IMG-LOGO
Daerah

Wildan, Sosok Muda yang Ingin Ulama Tetap Jadi Rujukan Ansor

Jumat 12 Juli 2019 10:30 WIB
Bagikan:
Wildan, Sosok Muda yang Ingin Ulama Tetap Jadi Rujukan Ansor
Wildan duduk paling kiri

Jember, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) PW Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur (Jatim) yang  akan dihelat tanggal 28 Juli 2019 di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Malang, tampaknya bakal seru. Sederet nama anak muda pun mencuat untuk mengisi kursi Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Jatim masa khidmah 2019-2023. Salah satunya adalah Wildan Khisbullah Suhma. Kader Ansor asal Jember ini mempunyai semangat yang tinggi untuk mengabdikan dirinya dalam skala yang lebih luas.

“Bukan apa-apa, kita ingin berpartisipasi lebih aktif lagi di area yag lebih luas, Jawa Timur,” tukasnya kepada NU Online di kediamannya, Condro, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember Jawa Timur, Kamis (11/7).

Menurut Wildan, Ansor adalah badan otonom (Banom) NU yang didesain untuk menjadi jangkar bagi Nahdlatul Ulama, sehingga perahu NU tetap kokoh saat ombak dan gelombang pasang menghantam. Tidak cuma berfungsi sebagai jangkar tapi sekaligus benteng pertahanan.

“Prinsip utama Ansor adalah membentengi ulama, baik secara fisik maupun psikis,” jelasnya.

Bagi Wildan, Ansor merupakan ‘rumah’ kedua yang amat dicintainya. Kecintaannya itu diwujudkan dengan melahap sejumlah agenda pengkaderan, mulai dari Diklatsar (pendidikan dan latihan dasar) hingga Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) tingkat nasional di Makassar tahun 2017.

Wildan mengaku sangat bangga pada Ansor. Katanya, lembaran sejarah Ansor selalu tertulis dengan  bait-bait perjuangan  yang tak kenal lelah membela ulama dan bangsa Indonesia. Saat  posisi Indonesia terancam huru-hara akibat ulah PKI (Partai Komunis Indonesia), Ansor berada di garda terdepan untuk menyelamatkan negara, tak peduli nyawa menjadi taruhannya. Ketika Indonesia aman dan damai, Ansor ikut terlibat memberikan kontribusi, baik politik maupun sosial.

“Hebatnya semua itu atas ijin ulama (NU). Itulah yang membanggkan saya. Dan kedepan, Ansor perlu memperkuat posisi ulama sebagai rujukan dalam bertindak,” ucap pria yang pernah aktif di PMII Malang tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jember, H Kholidi Zaini berahap agar Konferwil PW GP Ansor mendatang, dapat menghasilkan program  dan keputusan yang mentereng. Dikatakannya, program, rekomendasi dan evaluasi terhadap kegiatan Ansor masa khidmah sebelumnya, perlu menjadi perhatian.

“Itu semua menjadi bekal dan pijakan bagi kepengurusan Ansor di mas-masa selanajutnya,” ujarnya. (Aryudi AR)

Tags:
Bagikan:
Jumat 12 Juli 2019 23:30 WIB
Mahasiswa Unwaha Jombang Adakan Pelatihan Komputer bagi Warga
Mahasiswa Unwaha Jombang Adakan Pelatihan Komputer bagi Warga
Peserta pelatihan komputer oleh mahasiswa KKN Unwaha Jombang.
Jombang, NU Online
Mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah atau Unwaha Jombang, Jawa Timur memberikan pelatihan komputer. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Kerja Nyata atau KKN yang diselenggarakan di Desa Mundusewu, Kecamatan Bareng.  

Pelatihan komputer difokuskan kepada para remaja dari setiap dusun di Desa Mundusewu. Masing-masing dusun mengirimkan perwakilan dua warga untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan selama dua hari tersebut.

“Ada dua bahan pelatihan yang disampaikan yaitu pengoperasian microsoft office dan desain grafis menggunakan software coreldraw,” kata Febrian, Jumat (12/7). 

Menurut pemateri pelatihan tersebut, kegiatan digelar sejak Kamis hingga Jumat (11-12/7) dengan menempati salah satu ruangan di SDN Mundusewu 1.

“Tujuan diadakannya pelatihan ini untuk membantu masyarakat agar tidak hanya melek teknologi, akan tetapi dapat membuka peluang di era digital ini,” jelasnya. Pelatihan juga menjadi salah satu langkah konkret untuk membantu masyarakat, lanjutnya.

Dalam penjelasannya, pelatihan hanya sebagai salah satu dari sekian banyak program kerja yang dilaksanakan selama KKN berlangsung. “Tujuan besar dari kegiatan ini agar dapat membawa perubahan terhadap masyarakat khususnya remaja supaya lebih melek teknologi,” ungkapnya.

Dirinya berharap, para peserta dapat menyerap ilmu yang telah diberikan serta mampu mempraktikkannya. "Semoga peserta yang hadir bisa mengembangkan apa yang telah dipelajari dari pelatihan ini," harapnya.

Sementara itu, Lela, salah satu peserta perwakilan dari Dusun Banyu Urip menyatakan bahwa pelatihan sangat bermanfaat. “Diharapkan bisa membuat masyarakat khususnya para remaja di Desa Mundusewu menjadi lebih maju dan berkembang,” katanya.

Lela juga mengakui bahwa awalnya tidak terlalu tertarik terhadap pelatihan semacam ini karena dipandang sangat ribet. “Tetapi setelah mengikuti pelatihan, ternyata materinya tidak rumit dan cukup mudah dipelajari,” akunya.

Selama pelatihan, peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti materi yang disampaikan. Tidak sedikit dari mereka yang turut menanyakan sejumlah kesulitan saat pelatihan berlangsung. 

Pemateri cukup cekatan dalam memberikan penjelasan tambahan, sehingga peserta bisa memahami materi yang telah diberikan. (Umam Nababan/Ibnu Nawawi)

Jumat 12 Juli 2019 21:0 WIB
Dakwah NU Harus Menyentuh Kebutuhan Dasar Warga
Dakwah NU Harus Menyentuh Kebutuhan Dasar Warga
foto: ilustrasi
Jombang, NU Online
Dakwah yang dilakukan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) hendaknya berbeda dengan para pendakwah pada umumnya. 

"Setiap dai NU harus lebih memperhatikan pola atau strategi dakwah yang digunakan. Apakah strategi tersebut sudah bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar jamaah atau belum bahkan tidak sama sekali," ungkap Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur, H Didin Ahmad Sholahudin.

Menurut dia, yang sangat penting untuk dijadikan kajian mendalam oleh para dai NU adalah menyusun strategi yang tepat guna untuk para jamaahnya, sehingga nilai-nilai dakwah tersampaikan dengan baik kepada mereka.

"Karena yang kita alami, arah dan strategi dakwah kita pascapelatihan apapun di NU seringkali hanya itu-itu saja dan monoton serta kerap tak bersinggungan langsung dengan kebutuhan dasar warga," katanya, Jumat (12/7).

Sebetulnya, kata pria yang pernah memimpin Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jombang ini, NU punya banyak potensi serta basis dakwah yang jelas dalam hal membumikan dakwah-dakwahnya. Meski demikian masih ada pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan, yaitu para dai dituntut bisa merumuskan strategi yang tepat.

"Dan saya sering menamakan dengan istilah peta dakwah strategis NU," ujar Gus Didin sapaan akrabnya.

Menurut pandangannya, LDNU Jombang saat ini punya kesempatan baik untuk memetakan dan merumuskan strategi dakwah yang bisa bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat (jamaah). 

"Melalui Pendidikan Kader Dakwah Nahdlatul Ulama (PKDNU) angkatan kedua yang diselenggarakan sejak 12 hingga 14 Juli mendatang, LDNU bisa merumuskan strategi-strategi dakwah lebih mendalam," jelasnya.

Setidaknya narasumber yang dipercayai menyampaikan materi-materi bisa membahas peta dakwah strategis NU, khususnya di Jombang. "Saya sangat berharap pembicara dapat mengulas dengan lugas dan detail tentang peta dakwah di seluruh kecamatan di Jombang, sekaligus memberikan arahan yang strategis dalam penerapan dakwah NU seharusnya," ucapnya.

Menurut dia, ada satu materi yang menarik dan mendukung dalam pembahasan pemetakan strategi dalam berdakwah. Yakni metodologi dakwah NU. Materi ini akan mnjadi salah satu materi dari sekian materi dalam pengkaderan dai NU melalui PKDNU nanti.

"Sehingga pelatihan kita yang seringkali hanya sekedar mencetak kader dakwah, kali ini seharusnya bisa lebih dari itu," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Muiz)
Jumat 12 Juli 2019 20:30 WIB
Konfercab Pergunu Majalengka Kuatkan Perannya bagi Masyarakat
Konfercab Pergunu Majalengka Kuatkan Perannya bagi Masyarakat
Konfercab Pergunu Majalengka, Jumat (12/7).
Majalengka, NU Online
Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Majalengka, Jawa Barat mengadakan Konferensi Cabang (Konfercab), Jumat (12/7). 

Ketua Pergunu Majalengka H Cece Saefudin mengajak pada kader muda NU khususnya para guru-guru muda NU Majalengka untuk bersama-sama membangun Pergunu. Majalengka secara historis memiliki irisan dengan beberapa organisasi lainnya. Hal ini tidak dinafikan bawa Pergunu di Majalengka tidak lepas dari tantangan.

"Oleh karenanya, ini merupakan kewajiban para guru-guru muda NU untuk menguatkan dan mengukuhkan Aswaja di kalangan guru-guru Nahdiyin," katanya.

Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pergunu Majalengka dalam masa khidmatnya adalah mengadakan pelatihan kurtilas bagi guru-guru NU dengan memasukan nilai-nilai Aswaja yang diselenggarakan di Sabilul Chalim Desa Leuwimunding. Selain itu, kepengurusan Pergunu Majalengka juga telah mengupayakan peluang beasiswa S2 dan S3 bagi para guru-guru NU.

Hal senada diutarakan oleh Saepullah selaku Ketua Pergunu Jawa Barat yang menyatakan selah satu program Pergunu ke depan adalah penguatan moderasi Islam bagi para guru-guru Nahdiyin melalui potensi akademik. Caranya dengan mendorong semua anggota Pergunu minimal menempuh pendidikan sarjana.

"Di samping itu, semua anggota Pergunu harus memiliki potensi keaswajaan. Jangan sampai orang Pergunu sendiri tidak memahami Aswaja," katanya.

Realita yang tak dapat dinafikan adalah banyak anggota Pergunu sendiri yang tidak mengenyam pendidikan pesantren namun aktif di NU. Secara amaliah, kata Saepullah, mereka memahami NU namun dalam harakiah belum mumpuni. "Di sinilah perlu diperkuat potensi keaswajaan bagi para anggota Pergunu," ujarnya. 

Sapullah juga mengajak para generasi muda Pergunu untuk sama-sama membangun NU Majalengka. Meskipun Pergunu terbilang baru sebagai salah satu Banom yang ada di PCNU Majalengka, dengan potensi yang dimiliki para kadernya sangat optimis memiliki potensi untuk maju.

Sementara itu, Dedi Mulyadi selaku Ketua PCNU Majalengka, menjelaskan secara historis bagaimana perjalanan NU hingga berdirinya PCNU Majalengka. Secara singkat NU datang ke Majalengka bertepatan dengan berdirinya dengan NU secara Nasional. Tidak terlepas dari adanya pendiri NU sendiri berasal dari Majalengka yakni KH Abdul Halim.

"NU di Majalengka memiliki potensi berkembang cukup besar. Oleh karenanya diperlukan khidmat para generasi muda Pergunu untuk kembali memperjuangakan NU yang telah dirintis oleh para pendiri NU," kata Dedi.

Ia juga berpesan, siapa pun yang terpilih sebagai ketua Pergunu tetaplah bersatu dan bersama-sama membangun Pergunu ke depannya. (Dewi Anggraeni/Kendi Setiawan)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG