusi industri tidak bisa dibendung, dan cenderung liar jika tidak hati-hati. Karena itu, Al-Quran telah memberi petujuk dalam menyikapi kemajuan zaman,” urainya.

Menurut Ana, babak final cukup rumit. Sejumlah tema materi telah disiapkan oleh juri. Dan juri-lah yang memilihkan tema untuk masing-masing peserta. Ana kebetulan mendapat tema Toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dikatakan Ana, tema tersebut cukup strategis dikumandangkan menyusul munculnya sejumlah kasus yang menisbikan adanya perbedaan.

“Toleransi adalah sebuah keharusan di tengah perbedaan agama, budaya dan golongan. Tanpa toleransi, Indonesia hanya tinggal nama,” pungkasya. (Aryudi AR).

Tags:
Bagikan:
Selasa 28 Mei 2019 21:0 WIB
Lesbumi Pekalongan Gandeng Seniman dan Bikers Isi Ramadhan
Lesbumi Pekalongan Gandeng Seniman dan Bikers Isi Ramadhan
Seniman Pekalongan di acara Lesbumi NU
Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Eko Ahmadi mengatakan, acara Kemilau Senja Ramadhan (Kesan) adalah salah satu kegiatan kebudayaan Lesbumi di bulan Ramadhan yang didukung oleh sanggar-sanggar seni dan kebudayaan. 

"Selain klub bikers, kami turut mengundang Kapolres Kabupaten Pekalongan, Pengurus PCNU, Lembaga, dan Banom NU," kata Gus Eko sapaan akrabnya saat menggelar acara Kemilau Senja Ramadhan di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Jalan Raya Karangdowo, Kedungwuni, Pekalongan, Senin (27/5).

Dikatakan, acara yang dihadiri 300 bikers dari 25 klub motor di Kabupaten Pekalongan yang telah terdaftar terdiri puluhan jenis motor, motor sport, motor matic, hingga motor bebek dari berbagai komunitas motor tampak memadati pelataran Gedung PCNU sejak pukul 16.00 WIB.

"25 klub bikers Kabupaten Pekalongan yang hadir merupakan bagian dari komunitas Bikers Bumi Santri," jelasnya.

Eko Menjelaskan, beragam kegiatan menarik dilaksanakan di acara Kemilau Senja Ramadhan. Di antaranya adalah Tari Tradisi dari Sanggar Wahyu Budoyo,  Live Music performance dari iNi Dya Band, BBS Band, Pantomim dari Sanggar Kalimino, dan CosPlay pakaian ala superhero, dan tari sufi.

"Selain kegiatan seni, acara Kesan diisi dengan aksi bagi–bagi takjil gratis di sepanjang jalan depan Gedung NU, serta buka puasa bersama, tarawih bersama, dan hikmah Ramadhan.

Gus Eko menambahkan, acara Kemilau Senja Ramadhan juga sebagai sarana silaturahim antar sesama klub bikers di Kabupaten Pekalongan. "Melalui acara ini semoga tercipta tali persaudaraan tanpa batas dari masing-masing klub bikers yang hadir," ujar Gus Eko.

Alasan Bikers Bumi Santri lebih memilih Gedung PCNU sebagai tempat acara Kemilau Senja Ramadhan, Gus Eko mengaku karena Gedung PCNU sangat sakral bagi klub-klub motor yang ada di Kabupaten Pekalongan. "Sejak dulu hingga sekarang, Gedung PCNU adalah tempat menimba ilmu dan akhlak. Tak hanya itu, Gedung PCNU juga agar familiar menjadi tempat tongkrongan warga NU khususnya anak anak muda," kata Gus Eko.

Kepada NU Online, Selasa (28/5) Gus Eko menjelaskan, terlaksananya acara Kemilau Senja Ramadhan ini dapat membuktikan bahwa hobi dapat membentuk sebuah persaudaraan, meskipun dengan latar belakang klub motor yang berbeda.

"Selain itu, acara tersebut juga menjadi bukti bahwa anak motor yang dulu terkenal dengan hal–hal negatif, kini berubah menjadi klub motor yang positif dan mau menjadi santri para kiai di NU," pungkasnya. (Muiz)
Selasa 28 Mei 2019 19:45 WIB
Selama Lima Hari Ramadhan, Kirab Koin NU Nganjuk Himpun 158 Juta
Selama Lima Hari Ramadhan, Kirab Koin NU Nganjuk Himpun 158 Juta
Nganjuk, NU Online
NU Care-LAZISNU Kabupaten Nganjuk melaksanakan Kirab Koin NU Peduli selama hari, dimulai tanggal 19-23 Mei 2019 dan mengelilingi 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk.

Direktur NU Care-LAZISNU Nganjuk, Subhan Shofwan, menjelaskan Kirab Koin dijalankan oleh pengurus NU Care-LAZISNU Nganjuk beserta relawan yang dibentuk pada bulan Ramadhan.

“Tak hanya itu. Kirab Koin NU Peduli tahun ini lebih meriah karena tidak hanya pengurus NU Care-LAZISNU saja yang berpartisipasi, namun Banom (Badan otonom) NU juga ikut serta dalam kegiatan ini, antara lain Fatayat, Muslimat, Ansor, Pagar Nusa dan lain-lain,” jelas Shofwan, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/05) malam. 

Koin NU raksasa, lanjut Shofwan, mengunjungi sekolah, masjid, dan kantor lembaga NU di masing-masing MWC (kecamatan).

“Alhamdulillah, di luar dugaan, perolehan Kirab Koin NU Peduli se-Kabupaten Nganjuk yang berjalan selama lima hari tersebut memperoleh Rp.158.203.600,” ungkapnya.

Menurutnya, tujuan dari Kirab Koin adalah untuk memberikan motivasi kepada masyarakat mulai tingkat Ranting (Desa) maupun tingkat kecamatan agar semangat untuk bersedekah, terlebih di bulan Ramadhan.

“Juga sebagai momentum untuk koordinasi gerakan Koin NU Peduli se-Kabupaten Nganjuk. Terbukti, Gerakan Koin NU Peduli selama dua tahun ini sudah memberikan kemanfaatan dan berdampak pada kepedulian NU kepada masyarakat. Dana dari Kirab Koin NU untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat.” ujarnya. 

Di sela kegiatan Kirab Koin, NU Care-LAZISNU Nganjuk juga memberikan santunan kepada yatim, janda dhuafa, dan marbot masjid.

“Seperti di hari ketiga Kirab Koin, NU Care-LAZISNU bekerjasama dengan PT Siantar Top memberikan santunan kepada sebanyak 100 Anak yatim berupa peralatan sekolah dan uang saku. Ini adalah program Beberkah (berbagi berkah),” pungkasnya. (Wahyu Noerhadi/Abdullah Alawi)

Selasa 28 Mei 2019 18:45 WIB
PMII DKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Perkuat Kembali Persatuan
PMII DKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Perkuat Kembali Persatuan
Jakarta, NU Online 
Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta mengapresiasi kinerja Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berhasil menjaga keamanan negara selepas dilaksanakannya pemilu 2019. 

Pernyataan itu mengemuka pada buka puasa bersama dan santunan anak yatim yang digelar PMII DKI Jakarta yang bertema, Merajut Persatuan Pemuda Indonesia dalam Khidmat Ramadhan di Hotel Mega, Jakarta, Senin 27 Mei 2019.

"Kami PMII DKI Jakarta sangat mendukung dan mensyukuri atas peran serta kinerja dari TNI dan Polri, khususnya Polda Metro Jaya yang terjun langsung turun ke lapangan untuk meredam situasi yang sangat tidak demokratis yang dilakukan oleh oknum-oknum atau para perusuh pada tanggal 22 Mei 2019 kemarin," ungkap Ketua PKC PMII DKI Jakarta Daud Gerung. 

Menurut dia, setelah pemilu usai, sebaiknya masyarakat Indonesia menyerahkan keputusannya kepada pihak yang secara konstitusional bertugas memutuskannya, bukan kepada pihak di luar itu. 

Lebih khusus ia menyampaikan, PMII mengajak organisasi kemahasiswaan dan pemuda untuk merajut persatuan dengan tetap menjaga silaturahim untuk Indonesia yang lebih maju. Perbedaan pilihan pada pemilu 2019 harus dihadapi dengan cara dewasa.

"Dengan adanya agenda ini kita berharap semoga pemuda Indonesia Khususnya yang tergabung dalam OKP Cipayung plus wa bil khusus kader PMII DKI Jakarta untuk mempererat tali silaturahim dalam rangka menjaga keutuhan NKRI," tutur 

Namun demikian, lanjutnya, PMII mengajak mahasiswa dan kalangan pemuda untuk introspeksi diri dan mengawal pemerintahan yang akan datang dengan mengedepankan kritik yang membangun. Termasuk proses pemilu 2019 yang telah berlangsung.  

Hadir pada kesempatan tersebut Endin AJ. Sofihara, MMA (tokoh senior PMII DKI Jakarta), Arif Rahman, (Sekjen MPN Pemuda Pancasila), Addin Jauharudin (Sekjen DPP KNPI, pemuda-pemuda OKP Cipayung plus, serta  kader-Kader PMII DKI Jakarta. (Luthfy Al-Fadani/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG