IMG-LOGO
Daerah

NU Jateng Ajak Nahdliyin Hidupkan Tradisi dan Budaya NU

Selasa 16 Juli 2019 10:0 WIB
Bagikan:
NU Jateng Ajak Nahdliyin Hidupkan Tradisi dan Budaya NU
Muskercab NU Kota Semarang
Semarang, NU Online
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah HM Muzammil mengajak kepada warga NU untuk terus menghidupkan kegiatan tradisi dan budaya di masyarakat melalui masjid-masjid dan mushala, termasuk menjaga ideologi negara.

"Saya mengajak kepada nahdliyin untuk terus menggelorakan tradisi dan budaya yang diwariskan para ulama salafus shalihin agar bisa kita'uri-uri' di masjid maupun mushala," ujarnya.

Hal itu disampaikan saat dirinya membuka  Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Kota Semarang, Jawa Tengah di Aula Masjid Raya Baiturrahman, Simpanglima Semarang, Ahad (14/7) kemarin.

Dikatakan, mepertahankan tradisi dan budaya yang telah diamalkan para ulama salafus shalihin dalam hal ini para Wali Songo dalam upaya membawa warna Islam yang rahmatan lil alamin dan inilah yang disebut Islam Nusantara.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, kendati HTI telah dibubarkan, namun di tengah-tengah masyarakat masih nampak pola-pola gerakannya, ini harus diwaspadai, jangan sampai lengah. Masyarakat diminta mewaspadai manuver para mantan aktivis organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibubarkan pemerintah.

“Pola-pola gerakan itu manuvernya berupa gerakan-gerakan yang berupaya mencoba-coba menggantikan ideologi Pancasila dengan khilafah Islamiyah,” ujarnya.  

Menurutnya, warga NU akan dilibatkan secara aktif untuk melakukan kerja–kerja penguatan bidang ideologi, agar Ideologi Pancasila tidak terusik.

Selain kerja-kerja menjaga ideologi negara, lanjutnya, Nahdliyin juga akan dilibatkan dalam mencegah dan mengatasi gangguan yang mengancam sektor lain, terutama ekonomi, politik, pertahanan, dan keamanan.

Dalam Muskercab itu juga digelar dialog dengan menghadirkan beberapa narasumber di antaranya Rektor Unwahas Mahmutarom HR, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unnes Moh Solehatul Mustofa, mantan Gubernur Jateng H Ali Mufiz, Rais PCNU Kota Semarang KH Hanief Ismail, dan Ketua PWNU HM Muzammil dipandu oleh Katib Syuriyah PCNU Kota Semarang H Ahmad Izzuddin.

Ali Mufiz mengusulkan agar para kiai NU melakukan penguatan Ahlussunnah wal-Jamaah dengan cara membuka pesantren-pesantren di perkotaan.

”Kalau bisa di dekat-dekat kampus perguruan tinggi. Mengapa? Karena anak-anak muda haus dengan agama. Jangan sampai mereka salah belajar agama kepada orang yang bukan ahlinya bahkan mengajak ke jalan sesat,” ujarnya.

Menurutnya, NU yang dilahirkan sebelum Indonesia merdeka tidak ada persoalan dengan negara dan ideologi Pancasila. Bahkan para ulama sudah sepakat menyatakan Ideologi Pancasila dan NKRI sudah final tidak perlu ada pembahasan lagi.

Jadi, tutur Ali Mufiz, kalau hari ini NU berada di barisan paling depan dalam kecintaan kepada NKRI, dari dulunya memang begitu. Sekarang tinggal melakukan penguatan-penguatan.

Pada kesempatan itu dilakukan MoU antara PCNU Kota Semarang dengan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas). Perguruan Tinggi ini akan memberikan beasiswa bidik misi kepada kader-kader NU di Kota Semarang untuk meraih jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Samsul/Muiz)

Tags:
Bagikan:
Selasa 16 Juli 2019 23:30 WIB
NU Pangebatan Brebes Miliki Ambulans Gratis dari Koin NU
NU Pangebatan Brebes Miliki Ambulans Gratis dari Koin NU
Mobil ambulans NU Pangebatan Brebes dari Koin NU.
Brebes, NU Online
Sudah hampir lima bulan ini, Ranting NU Desa Pangebatan, Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah melalui LAZISNU Pangebatan telah memiliki satu unit ambulans, sebagai sarana transportasi layanan umat di bidang kesehatan. Keberhasilan ini tak lepas dari gerakan Kotak Infak (Koin).

Ketua LAZISNU Ranting Pangebatan, H Abdulloh mengatakan, mobil ambulans yang telah hadir sejak 22 Maret 2019 telah melayani pasien tidak hanya dari Pangebatan, namun juga luar desa.

"Ambulans ini bisa digunakan untuk pasien di luar wilayah Pangebatan, namun  kami tetap lebih mengutamakan orang yang ada di wilayah Ranting Pangebatan," paparnya Selasa (12/7).

Ambulans yang dibeli merupakan mobil APV keluaran 2019 dengan harga Rp188.000.000 dan biaya karoseri senilai Rp23.000.000.

Keberhasilan pengadaan ambulans ini tidak lepas dari massifnya program Kotak Infak (Koin) NU yang beredar di Pangebatan. Koin NU di Ranting NU Pangebatan sudah berjalan sejak Januari 2018. 

Pertimbangan membeli ambulans dari Koin NU, karena memang sangat dibutuhkan masyarakat. Kemudian, dengan hadirnya mobil ambulans tersebut bisa sebagai sarana untuk lebih mengenalkan LAZISNU Pangetan. "Menumbuhkan kepercayaan kepada masyarakat tentang penggunaan sedekahnya," ujar Abdulloh lagi.

Ketua Ranting NU Pangebatan, Taufiq Hasyim berharap, ke depan masyarakat harus benar-benar bisa merasakan layanan gratis ini. Juga semakin mengenal LAZISNU, kemudian menyerahkan ZIS-nya ke LAZISNU. "Timbul imej baru bahwa NU Pangebatan bisa memberi sesuatu untuk masyarakat Pangebatan khususnya, umumnya masyarakat yang ada di wilayah Bantarkawung," kata Taufiq Hasyim.

 Selain pengadaan mobil ambulans, beberapa program lainnya adalah santunan yatim piatu rutin setiap Pengajian Jumat Pon, Bisyarah Guru Madrasah Diniah, dan bantuan sosial. Unutuk merealisasikan program-program LAZISNU tersebut, pengurus LAZISNU berharap kepada warga masyarakat Pangebatan untuk berpartisipasi aktif menitipkan atau menyerahkan sebagian zakat, infak, ataupun sedekahnya kepada LAZISNU Ranting Pangebatan. Bantuan dapat disalurkan baik melalui Koin NU ataupun lewat rekening LAZISNU dengan nomor Rekening: 5869-01-01292-53-8 atas nama LAZISNU Ranting Pangebatan .

Adapun bagi masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans atau informasi lainnya bisa menghubungi nomor 085747890577 (H Abdulloh), 087719551000 (Ali Yasin), atau 085225018830 (Oos Koswara). (Red: Kendi Setiawan)
Selasa 16 Juli 2019 22:0 WIB
LAZISNU Rembang Buka Klinik Penghapusan Tato Gratis
LAZISNU Rembang Buka Klinik Penghapusan Tato Gratis
LAZISNU Rembang gelar penghapusan tato gratis
Rembang, NU Online
Setelah sukses dengan program Kotak Infaq (Koin) Nanhdlatul Ulama (NU) dan menyantuni ribuan anak yatim piatu se Kabupaten Rembang Jawa Tengah pada momen-momen tertentu, kali ini Pengurus Cabang (PC) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Rembang kembali membuat program baru untuk umat.

Salah satunya ialah pendirian sebuah klinik kesehatan yang bergerak dibidang penghapusan tato di tubuh manusia. Klinik tersebut bertempat di sebelah kantor LAZISNU Rembang, yang berada di sebelah barat Masjid Al-Burhan Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Atau di Jalan Pantura Rembang Perempatan Pasar Pentungan ke utara sekira 100 meter. Klinik tersebut sudah mulai beroprasi sejak tanggal 9 Juli 2019 kemarin.  

Sejak dibuka pengumuman pendaftaran penghapusan tato gratis melalui media sosial (medsos) sejak bulan Mei lalu, akun medsos LAZISNU Rembang mulai kebanjiran pendaftar. Pada tahap pertama ini  melayani 212 peserta dari dalam maupun luar kota Rembang seperti Pati dan Blora, bahkan Kalimantan rela mendaftar.

Pengelola klinik penghapusan tato Naf'an Fuadi mengatakan, untuk sementara pendaftaran sudah ditutup. Pendaftaran akan kembali dibuka setelah seluruh peserta gelombang pertama sudah menjalani penghapusan tato.

Klinik tersebut baru memiliki satu alat laser penghapusan tato, yang dioperasikan 2 tenaga terlatih.  Buka setiap hari kecuali hari Ahad. Seluruh peserta yang berniat menghapus tato tidak dipungut biaya.

LAZISNU Rembang masih berharap ada darmawan yang mau menyumbangkan satu peralatan penghapusan tato untuk mensukseskan program tersebut.

"Ini pesertanya sudah ada 212 orang untuk tahap pertama. Sementara pendaftaran kita tutup dulu setelah ini selesai kita buka lagi. Dalam sehari kita usahakan untuk menghapus tato 12 orang, karena klinik kita baru memiliki satu alat dengan tenaga laser yang dioperasikan 2 tenaga terlatih," kata Naf'an.

Dijelaskan, sebelum petugas medis mulai melakukan penghapusan, peserta harus berwudu terlebih dahulu sebagai syarat. Selain itu, selama proses penembakan laser berlangsung, peserta juga harus membaca istighfar hingga rampung. Hal tersebut untuk mempertebal niat dan keinginan yang bersangkutan membersihkan diri.

Menurut Naf'an, yang menjadi motivasi peluncuran program penghapusan tato adalah mengamalkan serta mengimplementasikan hukum bersuci atau taharah. "Rata-rata peserta yang mendaftarkan diri adalah mereka yang ingin berhijrah. Karena, selain niat, untuk penghapusan tato dengan menggunakan peralatan canggih sejenis laser memerlukan biaya yang sangat besar," bebernya.

Susatyo (25) warga Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang mengaku ingin berhijrah dan membersihkan diri, salah satunya dengan membersihkan tato yang ada di kakinya. "Ya ingin hijrah dan membersihkan diri, Alhamdulillah tidak sakit kok hanya sedikit panas. Bismillah saja," ungkapnya.

Ia mengaku menggambar tato sejak tahun 2016 pada waktu masih menjadi mahasiswa di salah satu perguruan tinggi. Dengan adanya program tersebut ia mengaku sangat terbantu karena tidak dipungut biaya, alias nol rupiah.

Meski pihak klinik tidak memungut biaya, dua tenaga media tetap mendapatkan hak-haknya dalam bekerja. LAZISNU mengandalkan para donatur yang bersedia membantu saudara seagama untuk memantabkan niat dalam berhijrah. (Ahmad Asmui/Muiz)
Selasa 16 Juli 2019 21:0 WIB
H Adnan Nota Terpilih Jadi Ketua PWNU Sulawesi Barat
H Adnan Nota Terpilih Jadi Ketua PWNU Sulawesi Barat
Jakarta, NU Online
H Adnan Nota terpilih menjadi Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat periode 2019-2024. Keterpilihan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Majene itu disahkan melalui keputusan akhir pada Konferensi Wilayah (Konferwil) ketiga PWNU Sulbar di Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga di Kabupaten Majene, Sulbar, Senin (15/7) malam.

Alumnus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alaudin Pare-pare tahun 1993 ini dinyatakan unggul setelah mendapatkan 4 suara. Sementara rivalnya yang juga merupakan Wakil Rektor IAI DDI Polewali Mandar (Polman) M Arsyad mendapatkan dua suara. 

Peserta yang memiliki hak suara pada Konferwil tersebut berjumlah 6 suara terdiri enam Pengurus Cabang yang ada di PWNU Sulbar. 

Kepada NU Online, Selasa (16/7) sore, mantan Wakil Rais PWNU Sulbar periode sebelumnya ini mengaku akan segera melakukan konsolidasi dengan berbagai tokoh NU. Menurutnya, masih banyak yang perlu ditingkatkan terkait dengan pengelolaan organisasi NU. 

“Terutama menghidupkan kembali MWC dan ranting yang ada di kecamatan dan desa,” tutur alumnus PGAN Pare-Pare ini. 

Seluruh program kerja PWNU Sulbar kata dia, akan disusun bersama pengurus pada Rapat Kerja Wilayah yang akan digelar setelah mendapatkan Surat Keputusan dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. 
 
Ia serius ingin terus memperbaiki kelembagaan NU di tanah Sulawesi Barat agar pemahaman ideologi Ahlusunnah Wal Jamaah dapat tersampaikan dengan sistematis oleh kiai kiai NU. 

“Fokus utama saya adalah struktur NU lebih baik,” ujarnya. 

Kemudian, sebisa mungkin Adnan Nota akan melakukan penguatan amaliah Aswaja an-nahdliyah melalui kehidupan masyarakat. Termasuk mensinergikan ulama dan umaro di tanah kemaritiman tersebut. (Abdul Rahman Ahdori)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG