Djarum Super

Dua Nikmat yang Paling Utama

Dua Nikmat yang Paling Utama
Grup hadrah mengisi pengajian rutin NU Taraban, Jumat (14/6)
Grup hadrah mengisi pengajian rutin NU Taraban, Jumat (14/6)
Brebes, NU Online
Pengurus Ranting NU Desa Taraban, Kecamatan Paguyangan, Brebes, Jawa Tengah kembali melaksanakan pengajian rutinan Jumat (14/6) siang. Pengajian kali ini diisi oleh KH Abdul Wahab. Ia antara lain menyampaikan adanya dua nikmat, yakni nikmat sehat dan sempat.

"Nikmat sehat merupakan nikmat yang paling utama dibanding nikmat sempat. Pasalnya nikmat sehat kita bisa melakukan ibadah apa saja dengan khusuk. Termasuk menikmati hidangan lebaran," katanya.

Di sisi lain KH Abdul Wahab juga menyampaikan tentang nikmat sempat. "Sehat saja masih kurang. Banyak orang yang diberi nikmat tapi tidak digunakan untuk ibadah seperti di bulan Puasa kemarin. Banyak orang lebih memilih tidur dibanding memperbanyak membaca Al-Qur'an," tutur Kiai Abdul Wahab. 

Ia pun berpesan kepada para jamaah untuk menjaga nikmat dan menggunakannya dengan sebaik mungkin. "Karena nikmat sehat dan sempat adalah salah satu nikmat yang besar yang diberikan oleh Allah Swt. Maka selayaknya manusia untuk selalu bersyukur dengan cara menggunakan nikmat tersebut untuk berbuat baik," tegasnya.

Kegiatan rutin sebulan sekali yang dilaksanakan oleh pengurus ranting NU dilakukan dengan cara bergilir antardusun di Desa Taraban. Untuk kali ini pengajian NU dilaksanakan di Dusun Igirbatu. Kegiatan yang sudah berlangsung sekitar enam tahun lalu menjadi tradisi masyarakat yang tidak bisa ditinggalkan. 

Ketua pelaksana pengajian, Slamet menyampaikan dengan adanya pengajian tersebut agar mendapatkan ridha  Allah Swt dan diakui sebagai umat Nabi Muhammad Saw. "Karena kegiatan pengajian NU sebagai wujud untuk mengharap barokah dan diakuinya sebagai santrinya Hadratussyaikh Kiai Hasyim Asy'ari," ungkapnya. 

Hal senada disampaikan oleh KH Mahrus Ali selaku Katib Aam MWCNU Peguyangan dalam sambutannya. "Untuk itu mari kita jaga dan menghidupi tardisi-tradisi amaliah NU agar kita diakui sebagai santrinya Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari.

KH Mahrus Ali juga menyampaikan agar jamaah dapat menjaga persatuan antardusun. "Mari kita jaga persatuan dan kesatuan antardusun. Dengan kita bersatu, Desa Taraban bisa makmur dan maju," ungkapnya.

Di Brebes, seperti di beberapa kabupaten lainnya di Jawa Tengah, tidak lama lagi akan digelar pemilihan kepala desa. Ia berharap jangan sampai masyarakat terpecah gara-gara beda pilihan kepala desa. "Pilihan boleh beda tapi persatuan harus diutamakan," imbaunya. (Erik Alga Lesmana/Kendi Setiawan)

BNI Mobile