IMG-LOGO
Internasional

NU Care Kumpulkan 12 Miliar untuk Bantu TKI yang Divonis Hukuman Mati

Rabu 26 Juni 2019 7:0 WIB
Bagikan:
NU Care Kumpulkan 12 Miliar untuk Bantu TKI yang Divonis Hukuman Mati
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menunjukkan simbolis bantuan untuk TKI Eti, Senin (24/6)
Jakarta, NU Online
Pada kegiatan Halal bi Halal PBNU, yang digelar pada Senin (24/06) malam dilangsungkan pula penyerahan hasil dari penghimpunan dana program NU Peduli TKI, yakni untuk membantu Eti binti Toyib seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka. Eti divonis hukuman mati di Arab Saudi.

Adapun penghimpunan dana secara simbolis diserahkan oleh Ketua NU Care-LAZISNU, Achmad Sudrajat kepada Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dan disaksikan oleh sejumlah kiai dan menteri yang hadir pada acara Halal bi Halal tersebut.

Achmad Sudrajat melaporkan bahwa penghimpunan dana yang berhasil dikumpulkan sampai saat ini senilai Rp12.454.900.000 (Duabelas miliar empat ratus lima puluh empat juta sembilan ratus ribu rupiah).

"Alhamdulillah, donasi dari Nahdliyin ini terkumpul lebih dari 12 miliar. Dan masih kurang sekitar delapan miliar, karena target untuk menebus diyat (kompensasi) Saudara Eti totalnya 20 miliar," tutur Ajat, biasa disapa.

Diketahui, Eti terjerat kasus hukum di Arab Saudi yang sebelumnya divonis hukuman mati, berpeluang bebas dari ancaman itu jika membayar diyat sebesar Rp20 miliar kepada keluarga ahli waris korban.

Ajat berharap, PBNU dan masyarakat umum dapat membantu Eti untuk terbebas dari vonis hukuman mati. "Semoga kita, PBNU dan masyarakat umum dapat membebaskan Eti dari hukuman mati. Amin," ujarnya.

Halal bi Halal dihadiri sejumlah menteri seperti Mendes Eko Putro Sandjojo, Menristekdikti Mohamad Nasir, Menaker Hanif Dhakiri, Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Waketum PBNU Maksum Machfoedz, Ketua PBNU M Nuh, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, serta pengurus Banom dan lembaga NU lainnya. (Wahyu Noerhadi/Kendi Setiawan)

Bagikan:
Rabu 26 Juni 2019 9:50 WIB
Halal bi Halal, Muslimat NU Malaysia Tekankan Pentingnya Silaturahim
Halal bi Halal, Muslimat NU Malaysia Tekankan Pentingnya Silaturahim
Muslimat NU Malaysia
Kuala Lumpur, NU Online
Masih dalam suasana lebaran, Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Malaysia mengadakan acara Halal Bihalal Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

“Kali ini, kami mengundang Ustadz Bukhari Abd Rahman di mana beliau sendiri bertindak sebagai Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il Pertubuhan NU Malaysia,” kata Mimin Mintarsih, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, Senin (24/6) lalu.

Dalam ceramahanya, Ustadz Bukhori menyatakan bahwa garis besar yang harus diperhatikan terutama dalam suasana lebaran ini adalah pentingnya silaturrahim. Dia juga menyerukan bahwa silaturrahim tidak mengenal batas geografis dan adat istiadat. 

“Tidak peduli warga negara apa, suku apa dan bahasa apa, kita semua mestilah mempererat tali silaturrahim tersebut,” lanjut alumnus  Al-Azhar University Mesir ini dalam logat Melayu yang kental.

Acara mendapat sambutan yang cukup antusias dari masyarakat. Terlihat lebih kurang 30 personil Banser (Barisan Anshar Serbaguna) siaga di tempat. Turut hadir juga di dalamnya Agus Badrul Jamal, Koordinator Fungsi Politik dan Hukum KBRI Kuala Lumpur.

Tidak hanya warga keturuan Indonesia, warga asli Malaysia juga ikut hadir yaitu Muhammad Nor Akraminuddin bin Mohd Razihan yang berasal dari Kelantan.

Acara berlangsung relatif singkat. Dimulai pada pukul 14.00 waktu setempat, dan diakhiri dengan doa oleh Al-Ustadz Liling Sibromilisi satu jam kemudian. Selanjutnya adalah pembacaan Shalawat atas Nabi Muhammad SAW dan para peserta saling bersalaman. (Aziz/Fathoni)
Rabu 26 Juni 2019 7:15 WIB
Menaker Hanif Ingin Buat BLK Fesyen Kelas Dunia
Menaker Hanif Ingin Buat BLK Fesyen Kelas Dunia
Menaker Hanif Dhakiri saat pertemuan dengan Instituto Marangoni di Milan Italia.
Milan, NU Online
Usai mengikuti International Labour Conference (ILC) ke-108 di Jenewa, Swiss, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melakukan kunjungan kerja ke Instituto Marangoni di Kota Milan, Italia. Dalam kunjungan ini, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menjajaki kerja sama pengembangan pelatihan bidang fesyen.

Menurut Menaker kerja sama dengan Instituto Marangoni akan memberi banyak manfaat bagi Indonesia dalam mengembangkan industri fesyen. Mengingat, Kota Milan lekat dengan julukan Kota Mode. Selain itu, Instituto Marangoni merupakan lembaga yang syarat pengalaman dalam melatih profesional dan teknisi yang spesialis di bidang mode kelas dunia.

"Oleh karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan memandang perlu untuk benchmarking dan belajar tentang apa yang telah dilakukan institusi ini dalam memajukan industri mode atau fesyen di Italia dan internasional," kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif saat bertemu Former Istituto Marangoni, Ms Roberta Cesaro dan jajaran Instituto Marangoni di Milan, Jumat (21/6) waktu setempat.

Menaker menjelaskan bahwa industri mode sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia.

"Industri ini telah menjadi pencipta nilai tambah, pencipta lapangan pekerjaan, juga sebagai penyumbang devisa," jelas Hanif.

Menaker menyebut saat ini fesyen tengah digemari di Indonesia, karena mengandung unsur budaya di dalamnya. Bisnis inipun memiliki potensi yang besar untuk terus berkembang di Indonesia.

"Oleh karena itu, kerja sama untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing, khususnya tenaga terampil di industri fashion semakin penting dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang investasi ke depannya," ujar Hanif.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Ketenagakerjaan terus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil di bidang fesyen. Salah satunya, pelatihan kejuruan fashion technology di BBPLK Semarang.

Kejuruan ini merupakan upgrading dari kejuruan menjahit. Agar peserta pelatihan tidak hanya kompeten dalam menjahit, namun juga berkompeten untuk menjadi fashion designer.

"Lembaga pelatihan ini perlu didukung dengan peningkatan kapasitas pelatihan dan program yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal maupun internasional," ujarnya.

Adapun, poin-poin yang dijajaki untuk dikerjasamakan ke depan dengan Instituto Marangoni di antaranya adalah kolaborasi program pelatihan professional melalui exchange of ideas, projects, dan pameran busana bersama.

Di samping itu, hal-hal lain yang dijajaki mencakup peningkatan kapasitas lembaga pelatihan melalui capacity building instruktur dengan Training of Trainers (ToT); pemutakhiran peralatan pelatihan baik, perangkat lunak maupun perangkat keras; proyek bersama; dan program-program lainnya yang relevan dengan bidang fesyen.

"Saya berharap kunjungan kerja ini merupakan awal kolaborasi dan inisiasi kerja sama masing-masing institusi kedua negara, dan dapat mempererat hubungan antara Italia dan Indonesia, khususnya dibidang ketenagakerjaan," pungkas Hanif. (Red: Kendi Setiawan)
Rabu 26 Juni 2019 6:30 WIB
Indonesia Dorong Pengesahan Deklarasi ILO tentang Kerja Masa Depan
Indonesia Dorong Pengesahan Deklarasi ILO tentang Kerja Masa Depan
Menaker Hanif Dhakiri pada forum ILO 2019.
Jenewa, NU Online
Pertemuan ke-108 Konferensi Perburuhan Internasional (International Labour Conference/ILC) secara resmi mengesahkan 'Deklarasi 100 tahun International Labour Organization (ILO) untuk Kerja Masa Depan' (ILO Centenary Declaration for the Future of Work). Deklarasi tersebut disahkan di Jenewa, Swiss, pada tanggal 21 Juni 2019, dalam rangka peringatan 100 tahun berdirinya Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization/ILO).

"Deklarasi bersejarah tersebut memuat pembaharuan komitmen dunia internasional dalam menciptakan keadilan sosial dan perdamaian abadi sebagaimana tertuang dalam Konstitusi ILO 1919. Dalam hal ini, semua negara beserta pekerja dan pengusaha diminta untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi tantangan kerja masa depan," kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyambut pengesahan deklarasi tersebut, dalam keterangan pers Biro Humas, Jakarta, Sabtu (22/6).

Sebagai negara anggota ILO sejak tahun 1950, Menaker Hanif menekankan bahwa Indonesia akan berupaya menindaklanjuti rekomendasi yang relevan dalam deklarasi tersebut. Hal ini mengingat semangat deklarasi sejalan dengan komitmen Pemerintah untuk mewujudkan kerja layak bagi semua. Dalam deklarasi, semua negara diharapkan dapat mendorong terciptanya tenaga kerja yang produktif serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Deklarasi ILO tersebut dapat menjadi rujukan bagi Indonesia untuk menyusun strategi dan kebijakan terkait kerja masa depan. Setiap negara diminta untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusianya agar dapat menghadapi perubahan dunia kerja. Di samping itu, negara-negara juga diminta untuk memperkuat institusi ketenagakerjaan guna memastikan perlindungan yang memadai bagi semua pekerja," ujar Hanif.

Duta Besar Hasan Kleib, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, menyatakan bahwa pembahasan Deklarasi 100 tahun ILO telah melewati serangkaian proses negosiasi dan perdebatan yang panjang di ILO diantara delegasi pemerintah, pekerja dan pengusaha sejak akhir tahun 2018. Dalam hal ini, Indonesia dipercaya untuk menjadi salah satu negara anggota Komite penyusunan Deklarasi mewakili kelompok kawasan Asia-Pasifik.

Pengesahan Deklarasi 100 tahun ILO merupakan puncak dari pertemuan ILC yang berlangsung di Jenewa, Swiss, sejak tanggal 10 hingga 21 Juni 2019. ILC merupakan pertemuan yang dihadiri oleh wakil pemerintah, pekerja, dan pengusaha dari negara-negara anggota ILO.

Pertemuan secara rutin diselenggarakan oleh ILO setiap tahun dan memiliki mandat untuk menyusun dan mengesahkan berbagai standar internasional ketenagakerjaan, membahas berbagai kebijakan mengenai kerja layak, dan mengesahkan resolusi terkait pedoman kebijakan ILO.

Sesi ke-108 ILC, dihadiri oleh lebih dari 5700 orang delegasi dan dinilai sebagai Konferensi terbesar yang diselenggarakan di Jenewa, Swiss, pada tahun ini. Pertemuan dihadiri oleh delegasi wakil pemerintah, pekerja dan pengusaha dari 187 negara anggota ILO. Selain membahas Deklarasi 100 tahun ILO mengenai Kerja Masa Depan, pertemuan ILC juga berhasil mengesahkan instrumen ketenagakerjaan internasional baru mengenai penghapusan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja. (Red: Kendi Setiawan)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG