IMG-LOGO
Nasional

Ketua NU Jatim Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu

Selasa 11 Juni 2019 8:0 WIB
Bagikan:
Ketua NU Jatim Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu
KH Marzuki Mustamar di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Surabaya, NU Online
Momentum Idul Fitri hendaknya menjadi sarana bagi seluruh elemen bangsa untuk menjadi manusia seutuhnya. Jangan sampai ada yang melukai, mendzalimi kalangan tertentu dan memangsa orang lain. Persatuan bangsa Indonesia menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga bersama.

Penegasan ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar saat acara  halal  bi halal di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Senin (10/6).

Menurut kiai kelahiran Blitar itu,  setiap ucapan dan tindakan akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat nanti. “Sehingga saat masuk surga, setiap yang didzalimi akan didatangkan kepada orang tadi untuk diminta pertanggung jawaban,” katanya.Maka  berhati-hatilah, jangan sampai mendzalimi orang lain, lanjutnya di hadapan civitas akademika.

Bagi dosen di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini, salah satu yang harus memberikan teladan bagi persatuan umat adalah NU dan Muhammadiyah. 

"Jika NU dan Muhammadiyah bisa besanan, bisa rangkul-rangkulan, bisa bersatu, tidak saling menyalahkan, insyaallah separuh permasalahan umat Islam selesai, dan akan sulit diadu domba," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Kota Malang tersebut. 

Pada saat yang sama, bangsa Indonesia juga menghadapi sejumlah persoalan imbas dari era keterbukaan dan demokrasi. Dengan demikian tidak mungkin membendung informasi yang demikian deras. Apalagi kebebasan bersarikat juga dijamin undang-undang. 

Dalam pandangan Kiai Marzuki, di Indonesia banyak kelompok yang ingin mendirikan negara Islam sesuai model masing-masing. Keberadaan mereka sebagai ancaman yang nyata dan tentu saja membahayakan masa depan Negara Kesatuan Republik Indoensia atau NKRI.

“Hal itu merupakan ancaman nyata bagi keutuhan Republik Indonesia, sehingga keinginan tersebut harus dihentikan dan salah satu cara mengantisipasinya dengan cara dimulai dari NU dan Muhammadiyah yang bersatu dan saling mendukung satu dengan lain,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh  Pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem KH Zaim Ahmad Ma’shum. Menurutnya, Indonesia memiliki budaya toleransi sangat tinggi. Sehingga semua elemen bangsa ini harus dapat menjaganya dengan baik.

"Persatuan dan kesatuan ini harus kita jaga dengan sebaik baiknya," ungkap Kiai  Zaim. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Selasa 11 Juni 2019 19:0 WIB
Tiga Tipe Manusia, Termasuk Manakah Kita?
Tiga Tipe Manusia, Termasuk Manakah Kita?
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta, NU Online
Nabi Muhammad mengingatkan bahwa manusia yang hidup di dunia ini dibagi menjadi tiga tipe atau golongan. Sementara setan pun dibagi menjadi beberapa bagian. Ada yang berasal dari golongan jin dan juga ada yang berasal dari golongan manusia.

Penjelasan ini diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid kepada NU Online di sela-sela memimpin rombongan utusan PBNU pada Program Tadribud Duat wal Aimmat di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, Selasa (11/6).

Menurut Pengasuh Pesantren Skill yang karib disapa Gus Hayid ini, tipe manusia yang pertama adalah sosok manusia yang seperti binatang. Hal ini karena perilakunya betul-betul tidak beradab dan tidak manusiawi.

"Kita melihat banyak orang-orang di sekitar kita yang memenuhi hawa nafsunya tanpa mengindahkan nilai-nilai kemanusian dan bahkan menghalalkan segala cara demi hawa nafsunya atau kelompoknya," ungkap Gus Hayid.

Tipe yang kedua lanjutnya adalah sosok berwujud manusia yang ruh dan jiwanya seperti setan. Tipe ini banyak ditemui di sekitar kita dengan penampilan fisik dan pakaian menarik seolah ia adalah manusia sempurna.

"Ada yang rapi berjas, berseragam indah atau berjubah dan bersurban, tapi jiwanya kejam dan raja tega serta selalu menyesatkan orang lain," ungkap pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat ini.

Sementara tipe manusia yang ketiga adalah manusia yang di ridhoi Allah SWT. Tipe inilah yang akan selalu dalam perlindungan Allah baik di dunia maupun di akhirat.

"Ini (tipe ketiga) adalah para muttaqin, orang-orang yang menjaga takwanya dan tidak berbuat dzalim kepada dirinya dengan bermaksiat kepada Allah, serta dzalim kepada yang lain, dengan selalu menyakiti saudaranya sesama manusia dengan tangan, lisan dan perbuatannya," jelas Gus Hayid.

Ia pun mengajak umat Islam untuk senantiasa berhati-hati dengan tipe orang yang berwujud manusia namun berhati iblis. Ia juga mengajak untuk bermuhasabah dengan tiga tipe manusia yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW ini. Sebagai orang beriman sudah seharusnya umat Islam berusaha untuk menjadi tipe manusia yang ketiga.

"Bagaimana dengan diri kita? Dalam posisi nomor berapa kita berada? Semoga dengan pertolongan Allah kita tergolong tipe yang ketiga. Amin. Al-Fatihah," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Selasa 11 Juni 2019 16:30 WIB
Menaker Hanif Ajak ASN Kemnaker Kembali Bekerja Optimal Layani Masyarakat
Menaker Hanif Ajak ASN Kemnaker Kembali Bekerja Optimal Layani Masyarakat
Halal bi halal Kemnaker, Senin (10/6).
Jakarta, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak seluruh pegawai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali semangat bekerja dan melayani masyarakat dengan baik usai libur dan cuti bersama merayakan Hari Raya Idul Fitri.

"Usai libur dan cuti bersama, saya mengajak seluruh pegawai dan mitra kerja untuk kembali bekerja dengan penuh semangat serta mengedepankan inovasi dalam melayani seluruh pemangku kepentingan," kata Hanif saat halal bi halal dengan pegawai Kemnaker di Jakarta, Senin (10/6).
 
Pada kesempatan ini Hanif juga menyampaikan Selamat Hari Idul Fitri dan permohonan maafnya kepada seluruh pegawai dan mitra kerja Kemnaker.

"Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai dan mitra kerja Kemnaker apabila ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja selama kita menjalani pekerjaan," ujar Hanif.

Tak lupa, Hanif kembali mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja segenap pegawai Kemnaker atas keberhasilan mempertahankan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) laporan keuangan tahun 2018.

"Selamat kepada seluruh pegawai Kemnaker yang berhasil memperoleh hasil laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ke depan, prestasi yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut (2016, 2017, 2018) ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," ungkap Hanif.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, yang hadir pada halal bi halal ini mengatakan, ibadah puasa yang telah dijalani harus mampu membentuk diri kita menjadi pribadi yang berahlak.

Dengan ahlak yang baik kita bisa terhindar dari perbuatan tercela seperti menyebar hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah di media sosial.

"Puasa itu untuk menahan diri, membentuk karakter, memiliki ahlak, prinsip, dan kepribadian. Orang islam harus memiliki harga diri. Tidak pernah marah, menyebar kebencian, adu domba, apalagi menyebar fitnah," kata Kiai Said.

Lebih lanjut, Kiai Said mengatakan, dirinya yakin para pegawai Kemnaker bermartabat, berbudaya, berahlak, dan berkarakter. Hal tersebut terbukti dari laporan keuangan kementerian yang mampu meraih predikat WTP. 

"Makanya kementerian ini laporan keuangannya WTP. Ini berarti pegawai Kemnaker berkarakter dan integritasnya sangat tinggi," kata Kiai Said. (Red: Kendi Setiawan)


Selasa 11 Juni 2019 14:3 WIB
Innalillahi, Seniman Pencipta Logo Gusdurian Meninggal Dunia
Innalillahi, Seniman Pencipta Logo Gusdurian Meninggal Dunia

Jakarta, NU Online

Suatu siang, sekitar dua bulan lalu, Ahmad Mauladi atau dikenal luas dengan nama Morenk Beladro datang mengunjungi kantor NU Online. Kami yang sedang di kantor hampir saja tak menyadari kehadirannya, karena kala itu hampir sebagian besar wajahnya ditutupi masker.

Walaupun kondisi yang dialaminya membuat dia susah berkomunikasi, namun kami masih bisa ngobrol santai. Selera humornya masih kental. Dalam keadaan susah bicara seperti itu, ia masih sesekali melempar candaan kecil. Yang pasti ia sangat antusias saat membiacarakan perkembangan proses pengobatan yang dijalaninya.

Tak dinyana, kunjungan itu akan menjadi pertemuan yang terakhir Bang Morenk dengan Kru NU Online. Kemarin, Senin (10 /6) pukul 19.30 WIB, Bang Morenk meninggal dunia di Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta, setelah setahun terakhir berjuang keras melawan Tumor Ameloblastoma. Jenazah almarhum diterbangkan ke Banda Aceh untuk dikebumikan di tanah kelahirannya itu.

Kepergiannya menyisakan duka dalam bagi keluarga besar Nahdaltul Ulama. Alumni IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini dikenal dengan kebaikannya dan kegemarannya membantu teman-temannya terutama dengan kemahirannya dalam desain grafis, baik sampul buku, spanduk, poster, baliho, dan produk desain grafis lain. Tak terhitung berapa banyak karya yang telah ditorehkannya, tapi yang jelas kemampuan grafisnya sudah sangat melegenda di kalangan kelompok muda NU, "termasuk saat merapihkan logo NU atas permintaan Mas Mun'im," tulis Hamzah Sahal, founder Alif.id

Karya monumental lainnya adalah logo Jaringan Gusdurian yang berbentuk huruf ‘g’ dengan sosok gambar Gus Dur yang lengkap dengan peci hitam dan kacamata khas Gus Dur. “Selama masih ada @GUSDURians, selama itu juga mas @MorenkBeladro akan terus ada, sebagai desainer logo ini,” tulis Alissa Wahid, putri Gus Dur, Koordinator Jaringan Gusdurian, Senin (10/6).

Kegemarannya membantu mendesain sudah ada sejak jaman kuliah di Yogyakarta. Idy Muzayyad, mengisahkan saat ia memimpin buletin milik PMII Komisariat Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1997. “Ia teliti dan telaten dalam urusan layout ini karena tampaknya memang salah satu bidang yang ia gemari. Dan itu semua ia lakukan dengan suka rela untuk sesama sahabat pergerakan. Kini, Sahabat Morenk telah tiada. Semoga segala amalnya diterima Allah SWT,” tulisnya.

Karena keunikannya dalam sebuah komunitas besar, Hamzah Sahal mengibaratkan Morenk dalam komunitas NU sebagai ‘tukang urut’ untuk urusan desain grafis. Dia dokter bagi kebanyakan orang NU yang “‘kecetit selera visualnya’, karena memang tidak banyak yang mengerti secara konsep ataupun teknis,” tulisnya.

“Nah, Morenk datang bak ahli urut. Dia memijat, mengurut, membenahi urat-urat visual orang NU yang 'kecetit'. Dan hasilnya bagus, berhasil ikhtiarnya. Bertahun-tahun dia buat sampul buku, spanduk, poster, baliho, dan lain-lain. Karena karya-karyanya orang NU macam saya, jadi tahu mana gambar yang bagus, mana gambar yang jelek, terutama lewat sampul buku,” tambahnya lagi.

Bagi sebagian temannya, kematiannya, di sisi yang lain, merupakan akhir dari kesakitan yang dideritanya selama setahun terakhir. “Selamat jalan Renk. Tak ada sakit lagi,” tulis Rahman Seblat. “Selama lebih satu tahun ia berjuang melawan tumor ameloblastoma yang menggerogoti bagian mulutnya, tapi malam ini Allah memanggilnya ke dunia yang berbeda. Semoga engkau lebih tenang dan damai di sana, kawan. Selamat jalan, kami akan merindukanmu,” tulis Savic Ali, Direktur NU Online.

Morenk Beladro bernama asli Ahmad Mauladi. Dia kelahiran Sigli 25 Maret 1975. Karir aktivismenya dimulai sejak menempuh pendidikan S1 di IAIN Yogyakarta. Selama berproses sebagai mahasiswa, ia aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan selama itu ia aktif menyalurkan hobi mendesainnya. Menurut keterangan Hamzah Sahal, hobi ini dimulai dari kemahiran kaligrafi kaligrafi yang dimilikinya sejak bangku sekolah. Dan hobi itulah yang mengantarkannya mendapat beasiswa menempuh pendidikan di IAIN Yogyakarta. Hobi desain dan semangat aktivismenya membuat pergaulannya luas, tak hanya di kalangan aktivis, namun juga melebar hingga musisi, sastrawan dan kelompok lain.

Morenk merupakan pribadi dengan sejuta ide perubahan. Karakternya tegas, terpancar dari nama belakang yang dipilihnya. Rekannya yang berasal dari Aceh Nezar Patria mengungkap makna kata “Beladroe” di nama belakangnya. "...dalam nama Morenk dalam bahasa Aceh kurang lebih berarti membela diri. Sebuah signature yang mencerminkan karakternya sendiri,” tulis Nezar. (Ahmad Rozali)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG