IMG-LOGO
Daerah

Tugas Sarjana NU Menyesuaikan dengan Harapan Pejuang Bangsa

Jumat 31 Mei 2019 7:45 WIB
Bagikan:
Tugas Sarjana NU Menyesuaikan dengan Harapan Pejuang Bangsa
Bondowoso, NU Online
Kemerdekaan bagi bangsa Indonesia telah dilakukan para pahlawan, terutama sejumlah kiai dan ulama. Tugas generasi muda, termasuk di dalamnya adalah para sarjana yakni menyesuaikan dengan cita-cita dan harapan para pendahulu.

Penegasan tersebut disampaikan KH Mas’ud Ali saat memberikan sambutan pada kegiatan ngabuburit dan buka bersama yang diselenggarakan Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Bondowoso, Jawa Timur.

“Ada dua hal yang mendasari berdiri Nahdlatul Ulama yakni mewujudkan kedaulatan dan kemerdekaan negeri ini,” kata Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso tersebut, Kamis (30/5). 

Dan hingga kini bangsa Indonesia telah merdeka, bahkan akan memasuki usia 74 tahun. “Artinya hari ini kita sudah merdeka," ungkapnya.

Menurut dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember ini, yang perlu diperkuat adalah mewujudkan kemerdekaan itu seperti harapan pendahulu. “Yakni bagaimana peran kita di tengah masyarakat yang harus menyesuaikan dengan cinta-cinta para pendahulu,” urainya.

Khusus kepada ISNU, dirinya berharap peran-peran intelektual di kalangan sarjana hendaknya bisa dimaksimal. “Karena inilah kepentingan yang selalu kita bawa sebagai pengurus NU di semua tingkatan,” jelasnya. 

Dirinya juga mengamanatkan semua perangkat yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama harus sejalan dan senapas dengan jamiyah ini. 

KH Mas’ud Ali turut menyampaikan data yang dihasilkan dari hasil penelitian bahwa yang banyak memproduksi kabar bohong atau hoaks adalah para sarjana. “Ini fakta yang kurang baik, karena bagaimana mungkin kalangan yang sudah memiliki intelektualitas tinggi justru melakukan tindakan tidak terpuji,” sergahnya. 

Dalam pandangannya, tersebarnya kabar bohong dan ujaran kebencian selama ini tentu menyiderai komitmen dan harapan pendiri bangsa yakni para kiai dan ulama. 

“Karenanya, kita ingin semangat dan kemauan sejalan dengan apa yang telah digariskan oleh kiai, demi menjaga keberlangsungan dan keutuhan negara serta bangsa,” harapnya.

Sedangkan untuk membedakan gerakan dalam menjaga keutuhan dan keberlangsungan bangsa sebagaimana cita-cita para muassis, maka yang harus dikedepankan sarjana NU yakni memelihara ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah.

“Jadi, tugas NU terutama para sarjananya adalah memastikan keberlangsungan negeri yang menghiasinya dengan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” tegasnya.

Menurutnya, inilah sumbangsih terbesar yang dapat dilakukan ISNU. "Jika berperan sesuai dengan semangat dan cita-cita para dahulu, maka peran ISNU akan memberikan kontribusi besar kepada bangsa dan negara, serta bagi tegaknya ajaran Ahlussunnah wal Jamaah." tandasnya.

Ketua PC ISNU Bondowoso, Mohammad Abdul Holik mengatakan, tugas organisasi memastika terselenggaranya pelantikan, rapat kerja dan pembentukan pengurus anak cabang.

"Hingga kini embrio untuk pendirian kepengurusan di 23 kecamatan akan bisa tuntas beberapa bulan mendatang,” katanya.

Menurutnya, keberadaan kepengurusan di tingkan kecamatan hingga desa sebagai ujung tombak. “Merekalah yang perlu didampingi untuk mengembangkan potensi yang ada,” ujarnya. 

Dirinya berharap kepengurusan yang ada dapat mendata seluruh sarjana NU yang kemudian diklasifikasikan sesuai keahlian yang dimiliki. “Mereka yang akan kita libatkan dalam pengembangan NU serta masyarakat,” ungkapnya.

Acara dikemas dengan diskusi yang menghadirkan Direktur Pascasarjana IAIN Jember H Abd Halim Soebahar, Honest Dody Molasy (Unej), Cristyan Agung selaku pegiat budaya.  Selanjutnya, para pengurus diagendakan bertemu dengan Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin. (Ade Nurwahyudi/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Jumat 31 Mei 2019 23:0 WIB
IPNU-IPPNU Banyumas Bentuk Kader Desainer Lewat Pesantren Desain
IPNU-IPPNU Banyumas Bentuk Kader Desainer Lewat Pesantren Desain
Peserta pesantren desain grafis IPNU-IPPNU Banyumas
Banyumas, NU Online
Di tengah-tengah perkembangan arus informasi yang serba instan, kemampuan untuk meyakinkan informasi yang menarik, singkat, dan berisi menjadi suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh kader-kader Ikatatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama  (IPPNU).

"Terlebih dengan adanya perkembangan penyajian informasi yang berbasis desain grafis atau infografis," jelas Miftahul Jannah. 

Demikian disampaikan Ketua Panitia kegiatan Pesantren Desain Pimpinan Aanak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, Miftahul Jannah kepada NU Online, Jumat (31/5) sore. 

"Kader IPNU-IPPNU harus bisa membuat desain grafis, untuk digunakan sebagai alat berdakwah di media sosial maupun mediacetak dan online," tandas Miftahul Janah. 

Selain itu, Miftahul Jannah juga menjelaskan bahwa pesantren desain ini digelar untuk menambah kreativitas kader-kader IPNU-IPPNU dalam dunia desain grafis. Pasalnya, kemampuan membuat desain grafis saat ini sangat dibutuhkan dalam berbagai hal dan peluang kerjanya masih cukup luas. 

"Ketrampilan desain grafis saat ini masih sangat diperlukan, baik dalam dunia kerja maupun dalam dunia organisasi. Fungsinya adalah untuk membuat pamflet, desain banner, spanduk, baliho atau infografis," jelasnya. 

Kegiatan pesantren pesain yang diikuti oleh 14 peserta dari perwakilan ranting dan komisariat IPNU-IPPNU di Kecamatan Cilongok ini digelar Kamis-Jumat (30-31/5) di Aula Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif NU 1 Cilongok. 

Tampak para peserta pelatihan cukup antusias dalam mengikutinya. Materi yang diajarkan dalam pelatihan meliputi desain dengan menggunakan program Corel Draw, dari mulai install aplikasi hingga membuat desain sederhana serta fotografi dengan kamera ponsel. Selain pelatihan, kegiatan pesantren desain juga dirangkai dengan buka bersama, tarawih bersama, khataman Al-Qur'an, dan sahur bersama. 

Ketua PAC IPPNU Cilongok Lianna Khoerunnisa berharap pelatihan desain grafis bisa digunakan untuk membuka lapangan kerja dan tentu harus banyak latihan di rumah agar cepat lancar.

"Mudah-mudahan dengan modal ilmu desain yang telah dipelajari bisa membawa manfaat untuk sendiri dan untuk organisasi, sehingga IPNU-IPPNU kita semakin berwarna," pungkasnya. (Kifayatul Ahyar/Muiz)
Jumat 31 Mei 2019 21:0 WIB
Kapolresta Mataram Apresiasi Ansor Gelar Dialog
Kapolresta Mataram Apresiasi Ansor Gelar Dialog
Kapolresta Mataram, AKBP Saiful Alam (tiga dari kanan)
Mataram, NU Online
Kapolres Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), AKBP Saiful Alam mengapresiasi kegiatan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Mataram yang dianggapnya luar biasa sehingga memberikan ilustrasi kebangsaan yang majemuk.

Dia juga menyampaikan tugas Polri adalah melindungi, melayani dan melakukan penegakan hukum agar semua masyarakat sama-sama haknya. "Tugas utama Polri ada tiga, yakni melindungi, melayani, dan melakukan penegakan hukum," tandasnya.

Hal itu disampaikan saat dirinya menghadiri acara PC GP Ansor Kota Mataram menggelar dialog yang dilanjutkan dengan buka bersama pascapemilu 2019 di Aula PWNU NTB Jalan Pendidikan no 6 Kota Mataram, Kamis (30/5) sore.

Lebih jauh Kapolres menjelaskan, 4 pilar komitmen dasar bangsa yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 adalah final sebagai acuan kita dalam menentukan arah bangsa agar tidak mudah terombang-ambing oleh apapun. 

Ia juga menyebutkan bahwa Hal-hal yg perlu di pertimbangkan menyangkut usai pemilu 2019 adalah situasi kondusif khususnya di kota Mataram karena tidak ada kriminal dan sejenisnya.

Perwakilan Kemenag Kota Mataram H Suwardi menyampaikan bahwa pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah Wathaniyah, dan ukhuwah Basyariyah demi NKRI. "Syarat mutlak untuk keutuhan NKRI adalah kebersamaan, akhir-akhir ini banyak golongan maupun orang yang mau merubah negara menjadi negara khilafah," ungkapnya.

Padahal Pancasila itu lanjutnya, tidak ada yang bertentangan dengan agama khusus agama Islam dari sila pertama hingga sila kelima. Semua agama lanjutnya tidak ada yang mengajarkan permusuhan, kebencian apa lagi pembunuhan, namun semua menganjurkan kasih sayang. 

"NKRI adalah rahyamt Allah SWT dan Indonesia adalah negara terunik dengan banyak agama, suku, dan budaya namun tetap hidup bersama," jelasnya 

Di Arab Saudi menurut hanya ada satu suku  yang artinya berbeda jauh dengan kemajemukan di Indonesia.

Di akhir acara seluruh yang hadir mendeklarasikan dukungan terhadap TNI-Polri untuk tetap konsisten menjaga keamanan dan keselamatan bangsa khususnya di Kota Mataram dan menolak referendum Aceh merdeka yang digagas oleh Muzakir Manaf.

Hadir Wakil Rais PWNU NTB TGH Shohimun Faesal, Rais PCNU Kota Mataram TGH Mustiadi Abhar, Kapolresta Mataram AKBP Saiful Alam, Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri, Ketua PWGP Ansor NTB H Zamroni Aziz, perwakilan Kemenag Kota Mataram H Suwardi dan puluhan OKP lintas agama serta kader Ansor Banser setempat. (Hadi/Muiz)
Jumat 31 Mei 2019 20:0 WIB
Makna di Balik Gua Hira dan Malaikat Jibril
Makna di Balik Gua Hira dan Malaikat Jibril
Kegiatan tarawih keliling NU Kabupaten Pekalongan
Pekalongan, NU Online
Gua Hira terletak di lereng Jabal Nur, suatu bukit yang berada lebih kurang 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Gua Hira adalah tempat pertama kali Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT yang diturunkan malaikat Jibril. 

Pertanyaannya, kenapa Rasulullah SAW harus ke Gua Hira dan Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu-Nya? 

Pertanyaan dilontarkan oleh mantan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah KH Syaiful Bahri saat memberikan hikmah dalam Tarawih dan Silaturahim Keliling (Tarhim) putaran terakhir di Masjid Jami' Talun, Desa Talun, Kec Talun Kabupaten Pekalongan, Kamis (30/5) malam.

KH Syaiful Bahri menerangkan, Gua Hira sebagai simbol atas pesan kepada kita semua bahwa setiap insan harus keluar dari rumah untuk mendapatkan ilmu. Ke tempat ilmu itu ada di majelis ta'lim baik di masjid, mushala, pondok pesantren, hingga perguruan tinggi. 

"PCNU Kabupaten Pekalongan sudah memiliki majelis ta'lim atau lembaga pendidikan dan pengajaran dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Dengan dukungan seluruh MWC NU hingga Ranting NU, kader kader NU akan bermanfaat dunia akherat," tegasnya.

Selanjutnya dikatakan, Malaikat Jibril yang menjadi penyampai wahyu-Nya adalah pesan untuk umat Islam, kita semua harus memiliki guru yang bersanad jelas menyambung sampai Rasulullah SAW. "Sepinya majelis ta'lim di masjid dan mushala karena banyaknya orang yang belajar dengan guru Kiai Google  dan Gus YouTube," jelasnya disambut tawa hadirin.

Guru guru yang bersanad turun temurun menyambung sampai kita semua jelas terwujud ada di Nahdlatul Ulama."Maka kita semua jangan sampai keluar dari NU agar terjaga sekaligus selamat dunia akhirat karena praktik para kiai-kiai NU telah terbukti dan teruji dalam mengamalkan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari hari," pungkasnya. 

Tarhim putaran terakhir dihadiri pengurus ranting NU se Kecamatan Talun, pengurus MWCNU Talun, Lembaga dan Banom PCNU Kabupaten Pekalongan antara lain LAZISNU, Lesbumi, LPBINU, LP Ma'arif, LTMNU, GP Ansor, dan IPNU, serta warga sekitar Masjid Jami' Talun.

Pada kesempatan itu, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) membagikan 10 paket hari raya untuk dhuafa. Sementara Ketua Lembaga Ta'mir Masjid (LTM) PCNU Kabupaten Pekalongan mengajak agar nahdliyin giat dan semangat untuk meramaikan masjid yang berjumlah 779 masjid dan 2.245 mushala yang ada di Kabupaten Pekalongan.

Kegiatan Tarhim sebelumnya juga digelar di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Lebak Barang dan MWCNU Siwalan. Acara Tarhim di akhiri dengan makan tumpeng bersama warga dan para kiai yang hadir. (Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG