IMG-LOGO
Nasional

Sejarah Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah atau JATMAN

Rabu 12 Juni 2019 13:0 WIB
Bagikan:
Sejarah Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah atau JATMAN
Nahdlatul Ulama memiliki banyak badan otonom, di antaranya adalah JATMAN, singkatan dari Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah. Badan otonom ini beranggotakan tarekat-tarekat muktabarah di Indonesia. 

Organisasi ini didirikan pada Juli 1979 M bertepatan dengan Rajab 1399 H. Secara harfiah, Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah berarti perkumpulan para pengamal tarekat muktabarah NU. 

Cikal bakal organisasi dibentuk di Jombang dengan nama Tarekat Nahdlatul Ulama yang diprakarsai oleh KH Muhammad Baidlowi, pemimpin NU di Jombang. Pendirian Tarekat Nahdlatul Ulama ditandatangani Muhammad Baidlowi, Najib Wahab, dan Khatib. Organisasi ini kemudian dibawa ke Muktamar ke-26 NU di Semarang pada 1979. Di dalam Muktamar, para sesepuh tarekat seperti KH Muslih Abdul Rahman, KH Turaichan Adjuri, KH Adlan Ali mengajukan usul pada sidang pleno Syuriyah PBNU agar jam’iyah tarekat tetap satu langkah dan satu posisi dengan Ahlussunnah wal Jama’ah. Kemudian, lahirlah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah melalui Surat Keputusan PBNU nomor 137/Syur.PB/V/1980. 

Sebelumnya, pada tahun 1957 M (Rajab 1399 H), para kiai NU telah mendirikan Jam’iyah Ahli Thariqah AI-Muktabarah yang bertujuan memayungi semua tarekat yang digolongkan sebagai tarekat muktabarah. Pendirian organisasi baru dengan menambahkan kata ”an-Nahdliyah” tersebut disertai dua alasan. Pertama, para pengamalnya selalu tergerak untuk melaksanakan ibadah dan dzikir kepada Allah SWT dengan mengikuti haluan Ahlussunnah wal Jamaah dan mazhab empat, mengamalkan ajaran tasawuf dari para ulama salafush shalih, serta berperan aktif dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Kedua, kata "an-Nahdliyah” juga dimaksudkan untuk membedakan diri dengan organisasi serupa yang bukan nahdliyah, artinya yang bukan termasuk dalam badan otonom NU. 

Tujuan organisasi ini adalah: mengusahakan berlakunya syariat Islam lahir dan batin dengan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah yang berpegang kepada salah satu mazhab empat; mempergiat dan meningkatkan amal saleh lahir dan batin menurut ajaran ulama shalihin dengan suatu janji setia (bai’ah shalihah); menyelenggarakan pengajian (khususi) dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat (ulumun nafi’ah). 

Dalam hal struktur, organisasi ini mempunyai kepengurusan di tingkat pusat (yang bernama Idaroh Aliyah), provinsi (Idaroh Wustho), kabupaten atau kota (Idaroh Syu’biyah), kecamatan (Idaroh Ghusniyah), dan di tingkat desa atau kelurahan (Idaroh Syafiyah). (Ensiklopedia NU)

Bagikan:
Rabu 12 Juni 2019 12:15 WIB
Pengaduan Permasalahan THR 2019 Turun
Pengaduan Permasalahan THR 2019 Turun
Grafik angka pengaduan THR 2017-2019
Jakarta, NU Online
Jumlah pengaduan persoalan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Tahun ini, Pos Komando (Posko) Pelayanan Konsultasi dan Penegakan Hukum Pembayaran THR Kementerian Ketenagakerjaan menerima sebanyak 251 pengaduan.

Jumlah pengaduan pembayaran THR Idul Fitri tahun 2019 tersebut turun 21 persen dibandingkan tahun 2018 yang tercatat ada 318 pengaduan. Sedangkan pada 2017 tercatat ada 412 pengaduan.

Dari total 251 pengaduan THR, sebanyak 142 perusahaan di antaranya telah diperiksa dan pembayaran THR telah dilakukan. Sedangkan 109 perusahaan lainnya sedang dalam proses pemeriksaan serta pemanggilan dinas karena beberapa perusahaan baru beroperasi setelah Lebaran.

Pengaduan-pengaduan THR berasal dari sembilan provinsi di Indonesia. Dengan rincian, DKI Jakarta 109 perusahaan, Jawa Barat (67), Banten (26), DI Yogyakarta (15), Jawa Tengah (8), Jawa Timur (21), Sumatera Barat (1), Kalimantan Timur (2), dan Jambi (2).

"Berdasarkan laporan Posko Pengaduan THR Kemnaker, ada tren penurunan jumlah pengaduan yang masuk dari tahun ke tahun. Kita terus pantau proses penyelesaian kasus THR sampai tuntas," kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di Jakarta pada Selasa (11/6).

Menaker Hanif  mengatakan penurunan pengaduan permasalahan pembayaran THR merupakan buah dari  upaya Kemnaker untuk meningkatkan hubungan industrial yang harmonis antara pengusaha dan pekerja.

"Kesadaran para pengusaha untuk membayar THR bagi pekerja terus meningkat. Apalagi pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha kepada pekerja sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016," Kata Hanif.

Untuk memastikan pembayaran THR sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Menaker Hanif juga dilakukan dengan memperketat pengawasan dengan mengerahkan pengawas ketenagakerjan di tingkat pusat maupun daerah.

Hanif berharap ke depan jumlah pengaduan permasalahan THR terus menurun. Pasalnya, pemerintah senantiasa berupaya memperbaiki iklim ketenagakerjaan melalui regulasi yang berpihak ke semua pihak terkait.

Selain menerima pengaduan pembayaran THR,  Kemnaker juga menerima konsultasi terkait pembayaran THR pada 2019. Tercatat ada 525 konsultasi yang terdiri dari 486 terkait konsultasi THR dan 39 konsultasi non-THR.

Selama ini Kementerian Ketenagakerjaan  membuka Layanan Posko THR 2019 mulai 20 Mei hingga 10 Juni 2019. Laporan pengaduan dan konsultasi THR diterima melalui datang langsung ke Posko THR, telepon, email, dan pesan Whatsapp/SMS. (Red: Kendi Setiawan)
Selasa 11 Juni 2019 19:0 WIB
Tiga Tipe Manusia, Termasuk Manakah Kita?
Tiga Tipe Manusia, Termasuk Manakah Kita?
Ilustrasi (Ist.)
Jakarta, NU Online
Nabi Muhammad mengingatkan bahwa manusia yang hidup di dunia ini dibagi menjadi tiga tipe atau golongan. Sementara setan pun dibagi menjadi beberapa bagian. Ada yang berasal dari golongan jin dan juga ada yang berasal dari golongan manusia.

Penjelasan ini diungkapkan Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Muhammad Nur Hayid kepada NU Online di sela-sela memimpin rombongan utusan PBNU pada Program Tadribud Duat wal Aimmat di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, Selasa (11/6).

Menurut Pengasuh Pesantren Skill yang karib disapa Gus Hayid ini, tipe manusia yang pertama adalah sosok manusia yang seperti binatang. Hal ini karena perilakunya betul-betul tidak beradab dan tidak manusiawi.

"Kita melihat banyak orang-orang di sekitar kita yang memenuhi hawa nafsunya tanpa mengindahkan nilai-nilai kemanusian dan bahkan menghalalkan segala cara demi hawa nafsunya atau kelompoknya," ungkap Gus Hayid.

Tipe yang kedua lanjutnya adalah sosok berwujud manusia yang ruh dan jiwanya seperti setan. Tipe ini banyak ditemui di sekitar kita dengan penampilan fisik dan pakaian menarik seolah ia adalah manusia sempurna.

"Ada yang rapi berjas, berseragam indah atau berjubah dan bersurban, tapi jiwanya kejam dan raja tega serta selalu menyesatkan orang lain," ungkap pengurus Komisi Dakwah MUI Pusat ini.

Sementara tipe manusia yang ketiga adalah manusia yang di ridhoi Allah SWT. Tipe inilah yang akan selalu dalam perlindungan Allah baik di dunia maupun di akhirat.

"Ini (tipe ketiga) adalah para muttaqin, orang-orang yang menjaga takwanya dan tidak berbuat dzalim kepada dirinya dengan bermaksiat kepada Allah, serta dzalim kepada yang lain, dengan selalu menyakiti saudaranya sesama manusia dengan tangan, lisan dan perbuatannya," jelas Gus Hayid.

Ia pun mengajak umat Islam untuk senantiasa berhati-hati dengan tipe orang yang berwujud manusia namun berhati iblis. Ia juga mengajak untuk bermuhasabah dengan tiga tipe manusia yang dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW ini. Sebagai orang beriman sudah seharusnya umat Islam berusaha untuk menjadi tipe manusia yang ketiga.

"Bagaimana dengan diri kita? Dalam posisi nomor berapa kita berada? Semoga dengan pertolongan Allah kita tergolong tipe yang ketiga. Amin. Al-Fatihah," pungkasnya. (Muhammad Faizin)
Selasa 11 Juni 2019 16:30 WIB
Menaker Hanif Ajak ASN Kemnaker Kembali Bekerja Optimal Layani Masyarakat
Menaker Hanif Ajak ASN Kemnaker Kembali Bekerja Optimal Layani Masyarakat
Halal bi halal Kemnaker, Senin (10/6).
Jakarta, NU Online
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak seluruh pegawai Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali semangat bekerja dan melayani masyarakat dengan baik usai libur dan cuti bersama merayakan Hari Raya Idul Fitri.

"Usai libur dan cuti bersama, saya mengajak seluruh pegawai dan mitra kerja untuk kembali bekerja dengan penuh semangat serta mengedepankan inovasi dalam melayani seluruh pemangku kepentingan," kata Hanif saat halal bi halal dengan pegawai Kemnaker di Jakarta, Senin (10/6).
 
Pada kesempatan ini Hanif juga menyampaikan Selamat Hari Idul Fitri dan permohonan maafnya kepada seluruh pegawai dan mitra kerja Kemnaker.

"Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai dan mitra kerja Kemnaker apabila ada kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja selama kita menjalani pekerjaan," ujar Hanif.

Tak lupa, Hanif kembali mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kinerja segenap pegawai Kemnaker atas keberhasilan mempertahankan status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) laporan keuangan tahun 2018.

"Selamat kepada seluruh pegawai Kemnaker yang berhasil memperoleh hasil laporan keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Ke depan, prestasi yang telah diraih selama tiga tahun berturut-turut (2016, 2017, 2018) ini harus dipertahankan dan ditingkatkan," ungkap Hanif.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, yang hadir pada halal bi halal ini mengatakan, ibadah puasa yang telah dijalani harus mampu membentuk diri kita menjadi pribadi yang berahlak.

Dengan ahlak yang baik kita bisa terhindar dari perbuatan tercela seperti menyebar hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah di media sosial.

"Puasa itu untuk menahan diri, membentuk karakter, memiliki ahlak, prinsip, dan kepribadian. Orang islam harus memiliki harga diri. Tidak pernah marah, menyebar kebencian, adu domba, apalagi menyebar fitnah," kata Kiai Said.

Lebih lanjut, Kiai Said mengatakan, dirinya yakin para pegawai Kemnaker bermartabat, berbudaya, berahlak, dan berkarakter. Hal tersebut terbukti dari laporan keuangan kementerian yang mampu meraih predikat WTP. 

"Makanya kementerian ini laporan keuangannya WTP. Ini berarti pegawai Kemnaker berkarakter dan integritasnya sangat tinggi," kata Kiai Said. (Red: Kendi Setiawan)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG