IMG-LOGO
Humor

Wasiat Jelang Wafat

Kamis 27 Juni 2019 20:30 WIB
Bagikan:
Wasiat Jelang Wafat
Ilustrasi humor
Sudah menjadi kebiasaan Zul berkumpul bersama teman-temannya berbincang segala sesuatu. Tak seperti biasanya, Zul saat itu berbicara tentang kematian.

Semacam ingin menyampaikan wasiat, ia melontarkan keinginannya ketika dia meninggal dunia nanti.

Zul berkata kepada teman-temannya: "Jika aku mati, tolong kuburkanlah aku dalam kuburan tua."

"Kenapa milih di kuburan tua, Zul?” tanya teman-temannya.

"Karena kalau Malaikat datang hendak menanyaiku, saya akan memberitahu mereka bahwa saya meninggal tahun lalu,” seloroh Zul. (Fathoni)
Tags:
Bagikan:
Rabu 26 Juni 2019 14:25 WIB
Efek Terlalu Banyak Pengacara
Efek Terlalu Banyak Pengacara
Ilustrasi humor
Pria asal Ambon bersua dengan seorang asal Palembang, seorang pedagang asal Medan dan seorang pengacara yang duduk di sampingnya. Mereka sedang bersama-sama menaiki kereta api.

Orang Ambon mengeluarkan satu buah pisang dan memberikan masing-masing satu untuk setiap orang, kemudian ia melemparkan sisa setengah buah pisangnya ke luar jendela.

"Mengapa setengah buah pisang itu kamu lemparkan ke luar jendela?" tanya pedagang asal Medan.

"Di daerahku, Ambon, pisang banyaknya bukan main. Di mana-mana ada pisang. Sebanyak apapun kita makan nggak bakalan habis," jawab orang Ambon itu.

Tak lama berselang, orang Palembang membagi-bagikan buah duku kepada setiap orang. Ia sendiri baru saja menghabiskan satu buah duku lalu mencampakkan duku-duku lainnya ke luar jendela.

"Saya kira dewasa ini perekonomian dan penghidupan di Palembang masih sulit," kata pedagang dari Medan.

“Tetapi kenapa kamu mencampakkan duku-duku di tanganmu keluar jendela kereta?" sambungnya.

"Ah, duku. Di daerah kami, duku bukan main banyaknya sampai-sampai tak tahu bagaimana menghabiskannya," kata orang Palembang.

Pedagang asal Medan yang duduk di situ tak berbicara lagi. Kemudian ia tiba-tiba berdiri, lalu dengan cekatan menangkap pengacara yang ada di sampingnya dan melemparkannya ke luar jendela.

"Di daerah saya terlalu banyak pengacara," katanya. (Ahmad)
Kamis 20 Juni 2019 19:50 WIB
Perampok Ketemu Anggota DPR
Perampok Ketemu Anggota DPR
Ilustrasi humor
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berinisial FHM biasa pulang malam menyusuri sebuah terowongan. Naas malam itu dia bertemu dengan pria bertopeng.

Dengan gerak sigapnya, perampok melompat ke jalan menodong FHM yang berpakaian rapi dengan pistol di belakang badannya.

"Berikan uang Anda," katanya.

Merasa tak terima ditodong karena dirinya seorang pejabat, FHM berkata dengan sedikit berteriak, "Kamu tidak bisa melakukan ini! Saya ini anggota DPR!"

"Kalau begitu, berikan uang SAYA!" kata perampok. (Ahmad)
Selasa 18 Juni 2019 13:0 WIB
Kopdar Ahli Bedah, Insinyur, dan Politisi
Kopdar Ahli Bedah, Insinyur, dan Politisi
Ilustrasi humor
Banyak profesi di dunia ini dengan keahlian masing-masing. Di sebuah desa ada tiga orang teman yang sukses dengan profesinya tersebut.

Momen lebaran tiba, mereka pulang kampung atau mudik. Setelah sampai di kampung, mereka saling kontek dan mengagendakan kopi darat (kopdar).

Masing-masing tiga orang tersebut ialah Kartono yang merupakan ahli bedah, Waskito seorang insinyur, dan Dirjo seorang politikus.

Tiga orang putra daerah kebangaan tersebut rupanya mendiskusikan tentang sejarah profesi mereka masing-masing. Mereka bertiga saling mengklaim bahwa profesinya paling tua.

"Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Ini adalah prosedur bedah,” ujar Kartono mengawali klaim.

"Sebelum ada Adam dan Hawa, keteraturan alam diciptakan dari sebuah kekacauan, dan itu pasti pekerjaan insinyur,” sebut Waskito.

"Ya, tapi menurut kalian, siapa yang menciptakan kekacauan?" seloroh Dirjo. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG