IMG-LOGO
Humor

Memakai Sandal Tamu

Ahad 7 Juli 2019 8:35 WIB
Bagikan:
Memakai Sandal Tamu
(Foto: pixabay)
Ada orang bertamu ke rumah sahabatnya yang dikenal sangat pelit. Ketika tamu itu sampai, tuan rumah langsung memanggil anaknya. Dia berkata kepada anaknya untuk menjamu tamunya dengan maksimal.

“Anakku, kita kedatangan tamu mulia. Aku sangat menyukai tamu ini. Tolong kamu belikan setengah kilo daging yang paling bagus.”

Sang anak segera pergi untuk membeli daging yang paling bagus, sesuai perintah ayahnya. Beberapa waktu kemudian sang anak kembali ke rumah, dan tidak membawa apa-apa.

“Mana dagingnya?” tanya ayahnya.

“Aku datang ke tukang daging, aku katakan agar dia memberi daging yang paling bagus. Tukang daging itu mengatakan bahwa dia akan memberikan daging yang paling bagus yang rasanya seperti keju,” jawab anaknya.

Dalam pikiranku, anaknya melanjutkan cerita kepada ayahnya, “Kalau begitu, kenapa aku tidak beli keju saja daripada daging.”

Aku segera pergi kepada tukang keju. Aku katakan kepadanya agar dia memberikan keju yang paling bagus. Tukang keju menyatakan bahwa dia punya keju yang paling bagus dan rasanya seperti jus asam yang sangat kental dan segar.

“Jika demikian, kenapa aku tidak beli jus asam saja daripada keju,” kataku dalam hati.

Aku segera pergi kepada tukang jus asam. Aku meminta jus asam yang paling enak dan paling segar. Tukang jus asam itu mengatakan bahwa dia punya jus asam yang paling segar dan jernih, seolah jus itu adalah air yang sangat jernih.

“Aku pikir, jika demikian, kita punya air jernih di rumah,” kataku.

“Begitulah ceritanya hingga aku kembali dan tidak membeli apa-apa Yah,” kata sang anak.

“Kamu memang anak yang sangat cerdas. Tapi ada satu hal yang tidak kamu sadari. Kamu telah merusak sandalmu karena mondar-mandir,” kata ayahnya.

“Tidak, ayah. Yang aku pakai ini adalah sandal milik tamu kita.”

***

Cerita ini disadur oleh Wakil Katib Syuriyah PWNU KH Muhammad Taufik Damas dari Kitab Al-Bukhala (Kisah Orang-orang Pelit) karya Abu Ustman Amr ibn Bahr Al-Jahizh. Judul artikel ini diberikan oleh penyadur.
Tags:
Bagikan:
Kamis 4 Juli 2019 16:30 WIB
Cerita di Balik Pertemuan KTT G-20 di Jepang
Cerita di Balik Pertemuan KTT G-20 di Jepang
Ilustrasi humor
Negara-negara ekonomi maju tergabung dalam Forum G-20. Wadah ini rutin melakukan pertemuan setiap tahun yang dinamakan konferensi tingkat tinggi (KTT). Indonesia termasuk di dalamnya. Tahun 2019 pertemuan terlaksana di Osaka, Jepang.

Pada suatu ketika, Presiden Amerika Serikat menjadi pembicara dalam salah satu forum di pertemuan KTT tersebut. Ia memutuskan untuk membuka pidatonya dengan lelucon. 

Dia mengatakan lelucon itu dalam bahasa Latin kuno, lalu menunggu translater untuk menerjemahkan dalam bahasa Inggris.

Meskipun cerita itu tidak pendek, Presiden AS terkejut penafsir mampu menceritakan kembali lelucon itu secara cepat. Bahkan lebih mengesankan adalah reaksi para hadirin. Tawa hadirin pecah sangat keras dan cukup lama sehingga Presiden AS terharu. 

Setelah pidato itu, Presiden AS ingin bertemu penerjemah untuk menanyakan bagaimana ia menceritakan kembali leluconnya sehingga membuat hadirin terbahak-bahak.

“Bagaimana Anda menerjemah kembali lelucon saya?” tanya Presiden AS.

"Saya katakan kepada mereka, Presiden AS telah menceritakan lelucon yang sangat lucu. Silakan tertawa sekarang,” jawab penerjemah. (Ahmad)
Sabtu 29 Juni 2019 10:0 WIB
Politikus Berhati Batu
Politikus Berhati Batu
Ilustrasi (pinterest)
Pagi itu Pak Tarno bersama anak laki-lakinya hendak menjenguk ponakannya di rumah sebuah rumah sakit (RS). 

Setelah ia berjalan masuk ke sebuah rumah sakit, Pak Tarno melihat dua dokter dengan baju putih mencari sesuatu di taman bunga.

"Permisi, kalian kehilangan sesuatu?" tanya Pak Tarno.

"Tidak," jawab salah satu dokter.

"Kami sedang melakukan transplantasi hati untuk seorang politikus. Untuk itu kami lagi mencari batu yang cocok untuk dia,” sahut dokter lainnya. (Ahmad)

Kamis 27 Juni 2019 20:30 WIB
Wasiat Jelang Wafat
Wasiat Jelang Wafat
Ilustrasi humor
Sudah menjadi kebiasaan Zul berkumpul bersama teman-temannya berbincang segala sesuatu. Tak seperti biasanya, Zul saat itu berbicara tentang kematian.

Semacam ingin menyampaikan wasiat, ia melontarkan keinginannya ketika dia meninggal dunia nanti.

Zul berkata kepada teman-temannya: "Jika aku mati, tolong kuburkanlah aku dalam kuburan tua."

"Kenapa milih di kuburan tua, Zul?” tanya teman-temannya.

"Karena kalau Malaikat datang hendak menanyaiku, saya akan memberitahu mereka bahwa saya meninggal tahun lalu,” seloroh Zul. (Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG