Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download
MENENGOK GELIAT PCINU HONGKONG (2-HABIS)

Garap Jamaah, Beri Pendampingan TKI

Garap Jamaah, Beri Pendampingan TKI
Para jamaah (TKI) saat Peringatan Harlah NU di Victoria Park kemarin
Para jamaah (TKI) saat Peringatan Harlah NU di Victoria Park kemarin

Hongkong, NU Online
Mungkin satu-satunya Pengurus Cabang Istimewa (PCI) yang personelnya berprofesi sebagai TKI (tenaga kerja indonesia)  semua adalah  NU Hongkong. Jumlah personel PCI NU yang bermarkas di Flat B 4/F, Jardine’s Bazaar, Causeway, Hongkong itu mencapai 30 orang.

“Mereka semua adalah pekerja atau TKI. Tidak ada yang jadi mahasiswa atau dosen,” Wakil PCINU Hongkong, Muhammad Ali sebagaimana rilis yang diterima NU Online, Kamis (20/6).

Namun dengan konfigurasi kepengurusan yang seperti itu, justru sangat efektif untuk bergerak. Sebab segmentasi jamaah NU Hogkong adalah mayoritas TKI, sekitar 99 persen. Sehingga dalam membina maupun memberikan pendampingan lebih efektif.

“Catatan kami, PCINU Hongkong mempunyai jamaah sebanyak 10.000 orang. Semuanya TKI,” jelasnya.

Selain mengadakan pembinaan terhadap jamaah, PCINU juga membuka posko pelayanan terhadap segala persoalan yang mereka hadapi. Ketika mereka mempunyai masalah dengan pihak lain, termasuk majikan tempatnya bekerja, PCINU Hongkong selalu hadir memberikan pendampingan. Banyak kasus yang menimpa mereka, mulai dari penyiksaan, pemerkosaan, gaji tidak dibayar dan sebagainya.

“Banyak masalah yang menimpa TKI. Kami berikan pendampingan kepada mereka semaksimal mungkin. Tentu kami tidak sendiri, tapi juga menggandeng pihak-pihak lain, misalnya migrant care. Ada juga yang mau jadi muallaf, ya kami fasilitasi,” jelasnya.

Peminat TKI untuk bekerja di Hongkong cukup banyak, lebih-lebih setelah pemerintah Indonesia melakukan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi sekian tahun yang lalu. Maka Hongkong pun menjadi alternatif tujuan para penyumbang devisa negara itu. Saat ini jumlah TKI di Hongkong mencapai sekitar 160.000 jiwa.

“Dengan jumlah yang cukup banyak itu, tentu masih banyak yang belum kami cover. Kami ingin memberikan pembinaan kepada mereka, sehingga diharapkan meski mereka sudah lama menghirup udara Hongkong, namun juwa ke-NU-an mereka tidak pernah luntur,” urainya. (Aryudi AR).

BNI Mobile