IMG-LOGO
Pemberdayaan

Berkah Lebaran Ketupat, Warga Jombang Produksi 8 Ribu Ketupat Sehari

Kamis 13 Juni 2019 10:30 WIB
Bagikan:
Berkah Lebaran Ketupat, Warga Jombang Produksi 8 Ribu Ketupat Sehari
Cropping video produksi ketupat di Jombang.
Jombang, NU Online
Menjelang perayaan Lebaran Ketupat beberapa hari lalu, sejumlah warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur menjadi pengrajin ketupat dadakan. Para pengrajin ketupat ini didominasi oleh kalangan ibu rumah tangga yang ingin mengais rezki dari tradisi Lebaran Ketupat. Lebaran Ketupat atau Hari Raya Ketupat sendiri merupakan tradisi syukuran dengan makan ketupat bersama-sama pada hari ketujuh setelah Idul Fitri.

Dalam tayangan Jelang Lebaran Ketupat terlihat suasana aktivitas warga di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto yang sibuk membuat kelontong ketupat dan lepet. Para ibu rumah tangga yang tengah membuat ketupat dan lepet, sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani. Mereka biasanya mengerjakan pembuatan ketupat dan lepet usai mengerjakan rumah. Para suami atau pria di desa tersebut juga turut membantu pembuatan ketupat dan lepet jika memiliki waktu luang setelah bekerja.

Salah satu pembuat ketupat dan lepet Kusaiman mengaku adanya peningkatan jumlah produksi saat Hari Raya Ketupat. Jika pada hari biasa dia membuat sekitar dua ribu lepet dalam sehari, menjelang Hari Raya Ketupat dapat menghasilkan delapan ribu ketupat dan lepet dalam sehari. Jika pada hari biasa menghabiskan lima puluh kilogram beras ketan, pada hari Lebaran Ketupat mampu menghabiskan beras ketan 1,5 kuintal. Untuk memproduksi sebanyak itu, dia pun dibantu sejumlah pekerja.

Untuk pelanggannya, berasal dari Kota Jombang, Sidoarjo dan Krian. Setiap satu bendel berisi sepuluh lepet harganya sepuluh sampai 15 ribu tergantung besar kecilnya lepet. Sedangkan harga ketupat sepuluh sampai 12 ribu rupiah tergantung ukurannya.

Di Jombang, Hari Raya Ketupat biasa dilaksanakan tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitru atau setelah puasa Syawal selama enam hari. Pada hari Raya Ketupat, warga beramai-ramai pergi ke mushala atau masjid untuk beramai-ramai melaksanakan kenduri ketupat.

Penggunaan istilah ketupat dalam Lebaran ketupat tentu bukan tanpa filosofi yang mendasarinya. Dito Alif Pratama dalam Lebaran Ketupat dan Tradisi Masyarakat Jawa mengungkapkan kata 'ketupat' atau 'kupat' berasal dari istilah bahasa Jawa yaitu 'ngaku lepat' (mengakui kesalahan) dan 'laku papat' atau empat tindakan.

Prosesi 'ngaku lepat' umumnya diimplementasikan dengan tradisi sungkeman, yaitu seorang anak bersimpuh dan memohon maaf di hadapan orangtuanya. Dengan begitu, kita diajak untuk memahami arti pentingnya menghormati orang tua, tidak angkuh dan tidak sombong kepada mereka serta senantiasa mengharap ridho dan bimbinganya.

"Ini merupakan sebuah bukti cinta dan kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya, begitupun orang tua kepada anaknya," tulis Dito. (Kendi Setiawan)
Bagikan:
Selasa 14 Mei 2019 10:0 WIB
Jelang Ramadhan Ada Kirab Koin NU di Sidoarjo, Ini Pemanfaatannya
Jelang Ramadhan Ada Kirab Koin NU di Sidoarjo, Ini Pemanfaatannya
Kala Kirab Koin NU Sidoarjo mendatangi MI.
Jakarta, NU Online
Menjelang bulan Ramadhan beberapa pekan lalu, NU Care-LAZISNU Sidoarjo Jawa Tengah melaksanakan Kirab Koin NU. Dijalankan mulai tanggal 30 Maret sampai 2 Mei 2019, Kirab Koin NU Sidoarjo menjangkau 15 dari 18 MWCNU yang ada di Sidoarjo.

Ketua NU Care-LAZISNU Sidoarjo Dodi Dyauddin mengatakan dari 15 MWC itu titik edar kirab adalah semua sekolah di bawah naungan NU, baik tingkat MI/SD, SMP/MTs sampai SMA sederajat.

"Jumlah total sekolah belum hitung secara persis, tapi hitungan kasar kami sekitar 250 sekolah, lainnya di Jamiyah Kubroan Muslimat NU atau Fatayat NU,” kata Dodi dihubungi dari Jakarta.

Ia mengatakan tujuan Kirab Koin NU menjelang Ramadhan di antaranya untuk mengenalkan kepada seluruh masyarakat khususnya peserta didik di sekolah, guru-guru, wali murid dan warga NU bahwa lembaga donasi resmi dan syari milik NU adalah LAZISNU.

"Mengajak mereka agar donasinya berupa apa saja, baik zakat, infak, sedekah maupun lainnya agar disalurkan melalui LAZISNU. Juga mengajarkan langsung dengan praktik kepada peserta didik di lingkungan NU dalam memberikan infaknya melalui kotak besar yang kami bawa dari kantor PC LAZISNU Sidoarjo, sehingga memberikan pembelajaran langsung kepada mereka, berdonasi ke LAZISNU," papar Dodi.

Kirab Koin NU Sidoarjo menjelang Ramadhan tersebut berhasil mengumpulkan dana sekitar 160 juta rupiah. Dana yang terkumpul, kata Dodi, dimanfaatkan untuk santunan kepada dhuafa, yatim-piatu di masing-masing MWC pada tanggal 17 Ramadahn nanti secara serentak.

"Termasuk untuk daerah bencana yang di Sentani, ada PR kami yaitu sebuah pondok pesantren Al-Ikhlas, namanya di distrik Waibu Desa Doyo Bambar terkena terjangan banjir bandang yang meluluhlantakkan bangunan sekolah TK, MI dan MTs disana, nah sebagian uang itu akan disampaikan ke sana," ujarnya.

Target bantuan untuk Sentani mencapai 50 juta. Jumlah tersebut rencananya tidak hanya dari hasil Kirab Koin NU, namun dari yang lain, seperti penggalangan dana dari infak peserta didik SMPN se-Sidoarjo juga dilakukan.

Dalam bulan Ramadhan ini, bagi Dodi sebagai momentum LAZISNU Sidoarjo untuk terus mengembalikan semangat warga NU terkait donasi harus kembali ke pangkuan NU dalam hal ini LAZISNU. " Karena sampai saat ini masih banyak warga NU yang berdonasi ke lembaga donasi lain," katanya.

Karenanya, zakat yang disalurkan diprioritaskan untuk warga sekitar tempat para muzakki tinggal, atau donasi mereka bermanfaat untuk warga sekitar muzakki. (Kendi Setiawan)

Kamis 9 Mei 2019 5:30 WIB
Safari Ramadhan NU Samarinda dari Gerakan Koin
Safari Ramadhan NU Samarinda dari Gerakan Koin
Jakarta, NU Online
NU Care-LAZISNU Kota Samarinda merealisasikan program Safari Ramadhan. Kegiatan ini dimulai pada hari Selasa (7/5). Pada Safari Ramadhan, tim NU Care-LAZISNU dan PCNU Kota Samarinda datang ke masjid-masjid yang sudah ditentukan pada pukul 17.30 WIB atau menjelang waktu berbuka puasa.

Ketua NU Care-LAZISNU Sumijan mengatakan Safari Ramadhan diisi dengan buka puasa bersama, Shalat Magrib berjamaah, Shalat Isya dan Tarawih berjamaah. Untuk melengkapi kegiatan itu, imam dan penceramah disiapkan PCNU Kota Samarinda.

Seperti pada Rabu (8/5), Safari Ramadhan mengunjungi Pesantren Nabil Husin Jl Jakarta Loa Bakung. Saat agenda berlangsung juga dilakukan serah terima wakaf berupa sepuluh eksemplar Al-Qur'an dari NU Care-LAZISNU Kota Samarinda yang secara simbolis dilakukan Rais Syuriyah PCNU Kota Samarinda kepada pimpinan pesantren.

"Tujuannya kegiatan ini untuk mengenalkan dan mendekatkan NU Care-LAZISNU Kota Samarinda kepada masyarakat Muslim di Samarinda," kata Sumijan dihubungi dari Jakarta, Rabu (8/5) malam.

Melalui kegiatan tersebut, sambung dia, sekaligus membuktikan bahwa NU di Kota Samarinda bisa memberikan sesuatu untuk umat walaupun nilianya masih sangat kecil.

LAZISNU Samaridan siap menerima infak dan sedekah masyarakat yang sewaktu-waktu menyalurkan tepat sasara dan manfaat bagi penerima barokah untuk dermawan.

Sumijan juga mengungkapkan keberadaan NU Care-LAZISNU di Kota Samarinda sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pemanfatan uang dari Kotak Infak (Koin) NU. "Dari Koin NU sudah bisa membeli satu buah ambulans, termasuk wakaf sepuluh eksemplar Al-Qur'an di setiap masjid yang ditempati Safari Ramadhan," ujarnya.

Langkah demikian membuat NU Care-LAZISU semakin mantap dalam berkhidmah kepada masyarakat. Dengan menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui NU Care-LAZISNU sebagai hal yang tepat karena pengetahuan tentang NU dan amaliah NU sudah baik para pengurus dan jamaah sudah sesuai.

"LAZISNU Samaridan siap menerima infak dan sedekah masyarakat da menyalurkan secara tepat sasaran. Semoga bermanfaat bagi penerima dan barokah untuk dermawan (donatur)," pungkasnya. (Kendi Setiawan)

Jumat 3 Mei 2019 12:30 WIB
Setahun Koin NU Menyapa Sidempuan
Setahun Koin NU Menyapa Sidempuan
Bantuan warga yang sakit, salah satu program Koin NU di Padangsidempuan.
Jakarta, NU Online
Sejak setahun lalu, gerakan kotak infak (Koin) NU juga diprogramkan oleh NU Care-LAZISNU Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Akhir April kemarin, NU Care-LAZISNU Padang Sidempuan melaporkan kinerja Koin NU di Tabagsel periode 4 Maret 2018 hingga 30 April 2019 dengan sejumlah program yang dijalankan.

Ketua NU Care-LAZISNU Kota Padangsidempuan, Zulpan Harahap mengatakan selama setahun ini, jumlah kotak Koin NU yang disebarkan kepada masyarakat sebanyak 963 kotak.

"Beberapa program yang dijalankan adalah kursus Bahasa Inggris gratis, Bimbingan Belajar Gratis, dan Pesantren Kilat Gratis; Pelatihan Staf Pengajar dan Bimbingan CPNS, Bimbingan Kewirusahaan, Bimbingan Karakter; Santunan dan Pembinaan Rutin kepada Fakir, Miskin, Anak Yatim Piatu, Jompo, dan Muallaf," terangnya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (3/5) pagi.

Program lainnya pemberian Modal Usaha Rumahan dan Usaha Kecil tanpa Bunga, Tanpa Biaya, Tanpa Administrasi; Memerangi riba dengan Pinjaman Tanpa Bunga, Jula-jula tanpa Biaya'; Peduli Pengajian Anak-anak di Rumah-rumah, Peduli Guru Ngaji dan Fisabilillah; Pembinaan Kelompok Tani, organisasi dan individu untuk membuat kebun jagung, ubi, kacang-Kacangan, dan rempah; Pembinaan Perikanan untuk Budi Daya Ikan Mas, Lele, Nila, dan Belut.

"Selain itu pembinaan dan analisis SWOT Abang Becak dan Peremajaan Becak; serta sosialisasi gemar infak, sedekah, zakat, wakaf kepada pengusaha dan masyarakat melalui LAZISNU," lanjut Zulpan.

Zulpan mengatakan LAZISNU Kota Sidempuan, menghadapi keterbatasan seperti dana, tenaga, dan fasilitas serta luasnya kawasan kota. Namun pihaknya menegaskan akan terus melaksanakan program-program tersebut. Ia pun mengajak warga NU di Tabagsel untuk terus terus peduli kepada umat, sehingga memberi manfaat yang sebaik-baiknya bagi sesama.

"Terus membersihkan diri, keluarga, harta, dan jiwa dengan berinfak, sedekah, zakat kepada LAZISNU Kota Padangsidempuan dengan cara diantar langsung, dijemput, atau transfer," ajaknya.

Kota Padangsidempuan termasuk dalam wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Tabagsel sendiri terdiri dari Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Padang Lawas Utara, Kabupaten Padang Lawas.

Penyebutan nama LAZISNU Tabagsel, kata Zulpan, sebenarnya karena LAZISNU di Tabagsel ini baru ada di PCNU Kota Padangsidempuan. "Mengambil nama LAZISNU Tabagsel tujuannya agar sahabat-sahabat dari kabupaten-kabupaten tersebut mau berkiprah mengaktifkan LAZISNU di seluruh PCNU yang ada di Tabagsel," ujarnya. (Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG