IMG-LOGO
Nasional

Habib Luthfi Tunaikan Zakat Fitrah 200 Ton Beras

Ahad 2 Juni 2019 20:45 WIB
Bagikan:
Habib Luthfi Tunaikan Zakat Fitrah 200 Ton Beras
Kegiatan distribusi zakat fitrah di rumah Habib Luthfi tahun lalu
Pekalongan, NU Online
Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thriqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya tunaikan zakat fitrah sebanyak 200 ton beras.

Zakat fitrah yang dikeluarkan merupakan zakat dari kantong prbadi untuk diberikan kepada golonngan masyarakat yang sangat membutuhkan sebagaimana yang telah berlangsung pada tahun-tahun sebelumnya.

Asisten pribadi (Aspri) Habib Luthfi bin Yahya, H Abdul Malik kepada NU Online, Sabtu (1/6) mengatakan, Habib Luthfi tahun 1440 Hijriyah ada peningkatan zakat fitrah dibanding tahun sebelumnya. "Ada peningkatan yang cukup besar dari tahun sebelumnya," ujarnya singkat.

Dikatakan, dari 200 ton beras yang dikeluarkan, sebagian sudah didistribusikan kepada warga terdampak rob di kawasan Kecamatan Pekalongan Utara melalui Muslimat NU.

"Sebagian memang sudah didistribusikan lebih awal, mengingat kondisi masyarakat yang membutuhkan, di samping gudang penyimpanan beras dan waktu tidak mencukupi jika semuanya dikeluarkan pada malam Idul Fitri," papar H Malik panggilan akrabnya.

Dijelaskan, selain kepada masyarakat terdampak rob, Habib Luthfi bin Yahya yang juga Ketua Forum Ulama Sufi Dunia ini juga menyalurkan zakatnya kepada panti-panti asuhan, pondok pesantren, dan polsek yang ada di Kota dan Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Pemalang.

"Untuk pendistribusiannya, Habib Luthfi dibantu puluhan santri dan armada truk dari TNI dan Polri Pekalongan serta puluhan mobil kecil hingga dini hari," jelasnya.

Menurut H Malik, Habib Luthfi mengeluarkan zakat fitrah dipersiapkan jauh sebelum bulan Ramadhan tiba. Di mana pengumpulan beras zakat fitrah sebanyak 200 ton tidak bisa dilakukan dengan tiba-tiba, harus pesan terlebih dahulu, agar pada saatnya dibutuhkan, beras sudah siap untuk didistribusikan.

"Jadi perlu waktu, apalagi tahun ini cukup banyak beras yang dikeluarkan untuk masyarakat khususnya di kawasan terdampak rob," tuturnya.

Lebih lanjut H Malik menjelaskan, tahun ini 1440 Hijriyah, besaran zakat sengaja dinaikkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan Pekalongan Utara yang sejak dua bulan terakhir selalu dilanda rob. Dengan zakat fitrah dari Habib Luthfi diiharapkan dapat sedikit mengurangi beban penderitaan khususnya pada hari raya Idul Fitri.

"Jangan sampai mereka sudah menderita karena air tidak surut, kemudian tidak terpenuhi kebutuhan pangan, itu yang dikhawatirkan Habib Luthfi," pungkasnya. (Muiz)  
Bagikan:
Ahad 2 Juni 2019 15:30 WIB
Gelar Bukan Inti, Pembumian Pemikiran KH Ahmad Siddiq Lebih Penting
Gelar Bukan Inti, Pembumian Pemikiran KH Ahmad Siddiq Lebih Penting

Jember, NU Online
Peresmian Kampung Pancasila di kompleks Pondok Pesantren Asshiddiqi Putera (Astra) Talangsari, Jember diharapkan dapat memberikan ‘nilai tambah’ bagi masyarakat terkait dengan semangat meneladani figur KH Ahmad Siddiq. Bukan semata-mata dipandang sebagai bagian dari upaya pengusulan untuk meraih gelar pahlawan nasional bagi almarhum KH Ahmad Siddiq.

Harapan tersebut diungkapkan Ketua Pusat Pengembangan Pendidikan Karakter Ideologi Kebangsaan (P3KIK) Universitas Jember, Achmad Taufiq kepada NU Online usai memberikan sambutan dalam acara Peresmian Kampung Pancasila di kompleks Pondok Pesantren Asshiddiqi Putera (Astra) Talangsari, Lingkungan Kulon Pasar, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Sabtu (1/6).

Menurutnya, peresmian Kampung Pancasila itu merupakan langkah konkret dan strategis untuk mengintegrasikan agenda pengusulan KH. Achmad Siddiq sebagai pahlawan nasional dengan agenda sosialisasi pemikiran besar beliau yang diwujudkan dalam bentuk Kampung Pancasila.  

“Kampung Pancasila ini semacam menjadi pusat transformasi dalam rangka membumikan pemikiran besar beliau, mengharmonisasikan hubungan antara Islam dan Pancasila. Itu pemikiran beliau yang sangat besar," ucapnya.

Ia menambahkan, justru yang tak kalah pentingnya untuk terus ditanamkan di tengah-tengah masyarakat adalah pemikiran besar KH Ahmad Siddiq yang sejuk, jernih, dan egaliter dalam menyikapi hubungan antara Islam dan Pancasila.

“Itu penting, bahkan sangat penting direnungkan dan diamalkan saat ini, dimana issu pertentangan Islam dan negara (Pancasila), selalu di hembuskan oleh kelompok radikal,” lanjutnya.

Dalam pandangan Taufiq, sesungguhnya  gelar pahlawan yang  diusulkan untuk KH Ahmad Siddiq, muaranya adalah peringatan atau revitalisasi pemikiran-pemikiran beliau terkait dengan  Pancasila dan kebangsaan. Harapan besarnya adalah  teciptanya pemahaman yang lengkap antara  Islam dan Pancasila.

“Saya kira KH Ahmad juga menginginkan  seperti itu. Saya yakin KH Ahmad dan keluarganya tidak pernah mengharapkan gelar pahlawan. Tapi yang jauh lebih penting adalah gagasan dan pemikiran  beliau tersosialisasi dengan baik, sehingga masyarakat aman dan damai. Soal gelar, hanya sekadar simbol  ‘pengigat’ bagi masyarakat,” urainya. (Aryudi AR).

Ahad 2 Juni 2019 11:30 WIB
Kampung Pancasila Diharap Tidak Sekadar Formalitas
Kampung Pancasila Diharap Tidak Sekadar Formalitas

Jember, NU Online
Tidak gampang untuk menyamakan persepsi para ulama, bahkan umat Islam bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. Apalagi saat itu umat Islam sangat sensitif terkait gagasan pemerintah yang ingin menempatkan Pancasila sebagai azas tunggal bagi semua organisasi, termasuk partai politik. Namun KH Ahmad Siddiq, bisa. Meskipun peran itu bukan monopoli KH Ahmad Siddiq, tapi kenyataanya, putera terbaik Jember tersebut, sangat dominan perannya.

Usaha dan perjuangan KH Ahmad Siddiq yang tidak gampang tersebut diakui oleh Bupati Jember, Jawa Timur, Faida.

"Perjuangan (beliau) ini hanya mencapai satu mufakat, bahwa Pancasila adalah azas tunggal yang menjadi dasar negara. Bangsa Indonesia menikmati bersama hasil mufakat tersebut. Menyebabkan kita rukun dan damai,” tutur Faida saat memberikan sambutan dalam Peresmian Kampung Pancasila di kompleks Pondok Pesantren Asshiddiqi Putera (Astra) Talangsari, Lingkungan Kulon Pasar, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Sabtu (1/6).

Faida menjelaskan, penetapan Kampung Pancasila tersebut terinspirasi dari  perjuangan KH Ahmad Siddiq dalam membela Pancasila sebagai ideologi tunggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga diharapkan spirit perjuangan beliau akan terus  mengalir di dada generasi muda.

"Kami menginginkan hal tersebut tersosialisasi kepada generasi muda untuk memperkuat semangat kebangsaan kita, semangat NKRI melalui ajaran besar KH. Ahmad Siddiq," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Faida menyerahkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang penetapan Kampung Pancasila kepada Pengasuh Pondok Pesantren Astra, KH Muhammad Balya Firjoun Barlaman (putera KH Ahmad Siddiq). Gus Firjoun menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Jember yang berusaha melestarikan ‘peninggalan’ KH Ahmad Siddiq dalam bentuk penetapan Kampung Pancasila, yang merupakan bagian dari syarat pengusulan beliau untuk  memperoleh gelar pahlawan nasional.

“Ini menjadi pemicu bagi kami untuk bisa melanjutkan pemikiran, perjuangan, serta wawasan yang beliau lakukan untuk bangsa,” ujarnya.

Ia berharap agar penetapan Kampung Pamcasila itu tidak sekadar formalitas untuk larut dalam keharuan memperingati Hari Lahir Pancasila (1 Juni). Namun diharapkan semangat perjuangan KH Ahmad Siddiq bisa menjalar kemana-mana, sehingga bangsa Indonesia tetap aman, damai, dan menghargai keanekaragaman. (Aryudi AR).

Ahad 2 Juni 2019 10:45 WIB
Habib Luthfi: Lebaran Perbanyak Silaturahim
Habib Luthfi: Lebaran Perbanyak Silaturahim
Habib Luthfi di Posko Mudik Banser Kota Pekalongan
Pekalongan, NU Online
Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfy bin Yahya meminta kepada masyarakat memanfaatkan lebaran untuk memperbanyak silaturahim.

"Saya berpesan kepada masyarakat untuk memperbanyak silaturahim pada lebaran, menyambut kemenangan umat Islam di Idul Fitri bukan untuk kemenangan sesaat, akan tetapi yang lebih penting kemenangan membangun jiwa dengan menghindari hal-hal yang kurang terpuji," ujarnya.

Pesan itu disampaikan Habib Luthfi bin Yahya yang juga Ketua Forum Ulama Sufi Dunia itu saat dirinya melakukan kunjungan di Pospam Mudik Lebaran di area Monumen Pekalongan, Jawa Tengah bersama TNI, Polri, dan Banser, Sabtu (1/6).

Habib Luthfi juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak membunyikan petasan, jika memang harus dibunyikan, tolong agar ditempatkan di tanah lapang, jangan di jalan atau di perkampungan. Karena hal itu bisa mengganggu suasana lebaran.

"Masyarakat kita belum sepenuhnya mampu membedakan mana suara petasan mana suara senjata, sehingga hal itu bisa membingungkan. Tentu yang saya khawatirkan hal ini akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin membuat kekacauan," pintanya.

Dikatakan, selama kegiatan pengamanan arus mudik dan balik, pihak TNI, Polri, dan Bnaser yang sedang bertugas harus tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan terjadi. Hal ini penting dilakukan, agar petugas tidak terlena.

"Saya berharap, kita harus bisa menjadi contoh sebagai masyarakat yang baik," pungkasnya.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Tudy mengatakan, Habib Luthfi tidak pernah absen hadir di Pospam Mudik Lebaran. Selain silaturrahim, kehadiran Habib Luthfi untuk memberikan motivasi dan suntikan semangat, bahkan juga menyempatkan ikut mengatur arus lalu lintas dan ikut mendorong bis yang mogok.

"Habib Luthfi merupakan sosok yang sangat luar biasa, di tengah kesibukannya sebagai ulama, beliau selalu meluangkan waktu untuk mensupport TNI, Polri, dan Banser yang sedang bertugas di lapangan," ujarnya.

Ikut hadir mendampingi Habib Luthfi jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan, yakni Rais Syuriyah, KH Zakaria Ansor, Wakil Rais, KH Zimam Hanifun Nusuk, Katib KH Hasan Suaidi, dan Ketua PCNU, H Muhtarom. (Muiz)   
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG