Pembunuhan KH Asmuni Direka Ulang

, Pembunuhan KH Asmuni Direka Ulang
, Pembunuhan KH Asmuni Direka Ulang

Jakarta, NU Online
Polda Jatim dalam waktu dekat ini akan melakukan rekonstruksi ulang kasus pembunuhan KH Asmuni Ishak, Ketua Dewan Syuro PAC Jatiroto, Lumajang. Rekonstruksi akan dilakukan secara terbatas melihat gambaran awal siapa yang melakukan pembunuhan.

"Kami akan kembali ke TKP untuk melakukan rekonstruksi terbatas siapa yang melakukan pembunuhan KH Asmuni," tandas Kapolda Jatim Irjen Pol Firman Gani saat memberikan analisa dan evaluasi (anev) di Mapolwiltabes Surabaya,

<>

Rekonstruksi akan dilakukan di rumah KH Asmuni dengan tersangka Ansori yang telah memberikan keterangan awal kepada polisi. "Tersangka utama sudah tertangkap tinggal menggelar reka ulang," jelasnya.

Rekonstruksi ulang kasus pembunuhan KH Asmuni ini dilakukan karena Lora Anshori selalu berbelit saat diperiksa di Polres Lumajang. "Dia memberikan keterangan yang menyesatkan sehingga kami harus melakukan reka ulang kejadian itu," katanya.

Saat diperiksa berbelit dan menyesatkan penyidik. Antara lain ia mengaku membunuh bersama lima orang tersangka lainnya. Namun setelah diperiksa di Polres Lumajang kelima tersangka itu tidak ada kaitannya dengan peristiwa pembunuhan tokoh masyarakat Jatiroto itu.

Bahkan motif pembunuhan yang katanya soal warisan dengan menyebut nama orang namun setelah didalami ternyata tidak ada kaitan sama sekali. "Polisi juga akan melakukan pemeriksaan jiwa Ansori mengingat keterangan yang diberikan selalu berubah-ubah," jelasnya.

Ketika ditanya berbelitnya Anshori terkait tekanan pihak luar yang mengancam akan melakukan pembunuhan terhadap keluarganya, Kapolda belum bisa memastikan. "Kami akan mendatangkan tim psikologi kembali untuk memeriksa mental dan jiwa Anshori," imbuhnya.

Kapolda menambahkan, polisi juga akan mempergunakan lie detector (alat uji kebohongan) untuk memeriksa Lora Ansori, tersangka utama pembunuh KH Asmuni. Langkah ini, kata Firman Gani, terpaksa ditempuh karena labilnya kejiwaan tersangka selama menjalani pemeriksaan di Polda Jatim.

Menurut Kapolda, alasan penggunaan lie detector juga dikarenakan selalu berubah-ubahnya keterangan yang diberikan tersangka. Mulai soal politik, warisan, uang dan sebagainya. "Setelah lie detector, kami juga akan mendatangkan psikolog untuk memeriksa kejiwaannya," tambah Kapolda.

Setelah itu, semua pengakuan tersangka akan dikonfrontir dengan empat tersangka lain yang sudah ditangkap berkaitan kasus yang sama.

Menurut dia, sampai saat ini polisi masih memiliki dugaan kuat bahwa motif utama pembunuhan ini adalah soal uang. "Dugaan polisi masih tetap soal uang, kami tidak akan bicara soal yang lain-lain," tegasnya. (ted/san)

 

BNI Mobile