::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Katib Syuriyah PCNU Jember: Kekuasaan Bukan Segala-galanya

Senin, 24 Juni 2019 17:30 Daerah

Bagikan

Katib Syuriyah PCNU Jember: Kekuasaan Bukan Segala-galanya
Kiai Harisudin paling kiri, pegang mic

Jember, NU Online
Masyarakat diharapkan tidak berburuk sangka terhadap  Mahkamah Konstitusi (MK) dalam memutuskan sidang sengketa hasil Pilpres 2019. Sebab, para hakim MK diyakini bukan orang sembarangan. Mereka mempunyai reputasi yang cukup bagus, memiliki integritas moral dan independensi yang mumpuni. Sehingga sangat sulit terpengaruh intervensi pihak lain.

Demikian diungkapkan Katib Syuriyah PCNU Jember, Jawa Timur, Kiai Muhammad Noor Harisudin kepada NU Online di sela-sela Halal bi Halal Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Jember di kediaman tokoh Ansor, H Babun Suharto, Ahad (23/6) malam.

Menurut Kiai Haris, para hakim MK itu tidak mempunyai rekam jejak yang buruk.  Sebab sebelum menduduki kursi hakim mereka telah menjalani serangkaian seleksi yang amat ketat. Tidak sekadar diuji kapasitasnya tapi juga dicek rekam jejak dan integritasnya.

“Tidak gampang menjadi hakim MK itu. Lagi pula, selama ini tidak ada kabar buruk menerpa mereka, meskipun mereka banyak diserang oleh orang-orang yang mungkin merasa dirugikan akibat putusan-putusannya,” tukasnya.

Karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Hikam Kaliwates itu mengimbau masyarakat agar tenang, tidak perlu gegabah menyikapi putusan MK, dan jauhi dari niat datang ke Jakarta (MK) hanya untuk ikut unjuk rasa. Sebab, tidak ada gunanya unjuk rasa karena hakim MK tidak akan goyah dengan tekanan apapun.

“Percayakan saja kepada mereka (MK),”jelasnya.

Guru besar IAIN Jember itu memuji sikap Prabowo yang belakangan menunjukkan kenegarawanannya dalam menyikapi sidang sengketa hasil Pilpres tersebut. Ia bahkan telah meminta pendukungnya untuk percaya kepada MK dan menerima apapun putusannya.

“Kalau Prabowo sudah seperti itu, kalau masih ada yang ngajak demo, itu sebenarnya melawan keinginan Prabowo,” ungkapnya.

Wakil Ketua PW LDNU Jawa Timur itu  mengingatkan bahwa kekuasaan bukan segala-galanya. Kekuasaan hanya salah satu media untuk mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. Karena itu, jangan sampai mengorbankan sega-galanya hanya untuk meraih kekuasan.

“Kekuasaan bukan segala-galanya. Mari kita berpikir jernih, kita bisa mengabdi di mana saja asal mau. Tidak harus lewat kekuasaan,” pungkasnya. (Aryudi AR).