IMG-LOGO
Daerah

Kunci Sukses Santri Hendaknya Ajek dalam Kesungguhan

Jumat 12 Juli 2019 1:0 WIB
Bagikan:
Kunci Sukses Santri Hendaknya Ajek dalam Kesungguhan
Blitar, NU Online
Untuk dapat sukses dalam meraih yang diangankan, maka santri hendaknya memperhatikan sejumlah hal. Salah satunya yakni bersungguh-sungguh dalam belajar. Bukan hanya kala menghadapi ujian, namun semangat belajar hendaknya dijaga secara konsisten. Persyaratan lain juga harus dipenuhi agar kelak dapat sukses.

Penegasan tersebut disampaikan KH Badaruddin saat apel di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Kota Blitar, Jawa Timur. Pengarahan lebih diprioritaskan kepada ratusan santri baru pesantren setempat.

Kiai Badaruddin menyampaikan bahwa ada sejumlah kiat agar dapat sukses menjadi santri. “Di antara untuk bisa sukses meraih ilmu yang manfaat berkah, santri harus istikamah atau ajek dalam berkesungguhan,” katanya.

Dalam pandangannya, kesungguhan dalam belajar tidak mengenal musim.  "Jangan sungguh-sungguh dikala tertentu, misalnya mau ujian," ungkap kiai yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pekan depan tersebut.

Tidak hanya konsisten dengan semangat belajar, para santri juga diharapkan memiliki sejumlah persyaratan lain. “Selain itu, santri harus mampu menahan lapar atau tidak kenyang,” ungkapnya. Hidup dalam kesederhanaan juga sebagai penentu apakah santri ataupun peserta didik nantinya bisa menerima ilmu pengetahuan dengan lebih mudah, lanjutnya.

Selanjutnya yang tidak kalah penting dijaga adalah tidak melakukan sejumlah perbuatan maksiat dengan berbagai bentuknya. 

“Juga menjaga wudhu atau dawamul wudhu dan memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta menjaga shalat malam,” jelasnya.

Pagi itu, Kamis (11/7) , 520 santri baru pesantren setempat tengah mengikuti Pengenalan Lingkungan Madrasah dan Pondok Pesantren atau PLMP. Kegiatan berlangsung selama tiga hari ke depan.

Mereka tersebar di sejumlah lembaga pendidikan yang memang ada di pesantren setempat. 240 merupakan siswa yang menempuh pendidikan di tingkat MTs dan 280 siswa adalah yang diterima di MA Ma'arif NU Blitar. 

Selama mengikuti PLMP ini, para peserta didik sekaligus menerima materi terkait pengenalan organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama atau IPPNU. Dan aktif di kedua organisasi tersebut menjadi salah satu kegiatan wajib bagi santri.  (Wijianto/Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Jumat 12 Juli 2019 23:30 WIB
Mahasiswa Unwaha Jombang Adakan Pelatihan Komputer bagi Warga
Mahasiswa Unwaha Jombang Adakan Pelatihan Komputer bagi Warga
Peserta pelatihan komputer oleh mahasiswa KKN Unwaha Jombang.
Jombang, NU Online
Mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah atau Unwaha Jombang, Jawa Timur memberikan pelatihan komputer. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Nyata atau KKN yang diselenggarakan di Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng.  

Pelatihan komputer difokuskan kepada para remaja dari setiap dusun di Desa Mundusewu. Masing-masing dusun mengirimkan perwakilan dua warga untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari tersebut.

“Ada dua bahan pelatihan yang disampaikan yaitu pengoperasian microsoft office dan desain grafis menggunakan software coreldraw,” kata Febrian, Jumat (12/7). 

Menurut pemateri pelatihan tersebut, kegiatan digelar sejak Kamis hingga Jumat (11-12/7) dengan menempati salah satu ruangan di SDN Mundusewu 1.

“Tujuan diadakannya pelatihan ini untuk membantu masyarakat agar tidak hanya melek teknologi, akan tetapi dapat membuka peluang di era digital ini,” jelasnya. Pelatihan juga menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu masyarakat, lanjutnya.

Dalam penjelasannya, pelatihan hanya sebagai salah satu dari sekian banyak program kerja yang dilaksanakan selama KKN berlangsung. “Tujuan besar dari kegiatan ini agar dapat membawa perubahan terhadap masyarakat khususnya remaja supaya lebih melek teknologi,” ungkapnya.

Dirinya berharap, para peserta dapat menyerap ilmu yang telah diberikan serta mampu mempraktikkannya. "Semoga peserta yang hadir bisa mengembangkan apa yang telah dipelajari dari pelatihan ini," harapnya.

Sementara itu, Lela, salah satu peserta perwakilan dari Dusun Banyu Urip menyatakan bahwa pelatihan sangat bermanfaat. “Diharapkan bisa membuat masyarakat khususnya para remaja di Desa Mundusewu menjadi lebih maju dan berkembang,” katanya.

Lela juga mengakui bahwa awalnya tidak terlalu tertarik terhadap pelatihan semacam ini karena dipandang sangat ribet. “Tetapi setelah mengikuti pelatihan, ternyata materinya tidak rumit dan cukup mudah dipelajari,” akunya.

Selama pelatihan, peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti materi yang disampaikan. Tidak sedikit dari mereka yang turut menanyakan sejumlah kesulitan saat pelatihan berlangsung. 

Pemateri cukup cekatan dalam memberikan penjelasan tambahan, sehingga peserta bisa memahami materi yang telah diberikan. (Umam Nababan/Ibnu Nawawi)

Jumat 12 Juli 2019 21:0 WIB
Dakwah NU Harus Menyentuh Kebutuhan Dasar Warga
Dakwah NU Harus Menyentuh Kebutuhan Dasar Warga
foto: ilustrasi
Jombang, NU Online
Dakwah yang dilakukan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) hendaknya berbeda dengan para pendakwah pada umumnya. 

"Setiap dai NU harus lebih memperhatikan pola atau strategi dakwah yang digunakan. Apakah strategi tersebut sudah bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar jamaah atau belum bahkan tidak sama sekali," ungkap Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur, H Didin Ahmad Sholahudin.

Menurut dia, yang sangat penting untuk dijadikan kajian mendalam oleh para dai NU adalah menyusun strategi yang tepat guna untuk para jamaahnya, sehingga nilai-nilai dakwah tersampaikan dengan baik kepada mereka.

"Karena yang kita alami, arah dan strategi dakwah kita pascapelatihan apapun di NU seringkali hanya itu-itu saja dan monoton serta kerap tak bersinggungan langsung dengan kebutuhan dasar warga," katanya, Jumat (12/7).

Sebetulnya, kata pria yang pernah memimpin Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang ini, NU punya banyak potensi serta basis dakwah yang jelas dalam hal membumikan dakwah-dakwahnya. Meski demikian masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, yaitu para dai dituntut bisa merumuskan strategi yang tepat.

"Dan saya sering menamakan dengan istilah peta dakwah strategis NU," ujar Gus Didin sapaan akrabnya.

Menurut pandangannya, LDNU Jombang saat ini punya kesempatan baik untuk memetakan dan merumuskan strategi dakwah yang bisa bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat (jamaah). 

"Melalui Pendidikan Kader Dakwah Nahdlatul Ulama (PKDNU) angkatan kedua yang diselenggarakan sejak 12 hingga 14 Juli mendatang, LDNU bisa merumuskan strategi-strategi dakwah lebih mendalam," jelasnya.

Setidaknya narasumber yang dipercayai menyampaikan materi-materi bisa membahas peta dakwah strategis NU, khususnya di Jombang. "Saya sangat berharap pembicara dapat mengulas dengan lugas dan detail tentang peta dakwah di seluruh kecamatan di Jombang, sekaligus memberikan arahan yang strategis dalam penerapan dakwah NU seharusnya," ucapnya.

Menurut dia, ada satu materi yang menarik dan mendukung dalam pembahasan pemetakan strategi dalam berdakwah. Yakni metodologi dakwah NU. Materi ini akan mnjadi salah satu materi dari sekian materi dalam pengkaderan dai NU melalui PKDNU nanti.

"Sehingga pelatihan kita yang seringkali hanya sekedar mencetak kader dakwah, kali ini seharusnya bisa lebih dari itu," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Jumat 12 Juli 2019 20:30 WIB
Konfercab Pergunu Majalengka Kuatkan Perannya bagi Masyarakat
Konfercab Pergunu Majalengka Kuatkan Perannya bagi Masyarakat
Konfercab Pergunu Majalengka, Jumat (12/7).
Majalengka, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Majalengka, Jawa Barat mengadakan Konferensi Cabang (Konfercab), Jumat (12/7). 

Ketua Pergunu Majalengka H Cece Saefudin mengajak pada kader muda NU khususnya para guru-guru muda NU Majalengka untuk bersama-sama membangun Pergunu. Majalengka secara historis memiliki irisan dengan beberapa organisasi lainnya. Hal ini tidak dinafikan bawa Pergunu di Majalengka tidak lepas dari tantangan.

"Oleh karenanya, ini merupakan kewajiban para guru-guru muda NU untuk menguatkan dan mengukuhkan Aswaja di kalangan guru-guru Nahdiyin," katanya.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pergunu Majalengka dalam masa khidmatnya adalah mengadakan pelatihan kurtilas bagi guru-guru NU dengan memasukan nilai-nilai Aswaja yang diselenggarakan di Sabilul Chalim Desa Leuwimunding. Selain itu, kepengurusan Pergunu Majalengka juga telah mengupayakan peluang beasiswa S2 dan S3 bagi para guru-guru NU.

Hal senada diutarakan oleh Saepullah selaku Ketua Pergunu Jawa Barat yang menyatakan selah satu program Pergunu ke depan adalah penguatan moderasi Islam bagi para guru-guru Nahdiyin melalui potensi akademik. Caranya dengan mendorong semua anggota Pergunu minimal menempuh pendidikan sarjana.

"Di samping itu, semua anggota Pergunu harus memiliki potensi keaswajaan. Jangan sampai orang Pergunu sendiri tidak memahami Aswaja," katanya.

Realita yang tak dapat dinafikan adalah banyak anggota Pergunu sendiri yang tidak mengenyam pendidikan pesantren namun aktif di NU. Secara amaliah, kata Saepullah, mereka memahami NU namun dalam harakiah belum mumpuni. "Di sinilah perlu diperkuat potensi keaswajaan bagi para anggota Pergunu," ujarnya. 

Sapullah juga mengajak para generasi muda Pergunu untuk sama-sama membangun NU Majalengka. Meskipun Pergunu terbilang baru sebagai salah satu Banom yang ada di PCNU Majalengka, dengan potensi yang dimiliki para kadernya sangat optimis memiliki potensi untuk maju.

Sementara itu, Dedi Mulyadi selaku Ketua PCNU Majalengka, menjelaskan secara historis bagaimana perjalanan NU hingga berdirinya PCNU Majalengka. Secara singkat NU datang ke Majalengka bertepatan dengan berdirinya dengan NU secara Nasional. Tidak terlepas dari adanya pendiri NU sendiri berasal dari Majalengka yakni KH Abdul Halim.

"NU di Majalengka memiliki potensi berkembang cukup besar. Oleh karenanya diperlukan khidmat para generasi muda Pergunu untuk kembali memperjuangakan NU yang telah dirintis oleh para pendiri NU," kata Dedi.

Ia juga berpesan, siapa pun yang terpilih sebagai ketua Pergunu tetaplah bersatu dan bersama-sama membangun Pergunu ke depannya. (Dewi Anggraeni/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG