IMG-LOGO
Humor

Kopdar Ahli Bedah, Insinyur, dan Politisi

Selasa 18 Juni 2019 13:0 WIB
Bagikan:
Kopdar Ahli Bedah, Insinyur, dan Politisi
Ilustrasi humor
Banyak profesi di dunia ini dengan keahlian masing-masing. Di sebuah desa ada tiga orang teman yang sukses dengan profesinya tersebut.

Momen lebaran tiba, mereka pulang kampung atau mudik. Setelah sampai di kampung, mereka saling kontek dan mengagendakan kopi darat (kopdar).

Masing-masing tiga orang tersebut ialah Kartono yang merupakan ahli bedah, Waskito seorang insinyur, dan Dirjo seorang politikus.

Tiga orang putra daerah kebangaan tersebut rupanya mendiskusikan tentang sejarah profesi mereka masing-masing. Mereka bertiga saling mengklaim bahwa profesinya paling tua.

"Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Ini adalah prosedur bedah,” ujar Kartono mengawali klaim.

"Sebelum ada Adam dan Hawa, keteraturan alam diciptakan dari sebuah kekacauan, dan itu pasti pekerjaan insinyur,” sebut Waskito.

"Ya, tapi menurut kalian, siapa yang menciptakan kekacauan?" seloroh Dirjo. (Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Senin 27 Mei 2019 14:30 WIB
Lailatul Qadar Tiba Tiap Malam?
Lailatul Qadar Tiba Tiap Malam?
Ilustrasi humor
Peristiwa paling istimewa dalam waktu 10 terakhir di bulan Ramadhan ialah malam lailatul qadar. Momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap Muslim karena kemuliaan yang ada di dalamnya.

Sejumlah riwayat menjelaskan bahwa malam lailatul qadar jatuh pada tanggal ganjil di 10 hari terakhir itu.

Soal ramainya pembahasan malam lailatul qadar, seorang santri berbincang ringan dengan kiainya. Ia ingin memastikan kapan malam lailatul qadar tiba.

"Kapan kira-kira Lailatul Qadar, Kiai?" tanya santri.

"Saya tidak pernah mikir," jawab sang kiai.

"Semua orang menunggu Lailatul Qadar, kan?"

"Lailatul Qadar kok ditunggu," tanggapnya diplomatis.

"Waduhh?" respon santri.

"Di bulan suci, setiap malammu jadikan Lailatul Qadar," tutur sang kiai.

"Maaf, sekali lagi, waduhh, kiai." (Fathoni)


*) Disunting dari riwayat KH M. Luqman Hakim lewat twitternya @KHMLuqman
Jumat 24 Mei 2019 18:30 WIB
Panjat Syukur
Panjat Syukur
Ilustrasi (Ist.)
Pada kegiatan buka puasa bersama di Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Solo, belum lama ini (19/5), Nyai Sinta Nuriyah Wahid, istri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berkisah tentang kenangannya dengan Gus Dur.

Suatu ketika Nyai Sinta berpidato. Layaknya orang berpidato, diawali dengan kalimat ajakan untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan.

"Marilah kita panjatkan syukur..., " kata Nyai Sinta.

Usai acara ia pun diperingatkan oleh Gus Dur. "Ngapain kamu mau memanjatkan syukur?" tanya Gus Dur.

"Lho kenapa?"

"Kan, Syukur bisa manjat sendiri, ngapain kamu mau memanjatkan dia. Gitu aja kok repot!" jawab Gus Dur . (Ajie Najmuddin/Muhammad Faizin)
Selasa 21 Mei 2019 15:15 WIB
Berkunjung ke RS Jiwa Pasca-Pilpres
Berkunjung ke RS Jiwa Pasca-Pilpres
Ilustrasi humor
Setelah beberapa hari sejak dilakukan pemungutan suara untuk pemilihan presiden (pilpres) dan calon legislatif, penyelenggara Pemilu telah berhasil melakukan rekapitulasi final.

Sesuai prediksi medis, tidak sedikit caleg dan pendukung pasangan calon presiden dan wapres yang mengalami gangguan jiwa.

Pada suatu hari, calon presiden tak terpilih alias gagal mengunjungi sebuah rumah sakit jiwa. Rupanya ia ingin tahu detail dari prediksi medis tersebut karena dalam rumah sakit itu yang banyak tak lain ialah para pendukungnya.

Begitu ia masuk ke rumah sakit (RS) jiwa tersebut, semua pasien di dalam mengangkat tangan untuk memberi hormat kepadanya.

Kemudian, ia berjalan terus di sepanjang lorong RS. Akhirnya ia berhenti di depan seorang pria karena dia sendiri yang tidak memberi hormat.

Ia pun berucap sembari berteriak, "Hai, mengapa kamu tidak memberi hormat kepadaku?"

"Maaf Pak, saya juru rawat, bukan orang gila," katanya. (Ahmad)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG