IMG-LOGO
Daerah

Candi Luwang Blitar Jadi Lokasi Syuting Film 'the Santri'

Senin 15 Juli 2019 20:30 WIB
Bagikan:
Candi Luwang Blitar Jadi Lokasi Syuting Film 'the Santri'
Syuting film the Santri.
Blitar, NU Online
Malam itu suasana di sekitar Candi Luwang Sawentar, Kanigoro, Blitar Jawa Timur tidak seperti biasanya. Bila sehari-hari usai Magrib hingga pagi kondisi sepi. Namun pada Ahad (14/7) berubah menjadi ramai dengan kehadiran santri dan para pendekar silat Pagar Nusa NU dan Pendidikan Olahraga Silat Indah Garuda Loncat ( Porsigal). 

Ternyata malam itu sedang ada shooting film 'the Santri' hasil kerja sama antara PBNU  dengan Livi Zheng, sutradara Hollywood asli Blitar.    

Livi Zheng menuturkan, film the Santri yang diperankan oleh Gus Azmi, Veve Zulfikar, dan Wirda Mansur ini trailernya akan segera diluncurkan pada 22 Oktober 2019 mendatang. Hal tersebut bertepatan dengan hari santri. Dijadwalkan, bulan ini Livi bersama tim melanjutkan syuting ke beberapa lokasi di Blitar dan kota lainnya di Jawa Timur.

“Pekan lalu tiba di Blitar, mulai syuting hari Senin. Sekarang sudah satu minggu di Blitar. The Santri akan jadi film layar lebar, tapi kita juga bikin trailernya," kata Livi. 

Ini merupakan salah satu film yang nantinya diharapkan ditonton oleh seluruh dunia. "Kita bisa promosikan budaya Indonesia bahwa inilah kita yang kaya akan budaya,” ujarnya. 

Malam itu shooting untuk pengambilan gambar pertarungan para pendekar silat santri yang menampilkan para pesilat  Pagar Nusa NU dan Porsigal. Plus pengambilan  gambar sepak bola api dan obor. Ada beberapa tempat dijadikan lokasi pengambilan gambar. Di antaranya Candi Penataran Nglegok, Pendopo  Kabupaten Blitar, Pesantren Mambaul Sholihin dan Candi Luwang  Sawentar Kanigoro. 

Karena ada syuting film, Candi Luwang Sawentar yang biasanya sepi di sore hari hingga malam, kali ini dipadati oleh santri dan pendekar dari Pagar Nusa dan Porsigal (Pendidikan Olahraga Silat Indah Garuda Loncat). Sebagian besar mereka membawa obor dari bambu menunggu aba-aba dari sutradara. 

Saat itu dilakukan pengambilan gambar atraksi pencak silat dan main bola api yang menggambarkan tradisi santri.Livi bersama tim kameraman asli Los Angeles,  Amerika Serikat. Sedangkan Imam Pituduh selaku Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersama Abdul Aziz dan H Imam Kusnin Ahmad selaku Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)  serta H Abdul Munib yang juga ketua PC Pagar Nusa Blitar  mendampingi. 

Demikian pula tidak ketinggalan sejumlah tokoh masyarakat ikut mendampingi saat shooting di Candi Luwang Sawentar. Sebelumnya, Livi dan tim sudah syuting di beberapa lokasi. Antara lain di Pondok Mambaus Shoilihin, Candi Penataran, Hutan Maliran, dan pendopo kabupaten.

Imam Pituduh selaku perwakilan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan, “Trailer film the Santri insyaallah diluncurkan 22 Oktober 2019 bertepatan dengan hari santri,” tandasnya. (Ibnu Nawawi)

Bagikan:
Senin 15 Juli 2019 23:30 WIB
Bekali Kader Muda NU, IPNU-IPPNU Kudus Gelar Ngaji Rutin Selapanan
Bekali Kader Muda NU, IPNU-IPPNU Kudus Gelar Ngaji Rutin Selapanan
Ngaji Aswaja bersama Aswaja Center Kudus, Jateng
Kudus, NU Online
Untuk membekali generasi muda Nahdlatul Ulama di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulma (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatl Ulama (IPPNU) Kudus menggelar 'Ngaji Aswaja' rutin selapanan.

Kegiatan perdana berlangsung di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Gebog pada Ahad (11/7) diikuti oleh jajaran pengurus PNU-IPPNU dan kader.

Ketua PC IPNU Kudus Chasan Fauzi menjelaskan, kegiatan ngaji selapanan ini merupakan salah satu program kerja Departemen Dakwah dan Perekonomian PC IPNU-IPPNU Kudus.

"Program ngaji aswaja merupakan sebuah upaya untuk membekali generasi muda untuk mengerti dan memahami sejak dini tentang ajaran Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) An-Nahdliyah yang menjadi pegangan Nahdlatul Ulama," ujarnya.
 
Dikatakan, dirinya telah merancang agar ngaji aswaja bisa digelar bergiliran (road show) selapan sekali di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus.

“Sesibuk apapun kita dalam berorganisasi, jangan sampai melupakan ideologi dan akidah aswaja. Sesibuk apapun kita perlu ngaji. Perlu ngangsu kaweruh dari kitab-kitab karangan KH Hasyim Asy’ari dan ulama NU lainnya,” ujarnya.

Saat ini lanjutnya, serangan akidah aswaja dari kelompok lain sedang gencar dilakukan hingga masuk ke lembaga pendidikan formal. IPNU-IPPNU harus memberikan pembekalan yang cukup seputar amaliah aswaja. Dengan cara seperti ini, dia berharap kader-kader muda NU tetap kokoh dan teguh untuk tetap bersama ulama NU.

"Serangan dari pihak luar cukup masif dilakukan, dan kita berupaya melakukan proteksi agar kader muda NU tidak terpengaruh sama sekali," tandasnya. 

Dia menambahkan, ngaji aswaja ini diasuh oleh aktivis Aswaja Center Kabupaten Kudus, Kiai Hasan Mafik. "Harapan Saya, ke depan setiap PAC juga bisa menggelar kegiatan Ngaji Aswaja secara mandiri," katanya.

Kiai Hasan Mafik, dalam ngaji aswaja itu, antara lain memaparkan mengenai empat ciri Aswaja, yakni tawassuth, tawazun, i’tidal, dan tasamuh. "Empat ciri Aswaja ini perlu dipahami," ungkapnya.

Dinda, salah satu pelajar mengapresiasi digelarnya ngaji aswaja ini. “Saya berharap ngaji aswaja ini bisa berjalan terus menerus dan membawa kebaikan bagi umat,” katanya. (Adib/Muiz)

Senin 15 Juli 2019 23:0 WIB
Aklamasi, Akhmad Munsip Kembali Pimpin Ansor Brebes
Aklamasi, Akhmad Munsip Kembali Pimpin Ansor Brebes
Ketua Ansor Brebes terpilih, Akhmad Munsip
Brebes, NU Online
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Brebes, Jawa Tengah periode 2014-2019 Akhmad Munsip kembali terpilih menjadi ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes periode 2019-2025. 

Dia terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Konfercab) X yang digelar di Pesantren Al-Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes, Ahad (14/7) kemarin.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pimpinan Pusat GP Ansor Ulil Archam mengingatkan kepada kader Ansor bahwa karakter yang harus dimiliki Ansor harus ditingkatkan. Yakni kepemudaan (semangat muda), keagamaan, serta sosial kemasyarakatan dan kebangsaan dengan komitmen menjaga keutuhan NKRI.

"Tunjukkan Ansor Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) harus punya jiwa semangat muda yang siap menjaga ulama, kiai, dan NKRI, ujarnya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah H Sholahudin Aly menyampaikan apresiasi kepada Ansor Brebes atas kiprahnya selama ini. Pasalnya, Cabang Ansor yang berada di ujung barat Provinsi Jawa Tengah telah menunjukkan kinerja yang cukup bagus.

Alhamdulillah, kegiatan konfercab ini berjalan dengan lancar. Kami mengapresiasi semua pihak yang turut mendukung dan membesarkan Ansor, khususnya di Kabupaten Brebes,” kata Gus Sholah panggilan akrabnya.

Adapun terpilihnya Munsip sudah banyak diprediksi sebelumnya. Selama menjabat Ketua Ansor Brebes periode sebelumnya, dirinya dinilai mampu membuat prestasi hingga tingkat nasional. Tak heran, jika penyampaian LPJ kepengurusan periode 2014-2019 pun diterima dengan penuh semangat. Bahkan, PP GP Ansor pun memberinya penilaian Grade A untuk kepemimpinannya.

Dalam rilis yang diterima NU Online, Senin (15/7) Akhmad Munsip menyatakan, jika keberhasilannya memimpin Ansor Brebes berkat dukungan dari semua pihak. Ia berharap agar kekompakan tetap terjaga untuk membesarkan Ansor dan NU di Kabupaten Brebes.

"Saya mohon dukungan sahabat-sahabat untuk membesarkan Ansor Kabupaten Brebes selama lima tahun ke depan," pintanya.

Ia pun memiliki target dalam lima tahun kepemimpinanya ke depan untuk melakukan berbagai upaya dan fokus pada pemberdayaan ekonomi para kader Ansor di Brebes. “Ke depan Ansor Brebes akan berupaya membuat peluang-peluang usaha untuk kemandirian ekonomi kader Ansor,” pungkasnya.
 
Dalam Konfercab yang dihadiri Wasekjen PP GP Ansor Ulil Archam, Ketua PW Ansor Jateng Sholahudin Aly, Ketua PCNU Brebes Muh Aqso serta pengasuh Ponpes Al-Hikmah 2, KH Sholahudin Masruri serta ribuan kader dan simpatisan ini, Munsip mendapat dukungan 16 PAC yang ada. (Red: Muiz)

Senin 15 Juli 2019 22:30 WIB
Cetak Kader Tanggap Bencana, IPNU-IPPNU Jember Gelar Diklatsus
Cetak Kader Tanggap Bencana, IPNU-IPPNU Jember Gelar Diklatsus

Jember, NU Online
Jember termasuk daerah yang rawan bencana.  Hampir setiap tahun kota tembakau ini dilanda bencana alam mulai dari tanah longsor  hingga banjir  bandang. Bahkan tahun 2006 tanah longsor dan banjir yang menghantam Kecamatan Panti menelan hampir 100 korban jiwa dan ribuan hektar sawah rusak parah. Kenyataan ini mengetuk kesadaran Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Jember Jawa Timur untuk siap-siaga menghadapi bencana alam yang tak terduga. Bencana memang tidak diharapkan, tapi  jika akhirnya bencana tak bisa dihindari, setidaknya manusia sudah siap dengan antisipasinya.

Kesiap-siagaan pelajar NU itu diwujudkan dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus). Acara yang digelar di Dusun Ungkalan, Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Jawa Timur itu, diikuti oleh 25 peserta. Mereka berasal dari Dewan Koordinasi Anak Cabang (DKAC) dan Dewan Koordinasi Perguruan Tinggi (DKPT) se-Kabupaten Jember.

“Kami memang membatasi kapasitas kepesertaan. Ini kita seleksi, karena peserta adalah mereka yang benar-benar siap untuk diterjunkan ke medan bencana kapanpun dibutuhkan,” tutur ketua panitia Diklatsus, Umi Miftakhul Janah kepada NU Online di sela-sela penutupan Diklatsus, Ahad (14/7).

Dengan Diklatsus tersebut, kata Umi, diharapkan peserta bisa meningkatkan keterampilannya dalam menangani bencana sekaligus memperluas wawasan soal kebencanaan. Sehingga mereka cepat bisa beradaptasi dengan petugas lainnya dan kondisi lapangan.

“Untuk menjadi relawan bencana, perlu pendidikan dan pelatihan khusus,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Jember Aini Viki Mardiani, menegaskan bahwa PC IPNU-IPPNU Jember sebenarnya sudah memiliki CBP (Corp Brigade  Pembangunan) dan KPP ( Korp Pelajar Putri) yang merupakan relawan khusus untuk diterjunkan dalam peristiwa bencana dan sebagainya. Namun dengan Diklatsus itu, semakin banyak elemen IPNU-IPPNU yang bisa terjun secara cepat dalam menangani bencana alam.

“Sebagai peserta Diklatsus memang anggota CBP-KPP,” tambahnya.

Acara tersebut berlangsung selama 3 hari, hasil kerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Jember. Adapun materi yang disajikan cukup beragam, diantaranya adalah  managemen penanganan banjir, tsunami hingga gempa bumi. (Aryudi AR)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG