IMG-LOGO
Daerah

Zakat Fitrah dengan Uang? Ini Semestinya Jumlah yang Harus Dikeluarkan

Senin 3 Juni 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Zakat Fitrah dengan Uang? Ini Semestinya Jumlah yang Harus Dikeluarkan
Ilustrasi (Ist.)
Pringsewu, NU Online
Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Lampung KH Munawir mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak dijumpai seseorang yang berzakat (muzakki) melakukan praktik talfiq (mencampuradukkan madzhab) dalam berzakat.

"Praktik talfiq yang sering terjadi adalah ketika seseorang akan berzakat dengan menggunakan uang. Dari empat madzhab, hanya madzhab Hanafi yang memperbolehkan zakat menggunakan uang," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa seseorang yang akan berzakat menggunakan uang juga harus menyesuaikan diri dengan ukuran Imam Hanafi yakni senilai dengan harga kurma sebagai patokan yakni sebanyak 3,8 kilogram. Hal ini dilakukan untuk menghindari talfiq yang hukumnya diperselisihkan oleh para ulama.

"Kalau harga umum kurma Rp. 30.000/kilogram, maka orang yang akan menunaikan zakat fitrah menggunakan uang harus membayar Rp. 114.000/jiwa," terangnya.

Menghadapi kondisi ini, Kiai Munawir memberikan solusi alternatif bagi muzakki yang akan menunaikan zakat fitrah dengan uang, untuk membeli beras terlebih dahulu. Amil zakat pun bisa menyediakan beras untuk dibeli oleh para muzakki terlebih dahulu, kemudian mereka menyerahkannya kepada amil.

Pemaparan tentang tata cara berzakat dalam perspektif ilmu fikih ini disampaikannya saat memberikan materi pada Ngaji Ahad (Jihad) di aula kantor PCNU Pringsewu, Ahad (2/6).

Kiai munawir juga menjelaskan bahwa zakat merupakan ibadah yang memiliki perbedaan khusus dengan ibadah-ibadah wajib lainnya. Jika ibadah wajib lainnya masih ada pengecualian untuk tidak melaksanakannya semisal tidak adanya kewajiban anak belum baligh untuk shalat, kewajiban haji bagi yang mampu saja, namun zakat diwajibkan bagi semua umat Islam yang masih hidup.

"Zakat kewajiban setiap individu. Tidak seperti ibadah lain yang ada keringanannya," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini.

Perbedaan lainnya menurutnya juga terletak pada manfaat yang didapat setelah menunaikan ibadah zakat. Disamping seseorang mendapat pahala untuk dirinya sendiri setelah melaksanakan kewajiban zakat, ia juga bisa memberi manfaat dan membahagiakan orang lain.

"Maka di antara hikmah melaksanakan zakat terutama zakat fitrah adalah adanya kebahagiaan pada Hari Raya Idul Fitri bagi seluruh umat Islam baik yang kaya maupun yang miskin," terangnya.

Sementara fungsi dari zakat itu sendiri lanjutnya, adalah sebagai cara untuk mensucikan harta jika itu merupakan zakat mal, dan mensucikan diri jika itu merupakan zakat fitrah.

Zakat fitrah juga merupakan penyempurna ibadah puasa karena memang hanya dilaksanakan di bulan suci Ramadhan. Hal ini ditegaskan Nabi SAW dalam haditsnya yang menyebutkan bahwa puasa seseorang masih berada antara langit dan bumi. Belum bisa naik ke langit sebelum orang tersebut menunaikan zakat fitrah. (Muhammad Faizin)
Tags:
Bagikan:
Senin 3 Juni 2019 23:0 WIB
Ada 3000 Personil Banser Brebes Bantu Pemudik Lebaran
Ada 3000 Personil Banser Brebes Bantu Pemudik Lebaran
Posko mudik Banser di Ketanggungan, Brebes
Brebes, NU Online
Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Brebes, Jawa Tengah menerjunkan lebih kurang 3000 personil untuk membantu Pemudik lebaran 1440 Hijriyah.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Brebes, Ahmad Munsip Maksudi menjelaskan, sebagai pusat koordinasi dan konsolidasi kegiatan,  Ansor-Banser Brebes tahun ini membuat 19 posko mudik yang dikoordinasi masing-masing Satkoryon.

Tersedianya Posko Mudik Banser diharapkan bisa membantu para pemudik yang mau istirahat melepas lelah dan lain-lain. Posko mudik Banser Brebes juga ada ta'jil gratis dan cukur rambut gratis untuk pemudik.

"Kami bangga melihat antusias dan kerelaan anggota Ansor dan Banser Brebes memiliki rasa kepedulian dan empati tinggi untuk membantu sesama," ujar Munsip di sela peninjauan Posko, Ketanggungan, Brebes, Senin (3/5).

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Brebes HM Ikhwan HMS mengatakan, tahun ini Satkorcab BANSER Brebes menurunkan 3000-an lebih kader yang bertugas di masing-masing Posko secara bergiliran setiap 8 jam. 

"Saya bersama jajaran PC GP Ansor langsung monitoring kesiapan dan keadaan posko di masing-masing Satkoryon. Alhamdulillah  buka 24 Jam selama posko mudik digelar," tutur Kang Ikhwan panggilan akrabnya.

Dia berharap, semoga sahabat-sahabat Banser yang bertugas diberi kesehatan, kelancaran, dan Kelancaran. Dikatakan, Banser sebagai kader inti dari GP Ansor serta garda terdepan Nahdlatul Ulama, diharapkan bisa bermanfaat untuk sesama manusia. Memiliki sifat gemar menolong karena sesuai arti dari kata Ansor yang bermakna penolong. 

"Jadi setiap kader Ansor dan Banser wajib memiliki sifat dan sikap suka menolong. Dan adanya Posko Mudik ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk menolong bagi para pemudik yang mau bersilaturahmi dengan keluarga, handai taulan, serta kerabatnya di kampung halaman," tambah Kaji Ikhwan. 

Di sela kunjungan ke Posko Satkoryon Banser Ketanggungan, Kepala Sekretariat Markas (Kasetma) Satkoryon Banser Ketanggungan Ahmad Fauzan El Azizi menuturkan, Posko Banser Ketanggungan dijaga lebih dari 10 personil setiap shift bahkan ketika malam hari bisa berdatangan 25-30 personil. Posko mulai beroperasi sejak H-5 dan sampai H+5

"Posko Banser di sini sangat membantu pemudik, sebagai pusat informasi bagi para pemudik yang kebingungan arah, juga menyeberangkan para pemudik yang mau istirahat. Kebetulan Posko mudik kami ada di tikungan tajam, di samping membantu para pemudik juga membantu masyarakat yang berlalu lalang menyeberang," ucapnya. (Wasdiun/Muiz)

Senin 3 Juni 2019 19:30 WIB
Keberadaan Posko Mudik Bentuk Pengabdian NU kepada Umat
Keberadaan Posko Mudik Bentuk Pengabdian NU kepada Umat
Salah satu Posko Mudik di sejumlah daerah.
Lamongan, NU Online
Seakan tidak ingin kehilangan momentum untuk menjadi pelayan umat, sejumlah posko mudik didirikan sepanjang jalan yang akan dilewati warga ketika hendak pulang ke kampung halaman. Demikian pula yang dilakukan Majelis Wakil Cabang  Nahdlatul Ulama  (MWCNU) Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Keberadaan posko mudik ini mudah-mudahan bisa membantu saudara-saudara kita yang sedang mudik lebaran, untuk sekedar istirahat di posko ini sehingga bisa kembali fresh dalam perjalanan mudiknya, dan bisa sampai tujuan dengan selamat,” kata H Masruri, Ahad (2/6). 

Menurut Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Paciran, Lamongan tersebut, keberadaan posko mudik sebagai bagian dari khidmat kepengurusan NU kepada umat. “Ini sebagai bentuk pengabdian NU terhadap umat,” jelasnya.

Sementara H Farihi selaku Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Paciran menyampaikan kehadiran posko demi memastikan perjalanan mudik sesuai harapan.

“Bahwa posko mudik ini bertujuan memberikan pelayanan kepada pemudik dengan memberikan tempat istirahat,” katanya. 

Menurutnya, selama di posko, pengendara dan penumpang memperoleh pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pemijatan relaksasi. “Juga memfalisitasi penerimaan pelaporan tindak kejahatan selama mudik lebaran, dan memberikan pelayanan tempat shalat dan toilet,” urainya.

Menurutnya, di musim mudik lebaran tahun 2019 ini posko mudik berada di halaman kantor MWCNU Paciran. “Keberadaannya sangat strategis karena berada di 250 meter sebelah barat dari Mapolsek Paciran dan satu kilo meter sebelum Wisata Bahari Lamongan (WBL) yang selalu ramai pengunjung pada musim liburan maupun lebaran,” ungkapnya. 

Posko dibuka 24 jam  selama sepekan sejak Ahad hingga Sabtu (2-8/6). Keberadaannya didukung para personel badan otonom NU seperti Banser, Denwatser, CBP, KKP, Pagar Nusa, dan NU Care-LAZISNU. 

“Selama sepekan saat musim lebaran ini, para petugas akan dibagi secara bergantian dengan tiga sift perhari,” jelasnya. 

Posko mudik dibuka Ahad (2/6) sore oleh H Masruri selaku Ketua MWC NU Paciran. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan group Drumband Mbesali Paciran. 

Warga Paciran dan para pemudik yang melintas di depan Posko Mudik merasa terhibur dengan penampilan group drumband itu dan  merasa senang dengan dibagikannya bingkisan takjil. Kegiatan dipungkasi dengan buka puasa bersama para pengurus beserta undangan. 

Sebelumnya juga digelar Gerebek Sahur yang menyisir tujuh rumah sakit dan balai kesehatan di wilayah Kecamatan Paciran. Kegiatan berlangsung sebelum waktu sahur guna membagikan 250 bingkisan makan untuk keluarga pasien.  Aksi simpatik itu mendapat apresiasi dari beberapa pihak, terutama para keluarga pasien yang sedang opname. (Ried/Ibnu Nawawi

Senin 3 Juni 2019 18:0 WIB
Mudik 2019 Lancar, Ansor Jateng Sebut Berkat Kemajuan Infrastruktur
Mudik 2019 Lancar, Ansor Jateng Sebut Berkat Kemajuan Infrastruktur
Posko Mudik Ansor-Banser Kudus, Jateng
Kudus, NU Online
Lancarnya arus mudik tahun ini disebut sebagai keberhasilan pembangunan infrastruktur yang massif oleh Pemerintah RI selama 4  tahun terakhir ini.

"Harus kita akui, infrastruktur yang dibangun pada masa Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla turut membantu kelancaran mudik lebaran tahun ini," ujar Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP)  Ansor Jawa Tengah, HM Fahsin Fa’al, di Kudus Senin (3/6).

Hal itu disampaikan HM Fahsin Fa’al saat monitoring di Posko Mudik Ansor-Banser Kudus Jl Pantura Raya Kudus-Pati KM 05 Ngembalrejo, Bae, Kudus, Jawa Tengah.

“Mudik terpantau lancar semua, entah ini efek baiknya infrastruktur atau apa, tapi kami hampir tidak menemukan titik macet di manapun jalur mudik di wilayah Jawa Tengah,” kata Fahsin.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya telah melakukan pantauan di seluruh jalur mudik di Jawa Tengah, seperti jalur Pantai Utara (Pantura), Pantai Selatan (Pansela), Jalur Solo Raya, Semarang-Wonogiri, dan sebagainya semuanya berjalan cukup baik.

“Kami jajaran Pimpinan Wilayah GP Ansor Jateng bagi tugas untuk sebisa mungkin memantau semua jalur mudik di Jawa Tengah, memastikan kelancaran mudik,” imbuhnya.

Ia juga mengaku cukup puas dan bangga dengan pengabdian anggota Ansor-Banser di cabang yang dilewati jalur mudik. Menurutnya banyak posko mudik Ansor-Banser yang kreatif dan lengkap menyediakan kebutuhan pemudik.

Dijalur Pantura, lanjutnya, seluruh Pimpinan Cabang Ansor mulai dari Brebes hingga Lasem mendirikan posko mudik dengan beraneka ragam pelayanan mulai tempat istirahat hingga bengkel.

“Posko mudik Ansor Jateng yang berjumlah 336 posko mudik semuanya cukup baik, bahkan ada yang menyediakan tempat istirahat, jasa pijat, tambal ban, dan cek kesehatan,” jelasnya.

Satkorcab Banser Kabupaten Kudus, Wawan Awaludin menyampaikan, mudik tahun ini tidak banyak kendala. Pasalnya, di samping kesiapan petugas membantu pemudik, juga karena koordinasi yang baik dengan petugas Pospam lebaran dari TNI dan Polri.

Lebih lanjut ia menambahkan Banser Kudus selalu siap siaga melayani pemudik 24 jam penuh. “Petugas kami siap melayani pemudik dan membantu kelancaran mudik tahun ini,” tambahnya. (Farid/Muiz
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG