IMG-LOGO
Nasional

Gandeng Uncen dan Tokopedia, Kemendes Sosialisasikan Digital Marketing

Rabu 29 Mei 2019 21:40 WIB
Bagikan:
Gandeng Uncen dan Tokopedia, Kemendes Sosialisasikan Digital Marketing
Jakarta, NU Online
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) bekerjasama dengan Tokopedia dan Universitas Cendrawasih (Uncen) Jayapura melaksanakan sosialisasi dan Workshop Digital Marketing Partnership Tokopedia Corner dan Tokopedia Scholarship pada Senin (27/5) lalu di Uncen Jayapura, Papua.

Kasubdit Kemitraan Usaha pada Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal, Ditjen PDT Kemendes PDTT, Dahlia mengatakan bahwa pelaksanaan worskop ini Kemendes PDTT memfasilitasi Tokopedia dan Uncen yang nantinya diharapkan dapat membantu mengajak UMKM di Jayapura untuk bisa memasarkan produk-produknya secara online.

"Harapannya melalui Tokopedia Corner, entrepreneurship di mahasiswa Universitas Cenderawasih akan tumbuh dan berkembang serta dapat membantu dan mengajak UMKM lain di Jayapura untuk bisa memasarkan produk-produknya secara online," katanya.
 
Menurutnya, persoalan pemasaran produk di Daerah Tertinggal tidak hanya terkait aksesibilitas dan minimnya sarana prasarana. Namun juga rendahnya pengetahuan masyarakat tentang literasi digital. 

"Dengan kegiatan workshop ini sangat penting untuk melahirkan calon-calon pengusaha baru yang diharapkan bisa memajukan perekonomian daerah. Apalagi, tokopedia sudah dikenal dalam menjalankan bisnis onlinenya dalam memasarkan produk atau barang dari berbagai kalangan," katanya.

Perlu diketahui bahwa Tokopedia telah membangun program di Universitas terpilih yang memiliki misi untuk membangun inkubasi bisnis untuk pertumbuhan ekonomi wilayah setempat melalui pemasaran produk lokal secara digital. Tokopedia membentuk program untuk Universitas yaitu Tokopedia Corner dan Tokopedia Scholarship. 

Tokopedia Corner adalah sebuah tempat yang akan dibangun di Universitas untuk menjadi wadah bagi para mahasiswa yang memiliki bisnis dan ingin berjualan secara online serta tempat pengambilan barang dengan program gratis ongkos kirim bagi mahasiswa. 

Tujuan dari didirikan Tokopedia Corner ini untuk mempermudah hidup mahasiswa melalui teknologi dan menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi mahasiswa. Sedangkan Tokopedia Scholarship adalah program beasiswa yang didedikasikan untuk mahasiswa terbaik dari jurusan Teknik dan data. 
 
"Melalui kegiatan workshop ini, Tokopedia akan membuka Tokopedia Corner di Universitas Cendrawasih sebagai sarana promosi tenant produk lokal dan pusat pengiriman produk melalui Tokopedia," katanya.
Bagikan:
Rabu 29 Mei 2019 23:0 WIB
Bersih-Bersih Suluk Lesbumi NU Lampung
Bersih-Bersih Suluk Lesbumi NU Lampung
Bandar Lampung, NU Online
Bertempat di komplek Pesantren Al Muttaqien Jalan Imam Bonjol Gang Terong No 29 Kemiling Raya Bandar Lampung, jajaran keluarga besar Pengurus Wilayah (PW) Lembaga Seni Budaya dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Propinsi Lampung gelar Suluk Lesbumi Lampung dan Maiyahan Dua Lapanan dan pada bulan Ramadan ini untuk ketiga kalinya, dengan mengusung tema Bersih – Bersih, Selasa (28/5) malam.
 
Sekretaris PW Lesbumi NU Propinsi Lampung Gus Khairul Anwar menyampaikan disela – sela acara, menyampaikan, tema diatas kami jabarkan artinya di bulan suci Ramadhan 1440 H, ini kita wajib menelanjangi diri kita sendiri, menelanjangi kesombongan kita, menelanjangi keangkuhan kita, menelanjangi sifat "merasa" kita, merasa pinter, merasa cantik, merasa kaya, merasa cakep, merasa memiliki, merasa menguasai, dan merasa-merasa yang lain.
 
"Suluk Lesbumi ini memahami Bersih-bersih dalam arti hakiki, bahwa kita wajib mengenali diri kita sendiri yang kadang kala seringkali dikuasai oleh nafsu angkara murka, kemudian kita wajib menyeimbangkan antara kebutuhan Hablu Minallah dan Hablu Minnannas", tambah mahasiswa Doktoral Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung ini.
 
"Sebagai amanah struktur dan kultur kita Aswaja An-Nahdliyyah, maka wajib bagi kita sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama untuk meneguhkan dan menanamkan kembali menjadi tonggak Islam Nusantara dengan Wirid Saptawikrama" tutupnya.
 
Hadir dalam Suluk Lesbumi Lampung dan Maiyahan tokoh – tokoh NU, para aktivis muda NU, para santri, budayawan, dan lain – lain.
 (Akhmad Syarief Kurniawan/Abdullah Alawi)
Rabu 29 Mei 2019 22:0 WIB
LKSB: Tujuan Demokrasi adalah Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat
LKSB: Tujuan Demokrasi adalah Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat
Jakarta, NU Online
Intelektual muda Nahdlatul Ulama yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB), Abdul Ghopur mengatakan memahami demokrasi harus komprehensif agar  dapat mengetahui hakikat dari demokrasi tersebut. Menurutnya, demokrasi dalam arti lain bukanlah tujuan melainkan alat untuk mencapai tujuan yakni kemakmuran, kesejahteraan dan kedaulatan rakyat.  
 
Pernyataan itu disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB) Abdul Ghopur saat menghadiri kegiatan Silaturahim dan Dialog Kebangsaan oleh Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB) dan Rumah Millenial di Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).
 
"Pertama, pemahaman demokrasi haruslah komprehensif dalam artian memahami demokrasi bukan sebatas demokrasi bukan tujuan melainkan alat, untuk mencapai tujuan. yakni keadilan kemakmuran, kesejahteraan dan kedaulatan rakyat," ujarnya.
 
Ia menjelaskan, demokrasi di berbagai belahan dunia seperti di eropa dan negara negara barat semakin maju karena sikap masyarakatnya yang dewasa dan mengerti apa itu demokrasi. Sementara di Indonesia, kata Ghopur, nyaris mengalami kemunduran, bahkan jika tidak diberikan pemahaman yang kuat soal demokrasi tersebut, sangat mungkin demokrasi di Indonesia gagal terwujud.
 
"Dalam  kontek indonesia demokrasi kita, dari sisi simbolik dan ritual nampak begitu pesat kemajuannya. Namun jauh mundur ke belakang dari sisi subtansial," ujarnya.
 
Terpenting yang harus dipahami oleh masyarakat umum, demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang menitik beratkan kepada permusyawaratan rakyat, permufakatan rakyat dan perwakilan rakyat. Selanjutnya, demokrasi di Indonesia adalah demokrasi yang mengusung nilai nilai luhur bangsa yang menjamin kerukunan dan keutuhan bangsa.  
 
"Kemudian, demokrasi kita menitik beratkan kepada keselamatan bangsa serta menjamin kepercayaan pada tuhan yang maha esa," tuturnya.
 
Ia menegaskan, demokrasi bukanlah pemicu perpecahan antar bangsa, demokrasi adalah indikator bersatunya masyarakat untuk mewujudkan cita cita kemerdekaan Indonesia. Kuncinya, masyarakat harus menerima perbedaan pandangan dan legowo atas berbagai kebijakan yang telah disepakati atas nama bangsa Indonesia.

"Padahal, sebagaimana  kita ketahui, perbedaan adalah rahmat dan kita wajib mengelolanya dengan bijaksana," katanya.

Hadir pada kegiatan tersebut Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Bina Suhendra, Ketua Rumah Milenial Sahat Martin, Ketua Umum Himpunan Putra Putri Angkatan Darat (Hipakad), Hariara Tambunan, Pendeta PGI, Rommy Sormin dan puluhan peserta dari berbagai kalangan.
(Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi)   
 

Rabu 29 Mei 2019 21:0 WIB
KBPP-Hipakad Kritik Ormas Pemecah Belah Persatuan Akibat Pemilu 2019
KBPP-Hipakad Kritik Ormas Pemecah Belah Persatuan Akibat Pemilu 2019
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP) Bimo Suryono mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berpikir lebih jernih dan dewasa menyikapi dinamika yang terjadi pasca pemilu 2019. Menurutnya, semua elemen bangsa berjasa atas terselenggaranya Pemilu yang aman dan tertib terutama aparat kepolisian.
 
Ia mengkritisi sikap sejumlah ormas yang melakukan berbagai aktivitas yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia. Aksi yang dilakukan pada 22 Mei lalu, kata Bimo, seharusnya tidak sampai ricuh yang mengakibatkan  beberapa massa berjatuhan termasuk aksi kerusakan di berbagai tempat.
 
"Bulan Ramadhan ini penuh maghfirah (ampunan) bulan penuh pengampunan jangan menciptakan golongan golongan kelompok kelompok yang berpotensi menjurus kepada perseteruan," kata Bimo Suryono saat menjadi narasumber pada kegiatan Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan oleh Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB) dan Rumah Millenial di Gedung PBNU Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/5).
 
Hadir pada kegiatan tersebut Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ing H Bina Suhendra, Lembaga Kajian Strategi Bangsa (LKSB), Abdul Ghopur, Ketua Rumah Milenial, Sahat Martin, Ketua Umum Himpunan Putra Putri Angkatan Darat (Hipakad), Hariara Tambunan, Pendeta PGI, Rommy Sormin dan puluhan peserta dari berbagai kalangan.
 
Suryono mengungkapkan sikap profesional yang ditampilkan Polri dalam mengamankan persoalan pemilu justru berbalik serangan terhadap Polri itu sendiri. Padahal, Polri sudah bekerja secara maksimal dan penuh dengan tanggung jawab bahkan telah menaruhkan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara.
 
"Ya demo memang diperbolehkan tapi UU kan tidak membolehkan unjuk rasa sampai tengah malam, polisi justru mengulur waktu memberikan kesempatan untuk berbuka shalat dan tarawih. Namun setelah itu justru kericuhan terjadi dan massa menyerang polisi. Polisi itu sudah mempertaruhkan hidupnya loh, anak istri mereka tinggalkan 24 jam untuk keamanan bangsa ini," tuturnya.
 
Ia mengajak masyarakat untuk berfikir jernih dengan tidak menuduh secara berlebihan kepada pemerintah termasuk kepada aparat kepolisian. Demokrasi Indonesia, lanjut Suryono, telah mencapai prestasi yang baik karena mampu menyeimbangkan setiap agenda agenda yang berpotensi rusuh serta membuat keadaan menjadi mencekam.
 
Ia optimis Indonesia akan tetap utuh dan kuat selama kelompok masyarakat seperti NU-Muhammadiyah, Polisi dan TNI serta pemerintah bekerjasama dalam membangun Indonesia kearah yang lebih baik. Agar cita cita kemerdekaan untuk mensejahterakan rakyat dan memunculkan ketenangan di masyarakat terwujud.
 
Sementara itu, Ketua Umum Himpunan Putra Putri Angkatan Darat (Hipakad), Hariara Tambunan, menuturkan sudah saatnya semua elemen bangsa bersatu dengan tidak saling menjatuhkan. Menurutnya, tidak baik setiap kelompok merasa paling memiliki kewajiban menjaga negeri sebab menjaga Indonesia adalah kewajiban bersama bukan oleh lembaga tertentu.
 
Ia kemudian meminta masyarakat untuk cerdas menyaring informasi yang beredar di media sosial karena kabar bohong terus bertebaran. Peristiwa tersebut, menurut Hariara Tambunan memunculkan pemahaman nasionalisme masyarakat semakin luntur.
 
"Untuk itu saya menyarankan kedepan pendidikan P4 di SD, SMP, bisa diajarkan kembali agar nasionalisme kita semakin kuat dan mengikat,"ujarnya.
 
Ia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk menjaga Indonesia dari berbagai ancaman termasuk ancaman global terhadap kekayaan Indonesia.
 
"Indonesia itu kan kaya, negara besar, alamnya kaya kaya, banyak yang mau. Untuk itu kita jaga bersama," tuturnya.(Abdul Rahman Ahdori/Abdullah Alawi) 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG