Sekjen PBNU Ungkap Tokoh Nasionalis Akui Peran Pesantren

Sekjen PBNU Ungkap Tokoh Nasionalis Akui Peran Pesantren
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.
Jakarta, NU Online
Peran pesantren telah diakui oleh banyak pihak. Bahkan seorang tokoh nasionalis yang juga pendiri pergerakan Budi Utomo, dr Soetomo, pun turut mengakui peran pesantren.

Hal tersebut disampaikan Sekjen PBNU H A Helmy Faishal Zaini, pada acara halal bi halal Generasi Muda Nahdlatul Ulama (GNMU) di Gedung PP GP Ansor, Jakarta Pusat, Ahad (7/7).

Mengutip Soetomo, Helmy mengatakan keberadaan pesantren telah hadir dan menjadi mata air ilmu bagi masyarakat di Nusantara jauh sebelum Hindia Belanda mendirikan sekolah-sekolah.

"Ini sebuah pengakuan dari seorang nasionalis yang telah melihat peran dari pondok pesantren yang sangat besar," jelasnya.

Helmy menjelaskan bagaimana peran aktif NU dalam perkembangan kehidupan di Indonesia. Salah satu peran yang telah dimainkannya ialah melalui pesantren. "Peran pesantren adalah peran yang luar biasa besar di bumi Nusantara ini," ucapnya.

Menurutnya, pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang membentuk nilai-nilai kepribadian dan watak bangsa Indonesia, sehingga menjadi bangsa yang harmonis dan luhur.

Lebih lanjut, Helmy menyoroti dakwah yang harus dimainkan NU di era milenial, yakni era kehidupan yang manusianya tidak bisa lepas dari gadget dan handphone, baik untuk kepentingan pendidikan, transaksi ekonomi, maupun dakwah.

"Maka saya sering mengatakan bahwa ormas yang tidak menjadikan sosial media sebagai alat atau media dalam berdakwahnya, maka siap-siap menjadi fosil sejarah, dan tentu kita tidak ingin menjadi fosil sejarah karena kita punya sejarah dan peradaban yang unggul," jelasnya.

Ia menyatakan bahwa NU merupakan organisasi yang perannya tidak hanya diakui oleh bangsanya sendiri, tetapi juga oleh bangsa-bangsa di dunia. NU tidak lain bagian dari mayoritas umat Islam yang ada di Indonesia dan sebagai Muslim terbesar di dunia

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini menyatakan bahwa para ulama terus berjuang dan berkhidmat demi menegakkan jamiyah NU. Khidmat para ulama tersebut sudah semestinya dikawal dan dijaga oleh para pemuda agar NU tetap kokoh. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)
BNI Mobile