IMG-LOGO
Nasional

Berakhirnya Sidang MK, Jokowi: Rakyat Telah Bersuara dan Berkehendak


Kamis 27 Juni 2019 23:45 WIB
Bagikan:
Berakhirnya Sidang MK, Jokowi: Rakyat Telah Bersuara dan Berkehendak
Cropping video sambutan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Jakarta, NU Online

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, mengungkapkan, pemilu yang telah dijalani oleh bangsa Indonesia sebagai pembelajaran dan pendewasaan dalam berdemokrasi. Dengan diumumkannya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Kamis (27/6) malam ini, Jokowi menyebutkan rakyat sudah berbicara dan berkehendak.

"Suara rakyat sudah didengar, rakyat sudah memutuskan dan telah diteguhkan oleh jalur konstitusi dalam jalan bangsa yang beradab dan berbudaya," kata Jokowi dalam sambutan usai pengumuman MK di Jakarta.

Jokowi menyatakan dalam sepuluh bulan ini, melalui pemilu, rakyat telah melalui tahapan-tahapan seperti pendaftaran, kampanye, pencoblosan, penghitungan suara, penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU, pengawasan oleh Bawaslu, hingga penyelesaian sengketa pilpres di MA dan MK.

"Semua tahapan telah kita jalani secara terbuka, secara transparan, secara konstitusional. Dan syukur alhamdulilah malam hari ini kita telah sama-sama mengetahui hasil putusan dari Mahkamah Konstitusi. Kita semua menyaksikan proses persidangan di MK yang diselenggarakan secara adil dan transparan, secara terbuka, serta disaksikan seluruh rakyat Indonesia melalui televisi maupun media elektronik lainnya," papar Jokowi.

Ia menyebutkan putusan MK bersifat final yang harus dihormati dan dilaksanakan bersama-sama. Keberhasilan Indonesia yang telah menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil, harus disyukuri.

Jokowi menyampaikan terima kasih ke KPU, Bawaslu DKPP dengan peran masing-masing memastikan terselenggaranya pemilu secara jujur dan adil.

Terima kasih Jokowi juga disampaikan kepada para penegak hukum yang telah menegakkan pemilu dengan adil; TNI dan Polri yang mengamankan proses jalannya pemilu; dan MK yang telah memutus sengketa pilpres secara adil dan transparan.

Selanjutnya, Jokowi mengajak warga Indonesia untuk besatu dan bersama-sama membangun kembali dan memajukan Indonesia. "Tidak ada lagi 02 dan 01, yang ada hanya persatuan Indonesia," tegas Jokowi.

Karenanya Jokowi meminta masyarakat saling menghargai dan saling menghormati. Walaupun pilihan politik saat pemilu berbeda, namun dirinya dan Kiai Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih adalah presiden dan wakil presiden bagi seluruh anak bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.

Jokowi yakin, dengan bersatunya warga Indonesia untuk membangun dapat bersanding dengan negara besar lainnya. Dalam menghadapi kompetisi yang ketat dan unggul, Indonesia harus bersama-sama membawa kesejahteraan bagi bangsa Indoensa.

Disampaikan juga, Jokowi meyakini kebesaran hati dan kenegarawanan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang dikatakannya sebagai sahabat baik.

"Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno memiiki visi yang sama yakni ke depan membangun masyarakat Indonesia lebih maju dan lebih baik, serta menciptakan masyarakat lebih adil dan sejahtera," ujarnya.

Tak lupa Jokowi sekali lagi terima kasih kepada rakyat Indoenesia yang memberikan kepercayaan dan amanah kepadanya dan Kiai Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-20124. Ia berjanji amanah tersebut akan dijalankan sebaik-baiknya.

Pernyataan senada disampaikan calon wakil presiden terpilih yang juga Mustasyar PBNU KH Ma'ruf Amin. Menurut Kiai Ma'ruf, kemenangan kubu 01 pada hakikatnya bukan kemenangan satu pihak. "Tetapi kemaslahatan dan kebaikan seluruh bangsa," katanya.

Ia meminta kemenangan tersebut disikapi dengan sudut sebagai bangsa untuk mengutuhkan, tidak ada lagi friksi-friksi. "Kita adalah satu, kita adalah Indonesia," ujarnya.

Kiai Ma'ruf mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersama-sama dan bahu membahu menyingsingkan lengan baju membangun Indoesia yang adil dan sejahtera. "Mulai malam ini, Bismillah bersama sama membangun negeri ini untuk kebaikan bangsa Indonesia," tegas Kiai Ma'ruf.

Tak lupa, Kiai Ma'ruf memohon doa dan dukungan, serta pengertian dan kesiapan seluruh masyarakat untuk memajukan bangsa Indonesia.

Seperti diketahui Mahkamah Konstitusi (MK) menolak secara keseluruhan permohonan yang diajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait gugatan hasil Pilpres 2019. Ketua Majelis Hakim Konstitusi, Anwar Usman, membacakan kesimpulan putusan majelis hakim konstitusi pada Kamis (27/6) malam, pukul 21.15 WIB.

Dalam kesimpulannya, majelis hakim konstitusi menyatakan semua dalil hukum yang diajukan tim pemohon tidak beralasan. Sebelumnya, dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim menolak semua dalil hukum yang diajukan kuasa hukum pemohon. 

Menurut MK, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum. Dengan demikian, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin akan memimpin Indonesia periode 2019-2024. (Kendi Setiawan)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG