IMG-LOGO
Internasional

PBNU Fasilitasi Unisma Kerja Sama dengan Lembaga Riset Pertanian China

Sabtu 6 Juli 2019 4:0 WIB
Bagikan:
PBNU Fasilitasi Unisma Kerja Sama dengan Lembaga Riset Pertanian China
Profesor Yuguang Du (tengah) menunjukkan berkas MoU dengan Unisma, Kamis (4/7).
Jakarta, NU Online
Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) didorong terus melakukan kerja sama dengan lembaga internasional. Salah satu kerja sama yang telah dimulai adalah antara Universitas Islam Malang (Unisma) Jawa Timur dengan National Engineering Research Center for Biotechnology (NERCB) dan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok. 

Ketua PBNU Hanief Saha Ghafur menjelaskan permulaan kerja sama dilakukan pada Senin (1/7) di mana Wakil Direktur NERCB yang juga Direktur Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok, Profesor Yuguang Du beserta rombongan mengunjungi PBNU. Pada kunjungan tersebut, Profesor Yuguang Du dan PBNU melakukan sejumlah pembahasan pengembangan riset di bidang pertanian dengan melibatkan perguruan tinggi NU.

Hanief menjelaskan Profesor Du adalah ahli pertanian. Sebelum kunjungan ke PBNU dan kemudian Unisma, pihak PBNU telah mengadakan komunikasi intensif dengan Profesor Du. Dari komunikasi yang telah terjalin, sampai pada keinginan Profesor Du untuk mengajak PTNU dalam usaha mengembangkan dan meningkatkan produktivitas pertanian, pendidikan pertanian, dan rekayasa biologi tumbuhan.

"Berdasarkan permintaan itulah PBNU mengarahkan kunjungan Profesor Du ke Unisma yang mempunyai Fakultas Pertanian tertua di lingkungan PTNU. Dan, pada hari ini Prof Du menandatangani MoU dengn Unisma dalam bidang tersebut," kata Hanief saat perbincangan dengan NU Online, Kamis (4/7) malam.

Menurut Hanief, Profesor Du juga menyatakan kesediaan untuk memberika beasiswa, membimbing disertasi, dan kolaborasi riset bersama dengan Unisma. "Profesor Du juga akan mengundang PBNU dan pimpinan Unisma untuk menandatangani Letter of Implementation di Beijing pada bulan September tahun ini," imbuhnya.

Hanief berharap kerja sama tersebut nantinya dapat memicu kampus NU lainnya yang memiliki Fakultas Pertanian untuk menerapkan kerja sama serupa. Kerja sama perguruan tinggi dengan lembaga riset luar negeri, kata Hanief, memiliki nilai akreditasi yang lebih besar daripada kerja sama antara perguruan tinggi dengan sesama perguruan tinggi atau universitas, atau antara perguruan tinggi dengan lembaga riset dalam negeri.

"Terlebih lagi bila MoU itu terimplentasi nyata dalam riset-riset kolaborasi antara NERCB dengan Unisma dan PTNU lainnya," paparnya.

Selain itu, Hanief juga mengabarkan, saat kunjungan di Unisma, Profesor Du menyampaikan orasi di hadapan pimpinan, dosen, dan mahasiswa Fakultas Pertanian Unisma. Judul orasinya adalah Current Development Trends in Plant Protection and Immunity. (Kendi Setiawan)
Bagikan:
Sabtu 6 Juli 2019 18:30 WIB
Demi Keamanan, PM Tunisia Larang Penggunaan Cadar di Kantor Pemerintah
Demi Keamanan, PM Tunisia Larang Penggunaan Cadar di Kantor Pemerintah
Ilustrasi cadar (Reuters)
Tunis, NU Online
Perdana Menteri Tunisia Youssef Chahed melarang pemakaian cadar di lembaga-lembaga publik dengan alasan keamanan. Kebijakan itu dikeluarkan PM Tunisia beberapa hari setelah terjadi aksi bom bunuh diri oleh seorang buronan militan.

Seorang saksi mata mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri tersebut melancarkan aksinya di Tunis, ibu kota Tunisia, pada Selasa, 2 Juli lalu. Menurut keterangan saksi mata, pelaku bom bunuh diri menyamarkan dirinya dengan cadar. Namun, Kementerian Dalam Negeri Tunisia membantah keterangan itu.

“(PM Tunisia) Chahed telah menandatangani sebuah keputusan yang melarang siapa pun yang merahasiakan wajahnya saat mengakses kantor pusat, administrasi, dan institusi publik untuk alasan keamanan,” demikian bunyi pernyataan pemerintah Tunisia, dikutip laman Reuters, Jumat (5/7).

Insiden ini merupakan yang ketika kalinya terjadi di Tunisia dalam sepekan terakhir. Serangan bom tersebut juga terjadi menyusul persiapan pemerintah Tunisia menggelar pemilu parlemen dan juga puncak musim liburan yang diharapkan bisa mencatatkan jumlah pengunjung. Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas tiga serangan itu.

Pada 2011, wanita kembali diperbolehkan mengenakan hijab lagi setelah sebelumnya mantan PM Tunisia Zine El Abidin Ben Ali dan Habib Bourguiba, melarangnya dalam waktu yang cukup lama. Tunisia adalah salah satu dari sedikit negara dimana kelompok islamis berbagi kekuasaan dengan partai politik sekuler.

Namun pada 2014, Kementerian Dalam Negeri memerintahkan pihak kepolisian untuk meningkatkan pengawasan terkait penggunaan cadar. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memerangi terorisme dan untuk mencegah penyalahgunaan cadar yang digunakan sebagai alat penyamaran atau menghindar dari pengadilan. 

Sebagaimana diketahui, sejak 2011 atau setelah kudeta Ben Ali Tunisia telah memerangi kelompok-kelompok militan yang beroperasi di daerah-daerah terpencil di dekat perbatasan dengan Aljazair. (Red: Muchlishon)
Jumat 5 Juli 2019 20:0 WIB
Israel Tolak Izin Perjalanan Pemain, Final Palestina Cup Ditunda
Israel Tolak Izin Perjalanan Pemain, Final Palestina Cup Ditunda
Ilustrasi
Yerusalem, NU Online
Final Palestina Cup ditunda setelah Israel menolak memberikan izin perjalanan kepada tim sepak bola asal Gaza, Khadamat Rafat, untuk bermain di Tepi Barat. Diketahui, finalis Palestina Cup tahun ini adalah Khadamat Rafat dan Balata FC. Khadamat berhak melaju ke final setelah sebelumnya berhasil memenangi liga di Jalur Gaza, sementara Balata adalah pemenang liga di Tepi Barat.

Leg pertama Palestina Cup sudah digelar pada Ahad, 30 Juni lalu di Gaza dan berakhir 1-1. Sementara leg kedua seharusnya dilaksanakan pada Rabu, 3 Juli kemarin di Tepi Barat, namun akhirnya ditunda. Menurut Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) Susan Shalabi, leg kedua Palestina Cup terpaksa ditunda karena hanya ada satu pemain dan tiga pejabat klub Khadamat Rafat yang mendapatkan izin perjalanan ke Tepi Barat.

Sebelumnya, PFA sudah mengajukan 35 izin perjalanan kepada Israel, namun sebagian besar ditolak. “Israel bersikukuh menolak izin berpergian mereka (tim Khadamat Rafah) mengutip alasan kekhawatiran keamanan yang tidak dijelaskan," kata Shalabi, Kamis (4/7), dikutip laman middleeastmonitor.  

Direktorat Urusan Sipil Palestina dari Kementerian Pertahanan Israel, COGAT, mengatakan, pihaknya menerima pengajuan izin perjalanan bagi para pemain Khadamah pada 16 Juni untuk 35 orang. Akan tetapi, hanya ada empat orang yang diterima, termasuk tiga diantaranya pejabat klub.

COGAT beralasan, penolakan pemberian izin berpergian tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan pertimbangan yang ada. Badan itu juga berdalih bahwa keputusan itu dikeluarkan dengan hati-hati.

"Aplikasi tersebut dikirim setelah waktu yang ditentukan oleh karena itu melakukan proses penilaian yang tepat dan sesuai pedoman jelas tidak mungkin dilakukan. COGAT tetap berupaya semaksimal mungkin di luar kewajibannya dan dengan hati-hati meninjau serta mempertimbangkan aplikasi izin tersebut,” kata COGAT dalam pernyataan yang dikeluarkannya.

Seorang pejabat Khadamat Rafah, Hodaifa Lafi, mengutuk keputusan Israel tersebut. Lafi menegaskan, Khadamat hanyalah sebuah klub sepak bola sehingga Israel tidak perlu mengkhawatirkannya. Dia menuturkan, pihaknya hanya ingin menyampaikan pesan perdamaian kepada dunia.

Dia juga mengkritik Asosiasi Sepak Bola Dunia (FIFA) karena tidak menindak tegas langkah Israel tersebut. Menurutnya, perlakukan FIFA kepada Israel yang tidak tegas itulah yang mendorong negeri Zion itu bertindak layaknya kebal hukum. (Red: Muchlishon)
Selasa 2 Juli 2019 2:0 WIB
LAZISNU Serahkan Bantuan Pembebasan Eti dari Hukuman Mati di Arab Saudi melalui Dubes
LAZISNU Serahkan Bantuan Pembebasan Eti dari Hukuman Mati di Arab Saudi melalui Dubes
Dubes Agus Maftuh Abegebriel (tengah) menerima simbolis bantuan diyat TKI Eti bin Thoyib.

Jakarta, NU Online

NU Care-LAZISNU menyerahkan secara simbolis dana bantuan pembebasan TKI Eti kepada Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Penyerahan dilakukan Senin (1/7) saat Dubes berkunjung ke Kantor NU Care-LAZISNU di Lantai 2 Gedung PBNU Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. 

Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris NU Care-LAZISNU Abdur Rouf, disaksikan oleh staf lainnya. Sementara jumlah bantuan adalah sebesar Rp12.454.900.000 (Duabelas miliar empat ratus lima puluh empat juta sembilan ratus ribu rupiah).

Penyerahan bantuan pembebasan TKI Eti kepada Dubes Arab Saudi menjadi bagian komunikasi NU Care-LAZISNU dan Kedutaan Besar Indonesia untuk Arab Saudi. Komunikasi dan kerja sama juga dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri.

Adapun dana tersebut merupakan bantuan warga NU dan masyarakat umum melalui NU Care-LAZISNU. Penggalagan dilakukan antara lain bekerjasama dengan platform Kitabisa sejak beberapa bulan ini.

Diketahui, Eti bin Thoyib seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka, Jawa Barat. Eti divonis hukuman mati di Arab Saudi karena sebuah kasus. Eti berpeluang bebas dari ancaman itu jika membayar diyat sebesar Rp20 miliar kepada keluarga ahli waris korban.

Ketua NU Care-LAZISNU, H Achmad Sudrajat pada Halal bi Halal PBNU, Senin (24/6) sepekan lalu, mengungkapkan pihaknya bersyukur dan berterimakasih atas bantuan masyarakat dan warga NU.

"Alhamdulillah, donasi dari Nahdliyin ini terkumpul lebih dari 12 miliar. Dan masih kurang sekitar delapan miliar, karena target untuk menebus diyat (kompensasi) Saudari Eti totalnya 5 juta real atau 20 miliar," tutur Ajat, biasa disapa.

Ajat berharap bantuan tersebut dapat menjadi amal jariyah. Selain itu masyarakat umum masih dapat membantu Eti untuk terbebas dari vonis hukuman mati. "Semoga kita, PBNU, dan masyarakat umum dapat membebaskan Eti dari hukuman mati. Amin," ujarnya.

Upaya membantu Eti merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan spirit kemanusiaan. Sebab, selain pertaruhan nama bangsa, solidaritas ini juga merupakan nilai kehidupan nyata seorang manusia.

"Kita tunjukkan solidaritas ini dengan menguatkan jejaring-jejaring kita lebih fokus pada kemanusiaan, tanpa melihat sekat-sekat apa pun karena bicara kemanusiaan," jelasnya. (Kendi Setiawan)


IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG