IMG-LOGO
Daerah

Ki Ageng Glego dan Reog Jathilan di Bulan Syawal

Ahad 9 Juni 2019 9:0 WIB
Bagikan:
Ki Ageng Glego dan Reog Jathilan di Bulan Syawal
Seni Naluri Reog Brijo Lor
Klaten, NU Online
Ada yang menarik pada hari kedua setiap bulan Syawal datang di Desa Kalikebo, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Masyarakat desa tersebut selalu menggelar sebuah tradisi turun temurun yakni jathilan, yang oleh masyarakat setempat disebut Reogan.

Reog Jathilan adalah acara tahunan yang memiliki nama resmi Seni Naluri Reog Brijo Lor. Acara ini dilaksanakan di halaman Masjid Dukuh Brijo Lor mulai pagi sampai dengan sore hari.

Tradisi yang juga merupakan Bersih Dusun ini tidak bisa dilepaskan dari peran tokoh yang menyiarkan agama Islam di daerah tersebut yakni Ki Ageng Glego atau Eyang Suro Lawung yang makamnya terletak di belakang Masjid Dukuh Brijo Lor.

Uniknya, semua pemain reog yang tampil merupakan keturunan para pereog generasi sebelumnya. Mereka secara turun-temurun menjadi pemain reog sejak masa hidupnya Ki Ageng Glego.

Kisah perjalanan Ki Ageng Glego dari kerajaan Majapahit, bersama dua orang sahabatnya yaitu Ki Ageng Jayengresmi dan Ki Ageng Siwogoro atau Ki Ageng Selogoro menjadi dasar adanya ritual pementasan Seni Naluri Reog Brijo Lor ini.

"Ini juga sebagai pepundhen (awal) atas keberadaan kolektif masyarakat di Desa Kalikebo. Adanya pertunjukan Seni Naluri oleh Ki Ageng Glego digunakan untuk menyebarkan ajaran agama Islam di daerah Kalikebo, selain dengan cara pencak silat," Ungkap tokoh masyarakat sekaligus penerus pereog, Sagino.

Dikisahkan bahwa Ki Ageng Glego adalah panglima perang di kerajaan Majapahit. Ki Ageng Glego meninggalkan Majapahit ditemani oleh dua sahabat dan kerabatnya yakni Jayengresmi dan Selogoro.

Sunan Kalijaga melalui muridnya memerintahkan Ki Ageng Glego, Jayengresmi (dimakamkan di Gaden, Trucuk), dan Selogoro (sampai saat ini belum diketahui makamnya) untuk pergi menuju wilayah Barat daya (Kidul-Kulon) dari kerajaan Majapahit dan pada akhirnya sampailah di suatu daerah yang pada saat ini bernama Brijo Lor.

"Melalui kesenian Reog Jathilan, Ki Ageng Glego menyebarkan ajaran agama Islam. Usaha yang dilakukan oleh Ki Ageng Glego tidak sia-sia meskipun hanya beberapa orang saja yang masuk agama Isam," tambah Sagino.

Kesenian Reog Naluri pada awalnya hanya dimainkan oleh tiga orang saja. Ki Ageng Glego memerintahkan kepada ketiganya untuk memainkan kuda-kudaan, dan satu orang sebagai penthul.

"Pertama kali yang ada adalah kuda-kudaan berwarna merah dan berwarna hitam. Mereka bertiga bertugas untuk memberikan hiburan kepada kerabat-kerabat dekat yang ada, dengan menampilkan adegan peperangan antara kuda berwarna merah dan berwarna hitam. Setelah keduanya kelelahan, penthul bertugas untuk menghibur," jelasnya.

Ada yang unik dalam kehidupan Ki Ageng Glego yang sampai dengan saat ini dilakukan turun temurun oleh masyarakat Brijo Lor. Selama hidupnya Ki Ageng Glego mempunyai peliharaan kuda kore, kambing gembel, sapi plongko (hitam), ayam walik (bulunya terbalik) dan burung gemak (puyuh). Lima jenis hewan peliharaan ini sampai sekarang tidak diperbolehkan dipelihara oleh masyarakat setempat. (Minardi Kusuma/Muhammad Faizin)
Bagikan:
Ahad 9 Juni 2019 23:0 WIB
Perkuat Militansi, Alumni Ma'arif NU Harus Perkuat Ukhuwah
Perkuat Militansi, Alumni Ma'arif NU Harus Perkuat Ukhuwah
Reuni Akbar MA Maarif NU 5 Lampung Timur
Lampung Timur, NU Online
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ulum Sekampung, Lampung Timur KH A. Mudjab mengajak keluarga besar Ma'arif NU dan para alumni untuk senantiasa mencintai dan bangga terhadap almamaternya. Rasa cinta ini menurutnya akan mewujudkan para alumni menjadi kader militan NU di masa depan.

"Berbanggalah menjadi bagian dari Ma'arif NU, dan yakinlah dengan senjata yang lebih tajam dari pedang, yang lebih ampuh dari keris, yang lebih hebat dari pistol dan yang lebih dahsyat dari nuklir, yakni ukhuwah, persatuan, persaudaraan, dan kebersamaan," tegasnya, Sabtu (8/6).

Hal ini diungkapkan Kiai Mudjab saat memberi sambutan sekaligus mau'idzah khasanah pada acara Reuni Akbar yang pertama kalinya di adakan di MA Ma'arif NU 5 Sekampung sejak tahun 1986-2019.

Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung ini optimis, jika ukhuwah dan komunikasi antar alumni dapat terjalin maka akan muncul kader-kader yang militan, hebat, dan bermartabat yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

"Semoga kita semua diberikan kekuatan lahir dan batin untuk terus berjuang di bidang pendidikan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, serta diberikan ilmu yang bermanfaat dan keturunan yang shaleh-shalehah," harapnya.

Oleh karenanya, ia sangat mendukung kegiatan reuni akbar yang selama 34 angkatan MA Ma'arif NU 5 Sekampung meluluskan peserta didiknya, baru pertama kali ini diadakan. Ia juga meminta kepada alumni untuk melakukan pendataan di daerahnya masing-masing agar mudah mengidentifikasi keberhasilan para alumni.

Sementara itu Ketua Ikatan Alumni MA Ma'arif NU 5 Sekampung (IKAM NU 5) Ahmad Fauzi juga mengajak rekan-rekannya untuk terus menjadi tauladan di masyarakat dengan mensyiarkan nilai-nilai ke-NU-an dan ke-aswaja-an dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.

"Perkuat persaudaraan antaralumni di daerah masing-masing, agar jalinan silaturrahmi antar alumni tidak terputus, serta ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat, sanad ilmunya terus menyambung, dan hidup kita selalu mendapatkan keberkahan," ajak alumni tahun 1994 yang saat ini bekerja di Pemda Lampung Timur.

Kegiatan ini lanjut Fauzi sudah digagas lima tahun lalu dan baru terealisasi pada 2019 kali ini. Berbagai kegiatan dilaksanakan pada reuni yang akan diadakan tiga tahun sekali ini diantaranya permainan anak-anak, seperti menghafal surat-surat pendek, menyanyi, yel-yel dan lain sebagainya, tahlil akbar, ceramah agama, ramah tamah, dan santunan anak yatim.

Hadir pada acara ini Kiai Mukidin (Ketua MWCNU Sekampung), Ketua MWC LP Ma'arif NU Sekampung, tokoh NU Lampung Timur, Pemda Lampung Timur, dan juga beberapa anggota DPRD. (Sarif BJ/Muhammad Faizin)
Ahad 9 Juni 2019 22:0 WIB
Kemenag NTB Minta Masyarakat Ikut Besarkan Pesantren dan Madrasah
Kemenag NTB Minta Masyarakat Ikut Besarkan Pesantren dan Madrasah
Kegiatan halal bi halal di Pesantren Manhalul Ma'arif NU, Lombok Tengah
Lombok Tengah, NU Online
Kepala Bidang Madrasah dan Pendidikan Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H Zamroni Aziz meminta kepada masyarakat agar ikut membesarkan madrasah dan pesantren. 

"Hidup dan matinya madrasah dan pesantren ada di tangan kita umat Islam. Oleh karena itu, saya mengajak kepada masyarakat untuk bahu membahu membesarkan madrasah dan pesantren," ungkapnya di acara halal bi halal Pesantren Manhalul Ma'arif NU dan KBIH Aqobah asuhan Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah TGH Ma'arif Makmun Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah, Ahad (9/6).

Pondok pesantren dan madrasah jelasnya juga mampu menyerap ribuan alumni perguruan tinggi. "Kalau tidak ada pesantren dan madrasah lalu pada mau ke mana alumni perguruan tinggi yang tiap tahun ribuan alumninya wisuda?," terangnya.

Di samping itu lanjutnya, juga masyarakat yang kurang mampu menyekolahkan anaknya di tempat berbayar selalu pesantren menjadi alternatif. Padahal saat ini tidak bisa dianggap sebelah mata para alumni pesantren karena kompetensinya sama dan standar pendidikannya pun sama.

"Artinya pesantren dan madrasah memiliki kualitas yang sama dengan sekolah umum lainnya," jelasnya

Ia juga meminta agar alumni pesantren Manhalul Ma'arif khususnya tidak boleh tidak mengabdi di Nahdlatul Ulama. "Jangan takut ikuti ulama, Insyaallah selama bersama ulama NU dapat barokah," sebutnya. 

Selain itu, dirinya atas nama Kementrian Agama Provinsi NTB lanjutnya agar masyarakat yang akan berangkat Haji tahun ini untuk mempersiapkan diri dengan baik. "Alhamdulillah haji tahun ini penginapan di satu tempat, tidak seperti tahun sebelumnya yang penginapan beda-deda," tandasnya.

"Mohon bapak/ibu untuk mempersiapkan diri dengan baik," pintanya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Kemenag NTB akan selalu bersama-sama dengan umat. Karena di institusinya menaungi banyak agama untuk menjaga kerukunan umat beragama.

Acara halal bi halal dihadiri ribuan alumni dan warga NU setempat, hadir pula dalam acara tersebut puluhan tokoh mulai pengasuh Ponpes Manhalul Ulum Praya Kota TGH Habiburrahman, Sekda Lombok Tengah H Nursiah, Kanwil Kemenag NTB H Nasrullah, Wakil Rektor Universitas Negeri Mataram H Kaharuddin, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya.  (Hadi/Muiz)
Ahad 9 Juni 2019 21:30 WIB
Innalillahi, TGH M Nasir Misbah Pimpinan Pesantren Nurul Ijtihad Lombok Wafat
Innalillahi, TGH M Nasir Misbah Pimpinan Pesantren Nurul Ijtihad Lombok Wafat
Almarhum TGH M Nasir Misbah
Lombok Tengah, NU Online
Innalillaahi wa inna ilaihi roojiun, telah meninggal dunia Pengasuh Pesantren NU Nurul Ijtihad Lenser Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah TGH M Nasiruddin Misbah (60) pada pukul Jam 21.00 WITA hari Ahad tanggal 9 Juni 2019 Di Rumah Sakit Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Jenazah disemayamkan di rumah duka pada pukul jam 21.30, Ahad (09/06) malam dan akan dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Lenser Kecamatan Pujut Lombok Tengah besok Senin (10/6) ba'da Asar waktu setempat. 

Seperti yang di ketahui almarhum TGH M Nasiruddin Misbah adalah tokoh NU Lombok Tengah yang telaten mendidik santrinya dan mengenalkan NU kepada masyarakat sekitar. Hingga kini almarhum masih tercatat sebagai Wakil Rais PCNU Lombok Tengah.

Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya dan menghapuskan semua kesalahannya, Al-Fatihah. Hingga berita ini diturunkan belum ada pihak keluarga yang bisa di hubungi. (Hadi/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG