IMG-LOGO
Nasional

Ibu Sinta Ingatkan Misi Puasa Jaga Moral dan Akhlak

Rabu 29 Mei 2019 11:30 WIB
Bagikan:
Ibu Sinta Ingatkan Misi Puasa Jaga Moral dan Akhlak
Sahur bersama Sinta Nuriyah Wahid di Bondowoso
Bondowoso, NU Online
Sama seperti puasa sebelumnya, Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid kembali melakukan serangkaian kunjungan ke daerah. Kegiatan dikemas dalam sahur bareng dengan melibatkan beberapa warga kurang mampu di berbagai kota.

Saat berada di Bondowoso, Jawa Timur istri mendiang allahummayarham, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengatakan bahwa kunjungannya untuk silaturahim.

“Saya membawa misi ke sini untuk bersilaturahim, juga menyapa saudara-saudara yang kekurangan, kaum dhuafa, khususnya orang terpinggirkan agar tetap tersenyum manis dan berbagi pengalaman,” katanya di pendopo, Rabu (29/5) pagi.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Sinta (sapaan akrabnya) mengingatkan agar puasa yang dijalankan umat Islam dapat dilakukan dengan baik. “Karena puasa itu jangan sampai seperti yang disabdakan Rasulullah yakni tidak mendapatkan pahala apa-apa, kecuali lapar dan dahaga,” jelasnya.

Menurutnya, kegagalan dalam menangkap makna puasa karena tidak mengerti hakikat dari ibadah tersebut. "Itu karena mereka tidak mengerti makna dan hakikat puasa yang sesungguhnya," jelasnya.

Dalam pandangannya, makna dan hakikat puasa adalah membawa misi moral dan akhlak mulia. “Moral dan ahklak yang mulia di sini adalah kesabaran, ketakwaan, kejujuran dan sebagainya," terangnya.

Menangkap hakikat puasa semakin penting bagi bangsa Indonesia usai menggelar hajatan pemilihan umum atau Pemilu. “Setelah rakyat Indonesia melampaui masa Pemilu, diharapkan suasana tenang dan kondusif sampai pada penetapan kepemimpinan,” ungkapnya.

Karena itu Ibu Sinta mengajak semua kalangan untuk menjaga suasana tenang yang ada. “Cara menjaganya adalah harus menjaga diri kita dengan menerapkan ajaran yang dibawa puasa yaitu kejujuran, kesabaran, saling menghormat, menghargai. Karena kita adalah satu nusa, satu bangsa, satu bahasa,” tegasnya.

Ibu Sinta tidak menampik kalau di akar rumput masih terjadi perbedaan. Namun hal tersebut jangan menyebabkan perpecahan. "Jadi tidak boleh ada perpecahan, pertikain, termasuk virus kebencian,” tandasnya.

Sedangkan Bupati Bondowoso,  KH Salwa Arifin menyampaikan suasana di kawasan tersebut aman usai Pemilu. “Alhamdulilah Pemilu di sini berjalan lancar, aman dan kondusif," katanya. 

Pada kesempatan tersebut Kiai Salwa juga berterima kasih sekaligus meminta masukan bagi perbaikan di Bondowoso. “Kami selalu meminta nasihat, arahan serta pencerahan dari Ibu Sinta Nuriyah,” tandasnya.

Sahur bersama dihadiri jajaran SKPD,PCNU, Dandim 0822, Polres, Gusdurian, PMII, IPNU,dan IPPNU serta eleman masyarakat di Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Rabu 29 Mei 2019 23:0 WIB
Bersih-Bersih Suluk Lesbumi NU Lampung
Bersih-Bersih Suluk Lesbumi NU Lampung
Bandar Lampung, NU Online
Bertempat di komplek Pesantren Al Muttaqien Jalan Imam Bonjol Gang Terong No 29 Kemiling Raya Bandar Lampung, jajaran keluarga besar Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Seni Budaya dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Propinsi Lampung gelar Suluk Lesbumi Lampung dan Maiyahan Dua Lapanan dan pada bulan Ramadan ini untuk ketiga kalinya, dengan mengusung tema Bersih – Bersih, Selasa (28/5) malam.
 
Sekretaris PW Lesbumi NU Propinsi Lampung Gus Khairul Anwar menyampaikan disela – sela acara, menyampaikan, tema diatas kami jabarkan artinya di bulan suci Ramadhan 1440 H, ini kita wajib menelanjangi diri kita sendiri, menelanjangi kesombongan kita, menelanjangi keangkuhan kita, menelanjangi sifat "merasa" kita, merasa pinter, merasa cantik, merasa kaya, merasa cakep, merasa memiliki, merasa menguasai, dan merasa-merasa yang lain.
 
"Suluk Lesbumi ini memahami Bersih-bersih dalam arti hakiki, bahwa kita wajib mengenali diri kita sendiri yang kadang kala seringkali dikuasai oleh nafsu angkara murka, kemudian kita wajib menyeimbangkan antara kebutuhan Hablu Minallah dan Hablu Minnannas", tambah mahasiswa Doktoral Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung ini.
 
"Sebagai amanah struktur dan kultur kita Aswaja An-Nahdliyyah, maka wajib bagi kita sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama untuk meneguhkan dan menanamkan kembali menjadi tonggak Islam Nusantara dengan Wirid Saptawikrama" tutupnya.
 
Hadir dalam Suluk Lesbumi Lampung dan Maiyahan tokoh – tokoh NU, para aktivis muda NU, para santri, budayawan, dan lain – lain.
 (Akhmad Syarief Kurniawan/Abdullah Alawi)
Rabu 29 Mei 2019 22:0 WIB
LKSB: Tujuan Demokrasi adalah Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat
LKSB: Tujuan Demokrasi adalah Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat
Jakarta, NU Online
Intelektual muda Nahdlatul Ulama yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB), Abdul Ghopur mengatakan memahami demokrasi harus komprehensif agar  dapat mengetahui hakikat dari demokrasi tersebut. Menurutnya, demokrasi dalam arti lain bukanlah tujuan melainkan alat untuk mencapai tujuan yakni kemakmuran, kesejahteraan dan kedaulatan rakyat.  
 
Pernyataan itu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur saat menghadiri kegiatan Silaturahim dan Dialog Kebangsaan oleh Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB) dan Rumah Millenial di Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).
 
"Pertama, pemahaman demokrasi haruslah komprehensif dalam artian memahami demokrasi bukan sebatas demokrasi bukan tujuan melainkan alat, untuk mencapai tujuan. yakni keadilan kemakmuran, kesejahteraan dan kedaulatan rakyat," ujarnya.
 
Ia menjelaskan, demokrasi di berbagai belahan dunia seperti di eropa dan negara negara barat semakin maju karena sikap masyarakatnya yang dewasa dan mengerti apa itu demokrasi. Sementara di Indonesia, kata Ghopur, nyaris mengalami kemunduran, bahkan jika tidak diberikan pemahaman yang kuat soal demokrasi tersebut, sangat mungkin demokrasi di Indonesia gagal terwujud.
 
"Dalam  kontek indonesia demokrasi kita, dari sisi simbolik dan ritual nampak begitu pesat kemajuannya. Namun jauh mundur ke belakang dari sisi subtansial," ujarnya.
 
Terpenting yang harus dipahami oleh masyarakat umum, demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang menitik beratkan kepada permusyawaratan rakyat, permufakatan rakyat dan perwakilan rakyat. Selanjutnya, demokrasi di Indonesia adalah demokrasi yang mengusung nilai nilai luhur bangsa yang menjamin kerukunan dan keutuhan bangsa.  
 
"Kemudian, demokrasi kita menitik beratkan kepada keselamatan bangsa serta menjamin kepercayaan pada tuhan yang maha esa," tuturnya.
 
Ia menegaskan, demokrasi bukanlah pemicu perpecahan antar bangsa, demokrasi adalah indikator bersatunya masyarakat untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan Indonesia. Kuncinya, masyarakat harus menerima perbedaan pandangan dan legowo atas berbagai kebijakan yang telah disepakati atas nama bangsa Indonesia.

"Padahal, sebagaimana  kita ketahui, perbedaan adalah rahmat dan kita wajib mengelolanya dengan bijaksana," katanya.

Hadir pada kegiatan tersebut Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Bina Suhendra, Ketua Rumah Milenial Sahat Martin, Ketua Umum Himpunan Putra Putri Angkatan Darat (Hipakad), Hariara Tambunan, Pendeta PGI, Rommy Sormin dan puluhan peserta dari berbagai kalangan.
(Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)   
 

Rabu 29 Mei 2019 21:40 WIB
Gandeng Uncen dan Tokopedia, Kemendes Sosialisasikan Digital Marketing
Gandeng Uncen dan Tokopedia, Kemendes Sosialisasikan Digital Marketing
Jakarta, NU Online
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) bekerjasama dengan Tokopedia dan Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura melaksanakan sosialisasi dan Workshop Digital Marketing Partnership Tokopedia Corner dan Tokopedia Scholarship pada Senin (27/5) lalu di Uncen Jayapura, Papua.

Kasubdit Kemitraan Usaha pada Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal, Ditjen PDT Kemendes PDTT, Dahlia mengatakan bahwa pelaksanaan worskop ini Kemendes PDTT memfasilitasi Tokopedia dan Uncen yang nantinya diharapkan dapat membantu mengajak UMKM di Jayapura untuk bisa memasarkan produk-produknya secara online.

"Harapannya melalui Tokopedia Corner, entrepreneurship di mahasiswa Universitas Cenderawasih akan tumbuh dan berkembang serta dapat membantu dan mengajak UMKM lain di Jayapura untuk bisa memasarkan produk-produknya secara online," katanya.
 
Menurutnya, persoalan pemasaran produk di Daerah Tertinggal tidak hanya terkait aksesibilitas dan minimnya sarana prasarana. Namun juga rendahnya pengetahuan masyarakat tentang literasi digital. 

"Dengan kegiatan workshop ini sangat penting untuk melahirkan calon-calon pengusaha baru yang diharapkan bisa memajukan perekonomian daerah. Apalagi, tokopedia sudah dikenal dalam menjalankan bisnis onlinenya dalam memasarkan produk atau barang dari berbagai kalangan," katanya.

Perlu diketahui bahwa Tokopedia telah membangun program di Universitas terpilih yang memiliki misi untuk membangun inkubasi bisnis untuk pertumbuhan ekonomi wilayah setempat melalui pemasaran produk lokal secara digital. Tokopedia membentuk program untuk Universitas yaitu Tokopedia Corner dan Tokopedia Scholarship. 

Tokopedia Corner adalah sebuah tempat yang akan dibangun di Universitas untuk menjadi wadah bagi para mahasiswa yang memiliki bisnis dan ingin berjualan secara online serta tempat pengambilan barang dengan program gratis ongkos kirim bagi mahasiswa. 

Tujuan dari didirikan Tokopedia Corner ini untuk mempermudah hidup mahasiswa melalui teknologi dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi mahasiswa. Sedangkan Tokopedia Scholarship adalah program beasiswa yang didedikasikan untuk mahasiswa terbaik dari jurusan Teknik dan data. 
 
"Melalui kegiatan workshop ini, Tokopedia akan membuka Tokopedia Corner di Universitas Cendrawasih sebagai sarana promosi tenant produk lokal dan pusat pengiriman produk melalui Tokopedia," katanya.
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG