IMG-LOGO
Daerah

Serunya Yatim dan Dhuafa Ikuti Beasiswa Kursus Bahasa Inggris

Senin 8 Juli 2019 7:0 WIB
Bagikan:
Serunya Yatim dan Dhuafa Ikuti Beasiswa Kursus Bahasa Inggris
Kediri, NU Online
Pada musim liburan sekolah ini, Kampung Inggris Pare, Kediri makin ramai dengan kehadiran seratus anak yatim dan dhuafa dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka hadir untuk mengikuti program beasiswa kursus Bahasa Inggris di Kampung Inggris atau Nahdliyin English Camp Scholarship (NECS) selama sepekan.

Ketua NU CARE-LAZISNU Jawa Timur, A Afif Amrullah, mengajak para peserta untuk serius belajar bahasa Inggris. Mereka adalah para siswa SLTA sederajat yang terpilih mengikuti kesempatan istimewa ini. 

“Program beasiswa kursus ini bisa terselenggara berkat kolaborasi banyak pihak dan amanah dari para donatur. Jadi kalian harus serius karena ini kesempatan emas yang tidak semua orang bisa mendapatkannya,” kata Afif di hadapan para peserta yang ditempatkan di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatut Thowalib Pare, Kediri, Ahad (7/7).

Ketua NU CARE LAZISNU Ponorogo, Sumarin yang mengantar peserta binaannya sangat mengapresiasi program beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa ini. Dirinya berharap agar beasiswa dijadikan program rutin karena manfaatnya sangat besar bagi masa depan generasi muda NU. 

“Semoga program ini bisa dilaksanakan setiap tahun agar muncul kader-kader NU yang lihai berbahasa Inggris dan mampu mendapat banyak kesempatan terbaik di kemudian hari,” kata Sumarin.

Sementara itu, Direktur Cell English Course, Ahmaf Farih yang bekerja sama dengan NU CARE-LAZISNU Jatim telah menyiapkan tujuh tutor atau instruktur yang siap mendampingi mereka selama tujuh hari penuh. 

Sedangkan target pendidikan intensif bahasa Inggris ini, lanjutnya, adalah meningkatkan motivasi peserta agar menyadari pentingnya kemampuan bahasa Inggris dan semangat mempelajarinya meskipun sudah selesai mengikuti program ini. 

“Yang kedua, peserta memahami materi dasar bahasa Inggris,” urainya. 

Sedangkan ketiga, peserta mendapatkan lingkungan yang membuat mereka berani berbicara bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. “Kami akan berusaha untuk menciptakan lingkungan dan suasana yang menyenangkan sehingga program ini bisa mengesankan dan sesuai target,” ungkap Farih. 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, NU CARE-LAZISNU Jatim menyelenggarakan program beasiswa kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris bagi anak yatim dan dhuafa tingkat SLTA se-Jatim. 

Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan NU CARE-LAZISNU Kabupaten Kediri, NU CARE-LAZISNU Kecamatan Pare serta beberapa lembaga dan badan otonom di lingkungan PCNU Kabupaten Kediri seperti Muslimat NU, Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna atau Banser. 

Demikian pula ada dukungan dari Fatayat NU, IPNU, IPPNU, LP Ma’arif NU, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), serta Aswaja NU Centre. (Rof Maulana/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 8 Juli 2019 18:30 WIB
Gairahkan Ekonomi Warga, Muslimat NU Jember Gelar Pasar Krempyeng
Gairahkan Ekonomi Warga, Muslimat NU Jember Gelar Pasar Krempyeng

Jember, NU Online
PC Muslimat NU Jember tak pernah kekeringan ide untuk memberdayakan umat. Kali ini menggandeng Komunitas Pasar Kita, PC Muslimat NU Jember menggelar Pasar Krempyeng. Kegiatan tersebut diseleggarakan setiap Sabtu pagi di halaman Kantor PC Muslimat NU Jember dengan melibatkan sejumlah pedagang aneka kuliner khas daerah.

“Alhamdulillah, pembukaan Pasar Krempyeng Sabtu kemaren (6/7) cukup meriah, sesuai rencana,” tukas Ketua PC Muslimat NU Jember, Hj Emi Kusminarni kepada NU Online di sela-sela rapat Panitia Konferensi Cabang NU Jember di Jember, Ahad (7/7).

Menurut Hj Emi, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus ajang memasarkan produk kuliner khas daerah bagi warga yang telah mempunyai usaha. Sebab,  halaman kantor PC Muslimat NU cukup luas dan lokasinya cukup strategis.

“Kami hanya memfasilitasi, mempertemukan antara penjual dan pembeli. Kami ingin memberikan peluang bagi perempuan yang ingin berusaha membantu ekonomi keluarga,” ucapnya.

Setiap pedagang yang membuka lapak di Pasar Krempyeng itu dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000 untuk selamanya. Selain itu, kewajiban lain bagi pedagang adalah memakai pakaian kebaya bergaya ndeso dan dalam percakapan harus menggunakan bahasa daerah (Madura atau Jawa). Tujuannya adalah menjaga bahasa daerah sekaligus melestarikan tradisi berpakaian kebaya yang mulai hilang dari budaya masyakarat kecuali hanya untuk acara seremonial. Padahal sesungguhnya pakaian kebaya mengandung nilai-nilai kesopanan.

“Kami ingin tradisi (pakaian) daerah tidak hilang dari budaya masyarakat. Sebab itu mempunyai nilai kesopanan yang luar biasa,” tambahnya.

Untuk kali pertama Pasar Krempyeng digelar, diikuti oleh 26 pedagang dengan menyuguhkan aneka jajanan dan masakan khas daerah, misalnya nasi pecel, nasi oseng mercon, nasi ayam pedas, kupang lontong, dan nasi ayam srundeng, Sedangkan camilan berupa sempol, asinan buah, peyek, dan sambel pecel.  Terdapat juga aneka minuman, susu kedelai, bir pletok, es buah, sinom, dan beras kencur.

“Dengan begitu, setidaknya ekonomi warga semakin bergairah,” pungkasnya. (Aryudi AR)

Senin 8 Juli 2019 17:30 WIB
Terpilih Lagi, Ketua MWCNU Sumberbaru Optimalkan Fungsi Masjid
Terpilih Lagi, Ketua MWCNU Sumberbaru Optimalkan Fungsi Masjid

Jember, NU Online
Ketua terpilih MWCNU Sumberbaru, Jember, Jawa Timur, H Masrur Syam menegaskan, pihaknya akan terus berkonsolidasi dengan Ranting NU dan para tokoh masyarakat untuk memaksimalkan peran masjid di wilayah Sumberbaru. Menurutnya, masjid dan mushalla sesungguhnya sangat potensial untuk dijadikan ‘lembaga’ pembinaan generasi muda. Namun sayangnya selama ini tidak tergarap secara maksimal.

“Saya dan para pengurus yang lain ingin menggerakkan masjid dan mushalla sebagai pusat pembiaan generasi muda,” tukasnya kepada NU Online usai terpilih sebagai Ketua MWCNU Sumberaru dalam Konferensi Musyawarah Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Sumberbaru di Sumberbaru, Ahad (7/7).

Menurutnya, masjid dan mushalla mempunyai fungsi yang sangat strategis. Karena itu, pihaknya akan merevitalisasi fungsi masjid dan mushalla,  terutama yang takmirnya dipegang oleh warga NU. Tujuannya, selain untuk mengoptimalkan peran masjid, juga sekaligus menghadang pihak-pihak lain yang mencoba-coba ingin ‘merebut’ masjid untuk kepentingan ‘lain’.

“Kalau masjid kita hidupkan dengan beragam kegiatan yang berlebel NU, otomatis pihak lain segan untuk ikut campur,” ucapnya.

H Masrur menjelaskan, yang dimaksud pihak lain adalah gerakan radikal dan kelompok-kelompok pembenci NU. Sebab, katanya, saat ini kelompok-kelompok tersebut  masih terus bergerak kemana-mana secara diam-diam. Modusnya mendekati simpul-simpul masyarakat dengan menawarkan sejumlah pelayanan sosial dengan bahasa yang enak dan santun.

“Tapi ujung-ujungnya mereka mencela amalan-amalan kita, meskipun secara tidak langsung,” jelasnya.

Selain itu, H Masrur menyatakan akan meningkatkan kegiatan-kegiatan Ranting NU. Selama ini, tambahnya, para pengurus Ranting NU secara rutin menggelar kegiatan-kegiatan keislaman seperti yasinan, dan sebagainya, namun belum terkoordinasi dengan baik.

“Juga, sebisa mungkin dalam kegiatan itu akan kami informasikan hasil-hasil rapat  PCNU dan informasi penting terkait kondisi NU terkini,” pungkasnya.

Dalam sesi pemilihan ketua di konferensi tersebut, H Masrur Syam unggul atas saingannya, Ustadz Holili dengan angka tipis. Sebelumnya, telah dipilih KH Taufiq Syam  sebagai Rais Syuriyah MWCNU  Sumberbaru melalui mekanisme pemilihan AHWA. Keduanya adalah petahana. (Aryudi AR)

Senin 8 Juli 2019 17:0 WIB
Perkuat Amaliah Aswaja di Tengah Propaganda Paham Baru
Perkuat Amaliah Aswaja di Tengah Propaganda Paham Baru
KH Munawir, Ketua LBM NU Lampung
Pringsewu, NU Online
Ketua Lembaga Bahtsul Masa'il Nahdlatul Ulama (LBMNU) Provinsi Lampung KH Munawir mengajak seluruh warga NU untuk terus menguatkan praktik amaliah-amaliah Ahlussunnah wal Jamaah yang sudah dicontohkan dan dilakukan oleh para ulama terdahulu.

Pasalnya saat ini sudah banyak firqah (kelompok) Islam baru yang getol 'menggugat' amaliah Aswaja yang sudah menjadi tradisi amaliah warga NU. Kelompok ini secara masif melalui berbagai macam cara terus mempropaganda umat Islam dengan slogan "Kembali kepada Quran dan Hadits".

"Amaliah yang telah dilakukan ini sudah jelas-jelas ada dalilnya namun dipropaganda seolah amaliah warga NU tanpa dasar dan tidak ada dalam Quran dan Hadits," katanya saat mengisi materi kajian fikih pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di aula gedung PCNU Kabupaten Pringsewu, Ahad (7/7).

Ia mencontohkan 'gugatan' yang dilayangkan seperti dalam hal mengurus jenazah. Beberapa hal seperti menggunakan wewangian pada kain kafan, adzan sebelum menguburkan jenazah seringkali dipermasalahan paham baru saat mengurus jenazah.

"Kebiasaan baik yang sudah ada mari pertahankan karena memang ada dasarnya. Yang belum baik mari diperbaiki semisal menunda-nunda dalam memandikan jenazah," katanya.

Terkait menangani jenazah jelas Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini, umat Islam tidak boleh menunda-nunda untuk segera memandikan dan mengafani jenazah. "Jangan ketergantungan dengan Pak kaum. Jika keluarga bisa mengurus jenazah, langsung saja diurus," tegasnya.

Beberapa kaifiyah (cara) yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah seseorang meninggal dunia menurutnya adalah menghadapkan seseorang yang sedang menghadapi sakaratul maut ke arah kiblat. Jika tidak memungkinkan maka diterlentangkan dengan tangan disedekapkan.

"Bimbing dengan kalimat tauhid dan bacakan surat Yasin atau surat Ar Ra'du agar mendapat rahmat dari Allah SWT," jelasnya.

Jika ia kembali kepada Allah maka pejamkan matanya dan segera diposisikan mulutnya agar tertutup rapat. "Sakitnya sakaratul maut dalam Kitab Daqaiqul Akhbar itu 700 kali lipat sakit di dunia. Sampai-sampai Nabi Muhammad sempat meminta Allah untuk menanggung rasa sakitnya agar umat beliau tidak merasakan sakitnya sakaratul maut," tambahnya.

Namun bagi ahli ibadah, mudahnya menghadapi sakaratul maut akan seperti mencabut rambut dari tepung. Akan beda ketika bukan ahli ibadah yang ia ibaratkan susahnya seperti mencabut ketela pohon di musim kemarau. (Muhammad Faizin)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG