Dema Sekolah Tinggi Ilmu Syariah NU Aceh Terbentuk

Ketua Dema STIS NU Aceh Tgk Umar Dani
Ketua Dema STIS NU Aceh Tgk Umar Dani, Dema Sekolah Tinggi Ilmu Syariah NU Aceh Terbentuk
Ketua Dema STIS NU Aceh Tgk Umar Dani, Dema Sekolah Tinggi Ilmu Syariah NU Aceh Terbentuk
Jakarta, NU Online
Sekolah Tinggil Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STIS NU) Aceh telah menggelarkan pemilihan Dewan Eksekutif Mahasiswa (dema) STISNU Aceh periode 2019-2020 pada tanggal 1 Juli 2019. Pemilihan pengurus dema diikuti mahasiswa dan mahasiswi dari dua program studi (prodi) dalam lingkup kampus yang disebut-sebut sebagai kampus Aswaja ini, yaitu Prodi Hukum Ekonomi Syariah dan Prodi Hukum Keluarga.

Wakil Ketua III STIS NU Aceh Maimun mengatakan, dema perlu dibentuk bahkan sangat penting karena merupakan wadah organisasi mahasiswa, yang berhimpun untuk melaksanakan berbagai program dan kegiatan untuk kemahasiswaan dan umat. Pengurus sebelumnya disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Karena ada regulasi terbaru dari Kemenag, badan mahasiswa ini kemudian disebut dema.

"Pengurus sebelumnya disebut BEM, sedangkan sekarang ini dema. Organisasi mahasiswa sangat penting. Karena melalui organisasi mahasiswa dapat membuat kegiatan atau program demi kepentingan mahasiswa itu sendiri. Dan ini pemilihan pertama untuk dema. Alhamdulillah acara pemilihan sudah sukses," jelasnya kepada NU Online, Selasa (2/7).

Hasil Keputusan Panitia Pemilihan DEMA (PPD), yang terpilih menjadi Ketua DEMA STISNU Aceh adalah dari Pasangan Nomor Urut 02 atas nama Tgk. (kiai muda) Umar Dani dan Tgk (kiai muda) Fitra Yani. 

"Barakallah, selamat kepada pasangan terpilih. Semoga mereka dapat bekerja dg baik untuk memajukan STIS NU Aceh ke depan," ungkap Ketua STIS NU Aceh, Tgk. Muhammad Yasir, MA.

Kegiatan mahasiswa ini dilaksanakan di halaman kampus. Kampus berjulukan "jantong hatee ulama" ini berada di bawah naungan Yayasan Mahyal Ulum Al-Aziziyah. Sehingga dengan berbahagia acara ini turut disaksikan oleh ketua yayasan yaitu Tgk. Faisal, yang juga Wakil Ketua MPU Aceh.

"Kita ingin mahasiswa STIS NU aktif dan kreatif. Apa maksudnya? Kita ingin mahasiswa aktif belajar. Belajar di kampus dan juga belajar di dayah. Kita harapkan anak-anak kami pintar menulis, dan berbuat kreatif untuk kepentingan mahasiswa itu sendiiri. Buat kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Berapapun kegiatan silakan buat. Soal dana kami yang ngurus. Tapi jangan lupa, kuliah harus nomor satu. Kalian harus selesai kuliah tepat waktu," ujar Tgk Faisal dalam sesi bimbingan setelah acara pemilihan selesai.

Dalam penyampaiannya, Tgk Faisal juga mengatakan dalam waktu dekat akan diadakan pelantikan Pengurus STISNU Aceh periode 2019-2023. 

"Kampus kita adalah kampus satu-satunya NU di Aceh. Perlu kami sampaikan juga kepada anak-anak kami dalam waktu dekat kita akan membuat acara pelantikan pengurus kampus. Jadi mari kita sukseskan acara ini bersama-sama. Demi kemajuan kampus kita," pungkasnya. (Abdullah Alawi)

BNI Mobile