Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Tagar Banser Banyumas Mantu 'Trending Topic' di Twitter

Tagar Banser Banyumas Mantu 'Trending Topic' di Twitter
Jakarta, NU Online 
Salah seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna di daerah Banyumas, atas nama Mufid menikah dengan Fitri Noviani hari ini, Selasa (2/7). Pernikahannya dihujani ucapan selamat warganet di media sosial Twitter. 

Saat NU Online mengakses Twitter pukul 15.25 ada 3275 twit dengan tagar #BanserBanyumasMantu. Tagar tersebut menjadi trending topic dan sempat menduduki urutan nomor satu Indonesia.  

“Pagi yang cerah, menjadi indah karena Akad Nikahmu Sahabatku Mufid Web Id. Tak ada kata indah selain ucapan doa "Semoga Bahagia Selalu". Dan buat Sahabatku yang lain yang belum menikah, semoga juga segera mengikuti jejak langkahmu pagi ini. Amiiin #BanserBanyumasMantu,” tulis Official GP Ansor di akun @Official_Ansor. 

Menurut pakar komunikasi, Isfandiari Mahbub Djunaidi, pernikahan seseorang adalah peristiwa biasa. Dalam ilmu jurnalistik bukan peristiwa yang layak diberitakan. Namun, secara alam bawah sadar, karena dia adalah Banser,  khalayak meramaikannya. 

“Banser semacam oase, sebuah organisasi massa yang berbasis Islam yang memiliki daya toleran dan silaturahim tinggi dan empati terhadap perbedaan agama dan budaya. Itu sangat dirindukan orang saat ini,” ungkap lulusan Jurusan Jurnalistik Fakultas Komunikasi Universitas Padjajaran Bandung, ini kepada NU Online, Selasa (2/7). 

Saat ini, lanjutnya, nama Islam sedang termanipulasi oleh sekelompok orang yang berpikiran dan bertindak radikal, keras, dan intoleran. Jadi, saat ada peristiwa yang berhubungan dengan kelompok yang toleran seperti Banser secara serta-merta orang meramaikannya. 

“Pernikahan itu masalah sepele. Tapi itu terkait dengan Banser. Banser itu menjadi selebriti di bawah alam sadar. Orang melihat dengan aware walaupun cuma mantu. Setidak penting apa pun menjadi trending topic. Di saat yang sama, warganet tidak memerlukan bahasan-bahasan berat,” jelasnya. 

Isfan menyarankan kepada anggota dari badan otonom NU seperti GP Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat, juga lembaganya seperti Lesbumi, para santri, termasuk PMII, tak bosan menebarkan konten positif yang kreatif yang memiliki sisi edukatif untuk bangsa ini. 

Banser, sambungnya, ini sudah manggung, penting, tidak hanya di kalangan mereka saja, tapi warga negara Indonesia yang menyelamatkan Indonesia dari paham radikalisme agama.

Senada dengan Isfan, Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr PBNU Usmayadi mengatakan, peristiwa sepele yang menjadi trending topic menunjukkan peran serta warga NU di media sosial semakin menguat. 

"Ini sangat menggembirakan," katanya.

Ia mengajak kepada warganet, terutama NU untuk semakin memperkuat konten Ahlussunah wal Jamaah dan kebangsaan di media sosial.  (Abdullah Alawi)

BNI Mobile