IMG-LOGO
Trending Now:
Nasional

Selama Mudik, Banser Siapkan 830 Posko Mudik Mandiri

Jumat 31 Mei 2019 8:15 WIB
Bagikan:
Selama Mudik, Banser Siapkan 830 Posko Mudik Mandiri
Pendirian posko di sejumlah jalur mudik.
Surabaya, NU Online
Pengabdian tanpa batas. Mungkin inilah kalimat yang pas untuk anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai pasukan inti dari  Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Meskipun mayoritas warga sibuk dengan persiapan mudik dan kegiatan lain, tidak demikian dengan Banser.

“Satuan khusus Balantas atau Banser Lalu Lintas dibantu satuan lainnya seperti Basada yakni Banser Kesehatan hampir di semua daerah khususnya Jawa dan Sumatera  justru mempersiapkan posko mudik mandiri,” kata H Alfa  Isneini, Kamis (30/5). Itu dilakukan untuk membantu pengguna jalan yang akan mudik ke kampung halaman, lanjutnya.         

Menurut Kepala Banser Nasional tersebut, di sepanjang jalan, mulai dari ibu kota Jakarta hingga kabupaten telah berdiri posko dengan berbagai fasilitas. “Fasilitas istirahat, tempat shalat, toilet, bengkel, pijat refleksi, makan ringan dan lainnya, termasuk tambal ban,” ungkap Alfa. 

Dijelaskan bahwa pendirian posko mudik sudah berlangsung sejak lama, yakni setiap Idul Fitri tiba. “Selain mendirikan posko singgah atau istirahat mandiri, Banser juga bergabung  dengan pihak kepolisian untuk menjaga posko mudik yang digelar Kepolisian bersama komponen masyarakat lain,” terangnya. 

Atas partisipasi ini beberapa kali Pimpinan Pusat GP Ansor sebagai penanggung jawab kegiatan mendapat penghargaan dari Kapolri.

"Nawaitu atau niat kami untuk membantu masyarakat. Penghargaan dari Kapolri itu justru menjadi motivasi kami untuk meningkatkan pengabdian kepada masyarakat," ungkapnya.

Dari data yang dihimpun, tahun ini setidaknya ada 830 posko musik. “Awalnya kita persiapkan 380 pos.Namun dalam perkembangannya telah berdiri sekitar 830 lebih posko yang didirikan oleh Banser,” jelasnya. 

Sejumlah posko yang ada dikoordinasikan pimpinan wilayah di masing-masing daerah dan pimpinan cabang dan dikendalikan pimpinan pusat GP Ansor. 

“Contohnya di Jawa Tengah saja udah berdiri lebih dari 300 posko, baik yang didirikan di jalur pantai utara atau Pantura maupun jalur tengah dan jalur selatan,” urainya. Belum lagi di kawasan Jawa Barat, Yogjakarta dan Jawa Timur hingga Sumatera, lanjutnya.              

Disinggung soal dana, Alfa memastikan seluruh posko didirikan secara mandiri. "Namanya saja posko mandiri. Jadi semua biaya ditanggung Banser dan bantuan warga sekitar, " katanya.

Dan untuk memudahkan koordinasi, lanjut Alfa, posko didirikan di tempat strategis yang dekat masjid dan mushalla, atau pom bensin. "Dipilih tempat-tempat itu untuk menudahkan pemudik yang ingin istirahat setelah menempuh perjalanan jauh," terangnya.       

Dirinya juga mengemukakan bahwa ada juga yang gabung dengan posko polisi. “Tidak semua daerah bikin posko sendiri. Sebagian gabung dengan posko yang didirikan kepolisian. Misalnya di Kediri dan sekitarnya, Banser gabung dengan pihak kepolisian," ungkapnya.

“Intinya pengabdian anggota bisa di mana-mana, termasuk membantu posko yang didirikan polisi," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Yaqut Cholil Qomas.          

Posko-posko ini akan beroperasi mulai akhir Mei sampai 12 Juni. 

"Kami berharap warga pengguna jalan bisa memanfaatkan dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Karena posko-posko yang didirikan Banser menyediakan berbagai fasilitas,” ungkapnya.

Menurut Gus Yaqut, di setiap posko disediakan P3K, ambulance, bengkel, pijat refleksi, kamar mandi, masjid, halaman parkir, tempat makan 24 jam, dan tambal ban. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)                  .

Bagikan:
Jumat 31 Mei 2019 21:20 WIB
Kemendes Dorong Pemasaran Produk UMKM Secara Online
Kemendes Dorong Pemasaran Produk UMKM Secara Online

Jakarta, NU Online

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerjasama dengan marketplace Shopee dan Universitas Tadulako menggelar workshop literasi e-commerce untuk para pelaku UMKM di daerah tertinggal pada Rabu (29/5) lalu di Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam workshop ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM berasal dari Kabupaten Donggala dan Sigi yang membawa produk masing-masing dari desanya. Para pelaku UMKM yang menjadi peserta tersebut diberikan pelatihan dengan mendapatkan materi tentang tips berjualan secara online yakni teknik foto produk yang bagus dan juga cara membuat deksripsi produk agar dapat menarik perhatian konsumen sehingga dapat mengakses ke pasar yang lebih luas.

Staf Ahli Menteri bidang pembangunan ekonomi lokal Kemendes PDTT Ekatmawati mengatakan bahwa persoalan pemasaran produk di Daerah Tertinggal tidak hanya terkait aksesibilitas dan minimnya sarana prasarana, namun juga rendahnya pengetahuan masyarakat tentang literasi digital.

"Dalam era ini, digitalisasi ini sangat penting bagi para pelaku UMKM di daerah tertinggal untuk memasarkan produknya. Karena itu, dengan kegiatan workshop yang bekerjasama dengan Shopee ini diharapan dapat mendorong perkembangan pemasaran produk-produk para pelaku UMKM di daerah tertinggal secara online," kata Ekatmawati yang dalam workshop ini didampingi oleh Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal dari Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) Kemendes PDTT, Bahartani Lamakampali.

Lebih lanjut Ekatmawati mengatakan bahwa kerjasama Kemendes PDTT melalui Ditjen PDT dengan Shopee dan Universitas Tadulako telah menghasilkan sebuah komitmen untuk menggerakan UMKM di daerah tertinggal untuk Go-Online.

"Dari pihak Shopee dan pihak universitas telah berkomitmen untuk bersama-sama mendorong atau menggerakan para pelaku UMKM di daerah tertinggal untuk memasarkan produknya secara online. Untuk Universitas Tadulako akan membantu melalui kegiatan KKN yang diharapkan mahasiswanya dapat membantu dan mengajak UMKM lain untuk bisa memasarkan produk-produknya secara online," katanya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal Ditjen PDT Kemendes PDTT Bahartani Lamakampali menambahkan bahwa selain literasi e-commerce yang diberikan Shopee kepada pelaku UMKM di daerah tertinggal, Shopee Indonesia juga memiliki program Kreasi Nusantara yang merupakan platform khusus didekasikan bagi UMKM untuk memamerkan rangkaian produknya.

"Program ini tujuannya untuk memberikan wadah bagi UMKM agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas dalam memasarkan produknya secara online," katanya.

Jumat 31 Mei 2019 18:0 WIB
Rais Aam PBNU Sebut Dua Kategori Pemudik
Rais Aam PBNU Sebut Dua Kategori Pemudik
Jakarta, NU Online 
Rais Aam PBNU KH MIftachul Akhyar menyebut dua kriteria pemudik. Dua kriteria tersebut diambil dari bahasa Arab yang bunyinya dengan kata mudik yaitu adhaa dan adha’a, yang satu berakhiran dengan huruf hamzah, yang satu lagi dengan ‘ain. 

“Kepada Mukminin-mukminat, Muslimin-Muslimat, Nahdliyin dan Nahdliyat, shaimin-shaimat, saya ucapakan selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan,” katanya di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (30/5), sebelum menjelaskan dua kategori pemudik tersebut.

Kiai asal Surabaya, Jawa Timur ini kemudian men-tashrif-nya, adhaa-yudhiu. Jika huruf terakhirnya menggunakan 'ain, berarti menyia-nyiakan. Dengan demikian, mudik kategori ini adalah melakukan perbuatan yang sia-sia di perjalanan atau saat tiba di kampung halaman. 

Karena kerja di Jakarta lama, kemudian mudik, hartanya dihabiskan di kampung dengan cara foya-foya, bersenang-senang, unjuk atau pamer kekayaan dan ingin dipuji orang lain," katanya.

Sementara adhaa yang kedua, yang berakhir huruf hamzah, berarti menerangi. Dengan demikian, pemudik kategori ini dari perantauannya, ia membawa kebaikan untuk kampung halamannya, menularkan cahaya bagi saudara, tetangga-tetangganya, sahabat-sahabatnya dengan ilmu atau keahlian atau peluang yang didapat dan dikuasainya.

Kalaupun ia memiliki harta, digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan atau disumbangkan kepada pembangunan sarana ibadah, pendidikan dan fasilitas umum yang bermanfaat. 

Sebelumnya ia juga mengingatkan bahwa tiap bulan suci Ramadhan selalu ada lailatul qadar, yaitu suatu malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Artinya seribu adalah sarat atau penuh dengan kebaikan. 

Istilah seribu, kata dia, dalam tradisi masyarakat Arab mengacu kepada sesuatu yang jumlahnya banyak atau tidak terhitung. 

“Kebiasaan orang Arab waktu itu sering menyebutkan atau menunjukkan sesuatu yang tak terhingga dengan bilangan alf yang artinya seribu.

Menurut Kiai Miftach, untuk meraih lailatul qadar, seseorang harus mempersiapkannya sejak jauh hari, bukan dimulai dari akhir bulan Ramadhan. Bahkan, menurut dia, persiapannya dilakukan dari awal bulan puasa, enam bulan sebelumnya, dari awal Syawal tahun lalu, dan bahkan sepanjang usia. (Abdullah Alawi)
 

Jumat 31 Mei 2019 17:15 WIB
Nyai Sinta Nuriyah Ajak Masyarakat Amalkan Ajaran Puasa
Nyai Sinta Nuriyah Ajak Masyarakat Amalkan Ajaran Puasa
Kegiatan Bukber Nyai Sinta Nuriyah di Mojokerto, Jatim
Mojokerto, NU Online
Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid mengajak seluruh umat Islam untuk memanfaatkan masa akhir Ramadlan 1440 H untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbaiki budi pekerti menuju insan kamil serta mengamalkan ajaran puasa itu sendiri. 

Di antara cara mengamalkan ajaran puasa tersebut yaitu dengan meningkatkan toleransi dan budi pekerti yang luhur, serta menjaga persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia yang majemuk.

"Kaum muslim hendaknya menambah keimanan, dengan menambah keimanan dan ketaqwaaannya kepada Allah SWT serta melaksanakan apa yang diajarkan bulan Puasa kepada kita semua, yaitu moral dan budi pekerti yang luhur," katanya.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan buka bersama (bukber) dengan Komunitas Gusdurian Mojokerto di Gereja Kristen Jawi Wetan di Jalan Jatikulon, Lengkong, Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto bersama sekitar seribu orang dari lintas agama, Kamis (30/5).

Menurut istri Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid ini, indikasi lain dari ajaran puasa yaitu berhenti menyebar kabar bohong. Karena puasa sendiri berarti menahan diri. Hal ini sejalan dengan tujuan puasa dalam Al-Qur'an yaitu menuju manusia bertakwa. Akhlak insan bertakwa selalu menjaga hubungan baik dengan manusia dan sang pencipta. 

Ia juga menyerukan agar persatuan terus dijaga di tengah hiruk pikuk upaya pecah belah yang terus digencarkan oleh pihak-pihak tertentu. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menyebarkan secara masif kabar hoaks di media sosial

"Jangan kita saling memfitnah. Sudahi menyebarkan berita bohong. Karena kita ini satu, Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia," tambah Sinta.

Baginya, cara efektif menjaga persatuan Indonesia yakni komitmen diri saling memahami dan terus menerus mengajak semua pihak untuk memegang teguh persatuan. Hal ini guna menangkal berita-berita bohong dan fitnah yang terus bertebaran.

"Mari kita saling menghormati, saling memahami, kita harus hidup rukun, dan selalu menjaga Indonesia," tukasnya. (Syarif Abdurrahman/Muiz

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG