IMG-LOGO
Nasional

Kiai Ma'ruf Amin: Idul Fitri Momentum Kembali pada Kebaikan

Rabu 5 Juni 2019 14:15 WIB
Kiai Ma'ruf Amin: Idul Fitri Momentum Kembali pada Kebaikan
Mustasyar PBNU, KH Ma'ruf Amin (kanan, foto: antara)
Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin mengatakan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada kebaikan dan kerukunan.

"Terutama setelah adanya perbedaan pandangan politik pada pemilihan presiden tahun ini," kata Kiai Ma'ruf Amin saat menggelar halal bi halal di kediamannya Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/6) dikutip dari Antara.

Kiai Ma'ruf juga mengimbau masyarakat Indonesia melupakan segala perbedaan, terutama terhadap pandangan politik masing-masing.

Menurut dia, tugas sebagai warga negara yang lebih utama adalah membangun bangsa, di atas segala perselisihan yang mengakibatkan perpecahan.

Halal bi halal di kediaman Kiai Ma'ruf digelar usai dirinya bertolak ke Istana Presiden untuk bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo. Para tamu tampak sudah mendatangi kediaman Kiai Ma'ruf sejak pukul 10.00 WIB. Kiai Ma'ruf sendiri datang ke Istana Negara usai melaksanakan Shalat Id di Gedung MUI Jakarta.

Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Polisi Mochamad Iriawan, Chairman CT Corp Chairul Tanjung. Mereka hadir untuk bersilaturahim dengan Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf tiba kembali di Rumah Situbondo sekitar pukul 10.45 WIB untuk mengadakan hilal bi halal hingga pukul 13.00 WIB. Setelah itu, ia bertolak ke pondok pesantren miliknya di Banten.

"Setelah ke Istana Negara, nanti habis Dzuhur ke pesantren. Ada ketemu juga dengan saudara," kata Kiai Ma'ruf Amin, Rabu pagi.

Pesan Idul Fitri dari Istqlal

Sementara itu, Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan Shalat Id 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Ribuan umat Islam juga hadir memadati masjid terbesar di Asia Tenggara ini.

Presiden tiba sekira pukul 06.45 WIB dan disambut oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar beserta Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Muhammad Muzammil Basyuni.

Selanjutnya, Kepala Negara terlebih dahulu melaksanakan salat tahiyatul masjid sebelum melaksanakan rangkaian salat Id berjamaah yang dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Tafsir dan Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, H Said Agil Husin Al-Munawar.

Tema khutbah dalam Shalat Id kali ini ialah Idul Fitri Menebar Maaf Membangun Kebersamaan. Said menuturkan, dalam momen Idul Fitri ini hendaknya seluruh umat Islam saling memaafkan. "Allah Swt amat menganjurkan dan menyenangi sikap memberi dan menerima maaf," katanya.

Al-Qur'an, lanjutnya, yang menjadi pedoman hidup umat Muslim, juga mengajarkan manusia untuk tidak saling bertikai dan menebar manfaat kepada sesama. "Bahkan Al-Qur'an terbukti mengajarkan manusia agar memiliki sifat saling mencintai, memaafkan, dan menciptakan perdamaian," ujarnya.

Selain Presiden, tampak pula jajaran Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Hadir pula perwakilan dari sejumlah negara sahabat. (Kendi Setiawan)
Bagikan:
IMG
IMG