IMG-LOGO
Daerah

Unusa Siap Terjunkan Dokter Muda ke Seluruh Puskesmas di Lamongan

Selasa 9 Juli 2019 21:45 WIB
Bagikan:
Unusa Siap Terjunkan Dokter Muda ke Seluruh Puskesmas di Lamongan
Kerja sama Pemkab Lamongan dan Unusa.
Lamongan, NU Online
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus menjalin kerja sama di berbagai sektor. Kali ini, kampus terbaik di kalangan Nahdlatul Ulama tersebut melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan. Memorandum of Understanding atau MoU diprioritaskan untuk bidang kesehatan khususnya di Fakultas Kedokteran Unusa. Ke depannya akan merambah ke bidang lain, seperti pendidikan, teknologi, dan ekonomi.

Achmad Jazidie mengungkapkan tahun 2018 Unusa telah membuka program profesi dokter. Setelah melakukan pendidikan klinis di rumah sakit, ke depannya dokter muda Unusa akan melakukan praktik pengimplementasian di masyarakat. Kompetensi yang didapatkan dokter muda akan diterapkan di Puskesmas yang ada di Kabupaten Lamongan.

"Para dokter muda masih harus melalui beberapa tahapan lagi sebelum benar-benar menjadi dokter profesional. Salah satunya praktik atau magang di Puskesmas,” kata Rektor Unusa ini, Selasa (9/7). 

Selain itu, para dokter muda harus mempersiapkan untuk menghadapi uji kompetensi nasional. “Karena di Indonesia sendiri banyak dokter muda yang belum lulus dalam tahapan uji kompetensi sehingga belum bisa untuk melangkah dalam tahap praktik di masyarakat," ungkapnya saat sambutan dalam rangka MoU antara Unusa dengan Pemkab Lamongan di Ruang Sasana Nayaka.

Jazidie mengucapkan terima kasihnya kepada Pemkab Lamongan yang telah menerima Unusa. “Semoga ketika para dokter muda Unusa magang di Puskesmas yang ada, dapat memberikan keberkahan bagi seluruh warga Kabupaten Lamongan. Selain itu, melatih keterampilan dalam pelayanan di masyarakat,” jelasnya.

Para dokter muda dianjurkan untuk memanfaatkan waktu  dengab maksimal di tempat magang ini, karena sangat berguna untuk melatih kesiapan mereka untuk melangkah ke jenjang berikutnya. “Karena semakin banyak dalam menghadapi berbagai macam kondisi pasien, maka semakin banyak pengetahuan mengenai bagaimana cara penyembuhan dan juga cara menghadapi pasien," urainya.

Bupati Lamongan, Fadeli mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Unusa yang telah menjadi mitra. Salah satu bentuk nyata dari kerja sama tersebut tersedianya dokter muda Unusa yang akan magang di Puskesmas. 
Tidak hanya itu, ke depannya akan ada kerja sama lain di bidang pendidikan, teknologi dan ekonomi. “Pun harus garap Unusa pula, karena di Unusa juga memiliki berbagai fakultas,” kata Fadeli.

Dalam pandangannya, adanya dokter muda di Puskesmas di Lamongan akan membantu pelayanan. “Saat ini Lamongan memiliki 33 Puskesmas yang siap ditempati dokter muda Unusa. Dan di sana memiliki berbagai program inovasi di bidang pelayanan," ungkapnya.

Fadeli menambahkan, pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dengan Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Pemkab Lamongan sendiri memiliki motto di bidang kesehatan yaitu melakukan penangganan kesehatan melalui promotif dan preventif. 

"MoU ini sangat membantu kami untuk memenuhi kebutuhan SDM di bidang kesehatan, khususnya di Puskesmas," pungkas bupati. (Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Selasa 9 Juli 2019 22:45 WIB
Muslimat NU Jakarta Kembali Gelar Pelatihan Aswaja
Muslimat NU Jakarta Kembali Gelar Pelatihan Aswaja
Pelatihan Kader Aswaja Muslimat NU Jakarta.
Jakarta, NU Online
Untuk menyiapkan kader yang militan dan berkualitas, Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU DKI Jakarta menggelar Pelatihan Kader Aswaja angkatan kedua. Pelatihan juga dilakukan untuk memberikan tambahan bekal ilmu pengetahuan dan wawasan Aswaja Annahdliyah.

"Islam Aswaja Annahdliah harus kembali disebarkan dengan semangat, selain kepada pengurus, keluarga yang paling penting untuk masyarakat luas," ujar Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta, Hj Hisbiah Rochim, Selasa (9/7) di lokasi pelatihan, Kantor Wilyah Kemenag DKI Jakarta, Jatinegara, Jakarta Timur.

Hj Hisbiah mengatakan sebelumnya sudah digelar Pelatihan Kader Aswaja PW Muslimat NU DKI Jakarta angkatan pertama selama dua hari pada Rabu-Kamis (3-4/7). Adapun angkatan kedua sedang berlangsung Selasa dan Rabu, 9-10 Juli 2019 di lokasi yang sama.

Dengan adanya kader yang diharapkan bisa berguna untuk diterjunkan ke bawah, yaitu ke majelis taklim, ke kecamatan hingga ke kelurahan. Supaya bisa memberikan pencerahan kepada jamaah, dan masyarakat, khususnya keluarga besar Muslimat NU supaya memahami ajaran Islam Aswaja Annahdliyah.

"Selain itu agar dapat membentuk pribadi-pribadi yang baik, ibu-ibu yang berkualitas, istri-istri yang shalehah, sehingga menjadikan keluarganya sakinah, mawaddah, warahmah," kata Hj Hisbiah.

Selain itu, juga supaya masyarakat tetap menjalankan syariat ajaran Islam Aswaja di keluarganya, maupun untuk berdakwah Amal Ma’ruf Nahi mungkar di masyarakat.

Pelatihan angkatan kedua juga diikuti oleh perwakilan pengurus cabang Muslimat NU, beberapa pengurus ranting dan anak ranting Muslimat NU di DKI Jakarta. (Anty Husnawati/Kendi Setiawan)

Selasa 9 Juli 2019 22:15 WIB
PCNU Kuningan: Saya Belajar Banyak dengan Pekalongan
PCNU Kuningan: Saya Belajar Banyak dengan Pekalongan
Ketua PCNU Kuningan, H Aam Aminudin (kiri)
Pekalongan, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, H Aam Aminudin mengatakan, Kota Pekalongan meski kota kecil, akan tetapi pengelolaan manajemen organisasinya jauh lebih baik.

"Makanya saya mengajak teman-teman 1 bis untuk melihat dan belajar dengan NU Kota Pekalongan secara langsung," ujarnya kepada NU Online di Gedung Aswaja Pekalongan, Selasa (09/7) sore.

Dikatakan, setelah dirinya mendengarkan pemaparan PCNU Kota Pekalongan, semakin yakin untuk bisa memajukan NU Kabupaten Kuningan terutama dalam sistem pengkaderan di lingkungan NU.

"Pengkaderan sesuatu yang sangat penting untuk menghindari rekrutmen calon pengurus NU yang jelas standarnya, makanya saya ingin menerapkan di Kabupaten Kuningan yang memiliki 32 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)," tegasnya.

Disampaikan, Kota Pekalongan telah beberapa kali berhasil menggelar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) dengan sasaran pengurus dan non pengurus di semua tingkatan. Dirinya akan segera menindaklanjutinya.

"Setelah pulang dari Pekalongan saya akan segera menggelar rapat untuk menindaklanjuti hasil kunjungan di Kota Batik Pekalongan, tandasnya.

Dikatakan, selain masalah pengkaderan, NU Kuningan juga perlu belajar pola penghimpunan dana untuk operasional organisasi maupun untuk bantuan-bantuan sosial yang dikelola LAZISNU. 

"Ini penting untuk kemandirian organisasi, jujur saya kagum masuk komplek Aswaja tampak depan ada gerakan ekonomi berupa Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari'ah Syirkah Muawanah Nahdlatul Ulama (KSPPS SMNU) dan Rumah Makan 'Selaras'. Masuk ke dalam gedung Aswaja ada aula yang cukup besar, Saya ingin NU Kuningan bisa seperti NU Pekalongan," tandasnya. 

Dijelaskan, sebelum ke PCNU Kota Pekalongan, rombongan juga melakukan kunjungan ke PCNU Kabupaten Tegal. Menurutnya NU Kabupaten Tegal, ada nilai lebih dari sisi pengelolaan warga yang secara sukses menempatkan posisi Bupati dan Wakil Bupati dari kader NU. "Kami ingin belajar kepada NU Kabupaten Tegal dalam bidang politik," ujarnya.

Rais PCNU Kota Pekalongan, KH Zakaria Ansor mengungkapkan, dirinya merasa tersanjung atas kunjungan PCNU Kabupaten Kuningan. Pasalnya, NU Kota Pekalongan merasa masih banyak kekurangan. Namun demikian, jika dirasa ada nilai lebih, silakan untuk dipotret untuk NU Kabupaten Kuningan. (Muiz)
Selasa 9 Juli 2019 22:0 WIB
IPPNU Jatim Ajak Milenial Ikut Berantas Narkoba
IPPNU Jatim Ajak Milenial Ikut Berantas Narkoba
Ketua PW IPPNU Jatim, Nurul Hidayati (dua dari kiri)
Surabaya, NU Online
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menggelar peringatan Hari Anti Narkoba Nasional (HANI) 2019. Kegiatan yang digelar di area Taman Bungkul Surabaya pada Ahad (7/7) ini diikuti pula oleh Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur.

Ketua IPPNU Jawa Timur Nurul Hidayati kepada NU Online mengatakan, akan mengimbau dan mengajak semua elemen masyarakat, khususnya generasi milenial untuk turut serta dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Kami mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelajar untuk mencegah, menjauhi, dan memberantas narkoba. Dalam hal ini, artinya narkoba ini benar-benar harus dihindari oleh siapapun,” ujar Nurul sapaan akrabnya.

Ia melanjutkan, selepas kegiatan ini ia berharap semua elemen masyarakat turut berperan aktif dalam pencegahan narkoba untuk mewujudkan generasi tanpa narkoba.

“Kami berharap, seluruh elemen masyarakat turut berperan aktif cegah narkoba untuk mewujudkan gerenasi tanpa narkoba guna menyambut Indonesia emas,” ungkap mahasiswi pascasarjana Universitas Surabaya (Ubaya) ini.

Dirinya juga berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba meningkat dan masyarakat benar-benar menghindari narkoba, sehingga harapan besarnya angka kasus narkoba menurun.  

Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso mengungkapkan hasil dari pelaksanaan institusi penerima wajib lapor (IPWL) di Klinik Utama BNNP Jatim. Hasilnya, sebanyak 51 persen pasien atau pemakai dan pecandu narkoba masih berusia anak atau remaja di bawah 19 tahun.

“Dari data yang ada, 51 persen pengguna narkoba di Jatim itu adalah anak-anak atau remaja. Data ini menunjukkan bahwa perkembangan kasus narkotika saat ini semakin banyak ditemukan di kalangan anak dan remaja,” kata Bambang.

Bambang mengaku, BNNP Jatim pun terus melakukan upaya pencegahan atau preventif untuk mereduksi penyalahguna narkoba di kalangan anak dan remaja. Di mana sepanjang 2018, BNNP Jatim telah melaksanakan berbagai kegiatan yang dilakukan Bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat).

"Yang sedikit berbeda, tahun ini dilakukan kampanye narkoba anti mainstream yang digunakan untuk bisa menarik minat kalangan muda. Kampanye melalui Deklarasi Sumpahin Narkoba dilaksanakan saat peringatan Sumpah Pemuda pada Oktober tahun lalu," ujar Bambang. (Hanan/Muiz)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG