Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Kepada Deddy Corbuzier, Kiai Ma’ruf Kisahkan Doa Nabi yang Ditolak

Kepada Deddy Corbuzier, Kiai Ma’ruf Kisahkan Doa Nabi yang Ditolak
Deddy Corbuzier bersama KH Ma'ruf Amin dan Gus Miftah (Foto: @Kiyai_Ma'rufAmin)
Deddy Corbuzier bersama KH Ma'ruf Amin dan Gus Miftah (Foto: @Kiyai_Ma'rufAmin)
Jakarta, NU Online
Usai mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Mbejaji, Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, Deddy Corbuzier langsung bertolak menuju Jakarta bersama KH Miftah Maulana Habiburrahman guna sowan kepada KH Ma’ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/6) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menjelaskan hidayah yang terbagi menjadi dua, yakni hidayah imaniyah dan hidayah taufiqiyah.

Hidayah pertama, hidayah imaniyah, merupakan hidayah yang berkaitan dengan kepercayaan atau keyakinan manusia yang langsung diberikan oleh Allah. “Hidayah imaniyah itu hidayah dapat iman. Itu dari Allah dan itu hak prerogatif Allah,” jelas Kiai Ma’ruf.

Persoalan ini, katanya, tidak ada yang bisa menggugat karena kuasa Allah swt sekalipun Nabi. Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Banten itu menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw pernah berdoa kepada Allah agar memberikan hidayah kepada seseorang.

Namun, lanjutnya, Allah swt. menegaskan bahwa hanya Dirinya saja yang berkehendak akan keimanan seseorang. 

“Kamu tidak bisa memberi hidayah orang yang kamu kehendaki, yang kamu cintai, walaupun orang itu kamu cintai, kamu tidak bisa memberikan hidayah,” ucap Kiai Ma’ruf menerjemahkan Al-Qur’an surat Al-Qashas ayat 56, “tapi Allahlah yang memberikan hidayah kepada orang yang dikehendaki oleh Allah,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu berdoa untuknya agar Allah dapat menetapkan iman dan islamnya. “Mudah-mudahan hidayah yang sudah diterima ini, ditetapkan oleh Allah. Ya Allah tetapkan imannya, tetapkan keislamannya, jadikanlah surga tempat kembalinya,” harapnya yang langsung diamini hadirin.

Pasalnya, kata Kiai Ma’ruf, tidak ada nikmat yang luar biasa, kecuali nikmat hidayah imaniyah. Hal tersebut harus dijaga dengan betul agar jangan sampai hilang.

Sementara itu, hidayah taufiqiyah merupakan hidayah persesuaian antara yang kita persepsikan dengan apa yang dituntutkan oleh Allah. Artinya, apa yang kita anggap baik, bisa baik juga menurut Allah. Pun yang jelek menurut Allah, bisa jelek juga dalam pandangan pribadi.

Baca Juga:
Dibimbing Gus Miftah, Deddy Corbuzier Resmi Masuk Islam
Dialog Deddy Corbuzier dengan Gus Miftah: Kenapa Gue Harus Mualaf, Gus?
Kiai Ma’ruf juga berharap agar hidayah imaniyah yang sudah diterima oleh Deddy Corbuzier dapat dilengkapi dengan hidayah taufiqiyah. Sebab, menurutnya, masih ada orang yang sudah mendapatkan hidayah imaniyah, tetapi belum mendapatkan hidayah taufiqiyah

Guru besar ekonomi syariah UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang, Jawa Timur itu bersyukur atas keislaman mentalis itu. Ia pun mengucapkan lafal hamdalah hingga tiga kali sebagai bentuk syukurnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kiai Ma’ruf memberikan pilihan nama bagi pria kelahiran 26 Desember 1976 itu, yakni antara Ahmad atau Muhammad. Namun, Deddy sendiri belum menentukannya. 

Di tempat yang sama, Deddy untuk kali perdana shalat Maghrib langsung diimami oleh Kiai Ma’ruf. Terlihat ia mengambil tempat di sebelah kanan Gus Miftah. Sementara sebelah kiri Gus Miftah sendiri adalah Ustaz Yusuf Mansur yang juga turut hadir dalam silaturahim tersebut.

Mereka juga diajak santap malam bersama satu meja dengan Kiai Ma’ruf. Perbincangan mereka terlihat begitu akrab. Turut menemani jamuan tersebut Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini. (Syakir NF/Zunus)

BNI Mobile