Home Nasional Keislaman English Version Baru Fragmen Internasional Risalah Redaksi Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Atraksi Peserta Jadikan Rakornas Lesbumi Berikan Kesan Mendalam

Atraksi Peserta Jadikan Rakornas Lesbumi Berikan Kesan Mendalam
Pasuruan, NU Online
Rangkaian  acara Rapat Koordinasi Nasional atau Rakornas Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama ketiga menjadi momen tidak terlupakan bagi peserta yang hadir. 

Hari pertama diwarnai pentas gending Jawa kolaborasi Pagar Nusa Ponoes  Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten. “Kemudian dilanjutkan dengan pagelaran wayang dengan kolaborasi tiga dalang,” kata Ki Ardhi, Jumat (5/7) . 

Pada Kamis (4/7) malam juga tidak kalah meriah. Pertunjukan demi pertunjukan juga ditampilkan. “Salah satunya musik gambus Al-Kawakib dari Malang, termasuk beberapa penampilan yang datang dari peserta Rakornas,” kata Ketua Pelaksana Rakornas.

Seni tari kreasi Golok dan Karinding dari Bekasi berhasil menyedot perhatian para peserta. Dengan iringan musik gamelan pertunjukan dengan golok di tangan, tarian ini makin indah.

Usai tari golok pun dilanjutkan dengan musik karinding. Karinding yang mempunyai alunan musik yang khas langsung menyedot perhatian peserta.

Karinding yang dimainkan dalam penampilan tersebut dua jenis. Jenis karinding yang dimainkan yaitu karinding  tepak dan karinding towel.

Penampilan musik karinding dilakukan oleh pengurus Lesbumi yang datang dari Kecamatan Cikarang Timur, Bekasi. Menurut penuturannya, karinding tepak yang dinamakan oleh ayahnya sebagai Karinding Buhun. Karinding jenis ini hanya bisa dimainkan pada waktu tertentu, misalnya saat bulan Suro ataupun maulud. 
Karinding Tepak ini dibuat oleh Ki Sura Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, di Padepokan Surawisesa. Ki Sura sendiri selain sebagai pandai (pembuat) juga sebagai pemain Karinding.

Berbeda dengan karinding Tepak yang hanya bisa dimainkan pada waktu tertentu, yang pembuatannya pun memakan waktu hingga satu tahun. 

Karinding Towel bisa dimainkan kapanpun dan bisa untuk mengiringi musik appun, termasuk musik-musik modern. Bahkan menurut penuturannya pula, di tahun 2022 juga rencananya akan digelar pagelaran musik karinding sebanyak 2022.

Penampilan seni malam ini pun dilanjutkan dengan musikalisasi puisi. Tak jauh dari bacground semua yang ada di forum Rakornas 3 ini, puisi yang dibacakan pun terkait Saptawikrama. 

Sapta Wikrama sebagai strategi kebudayaan yang tujuan utamanya adalah kelestarian budaya warisan leluhur bangsa. “Musikalisasi ini ini dilakukan oleh kolaborasi dari PC Lesbumi Ponorogo dan Surakarta,” pungkasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Ibnu Nawawi)

Posisi Bawah | Youtube NU Online