IMG-LOGO
Nasional

Gus Miftah Ungkap Alasan Deddy Corbuzier Masuk Islam

Jumat 21 Juni 2019 15:35 WIB
Bagikan:
Gus Miftah Ungkap Alasan Deddy Corbuzier Masuk Islam
Prosesi mualaf Deddy Corbuzier (Usman Hadi/detikcom)
Jakarta, NU Online
Pemandangan tak biasa terlihat di Masjid Al-Mbejaji Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta asuhan KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah. Siang setelah shalat Jumat (21/6) masjid tersebut ramai didatangi jamaah dan tokoh masyarakat termasuk Kapolda DIY karena ada prosesi Deddy Corbuzier menjadi mualaf.

Gus Miftah mengonfirmasi bahwa Deddy Corbuzier telah mendalami agama Islam sekitar delapan bulan terakhir di bawah bimbingannya. Namun ditegaskan oleh kiai yang kerap berdakwah di tempat-tempat kaum marjinal ini, Deddy memutuskan memeluk Islam tanpa ada paksaan apa pun dan dari siapa pun.

“Beliau (masuk Islam) tidak karena apa pun, tapi karena hidayah,” tegas Gus Miftah, Jumat (21/6) usai menuntun Deddy membaca dua kalimat syahadat.

Menurut Gus Miftah yang akan menuntun Deddy Corbuzier saat mengucap dua kalimat syahadat sebagai ikrar mualaf itu, alasan masuk Islam karena ia merasa mendapat hidayah. “Dia bilang, ini hidayah saya hari ini,” kata dia menirukan ucapan Deddy Corbuzier.

Gus Miftah menjelaskan, waktu delapan bulan belajar Islam itu memberikan pemahaman baru bagi ayah satu anak ini. Selama berkolaborasi membuat konten Islam dengan isu-isu kekinian, Deddy Corbuzier melihat pandangan Islam Gus Miftah itu rasional, ramah, menyenangkan, dan bukan radikal seperti yang selama ini ia lihat.

Keputusan Deddy masuk Islam ini diambil setelah melalui proses yang panjang. Gus Miftah mengungkap hal yang membuat Deddy Corbuzier mantap menjadi mualaf.

Rasa yakin itu datang setelah Gus Miftah memaparkan tentang seperti apa wajah Islam. Penjelasan tersebut bisa diterima Deddy Corbuzier dan dianggap sangat rasional.

"Karena saya kan bilang Islam itu wajahnya seperti apa tergantung pintu masuknya di apa. Kalau pintu masuknya itu keras ya Islam akan jadi Islam yang keras," imbuh Gus Miftah kepada Deddy.

Kalau pintu masuknya Islam yang marah-marah, sambungnya, jadinya Islam yang marah-marah. Tapi sebaliknya kalau pintu masuknya Islam yang ramah jadinya yang ramah.

"Saya kerap berbincang dengan dia dan menyampaikan agama yang masuk ke dalam logikanya, dengan menggunakan pendekatan yang rasional," jelas Gus Miftah.

Hingga akhirnya pintu hati Deddy Corbuzier pun terbuka dan menurut Gus Miftah, mantan suami Kalina Oktarani ini mantap menjadi mualaf.

"Alhamdulillah ada jalan hidayah," ungkap kiai berambut gondrong ini. (Fathoni)
Bagikan:
Jumat 21 Juni 2019 23:45 WIB
Kepada Deddy Corbuzier, Kiai Ma’ruf Kisahkan Doa Nabi yang Ditolak
Kepada Deddy Corbuzier, Kiai Ma’ruf Kisahkan Doa Nabi yang Ditolak
Deddy Corbuzier bersama KH Ma'ruf Amin dan Gus Miftah (Foto: @Kiyai_Ma'rufAmin)
Jakarta, NU Online
Usai mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Mbejaji, Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Deddy Corbuzier langsung bertolak menuju Jakarta bersama KH Miftah Maulana Habiburrahman guna sowan kepada KH Ma’ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/6) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan hidayah yang terbagi menjadi dua, yakni hidayah imaniyah dan hidayah taufiqiyah.

Hidayah pertama, hidayah imaniyah, merupakan hidayah yang berkaitan dengan kepercayaan atau keyakinan manusia yang langsung diberikan oleh Allah. “Hidayah imaniyah itu hidayah dapat iman. Itu dari Allah dan itu hak prerogatif Allah,” jelas Kiai Ma’ruf.

Persoalan ini, katanya, tidak ada yang bisa menggugat karena kuasa Allah swt sekalipun Nabi. Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Banten itu menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw pernah berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah kepada seseorang.

Namun, lanjutnya, Allah swt. menegaskan bahwa hanya Dirinya saja yang berkehendak akan keimanan seseorang. 

“Kamu tidak bisa memberi hidayah orang yang kamu kehendaki, yang kamu cintai, walaupun orang itu kamu cintai, kamu tidak bisa memberikan hidayah,” ucap Kiai Ma’ruf menerjemahkan Al-Qur’an surat Al-Qashas ayat 56, “tapi Allahlah yang memberikan hidayah kepada orang yang dikehendaki oleh Allah,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu berdoa untuknya agar Allah dapat menetapkan iman dan islamnya. “Mudah-mudahan hidayah yang sudah diterima ini, ditetapkan oleh Allah. Ya Allah tetapkan imannya, tetapkan keislamannya, jadikanlah surga tempat kembalinya,” harapnya yang langsung diamini hadirin.

Pasalnya, kata Kiai Ma’ruf, tidak ada nikmat yang luar biasa, kecuali nikmat hidayah imaniyah. Hal tersebut harus dijaga dengan betul agar jangan sampai hilang.

Sementara itu, hidayah taufiqiyah merupakan hidayah persesuaian antara yang kita persepsikan dengan apa yang dituntutkan oleh Allah. Artinya, apa yang kita anggap baik, bisa baik juga menurut Allah. Pun yang jelek menurut Allah, bisa jelek juga dalam pandangan pribadi.

Baca Juga:
Dibimbing Gus Miftah, Deddy Corbuzier Resmi Masuk Islam
Dialog Deddy Corbuzier dengan Gus Miftah: Kenapa Gue Harus Mualaf, Gus?
Kiai Ma’ruf juga berharap agar hidayah imaniyah yang sudah diterima oleh Deddy Corbuzier dapat dilengkapi dengan hidayah taufiqiyah. Sebab, menurutnya, masih ada orang yang sudah mendapatkan hidayah imaniyah, tetapi belum mendapatkan hidayah taufiqiyah

Guru besar ekonomi syariah UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur itu bersyukur atas keislaman mentalis itu. Ia pun mengucapkan lafal hamdalah hingga tiga kali sebagai bentuk syukurnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Ma’ruf memberikan pilihan nama bagi pria kelahiran 26 Desember 1976 itu, yakni antara Ahmad atau Muhammad. Namun, Deddy sendiri belum menentukannya. 

Di tempat yang sama, Deddy untuk kali perdana shalat Maghrib langsung diimami oleh Kiai Ma’ruf. Terlihat ia mengambil tempat di sebelah kanan Gus Miftah. Sementara sebelah kiri Gus Miftah sendiri adalah Ustaz Yusuf Mansur yang juga turut hadir dalam silaturahim tersebut.

Mereka juga diajak santap malam bersama satu meja dengan Kiai Ma’ruf. Perbincangan mereka terlihat begitu akrab. Turut menemani jamuan tersebut Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini. (Syakir NF/Zunus)

Jumat 21 Juni 2019 21:45 WIB
Doa dan Wejangan KH Ma’ruf Amin untuk Deddy Corbuzier
Doa dan Wejangan KH Ma’ruf Amin untuk Deddy Corbuzier
Gus Miftah dan Deddy di kediaman Kiai Ma'ruf (ist)
Jakarta, NU Online
Usai prosesi mualaf di Masjid Al-Mbejaji Pondok Pesantren Ora Aji Tundan, Purwomartani, Kalasan, Yogyakarta, KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengajak Deddy Corbuzier ke kediaman Mustasyar PBNU yang juga Cawapres RI KH Ma’ruf Amin di Jakarta.

Momen mengharukan terjadi ketika justru mereka berdua bertemu di Bandara Soetta dengan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj. Gus Miftah dan Deddy turun dari pesawat, sedangkan Kiai Said hendak naik pesawat. Interaksi hangat terjadi antara ketiganya.

Sesampainya di kediaman Kiai Ma’ruf di Jalan Situbondo Jakarta Pusat, Gus Miftah dan Deddy Corbuzier langsung disambut tuan rumah. Nampak Ustadz Yusuf Mansur juga turut mendampingi.

Kiai Ma'ruf Amin mendoakan agar Deddy Corbuzier istiqomah atas pilihannya memeluk Islam. Deddy juga didoakan agar menjadi Muslim yang baik.

"Semoga anak saya (memanggil akrab Deddy Corbuzier) diberkati Allah, menjadi anak yang baik. Bisa juga yang baru lebih baik. Bukan berarti yang baru tidak lebih baik. Semoga mantap dan imannya semakin kuat, dan dijaga dengan ibadah. Ibadah menjaga iman," tutur Kiai Ma'ruf, Jumat (21/6).

Dalam kesempatan itu, Deddy Corbuzier ikut shalat magrib berjamaah yang dipimpin langsung oleh Ma'ruf Amin. Itu merupakan shalat maghrib pertama yang dilakukan oleh Deddy. Usai shalat, Kiai Ma'ruf Amin memberikan nasihat untuk Deddy.

Dalam wejangan tersebut, Kiai Ma'ruf Amin sempat memberikan pilihan nama untuk Deddy Corbuzier setelah menjadi seorang Muslim. Deddy diminta untuk memilih nama Ahmad atau Muhammad untuk menambah nama yang sudah ada.

Keputusan Deddy masuk Islam ini diambil setelah melalui proses yang panjang. Gus Miftah mengungkap hal yang membuat Deddy Corbuzier mantap menjadi mualaf.

Rasa yakin itu datang setelah Gus Miftah memaparkan tentang seperti apa wajah Islam. Penjelasan tersebut bisa diterima Deddy Corbuzier dan dianggap sangat rasional.

"Karena saya kan bilang Islam itu wajahnya seperti apa tergantung pintu masuknya di apa. Kalau pintu masuknya itu keras ya Islam akan jadi Islam yang keras," imbuh Gus Miftah kepada Deddy.

Kalau pintu masuknya Islam yang marah-marah, sambungnya, jadinya Islam yang marah-marah. Tapi sebaliknya kalau pintu masuknya Islam yang ramah jadinya yang ramah.

"Saya kerap berbincang dengan dia dan menyampaikan agama yang masuk ke dalam logikanya, dengan menggunakan pendekatan yang rasional," jelas Gus Miftah.

Hingga akhirnya pintu hati Deddy Corbuzier pun terbuka dan menurut Gus Miftah, mantan suami Kalina Oktarani ini mantap menjadi mualaf. (Fathoni)
Jumat 21 Juni 2019 21:15 WIB
Momen Gus Miftah Pakaikan Peci di Kepala Deddy Corbuzier
Momen Gus Miftah Pakaikan Peci di Kepala Deddy Corbuzier
Gus Miftah dan Deddy Corbuzier (ist)
Jakarta, NU Online
Peci merupakan salah satu identitas Muslim Indonesia. Penutup kepala yang juga disebut sebagai songkok nasional ini melekat pada diri KH Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah ketika menuntun Deddy Cobuzier mengikrarkan dua kalimat syahadat, Jumat (21/6) di Masjid Al-Mbejaji Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, Yogyakarta.

Usai prosesi mualaf selesai, mereka berdua melayani pertanyaan para awak media dalam sesi konferensi pers di komplek pesantren. Di tengah menjawab pertanyaan wartawan, ada salah satu momen di mana Gus Miftah mencoba memakaikan peci yang dikenakannya ke kepala Deddy Corbuzier.

“Ternyata tambah kelihatan ganteng memakai peci,” ujar Gus Miftah disambut senyuman Deddy dan tawa orang-orang yang mengerumuninya.

Dalam momen tersebut, Deddy yang juga ditemani calon istrinya, Sabrina Chairunisa bercerita banyak tentang awal tertarik memeluk agama Islam, menyoal sikap keluarganya, hingga perkara sunat yang ditanyakan salah seorang wartawan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Miftah menegaskan bahwa Deddy akan diajaknya menemui sejumlah ulama untuk memantapkan tekadnya menjadi seorang Muslim. Di antara ulama yang sudah ditemuinya ialah Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Cawapres RI KH Ma’ruf Amin. Selanjutnya mereka juga hendak sowan ke ulama kharismatik asal Pekalongan Habib Luthfi bin Yahya.

Keputusan Deddy masuk Islam ini diambil setelah melalui proses yang panjang. Gus Miftah mengungkap hal yang membuat Deddy Corbuzier mantap menjadi mualaf.

Rasa yakin itu datang setelah Gus Miftah memaparkan tentang seperti apa wajah Islam. Penjelasan tersebut bisa diterima Deddy Corbuzier dan dianggap sangat rasional.

"Karena saya kan bilang Islam itu wajahnya seperti apa tergantung pintu masuknya di apa. Kalau pintu masuknya itu keras ya Islam akan jadi Islam yang keras," imbuh Gus Miftah kepada Deddy.

Kalau pintu masuknya Islam yang marah-marah, sambungnya, jadinya Islam yang marah-marah. Tapi sebaliknya kalau pintu masuknya Islam yang ramah jadinya yang ramah.

"Saya kerap berbincang dengan dia dan menyampaikan agama yang masuk ke dalam logikanya, dengan menggunakan pendekatan yang rasional," jelas Gus Miftah.

Hingga akhirnya pintu hati Deddy Corbuzier pun terbuka dan menurut Gus Miftah, mantan suami Kalina Oktarani ini mantap menjadi mualaf. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG