IMG-LOGO
Nasional

Habib Luthfi: Mari Belajar Toleransi dari Tubuh

Kamis 6 Juni 2019 19:30 WIB
Bagikan:
Habib Luthfi: Mari Belajar Toleransi dari Tubuh
Acara open house Habib Luthfi di Pekalongan, Jateng
Pekalongan, NU Online
Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN), Habib Muhammad Luthfi bin Hasyim bin Yahya menjelaskan perihal toleransi sebenarnya bisa dipelajari dan dimulai dari kinerja anggota tubuh manusia. 

"Tidak usah jauh-jauh kalau mau belajar toleransi, karena sesungguhnya pada tubuh manusia penuh dengan contoh toleransi," ujar Habib Luthfi dalam acara halal bi halal (open House) di Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (6/6).

Dijelaskan, belajar toleransi dimulai dari bagaimana kita memperlakukan tubuh kita, apakah berdasar nafsu belaka atau benar-benar diperlakukan menurut baiknya seperti apa?. Dari makan saja, lanjutnya Habib Luthfi mencontohkan, bagaimana Nabi memperlakukan organ pencernaannya. Nabi Muhammad begitu sabar mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya butuh 40 kali kunyahan sampai benar-benar halus sehingga tidak merepotkan lambungnya.

“Ada pelajaran toleransi dari mulut kepada lambung, sebab sabar mengunyah, tidak menuruti nafsu sehingga tidak merusak organ pencernaan,” jelasnya.

Menurut Habib Luthfi dari contoh itu bisa diambil hikmah bagaimana kasih sayang Nabi terhadap pencernaannya. Dari situ berkembang kepada kasih sayang terhadap tubuhnya, lalu semakin berkembang menjadi kesadaran terhadap kesehatan orang di sekitarnya, lingkungannya, dan bangsanya.

“Itu toleransi, bagaimana Nabi memperlakukan dirinya sendiri, kemudian kepada orang sekitarnya, lalu juga lingkungannya dan pada lingkup yang besar adalah bangsanya,” jelas Habib Luthfi.

Sebelumnya, Ketua Forum Ulama Sufi Dunia ini menandaskan amanatnya untuk memanfaatkan momentum idul fitri sebagai sarana membangun jiwa. Setelah 30 hari dilatih dengan Ramadhan, selayaknya manusia lebih bisa meredam hawa nafsunya.

“Sehingga oleh-oleh dari Ramadan benar-benar bisa kita dapatkan, yaitu meningkat amal baiknya, kepada sesamanya, dan lingkungannya,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Habib Luthfi juga menyinggung soal zakat sebagai pilar membangkitkan kekuatan dan mental umat. Menurutnya zakat adalah cara Islam mengangkat martabat kemanusiaan antar sesamanya. “Zakat itu bukan kebanggaan bagi yang mengeluarkan bisa membantu yang menerima, justru sebaliknya, yang mengeluarkan harus mau mengantarkan dan berterima kasih karena ada yang mau menerima,” tegasnya.

Dengan begitu, jelasnya, mental umat ini akan maju. Yang miskin tidak lantas merasa tersisih karena dipandang sebagai peminta-minta. Begitu juga yang kaya tidak lantas merasa dia bisa memberi sesuatu sehingga lupa siapa yang memberi dan untuk apa sejatinya harta itu.

“Kalau sudah miskin, masih disuruh antre, susah payah begitu, bagaimana umat ini akan memiliki mental yang maju?,” tanyanya kepada jamaah.

Habib Luthfi mengajak kepada tamu yang hadir untuk bersyukur bahwa kita diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk menyalurkan zakat sebagai sarana menyucikan harta kita dari kotoran-kotoran. "Allah sangat sayang dengan kita, yakni diberi kepercayaan untuk menyucikan harta kita melalui zakat," tandas Habib Luthfi.

Hadir pada acara tersebut Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandi Sitepu, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, sejumlah habaib, ulama serta tokoh TNI-Polri Kota Pekalongan. Acara kemudian ditutup dengan doa oleh Habib Luthfi dilanjutkan dengan musafahah yang diiringi shalawat secara serempak. (Muiz)

Bagikan:
Rabu 5 Juni 2019 18:30 WIB
Silaturahim dengan Masyarakat, Habib Luthfi Gelar Open House
Silaturahim dengan Masyarakat, Habib Luthfi Gelar Open House
foto: ilustrasi
Pekalongan, NU Online
Rais 'Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Muhammad luthfi bin Yahya pada lebaran tahun 1440 Hijriyah menggelar open house untuk masyarakat yang ingin bersilaturahim dengannya.

Kegiatan yang di gelar di Gedung Kanzus Sholawat, Jalan dr Wahidin 70, Kota Pekalongan Jawa Tengah dilangsungkan Kamis (6/6) bertepatan dengan tanggal 2 Syawal 1440 Hijriyah mulai jam 06.00 sampai selesai.

Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jawa Tengah, KH Zakaria Ansor membenarkan bahwa setiap tanggal 2 Syawal Habib Luthfi selalu menggelar open house.

"Memang benar, Abah Habib Luthfi (panggilan akrabnya-red) tidak pernah absen untuk menggelar silaturahim dengan warga di Kanzus Sholawat, dan selalu dihadiri oleh ribuan masyarakat yang datang dari berbagai suku, ras, agama, dan golongan yang ada di Pekalongan dan sekitarnya," ujarnya.

Dikatakan, kegiatan open house sudah berlangsung cukup lama, dan momentum ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat, muridin (sebutan murid thariqah-red), dan jajaran Pengurus JATMAN dari berbagai daerah menyempatkan hadir di acara itu.

"Banyak masyarakat yang menunda mudiknya karena tak ingin kehilangan momentum untuk bisa silaturahim dengan Abah Luthfi," jelasnya.

Seabreg kegiatan Habib Luthfi yang juga Ketua Forum Ulama Sufi Dunia itu. Selain gelar open house pada tanggal 2 Syawal, pada malam Idul Fitri kemarin memimpin penyerahan zakat fitrah dirinya sebanyak 200 ton beras kepada warga yang kurang mampu, panti asuhan, pondok pesantren, dan lain-lain. 

Kemudian pada malam 27, 28, dan 29 Ramadhan kemarin Habib Luthfi juga menyempatkan kunjungi Pospam Mudik Lebaran TNI, Polri, dan Banser di kawasan jalur Pantura mulai dari Tegal hingga Batang.

Menurut Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Pekalongan, Fathurrahman, kehadiran Habib Luthfi di posko Mudik di samping untuk jalin silaturahim, juga memberikan motivasi dan semangat kepada petugas yang ada di lapangan.

"Bagi Banser, kehadiran Habib Luthfi di Posko Mudik Banser adalah vitamin yang tiada duanya, sehingga Banser lebih semangat dalam menjalankan tugas," ujarnya. (Muiz)
Rabu 5 Juni 2019 14:15 WIB
Kiai Ma'ruf Amin: Idul Fitri Momentum Kembali pada Kebaikan
Kiai Ma'ruf Amin: Idul Fitri Momentum Kembali pada Kebaikan
Mustasyar PBNU, KH Ma'ruf Amin (kanan, foto: antara)
Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin mengatakan Hari Raya Idul Fitri sebagai momentum bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali kepada kebaikan dan kerukunan.

"Terutama setelah adanya perbedaan pandangan politik pada pemilihan presiden tahun ini," kata Kiai Ma'ruf Amin saat menggelar halal bi halal di kediamannya Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/6) dikutip dari Antara.

Kiai Ma'ruf juga mengimbau masyarakat Indonesia melupakan segala perbedaan, terutama terhadap pandangan politik masing-masing.

Menurut dia, tugas sebagai warga negara yang lebih utama adalah membangun bangsa, di atas segala perselisihan yang mengakibatkan perpecahan.

Halal bi halal di kediaman Kiai Ma'ruf digelar usai dirinya bertolak ke Istana Presiden untuk bersilaturahim dengan Presiden Joko Widodo. Para tamu tampak sudah mendatangi kediaman Kiai Ma'ruf sejak pukul 10.00 WIB. Kiai Ma'ruf sendiri datang ke Istana Negara usai melaksanakan Shalat Id di Gedung MUI Jakarta.

Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Polisi Mochamad Iriawan, Chairman CT Corp Chairul Tanjung. Mereka hadir untuk bersilaturahim dengan Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf tiba kembali di Rumah Situbondo sekitar pukul 10.45 WIB untuk mengadakan hilal bi halal hingga pukul 13.00 WIB. Setelah itu, ia bertolak ke pondok pesantren miliknya di Banten.

"Setelah ke Istana Negara, nanti habis Dzuhur ke pesantren. Ada ketemu juga dengan saudara," kata Kiai Ma'ruf Amin, Rabu pagi.

Pesan Idul Fitri dari Istqlal

Sementara itu, Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan Shalat Id 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Ribuan umat Islam juga hadir memadati masjid terbesar di Asia Tenggara ini.

Presiden tiba sekira pukul 06.45 WIB dan disambut oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar beserta Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Muhammad Muzammil Basyuni.

Selanjutnya, Kepala Negara terlebih dahulu melaksanakan salat tahiyatul masjid sebelum melaksanakan rangkaian salat Id berjamaah yang dipimpin oleh Guru Besar Ilmu Tafsir dan Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, H Said Agil Husin Al-Munawar.

Tema khutbah dalam Shalat Id kali ini ialah Idul Fitri Menebar Maaf Membangun Kebersamaan. Said menuturkan, dalam momen Idul Fitri ini hendaknya seluruh umat Islam saling memaafkan. "Allah Swt amat menganjurkan dan menyenangi sikap memberi dan menerima maaf," katanya.

Al-Qur'an, lanjutnya, yang menjadi pedoman hidup umat Muslim, juga mengajarkan manusia untuk tidak saling bertikai dan menebar manfaat kepada sesama. "Bahkan Al-Qur'an terbukti mengajarkan manusia agar memiliki sifat saling mencintai, memaafkan, dan menciptakan perdamaian," ujarnya.

Selain Presiden, tampak pula jajaran Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Hadir pula perwakilan dari sejumlah negara sahabat. (Kendi Setiawan)
Rabu 5 Juni 2019 12:0 WIB
Alasan Habib Luthfi Keluarkan Zakat Fitrah Melebihi Ukuran
Alasan Habib Luthfi Keluarkan Zakat Fitrah Melebihi Ukuran
Habib Luthfi (dua dari kiri) saat melepas pasukan distribusi zakat fitrah
Pekalongan, NU Online
Hampir dipastikan setiap malam lebaran Idul Fitri Rais 'Aam Idarah Aliyah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya selalu mengeluarkan zakat fitrah melebihi ukuran zakat yang diwajibkan.

Bahkan pada akhir Ramadhan tahun 1440 Hijriyah, tidak kurang dari 200 ton beras yang dikeluarkan Habib Luthfi untuk warga yang kurang mampu, yatim piatu, dan pondok pesantren.

Kepada Muslimat Wathonah Kota Pekalongan bersama Muslimat Wathonah Kabupaten Pekalongan dan Pemalang, Selasa (4/6) di Rumahnya Jl dr Wahidin, Noyontaa Gang 7, Habib Luthfi menceritakan mengapa dirinya setiap malam takbiran Hari Raya Idul Fitri memberikan zakat fitrah kepada anak-anak yatim janda dan orang- orang miskin.

"Ada beberapa peristiwa yang menjadi asbabnya antara lain pada tahun 1965 saya mondok di Bendokerep Cirebon, Jawa Barat saya selalu puasa Dahr yakni puasa terus menerus dan hanya berhenti pada hari-hari yang diharamkan, setiap hari saya hanya buka dan sahur dengan mentimun godog beberapa tahun kemudian dengan ketela pohon 3 ruas jari untuk buka dan sahur," ujarnya. 

Dijelaskan, suatu hari di tengah malam dirinya mendengar sayup-sayup suara tangisan bayi yang menyayat semakin lama tangisan itu semakin kencang. Kemudian dirinya keluar kamar mencari sumber suara beliau berjalan menembus kegelapan malam menyeberangi sungai langkah beliau terhenti di sebuah gubuk di pinggir sungai rumah seorang janda yang baru ditinggal suaminya.

"Saya mengetuk pintu dan bertanya pada ibunya, adik mengapa bu, sakit jawab sang ibu. Tetapi saya tidak percaya karena tangis anak tersebut tidak wajar kemudian beliau dekati anak yang masih dalam gendongan ibunya," tandasnya.

Menurut Habib luthfi yang juga Ketua Forum Ulama Dunia ini, ternyata anak tersebut kelaparan sejak pagi belum makan. Melihat hal itu, dirinya lari kembali ke pondok untuk mengambil dua ruas ketela pohon persediaan sahur untuk diberikan pada anak tersebut.

"Nah ketika saya mengacungkan ketela anak tersebut langsung merebut dan memakannya dengan lahap," tuturnya.

Dikatakan Habib Luthfi, melihat kejadian tersebut tak terasa air matanya mengalir dengan deras seraya berdoa " Ya Allah jika Engkau berikan padaku pangkat apapun saya mohon perkenankanlah saya akan memberikan santunan kepada anak- anak yatim setiap malam hari raya.

"Alhamdulillah, doa saya dikabulkan oleh Allah SWT, setiap malam hari raya saya mengantarkan sendiri beras zakat kepada mereka bahkan sering saya ikut memanggul sendiri," bebernya. 

Bahkan sejak diberi kelebihan rezeki oleh Allah SWT dari tahun ke tahun zakat fitrah yang dikeluarkan selalu bertambah dari beberapa kwintal, menjadi beberapa ton, puluhan bahkan kini ratusan ton dikeluarkan Habib Mohammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya nama lengkapnya, seorang tokoh panutan tinggal di Kota Pekalongan. (Muiz)  
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG